BAHASA PEMROGAMAN KOMPUTER

Sejarah Bahasa Pemrograman Komputer Sejak pertama komputer difference engine diciptakan oleh Charles Babbage pada tahun 1822, komputer membutuhkan sejumlah instruksi untuk melakukan suatu tugas tertentu. Instruksi-instruksi ini dikenal sebagai bahasa pemrograman. Bahasa komputer mulanya terdiri dari sejumlah langkah pengkabelan untuk membuat suatu program; hal ini dapat dipahami sebagai suatu rangkaian pengetikan kedalam komputer dan kemudian dijalankan. Pada awalnya, difference engine-nya Charles Babbage hanya dibuat untuk menjalankan tugas dengan menggunakan perpindahan gigi roda untuk menjalankan fungsi kalkukasi. Jadi, bentuk awal dari bahasa komputer adalah berupa gerakan secara mekanik, selanjutnya gerakan mekanik tersebut digantikan dengan sinyal listrik ketika pemerintah AS mengembangkan ENIAC pada tahun 1942, tetapi masih banyak mengadopsi prinsip-prinsip dasar dari Babbage’s engine yang mana diprogram dengan mengeset switch dan perkabelan pada seluruh sistem pada setiap “program” maupun kalkulasi. Tentu saja ini merupakan pekerjaan yang membosankan. Pada 1945, John Von Neumann yang bekerja pada Institute for Advanced Study mengemukakan dua konsep yang secara langsung mempengaruhi masa depan dari bahasa pemrograman komputer. Yang pertama dikenal sebagai “shared-program technique” (www.softlord.com). Pada teknik ini dinyatakan bahwa hardware komputer haruslah sederhana dan tidak perlu dilakukan pengkabelan dengan menggunakan tangan untuk setiap program. Sebagai gantinya, instruksi-instruksi yang lebih kompleks harus digunakan untuk mengendalikan perangkat keras yang lebih sederhana, hal ini memungkinkan komputer diprogram ulang dengan cepat. Konsep yang kedua yang juga sangat penting untuk pengembangan bahasa pemrograman. Von Neumann menyebutnya sebagai “conditional control transfer” (www.softlord.com). Ide ini berkembang menjadi bentuk subrutin, atau blok kode yang kecil yang dapat panggil berdasarkan aturan tertentu, dari pada suatu himpunan tunggal urutan kronologis yang harus dijalankan oleh komputer. Bagian kedua dari ide tersebut menyatakan bahwa kode komputer harus dapat bercabang berdasarkan pernyataan logika seperti IF (ekspresi) THEN, dan perulangan seperti FOR statement. “Conditional control transfer” mengembangkan ide adanya “libraries,” yang mana merupakan blok kode yang dapat digunakan berulang kali. Pada 1949, setelah beberapa tahun Von Neumann bekerja, bahasa Short Code dilahirkan (www.byte.com), yang merupakan bahasa komputer yang pertama untuk peralatan elektronik yang membutuhkan programmer untuk mengubah perintah kedalam 0 dan 1 dengan tangan. Pada 1957, bahasa khusus yang pertama muncul dalam bentuk FORTRAN yang merupakan singkatan dari sistem FORmula TRANslating. Bahasa ini dirancang pada IBM untuk perhitungan scientific. Komponen-komponennya sangat sederhana, dan menyediakan bagi programmer akses tingkat rendah kedalam komputer. Sampai saat ini, bahasa ini terbatas pada hanya terdiri dari perintah IF, DO, dan GOTO, tetapi pada waktu itu, perintah-perintah ini merupakan lompatan besar kearah depan. Type data dasar yang digunakan sampai sekarang ini dimulai dari FORTRAN, hal ini meliputi variabel logika (TRUE atau FALSE), dan bilangan integer, real, serta double-precision. FORTRAN sangat baik dalam menangani angka-angka, tetapi tidak terlalu baik untuk menangani proses input dan output, yang mana merupakan hal yang penting pada komputasi bisnis. Komputasi bisnis mulai tinggal landas pada 1959, dengan dikembangkannya COBOL, yang dirancang dari awal sebagai bahasa untuk para pebisnis. Type data yang ada hanya berupa number dan text string. Hal tersebut juga memungkinkan pengelompokan menjadi array dan record, sehingga data di telusuri dan diorganisasikan dengan lebih baik. Sesuatu hal yang menarik untuk dicatat bahwa suatu program COBOL dibuat menyerupai suatu essay, dengan empat atau lima bagian utama yang membentuk keseluruhan yang tertata dengan baik. Perintah-perintah COBOL sangat menyerupai tata bahasa English, sehingga membuatnya agak mudah dipelajari. Semua ciri-ciri ini dikembangkan agar mudah dipelajari dan mudah diterapkan pada dunia bisnis. Pada 1958, John McCarthy di MIT membuat bahasa LISt Processing (atau LISP), yang dirancang untuk riset Artificial Intelligence (AI). Karena dirancang untuk fungsi spesialisasi yang tinggi, maka tata cara penulisannya jaring kelihatan sebelum ataupun sesudahnya. Sesuatu perbedaan yang paling nyata dari bahasa ini dengan bahasa lain adalah dasar dan type satu-satunya adalah list, yang ditandai dengan suatu urutan item yang dicakup dengan tanda kurung. Program LISP sendirinya dibuat sebagai suatu himpunan dari list, sehingga LISP memiliki kemampuan yang khusus untuk memodifikasi dirinya, dan juga dapat berkembang sendiri. Tata cara penulisan LISP dikenal sebagai “Cambridge Polish,” sebagaimana dia sangat berbeda dari logika Boolean (Wexelblat, 177) : x V y – Cambridge Polish, what was used to describe the LISP program OR(x,y) – parenthesized prefix notation, what was used in the LISP program x OR y – standard Boolean logic LISP masih digunakan sampai sekarang karena spesialiasi yang tinggi dari sifat abstraknya. Bahasa Algol dibuat oleh suatu komite untuk pemakaian scientific pada tahun 1958. Kontribusi utamanya adalah merupakan akar dari tiga bahasa selanjutnya yaitu Pascal, C, C++, dan Java. Dia juga merupakan bahasa pertama dengan suatu tata bahasa formal, yang dikenal sebagai Backus-Naar Form atau BNF (McGraw-Hill Encyclopedia of Science and Technology, 454). Pada Algol telah diterapkan konsep-konsep baru, seperti rekursif pada function, bahasa berikutnya Algol 68, menjadi bahasa yang membosankan dan sulit digunakan (www.byte.com). Hal ini mengarah kepada adopsi terhadap bahasa yang lebih kecil dan kompak seperti Pascal. Pascal dimulai pada tahun 1968 oleh Niklaus Wirth. Tujuan pengembangannya adalah untuk kebutuhan pengajaran. Pada awalnya bahasa ini dikembangkan bukan dengan harapan adopsi pemakaian secara luas. Prinsipnya mereka mengembangkannya untuk alat pengajaran pemrograman yang baik seperti kemampuan debug dan perbaikan sistem dan dukungan kepada mikroprosesor komputer yang digunakan pada institusi pendidikan. Pascal dirancang dengan pendekatan yang sangat teratur (terstruktur), dia mengkombinasikan kemampuan yang terbaik dari bahasa-bahasa saat itu, COBOL, FORTRAN, dan ALGOL. Dalam pengerjaannya banyak perintah-perintah yang tidak teratur dan aneh dihilangkan, sehingga sangat menarik bagi pemakai (Bergin, 100-101). Kombinasi dari kemampuan input/output dan kemampuan matematika yang solid, membuatnya menjadi bahasa yang sukses besar. Pascal juga mengembangkan tipe data “pointer”, suatu fasilitas yang sangat bermanfaat pada bahasa yang mengimplementasikannya. Dia juga menambahkan perintah CASE, yang mana memperbolehkan perintah bercabang seperti suatu pohon pada suatu aturan: CASE expression OF possible-expression-value-1: statements to execute… possible-expression-value-2: statements to execute… END Pascal juga mengembangkan variabel dinamis, dimana variabel dapat dibuat ketika suatu program sedang berjalan, melalui perintah NEW dan DISPOSE. Tetapi Pascal tidak mengimplementasikan suatu array dinamis, atau kelompok dari variabel-variabel, yang mana sangat dibutuhkan, dan merupakan salah satu penyebab kekalahannya (Bergin, 101-102). Wirth kemudian membuat lanjutan dari Pascal, Modula-2, tetapi pada saat itu muncul C yang dengan cepat menjadi mengeser posisi Pascal. C dikembangkan pada tahun 1972 oleh Dennis Richie ketika sedang bekerja pada Bell Labs di New Jersey. Transisi pemakaian dari bahasa umum yang pertama ke bahasa umum sampai hari ini yaitu transisi antara Pascal dan C, C merupakan perkembangan dari B dan BCPL, tetapi agak menyerupai Pascal. Semua fasilitas di Pascal, termasuk perintah CASE tersedia di C. C menggunakan pointer secara luas dan dibangun untuk kecepatan dengan kelemahannya yaitu menjadi sulit untuk dibaca. Tetapi karena dia menghilangkan semua kelemahan yang terdapat di Pascal, sehingga dengan cepat mengambil alih posisi Pascal. Ritchie mengembangan C untuk sistem Unix yang baru pada saat yang bersamaan. Oleh karena ini, C dan Unix saling berkaitan. Unix memberikan C beberapa fasilitas besar seperti variabel dinamis, multitasking, penanganan interrupt, forking, dan strong low-level,input-output. Oleh karena itu, C sangat sering digunakan untuk pemrograman sistem operasi seperti Unix, Windows, MacOS, dan Linux. Pada akhir tahun 1970 dan awal 1980, suatu metode pemrograman yang baru telah dikembangkan. Ha tersebut dikenal sebagai Object Oriented Programming, atau OOP. Object merupakan suatu potongan dari data yang dapat dipaket dan dimanipulasi oleh programmer. Bjarne Stroustroup menyukai metode ini dan mengembangkan lanjutan dari C yang dikenal sebagai “C With Classes.” Kemampuan lanjutan ini dikembangkan menjadi bahasa C++ yang diluncurkan pada tahun 1983. C++ dirancang untuk mengorganisasikan kemampuan dasar dari C dengan OOP, dengan tetap mempertahankan kecepatan dari C dan dapat dijalankan pada komputer yang tipe berlainan. C++ sering kali digunakan dalam simulasi, seperti game. C++ menyediakan cara yang baik untuk memanipulasi ratusan instance dari manusia didalan elevator, atau pasukan yang diisi dengan tipe prajurit yang berbeda. Bahasa ini menjadi pilihan pada mata kuliah AP Computer Science sampai hari ini. Pada awal 1990′s, interaktif TV adalah teknologi masa depan. Sun Microsystems memutuskan bahwa interaktif TV membutuhkan suatu hal yang khusus, yaitu bahasa portable (bahasa yang dapat berjalan pada banyak jenis mesin yang berbeda). Bahasa ini dikenal sebagai Java. Pada tahun 1994, team proyek Java mengubah fokus mereka ke web, yang mana berubah menjadi sesuatu yang menjanjikan setelah interactive TV gagal. Pada tahun berikutnya, Netscape menyetujui pemakaian Java pada internet browser mereka, Navigator. Sampai titik ini, Java menjadi bahasa masa depan dan beberapa perusahaan mengumumkan aplikasi harus ditulis dalam Java. Java mempunyai tujuan yang besar dan merupakan bahasa yang baik menurut buku text, pada kenyataanya “bahasa tersebut tidak”. Dia memiliki masalah yang serius dalam optimasi, dengan arti program yang ditulis dengannya berjalan dengan lambat. Dan Sun telah membuat cacat penerimaan terhadap Java dengan pertikaian politis dengan Microsoft. Tetapi Java telah dinyatakan sebagai bahasa untuk instruksi masa depan dan benar-benar menerapkan object-oriented dan teknik tingkat tinggi seperti kode yang portable dan garbage collection. Visual Basic sering diajari sebagai bahasa pemrograman dasar yang mengacu pada bahasa BASIC yang dikembangkan pada tahun 1964 oleh John Kemeny dan Thomas Kurtz. BASIC adalah bahasa yang sangat terbatas dan dirancang untuk orang yang bukan computer science. Perintah-perintah dijalankan secara berurutan, tetapi kendali program dapat berubah berdasarkan IF..THEN, dan GOSUB yang mana menjalankan suatu blok kode dan kembali ketitik semula didalam alur program. Microsoft telah mengembangkan BASIC ke dalam produk Visual Basic (VB). Jantung dari VB adalah form, atau suatu window kosos dimana anda dapat drag dan drop komponen seperti menu, gambarm dan slider bars. Item-item ini dikenal sebagai “widgets.” Widget memiliki properti (seperti warna) dan events (seperti klik dan double klik) dan menjadi pusat dari pengembangan antarmuka dengan pemakai diberbagai bahasa program dewasa ini. VB merupakan program yang banyak digunakan untuk membuat interface sederhana ke produk Microsoft lainnya seperti Excel dan Access tanpa membaca banyak kode, dengannya dapat dimungkinkan untuk dibuat aplikasi yang lengkap. Perl telah sering digambarkan sebagai “duct tape of the Internet,” karena sering digunakan sebagai engine untuk interface web atau pada script untuk memodifikasi file konfigurasi. Dia memiliki fungsi text matching yang sangat baik sehingga membuatnya menjadi hal yang ideal untuk pekerjaan tersebut. Perl dikembangkan oleh Larry Wall pada 1987 karena fasilitas pada sed dan awk pada Unix (digunakan untuk manipulasi text) tidak mencukupi kebutuhannya. Tergantung kepada siapa anda bertanya, Perl adalah singkatan dari Practical Extraction and Reporting Language atau Pathologically Eclectic Rubbish Lister. Bahasa pemrograman telah berkembangan dari masa kemasa dan tetap dikembangkan dimasa depan. Mereka dimulai dari suatu daftar langkap pengkabelan agar komputer menjalankan tugas tertentu. Langkah-langkah ini berkembang menjadi software dan memiliki kemampuan yang lebih baik. Bahasa umum yang pertama menekankan pada kesederhanaan dan untuk satu tujuan saja, sedangkan bahasa dewasa ini terbagi atas bagaimana mereka diprogram, sehingga mereka dapat digunakan untuk semua tujuan. Dan mungkin bahasa yang akan datang lebih natural dengan penemuan pada quantum dan komputer-komputer biologis. Sumber : Indoprog ‘Algoritma & Pemrograman’ oleh Hendra, S.T.

Bahasa Pemrogaman

Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

Menurut tingkat kedekatannya dengan mesin komputer, bahasa pemrograman terdiri dari:

  1. Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110
  2. Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan (bah.Inggris Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.
  3. Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.
  4. Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb.

Sebagian besar bahasa pemrograman digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Tinggi, hanya bahasa C yang digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Menengah dan Assembly yang merupakan Bahasa Tingkat Rendah.

Jumat, 15 Oktober 2010

•Modul 6. Melakukan Perawatan Periferal

Khoirul Anam

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
Melakukan Perawatan
Periferal
BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2004
KODE MODUL
HDW.MNT.102.(2).A
ii
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN
KOMUNIKASI
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
Melakukan Perawatan
Periferal
PENYUSUN
TIM FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2004
KODE MODUL
HDW.MNT.102.(2).A
iii
KATA PENGANTAR
Modul dengan judul “ Melakukan Perawatan Periferal “ merupakan
bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum peserta diklat
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu bagian
dari kompetensi bidang keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi
pada Program Keahlian Teknik Komputer dan Pengelolaan Jaringan.
Modul ini menguraikan tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk
perawatan Periferal dimulai dari persiapan yang diperlukan sampai dengan
pelaporan hasil perawatan Periferal. Modul ini terdiri dari 4 kegiatan
belajar. Kegiatan Belajar 1 membahas tentang menyiapkan perawatan
periferal, Kegiatan Belajar 2 membahas tentang melakukan perawatan
periferal, Kegiatan Belajar 3 membahas tentang memeriksa hasil
perawatan periferal dan Kegiatan Belajar 4 membahas tentang melakukan
tindakan korektif dan melaporkan hasil perawatan periferal.
Modul ini terkait dengan modul-modul lain yang membahas tentang
melakukan perawatan Periferal. Oleh karena itu, sebelum menggunakan
modul ini peserta diklat diwajibkan telah mengambil modul tersebut.
Yogyakarta, Desember 2004
Penyusun
Tim Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta
iv
DAFTAR ISI MODUL
Halaman
HALAMAN DEPAN ............................................................................ i
HALAMAN DALAM ............................................................................ ii
KATA PENGANTAR ........................................................................... iii
DAFTAR ISI MODUL ......................................................................... iv
PETA KEDUDUKAN MODUL .............................................................. vii
PERISTILAHAN / GLOSSARY ............................................................. ix
I. PENDAHULUAN ..................................................................1
A. DESKRIPSI JUDUL.............................................................1
B. PRASYARAT .....................................................................1
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL .....................................2
1. Petunjuk Bagi Siswa ....................................................2
2. Peran Guru .................................................................3
D. TUJUAN AKHIR ................................................................3
E. KOMPETENSI ...................................................................4
F. CEK KEMAMPUAN ............................................................6
II. PEMELAJARAN ...................................................................7
A. RENCANA PEMELAJARAN SISWA ......................................7
B. KEGIATAN BELAJAR ........................................................8
1. Kegiatan Belajar 1 : Menyiapkan perawatan periferal ....8
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran..................................8
b. Uraian Materi 1.......................................................8
c. Rangkuman 1.........................................................15
d. Tugas 1 .................................................................15
e. Tes Formatif 1........................................................15
f. Kunci Jawaban Formatif 1 .......................................16
g. Lembar Kerja 1.......................................................16
v
2. Kegiatan Belajar 2 : Melakukan perawatan periferal .......18
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran .................................18
b. Uraian Materi 2.......................................................18
c. Rangkuman 2.........................................................23
d. Tugas 2 .................................................................23
e. Tes Formatif 2........................................................23
f. Kunci Jawaban Formatif 2 .......................................24
g. Lembar Kerja 2.......................................................24
3. Kegiatan Belajar 3 : Memeriksa hasil perawatan
periferal ......................................................................26
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran .................................26
b. Uraian Materi 3.......................................................26
c. Rangkuman 3.........................................................33
d. Tugas 3 .................................................................34
e. Tes Formatif 3........................................................34
f. Kunci Jawaban Formatif 3 .......................................34
g. Lembar Kerja 3.......................................................35
4. Kegiatan Belajar 4 : Melakukan tindakan korektif dan
melaporkan hasil perawatan periferal............................36
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran .................................36
b. Uraian Materi 4.......................................................36
c. Rangkuman 4.........................................................38
d. Tugas 4 .................................................................38
e. Tes Formatif 4........................................................38
f. Kunci Jawaban Formatif 4 .......................................38
g. Lembar Kerja 4.......................................................39
III. EVALUASI .......................................................................... 40
A. PERTANYAAN ...................................................................40
B. KUNCI JAWABAN EVALUASI .............................................40
vi
C. KRITERIA KELULUSAN .....................................................40
IV.PENUTUP ............................................................................40
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................41
vii
PETA KEDUDUKAN MODUL
HDW.DEV.100.
(2).A•
1 2 3
LULUS SMK
HDW.MNT.201.
(2).A
HDW.MNT.203.
(2).A
SWR.OPR.101.
(2).A•
SWR.OPR.100.
(1).A
HDW.MNT.10
2.(2).A
SWR.OPR.102.
(2).A•
HDW.MNT.101.
(2).A
HDW.MNT.204.
(2).A
SWR.MNT.201.
(1).A
NTW.OPR.100.
(2).A•
HDW.MNT.202.
(2).A
HDW.MNT.205.
(2).A
SWR.OPR.103.
(2).A•
SWR.OPR.104.
(2).A•
NTW.OPR.200.
(2).A•
NTW.MNT.201.
(2).A•
NTW.MNT.202.
(2).A•
NTW.MNT.300.
(3).A•
A 4
SLTP & yang LULUS SMK
Sederajat
viii
Keterangan :
HDW.DEV.100.(2).A•Menginstalasi PC
HDW.MNT.201.(2).A Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan
periferal
HDW.MNT.203.(2).A Melakukan perbaikan dan / atau setting ulang
sistem PC
HDW.MNT.204.(2).A Melakukan perbaikan periferal
HDW.MNT.101.(2).A Melakukan perawatan PC
HDW.MNT.102.(2).A Melakukan perawatan periferal
SWR.OPR.101.(2).A•Menginstalasi sistem operasi berbasis GUI (Graphical
User Interface)
SWR.OPR.102.(2).A•Menginstalasi sistem operasi berbasis text
SWR.OPR.100.(1).A Menginstalasi software
SWR.MNT.201.(1).A Mem-Back-Up dan Me-Restore software
NTW.OPR.100.(2).A•Menginstalasi perangkat jaringan lokal (Local Area
Network)
HDW.MNT.202.(2).A Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC
yang tersambung jaringan
HDW.MNT.205.(2).A Melakukan perbaikan dan/atau setting ulang
koneksi jaringan
SWR.OPR.103.(2).A•Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI
(Graphical User Interface)
SWR.OPR.104.(2).A•Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis text
NTW.OPR.200.(2).A•Menginstalasi perangkat jaringan berbasis luas
(Wide Area Network )
NTW.MNT.201.(2).A•Mendiagnosis permasalahan perangkat yang
tersambung jaringan berbasis luas (Wide Area
Network )
NTW.MNT.202.(2).A•Melakukan perbaikan dan/atau setting ulang
koneksi jaringan berbasis luas (Wide Area Network
)
NTW.MNT.300.(3).A•Mengadministrasi server dalam jaringan
A Merancang bangun dan menganalisa Wide Area
Network
•Dalam tahap penyusunan SKKNI
ix
PERISTILAHAN/GLOSSARY
Periferal komputer : merupakan peralatan pendukung dari sebuah
PC. Pada umumnya periferal dapat meliputi
keyboard, mouse, monitor, dan printer.
Disk cleaner : cairan yang digunakan untuk membersihkan
head pada diskdrive
Floopy drive / diskdrive : merupakan komponen komputer yang
digunakan untuk penggerak floopy atau disket
sebagai media penyimpan data
Scandisk : adalah tool yang digunakan untuk memeriksa
struktur file sistem
Disk defragmenter : tool yang digunakan untuk mengatur struktur
atau tata letak file sehingga akan mengurangi
fragmentasi sebuah space hardisk.
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI JUDUL
Modul Melakukan perawatan periferal merupakan modul teori dan
atau praktikum yang membahas tentang langkah-langkah yang
diperlukan untuk perawatan periferal dimulai dari persiapan yang
diperlukan sampai dengan pelaporan hasil perawatan periferal.
Modul ini terdiri dari 4 (empat) kegiatan belajar, yaitu membahas
tentang menyiapkan perawatan periferal, melakukan perawatan
periferal, memeriksa hasil perawatan periferal dan melakukan tindakan
korektif serta melaporkan hasil perawatan periferal.
Dengan menguasai modul ini diharapkan peserta diklat mampu
melakukan perawatan periferal.
B. PRASYARAT
Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul ini
adalah :
1) Peserta diklat telah lulus modul / materi diklat Melakukan perbaikan
periferal ( HDW.MNT.204.(2).A)
2) Peserta diklat mengetahui konfigurasi dan spesifikasi periferal pada
PC.
3) Peserta diklat mengetahui cara kerja komponen/modul yang perlu
perawatan.
4) Peserta diklat mengetahui tujuan, prosedur dan cara penggunaan
peralatan untuk perawatan.
2
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Petunjuk Bagi Siswa
Siswa diharapkan mampu berperan aktif dan berinteraksi dengan
sumber belajar yang mendukungnya, karena itu harus diperhatikan
beberapa hal sebagai berikut :
a. Langkah – langkah Belajar
Untuk menjadi lebih kompeten dan profesional dalam pekerjaan
perawatan periferal, maka Anda harus mencermati beberapa hal
berikut :
1) Apa yang harus disiapkan dalam melakukan perawatan periferal
2) Apa yang harus dilakukan dalam perawatan periferal ?
3) Bagaimana memeriksa hasil perawatan periferal secara fisik
maupun menggunakan software utilitas ?
4) Bagaimana melakukan tindakan korektif dan membuat laporan
perawatan periferal ?
b. Perlengkapan yang Harus Dipersiapkan
Untuk menunjang keselamatan kerja dan kelancaran tugas yang akan
Anda lakukan, maka persiapkanlah seluruh perlengkapan yang
diperlukan sesuai dengan jenis tugas pada masing-masing kegiatan
pemelajaran.
c. Hasil Pelatihan
Anda akan mampu melakukan tugas/pekerjaan perawatan periferal.
3
2. Peran Guru
Guru yang akan mengajarkan modul ini hendaknya mempersiapkan diri
sebaik-baiknya yaitu mencakup aspek strategi pemelajaran,
penguasaan materi, pemilihan metode, alat bantu media pemelajaran,
dan perangkat evaluasinya.
D. TUJUAN AKHIR
1. Peserta diklat mampu menyiapkan perlengkapan untuk perawatan
periferal
2. Peserta diklat mampu melakukan perawatan periferal
3. Peserta diklat mampu memeriksa hasil perawatan periferal
4. Peserta diklat mampu melakukan tindakan korektif dan melaporkan
hasil perawatan periferal.
4
E. KOMPETENSI
Kompetensi : Melakukan perawatan periferal
Kode : HDW.MNT.102.(2).A
Durasi Pemelajaran : 40 jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
2 1 2 2 1 2 2
KONDISI KINERJA
1. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya
SOP perawatan periferal;
Instruction Manual dari masing-masing peralatan;
Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan;
Peralatan atau instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.
2. Unit Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya :
HDW.MNT.204.(2).A Melakukan perbaikan periferal
3. Pengetahuan yang dibutuhkan :
Kkonfigurasi dan spesifikasi periferal pada PC;
Cara kerja komponen / modul yang memerlukan perawatan;
Pprosedur dan tindakan perawatan untuk setiap komponen / modul;
Ttujuan, produk, prosedur dan cara penggunaan peralatan untuk perawatan;
Pprosedur , peralatan dan persoalan lingkungan kerja yang berkaitan dengan proteksi sistem;
Penanganan permasalahan perawatan PC dan periferal.
5
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP
BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
1. Menyiapkan perawatan
periferal
Jadwal dan prosedur perawatan
disiapkan
Peralatan perawatan (tools
kit) disiapkan
Peralatan dan bahan
pembersih disiapkan
Status/history/log sheet hasil
perawatan sebelumnya diperiksa
Jenis-jenis
peralatan dan
bahan pembersih
Pengisian
history/log sheet
Memilih peralatan
dan bahan
pembersih secara
teliti
Menguraikan jenis dan sifat
bahan pembersih yang sesuai
dengan periferal.
Menjelaskan hubungan antara
troubleshooting pada periferal
dengan kebersihan komponen
periferal
Mengatur jadwal perawatan
periferal
2. Melakukan perawatan
periferal
Bagian/komponen periferal
dibersihkan menggunakan
prosedur, cara/metode dan
bahan/peralatan yang sudah
ditentukan
Pemeriksaan kabel dan
sambungan ke PC menggunakan
prosedur, cara/ metode
yang sudah ditentukan
Langkah-langkah
perawatan
periferal
Jenis-jenis korosi
pada komponen
periferal
Menjelaskan prosedur
pembersikan komponen pada
periferal
Menjelaskan jenis-jenis korosi
pada komponen dan
penyebabnya
Membersihkan dan merawat
bagian-bagian periferal secara
teratur
3. Memeriksa hasil
perawatan periferal
Periferal dapat digunakan
sesuai dengan kriteria unjuk
kerja pada unit kompetensi
HDW.OPR.105.(1).A
Penyebab dan kondisi yang
abnormal diidentifikasi dan
dicatat
Penggunaan
software utilitas
dalam pengecekan
kondisi periferal
Memilih peralatan/
komponen
periferal serta
software yang
akan digunakan
secara teliti
Menjelaskan jenis-jenis
software utilitas yang
digunakan untuk menge-cek
kondisi periferal (misal : Norton
Utility, System Configuration
Utility
•Memeriksa hasil pera-watan
periferal secara fisik maupun
mengguna-kan software utilitas
4. Melakukan tindakan
korektif dan melapor-kan
hasil perawatan periferal
Tindakan korektif yang bisa
segera diambil untuk mengatasi
kondisi abnormal sesuai
dengan SOP dilaksanakan
Laporan dibuat sesuai dengan
format dan prosedur yang
ditetapkan
Langkah
penanganan
permasalahan
pada
pengoperasian PC
Penyusunan
laporan
Menunjukkan
sikap jeli dan
tanggap terhadap
perubahan kondisi
pada periferal
Memperlihatkan
sikap responsif
yang tepat
terhadap masalah
yang timbul
Menjelaskan langkah-langkah
korektif yang dapat diambil
untuk mengatasi kondisi
abnormal
Menguraikan langkah-langkah
penyusunan laporan
Melakukan langkah korektif
terhadap kondisi abnormal pada
pengoperasian periferal
Membuat laporan perawatan
periferal
6
F. CEK KEMAMPUAN
Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah Anda miliki, maka
isilah cek lis () seperti pada table di bawah ini dengan sikap jujur dan
dapat dipertanggungjawabkan.
Saya dapat
Melakukan
Pekerjaan ini
dengan
Kompeten
Sub
Kompetensi Pernyataan
Ya Tidak
Bila
Jawaban
“Ya”
Kerjakan
Menyiapkan
perawatan
periferal
1. Menyiapkan peralatan
dan bahan pembersih
yang digunakan untuk
perawatan periferal.
2. Hubungan antara
troubleshooting pada
periferal dengan
kebersihan komponen
periferal.
Tes Formatif
1
Melakukan
perawatan
periferal
1. Melakukan
pembersihan
komponen pada
periferal sesuai dengan
prosedur.
Tes Formatif
2
Memeriksa
hasil
perawatan
periferal
1. Memeriksa hasil
perawatan periferal
secara fisik maupun
dengan menggunakan
software utilitas
Tes Formatif
3
Melakukan
tindakan
korektif dan
melaporkan
hasil
perawatan
periferal
1. Melakukan langkah
korektif terhadap
kondisi abnormal pada
pengoperasian
periferal
2. Membuat laporan
perawatan periferal
Tes Formatif
4
Apabila anda menjawab TIDAK pada salah satu pernyataan di atas,
maka pelajarilah modul ini.
7
BAB II
PEMELAJARAN
A. RENCANA PEMELAJARAN SISWA
Kompetensi : Melakukan perawatan periferal
Sub Kompetensi : 1. Menyiapkan perawatan periferal
2. Melakukan perawatan periferal
3. Memeriksa hasil perawatan periferal
4. Melakukan tindakan korektif dan melaporkan
hasil perawatan periferal
Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat
Belajar
Alasan
Perubahan
Tanda
Tangan
Guru
Menyiapkan perawatan
periferal
Melakukan perawatan
periferal
Memeriksa hasil
perawatan periferal
Melakukan tindakan
korektif dan melaporkan
hasil perawatan
periferal
8
B. KEGIATAN BELAJAR
1. Kegiatan Belajar 1: Menyiapkan perawatan periferal
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat mampu
mempersiapkan bahan yang digunakan untuk melakukan perawatan
sesuai dengan periferal.
b. Uraian Materi 1
1) Pendahuluan
Periferal komputer merupakan peralatan pendukung dari sebuah PC.
Pada umumnya periferal dapat meliputi keyboard, mouse, monitor, dan
printer. Pada umumnya periferal mengalami masalah yang disebabkan
karena debu, percikan air, dan kotoran. Untuk membersihkannya
dapat digunakan peralatan dan bahan yang sederhana seperti :
•Kuas
•Penyedot debu mini
•Kain kering atau tisu
•Cairan pembersih / cleaner
2) Bahan atau peralatan untuk membersihkan periferal
a) Kuas
Kuas merupakan peralatan yang digunakan untuk membersihkan debu
atau kotoran yang tertinggal dalam periferal. Keyboard merupakan
periferal yang sering terkena debu dan kotoran yang terselip diantara
tombol tombol keyboard. Selain itu kuas juga digunakan untuk
membersihkan debu-debu yang menutup pada fentilasi pada monitor
9
serta dapat juga digunakan untuk membersihkan bola mouse yang
sudah mulai lambat untuk mouse-mouse lama.
Gambar 1. Kuas Pembersih
b) Penyedot debu mini
Penyedot debu mini hampir sama dengan kuas yang digunakan untuk
menghilangkan debu. Namun penyedot debu lebih mudah dan lebih
bersih. Pada ujung penyedot debu mini dilengkapi dengan sikat
dengan ukuran yang beragam, dimaksudkan untuk disesuaikan luas
sempitnya sudut-sudut pada periferal. Alat ini sangat tepat digunakan
untuk membersihkan keyboard, fentilasi udara pada monitor dan pada
fan atau kipas, bahkan sangat baik digunakan untuk membersihkan
rangkaian mainboard.
10
Gambar 2. Penyedot Debu Mini
c) Kain kering atau tisu dan cairan pembersih
Kain kering atau tisu digunakan untuk membersihkan kotoran cair
yang mungkin akibat softdrink, tinta atau air hujan yang masih segar
atau belum mengering. Tisu atau kain kering Kotoran cair sangat
berbahaya jika tidak segera dibersihkan karena jenis kotoran ini dapat
menghantarkan arus sehingga dapat mengakibatkan hubungan pendek
atau kerusakan pada periferal. Tisu juga dapat digunakan untuk
memperlancar aliran tinta pada cartridge printer injek, karena sifatnya
yang mudah menyerap cairan. Sedangkan cairan pembersih digunakan
untuk membersihkan noda atau kotoran yang sudah mengering seperti
percikan dari tinta printer. Digunakan pada layar monitor, casing, body
monitor, dan body printer.
11
Gambar 3. Kain Kering dan Cairan Pembersih
3) Troubleshooting pada periferal akibat kurang menjaga
kebersihan komponen
Debu merupakan salah satu jenis kotoran yang terdapat pada periferal
komputer. Debu dapat masuk kedalam komponen yang berada di luar
atau akibat dari fan yang menyedot udara. Debu-debu ini akan sangat
mengganggu fungsi dari sebuah periferal, karena debu dapat
menghalangi arus listrik. Tinta atau kotoran cair yang berasal dari
minuman juga sangat sering terjadi dan menyebabkan masalah pada
periferal komputer. Berikut jenis masalah yang timbul pada beberapa
periferal komputer:
12
a) Keyboard.
Debu dan kotoran dapat masuk ke dalam keyboard melalui sela-sela
tombol pada keyboard. Debu dan kotoran akan menumpuk menjadi
banyak dan mengeras sehingga akan mengganggu kenyamanan dalam
menekan tombol atau tombol keyboard akan menjadi keras. Selain
debu dan kotoran padat, kotoran jenis cair juga sangat sering terjadi.
Minuman yang tumpah merupakan penyebab yang sering terjadi yang
membuat keyboard macet, tombol seperti terpencet terus, dan juga
dapat terjadi hubung pendek yang dapat mengakibatkan keyboard tak
dapat dipakai kembali, dan yang paling parah menyebabkan port PS/2
pada motherboard rusak.
Gambar 4. Keyboard
b) Monitor
Debu pada monitor akan membuat layar buram dan jika debu tersebut
sudah menempel pada layar kemudian cara membersihkannya tidak
benar dapat menggores layar monitor. Selain pada layar, debu juga
dapat menutupi fentilasi udara pada monitor yang akan menimbulkan
panas yang berlebihan pada monitor.
Untuk kotoran cair yang masuk ke dalam monitor dapat
mengakibatkan kerusakan monitor.
13
Gambar 5. Monitor PC
c) Fan
Debu pada fan sangat sering dijumpai jika periferal komputer terletak
pada ruang terbuka atau banyak debu. Karena debu ini akan tersedot
oleh fan casing maupun fan periferal yang lain. Debu ini akan
menghambat putaran fan jika telah menempel pada poros dari fan
tersebut.
Gambar 6. Fan pada PC
d) Printer
Printer merupakan periferal komputer yang sangat rawan terkena
kotoran baik cair maupun debu. Untuk debu akan berakibat roller
14
pemutar kertas menjadi terhambat hal ini terjadi jika debu sudah
menumpuk terlalu banyak. Sedangkan untuk kotoran cair disebabkan
oleh tinta yang tumpah. Selain akan mengotori printer tinta dapat
mengotori head atupun catridge. Perlu diketahui bahwa catriadge
merupakan komponen yang sangat rawan, sehingga trouble yang
paling parah adalah catridge mati merupakan kasus yang sering terjadi
akibat tinta yang berlebihan.
Gambar 7. Printer
e) Mouse
Mouse merupakan periferal paling rawan terhadap debu, terutama
mouse yang masih menggunakan bola. Mouse bersentuhan langsung
dengan alas (mousepad) dimana alas tersebut merupakan sumber
debu. Jika debu telah banyak yang menempel pada mouse, maka
gerakan bola tidak normal, dapat dilihat dari gerak kursor yang
meloncat - loncat ataupun dirasa sangat lambat. Hal ini akan membuat
mouse sulit diarahkan.
15
Gambar 8. Mouse
c. Rangkuman 1
1) Periperal komputer merupakan peralatan pendukung dari sebuah
PC. Periferal dapat meliputi keyboard, mouse, monitor, printer
dan masih banyak periferal yang lain
2) Pada umumnya periferal bermasalah pada kebersihannya karena
debu, sisa makanan dan percikan air
3) Untuk membersihkan periferal dapat digunakan : kuas, penyedot
debu mini, kain kering atau tissu, cairan pembersih atau cleaner.
d. Tugas 1
1) Identifikasi kasus-kasus kerusakan yang ada pada periferal yang
ada di laboratorium komputer anda
2) Buatlah jadwal rutin untuk perawatan periferal yang ada
e. Test Formatif 1
1) Apa penyebab umum kasus-kasus kerusakan pada periferal.
2) Untuk membersihkan debu pada keyboard atau periferal yang
lain, umumnya digunakan apa ?
3) Untuk membersihkan cairan atau noda yang sudah mengering
pada periferal, umumnya digunakan apa ?
4) Kalau mouse yang masih menggunakan bola kotor kena debu,
bagian apa yang perlu dibersihkan.
16
f. Kunci Jawaban Formatif 1
1) Debu, kotoran atau cairan.
2) Kuas atau penyedot debu mini
3) Kain, tisu dan cleaner
4) Yang perlu dibersihkan adalah bolanya, dengan cara membuka
penutup bola dan memberishkannya dengan tisu atau kain.
g. Lembar Kerja 1
Alat dan bahan :
1) Periferal komputer
a) Monitor
b) Keyboard
c) Mouse
d) Printer
2) Peralatan dan bahan pembersih :
a) kuas
b) penyedot debu mini
c) kain atau tisu
d) cairan pembersih atau cleaner
Kesehatan dan keselamatan kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah
ditentukan.
17
Langkah Kerja :
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini
2) Amatilah kondisi kebersihan komponen periferal yang ada, catat
dalam hasil pengamatan.
3) Jika ada periferal yang trouble secara phisik, catat penyebabnya.
4) Buatlah jadwal perawatan rutin untuk semua periferal
5) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing (pengajar).
6) Jika semua telah selesai rapikan alat dan bahan kemudian
kembalikan ke tempat semula.
18
2. Kegiatan Belajar 2: Melakukan perawatan periferal
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat mampu
mengetahui prosedur melakukan pembersihan komponen pada
periferal.
b. Uraian Materi
1) Prosedure pembersihan komponen pada periferal
Untuk melakukan pembersihan komponen pada periferal harus melalui
cara atau prosedure tertentu. Prosedur yang diambil harus disesuakan
dengan jenis periferal dan kotoran yang berada pada periferal
tersebut.
Berikut langkah-langkah pembersihan komponen periferal:
a) Keyboard
Gambar 9. Perawatan Keyboard
Prosedur membersihkan keyboard dari kotoran cair:
•Gunakan lap kering atau tisu untuk membersihkan kotoran cair.
19
•Untuk membersihkannya keyboard harus di buka terlebih dahulu.
Pada bagian dalam pada keyboard harus hati-hati dalam
membersihkannya dikarenakan sangat rawan dengan goresan
yang dapat mengakibatkan jalur menjadi putus. Untuk tombol
penghantar dibersihkan satu persatu pada bagian arang atau
penghantarnya. Untuk bagian konektor juga diperiksa terutama
kabel, karena kabel sangat kecil dan kabel keyboard biasanya
sangat mudah ke himpit baik meja maupun benda lain.
Gambar 10. Perawatan Keyboard dari Debu
Membersihkan keyboard dari debu dan kotoran:
Gunakan kuas kecil atau vacuum cleaner dengan ujung sikat yang
kecil dan sempit. Sehingga debu atau kotoran dapat mudah
tersedot.
b) Mouse
Prosedur membersihkan mouse dari debu :
•Gunakan lap dan cairan pembersih kotoran atau debu yang
menempel pada bola maupun poros pada mouse.
20
•Cairan pembersih digunakan jika kotoran atau debu yang
menempel pada bola atau poros susah dihilangkan.
Gambar 11. Perawatan Mouse
c) Monitor
Prosedur membersihkan monitor :
•Gunakan kuas kecil atau vacum cleaner dengan ujung sikat kecil
untuk membersihkan debu.
21
•Untuk membersihkan monitor dari kotoran cair yang menempel
pada layar, gunakan cairan pembersih kemudian dilap dengan
kain kering. Terutama pada bagian sudut dari layar.
Gambar 12. Perawatan Monitor
d) Printer
Permasalahan pada printer sering diakibatkan oleh tinta yang tumpah
dan debu yang menghambat pada roller pemutar kertas. Untuk tinta
yang menempel pada body atau case printer cukup dibersihkan
dengan kain lembab. Sedangkan untuk tinta yang meluap atau tumpah
pada bagian dalam perlu digunakan tisu yang lembut dan mudah
meresap cairan. Pada head print perlu kehati-hatian dalam
mengusapkan tisu, jangan pernah menyentuh mata head dengan
tangan karena akan membuat korosi pada mata head printer.
Prosedur perawatan printer :
•Gunakan kain lembab untuk membersihkan printer. Jangan
menggunakan cairan yang mudah terbakar seperti alkohol, bensin
22
atau thinner. Bila cairan yang mudah terbakar berhubungan
dengan komponen elektrik di dalam printer maka dapat
mengakibatkan kebakaran atau hubung singkat. Selalu lepaskan
printer dari stop kontak pada saat printer dibersihkan.
•Jangan meletakkan printer di tempat yang tidak stabil atau mudah
terkena getaran atau goncangan. Printer dapat terjatuh dan
mengalami kerusakan.
•Jangan meletakkan printer di tempat yang lembab atau berdebu,
yang langsung terkena matahari atau dekat dengan sumber panas
atau api.
Gambar 13. Perawatan Printer
2) Korosi pada periferal komputer
Korosi pada komponen periferal komputer jarang sekali terjadi,
umumnya hanya terjadi pada printer. Dikarenakan bahan dari periferal
komputer umumnya terbuat dari bahan anti korosi. Sehingga untuk
jenis korosi pada periferal komputer hanya berupa: korosi pada logam,
biasanya terletak pada mat head atau konektor yang diakibatkan
23
tersentuh oleh tangan yang berkeringat. Korosi ini akan berakibat
mengurangi daya hantar konektor sehingga dapat mengganggu
periferal.
c. Rangkuman 2
1) Untuk melakukan pembersihan komponen pada periferal harus
melalui cara atau prosedure tertentu. Prosedur yang diambil harus
disesuakan dengan jenis periferal dan kotoran yang berada pada
periferal tersebut.
2) Korosi akan berakibat mengurangi daya hantar konektor sehingga
dapat mengganggu kerja periferal. Untuk membersihkan korosi
yang ada pada periferal dapat dilakukan dengan menggunakan
cairan khusus untuk menghilangkan korosi, tetapi jangan
menggunakan cairan yang mudah terbakar (seperti : alkohol,
bensin atau thinner).
d. Tugas 2
Bacalah Instruction Manual dari masing-masing peralatan periferal PC
yang ada di laboratorium komputer anda.
e. Test Formatif 2
1) Sebutkan langkah-langkah atau prosedur perawatan periferal
berikut ini :
a) Keyboard
b) Monitor
c) Mouse
d) Printer
24
2) Korosi yang terjadi pada periferal akan mengganggu kerja
peralatan tersebut. Bagaimana prosedur perawatan yang perlu
dilakukan untuk menghindarkan korosi.
f. Kunci Jawaban Formatif 2
1) Lihat uraian materi hal 16 s.d. hal 22.
2) Prosedur perawatan untuk menghilangkan korosi : Gunakan cairan
khusus untuk menghilangkan korosi, tetapi jangan menggunakan
cairan yang mudah terbakar (seperti : alkohol, bensin atau
thinner).
g. Lembar Kerja 2
Alat dan bahan :
1) Periferal komputer
a) Monitor
b) Keyboard
c) Mouse
d) Printer
2) SOP dan Instruction manual dari masing-masing peralatan.
3) Peralatan dan bahan pembersih :
a) kuas
b) penyedot debu mini
c) kain atau tisu
d) cairan pembersih atau cleaner
25
Kesehatan dan keselamatan kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah
ditentukan.
Langkah Kerja :
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini
2) Lakukanlah perawatan kebersihan masing-masing periferal dengan
berpedoman pada uraian materi kegiatan belajar 2 serta instruction
manual yang ada.
3) Buatlah rangkuman perawatan yang telah anda lakukan pada
langkah kerja ke-2 untuk masing-masing periferal. Masukkan ke
Tabel 3.
4) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing (pengajar).
5) Jika semua telah selesai rapikan alat dan bahan kemudian
kembalikan ke tempat semula.
Tabel 3. Rangkuman perawatan periferal.
No Jenis periferal Faktor penyebab Perawatan yang
dilakukan
a. Debu
b. Kotoran
1 Monitor
c. Cairan
a. Debu
b. Kotoran
2 Keyboard
c. Cairan
a. Debu
b. Kotoran
3 Mouse
c. Cairan
a. Debu
b. Kotoran
4 Printer
c. Cairan
26
3. Kegiatan Belajar 3: Memeriksa hasil perawatan periferal
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat mampu
mengetahui software atau tool apa saja yang digunakan untuk
pengecekan periferal.
b. Uraian Materi 1
1) Tool yang digunakan utuk mengecek periferal
Windows banyak menyediakan tool untuk mengecek periferal yang
terpasang dalam komputer, walaupun banyak juga tool yang
disertakan dari vendornya untuk mengecek periferal tersebut. Berikut
beberapa tool yang digunakan untuk mengecek periferal :
a) Device Manager
Device manager digunakan untuk mengetahui keadaan secara
menyeluruh. Untuk menampilkannya: klik kanan pada my computer 
properties, kemudian pilih tab hardware device manager.
Dari tampilan Device manager pada gambar 15 dapat diketahui semua
hardware yang terpasang pada PC. Tool ini dapat digunakan untuk
disable/enable hardware yang dipasang dan juga untuk uninstall driver
maupun update driver. Device manager juga dapat memberikan
informasi apakah periferal tersebut sudah terinstall drivernya dengan
baik atau belum. Apabila periferal tersebut belum terinstall dengan
sempurna, maka akan terdapat simbol “!” pada periferal tersebut.
27
Gambar 14. Tampilan Device Manager
Gambar 15. Tampilan Device Manager untuk Disable/Enable Hardware
28
b) System Information
System information digunakan untuk mengetahui informasi bagian
hardware. Untuk memanggil tool ini klik startprogramacessories
system toolssystem information. Akan didapatkan tampilan seperti
gambar 17.
Gambar 16. Tampilan System Information
Dari tampilan pada gambar 17 dapat diketahui semua informasi
tentang hardware yang terpasang pada PC. Tool System information
ini dilengkapi dengan fungsi cari yang berfungsi untuk memudahkan
pencarian komponen dalam komputer. Selain itu tool ini dilengkapi
juga dengan fasilitas yang mampu digunakan untuk mendiagnosa
jaringan, hardware dan file system.
29
Gambar 17. Tampilan System Information (lanjutan)
c) Direct X
DirectX merupakan tool bawaan windows yang digunakan untuk
mendiagnosa semua hardware yang berhubungan dengan grafis,
network dan multimedia. Tool DirectX dapat juga dipanggil dari tool
system information.
Gambar 18 menampilkan secara keseluruhan dari tool Direct X.
DirectX mampu mendiagnosis system, display monitor, sound, music,
input, dan network. Tool ini dilengkapi dangan feature-feature
acceleration untuk meningkatkan performance dari fungsi periferal.
30
Gambar 18. Tampilan Tool DirectX untuk Diagnosis Bagian Sound
Tampilan tool DirectX terdiri dari tiga bagian yaitu Device, driver,
feature dan note. Pada bagian device berisi nama dari periferal yang
terpasang. Untuk driver berisi tentang driver yang dipakai meliputi
versi dan vendor pembuatnya. Sedangkan untuk note adalah berupa
log yang menerangkan kondisi dari periferal, apakah ada konflik atau
tidak.
Dengan tool DirextX dapat diketahui ada tidaknya trouble pada
periferal yang terpasang. Tool ini sangat mudah digunakan untuk
mengetes kemampuan resolusi monitor, kemampuan dukungan 3D.
31
Gambar 19. Tampilan Tool DirectX untuk Diagnosis Bagian Display
Tampilan pada gambar 20 menunjukkan bahwa tidak ditemukan
problem pada bagian periferal display.
d) Printer Tool
Tool yang digunakan untuk perawatan printer dapat menggunakan
software dari vendornya. Penjelasan dalam modul ini menggunakan
printer dengan merk Cannon S200Spx. Berikut tool yang digunakan
untuk mendiagnosis printer.
32
Gambar 20. Tampilan Maintenance pada Canon S200SP
Berdasarkan gambar 20, ada beberapa pilihan yang dapat digunakan
untuk merawat printer.
Cleaning dan deep cleaning digunakan untuk membersihkan head
dari tinta yang menghambat jarum head printer. Perbedaan cleaning
dan deep cleaning adalah dari kadar pembersihannya. Untuk deep
cleaning lebih bersih dan lebih maximal dalam membersihkan jarum
head printer.
Nozzle check digunakan untuk mengecek pola dari head printer, cara
ini digunakan jika pola printer mengalami permasalahan.
Print Head alinggment digunakan untuk memperbaiki posisi head
printer jika mengalami penyimpangan. Jika posisi head tidak dibenahi
33
maka dalam mencetak garis mengalami penyimpangan. Begitu juga
untuk hasil cetakan warna ,jika tidak dilakuakan pembenahan
alignment-nya, kualitas warna akan menjadi jelek.
Ink Counter Reset, digunakan untuk mereset indicator tinta agar
penuh kembali. Tool ini digunakan apabila telah dilakukan pengisian
tinta. Sebagai catatan jika setiap mengisi tinta diusahakan sampai
penuh benar sehingga indicator akan bekerja dengan tepat. Saat
mengaktifkan opsi ini pastikan printer dalam keadan on.
Low Ink Warning Setting digunakan untuk menampilkan pesan
atau warning jika kondisi tinta hampir habis. Opsi sangat penting
Karena akan memberi tahu kondisi tinta, langkah ini merupakan
langkah preventif yang digunakan untuk mencegah kerusakan catridge
yang diakibatkan karena kehabisan tinta.
Customs Setting digunakan untuk operation mode printer dalam
mengatur lama tidaknya waktu tunggu sampai tinta kering. Hal ini
dimaksudkan untuk mengatur kecepatan mencetak untuk tiap
lembarnya jika waktu pengeringan tinta di percepat. Namun hal ini
akan berakibat kertas menjadi kotor karena proses pengeringan belum
selesai maka perlu ditambah waktu untuk melakukan pengeringan
dengan menggeser slide bar ke kanan maka waktu tunggu
pengeringan tinta akan semakin lama atau lebih kering.
c. Rangkuman 3
1) Untuk melakukan perawatan periferal terlebih dahulu harus
mengetahui informasi periferal yang terpasang pada PC. Informasi
ini dapat dilakukan dengan menggunakan software utilitas/tool
yang tersedia pada windows ataupun software yang disertakan
oleh vendornya.
34
2) Beberapa tool yang digunakan untuk mengecek periferal:
- Device Manager
- System Information
- Direct X
- Printer Tools
d. Tugas 3
Operasikanlah beberapa software yang tersedia untuk mengetahui
informasi kondisi periferal PC yang ada.
e. Test Formatif 3
Jelaskan fungsi masing-masing software berikut ini :
1) Device manager
2) System information
3) DirectX
4) Tool printer
f. Kunci Jawaban Formatif 3
1) Device manager digunakan untuk mengetahui keadaan hardware
secara menyeluruh.
2) System information digunakan untuk mengetahui informasi bagian
hardware.
3) Dirext X yang merupakan tool bawaan windows digunakan untuk
mendiagnosa semua hardware yang berhubungan dengan grafis,
network dan multimedia.
4) Printer Tool digunakan untuk mendiagnosis kondisi printer.
35
g. Lembar Kerja 3
Alat dan Bahan
1) Unit komputer
2) Software untuk perawatan periferal ( Device manager, System
information, DirectX dan Tool printer).
Kesehatan dan keselamatan kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah
ditentukan.
Langkah Kerja :
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini
2) Operasikanlah tool design manager untuk melihat keseluruhan
hardware yang ada pada komputer anda.
3) Operasikanlah tool sytem information untuk mengetahui informasi
bagian hardware yang terpasang pada komputer anda.
4) Lakukanlah pembersihan head printer dengan menggunakan tool
printer yang ada.
5) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing (pengajar).
6) Jika semua telah selesai rapikan alat dan bahan kemudian
kembalikan ke tempat semula.
36
4. Kegiatan Belajar 4: Melakukan Tindakan Korektif dan
Melaporkan Hasil Perawatan Periferal
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
Setelah mempelajari kegiatan belajar ini peserta diklat mampu
menjelaskan langkah-langkah korektif yang dapat diambil untuk
mengatasi kondisi abnormal.
b. Uraian Materi 1
1) Tindakan korektif
Tindakan korektif dimaksudkan sebagai langkah awal yang diambil
untuk mengatasi kondisi abnormal. Gejala abnormal pada periferal
dapat diketahui dari pesan kesalahan dalam komputer. Tindakan
korektif yang perlu dilakukan adalah dengan mengenali pesan
kesalahan yang muncul. Kemudian dari pesan kesalahan tersebut
dapat diisolasi ke dalam lingkup yang lebih kecil, misal pada bagian
input atau pada bagian driver-nya. Selanjutnya kita dapat menentukan
langkah-langkah perbaikan.
Sebagai contoh gejala abnormal pada keyboard, saat booting akan
terlihat pesan bahwa keyboard error. Dengan demikian diambil
tindakan korektif dengan menganalis error tersebut. Dengan demikian
akan diketahui lingkup dari kesalahan keyboard tersebut terletak dalam
hardware dikarenakan keyboard belum masuk ke dalam sistem operasi
atau belum ada driver yang diperlukan. Masih banyak contoh tindakan
korektif yang perlu dilakukan sebagai langkah awal dalam perawatan
periferal agar periferal tetap terjaga keawetan dan fungsionalitasnya.
37
2) Penyusunan laporan
Setiap terjadi kerusakan atau maintenance pada sebuah periferal perlu
dilakukan pencatatan atau pembuatan laporan. Laporan dapat berupa
log sheet atau sejenisnya, dengan logsheet yang dibuat setiap
melakukan maintenance atau tindakan perawatan terhadap periferal
akan mempermudah pengecekan kondisi komputer dan periferalnya.
Contoh logsheet dapat dilihat pada tabel 4.
Dalam logsheet yang perlu dilaporkan meliputi:
•Tanggal: waktu kapan dilakukan maintenance suatu periferal
•Nama periferal: nama atau jenis periferal yang dimaintenance
•Gejala kerusakan : gejala dari periferal yang mengalami
kerusakan
•Tindakan korektif : tindakan yang dilakukan untuk melakukan
perbaikan terhadap periferal.
•Keterangan: dapat berupa hasil dari perbaikan dari periferal baik
dapat dibenahi maupun tidak dapat dibenahi.
Tabel 4. Logsheet untuk Perawatan Periferal
No Tanggal Nama
periferal
Gejala
kerusakan
Tindakan
korektif keterangan
1
2
3
4
5
6
7
8
38
c. Rangkuman 4
1) Tindakan korektif dimaksudkan sebagai langkah awal yang dapat
diambil untuk mengatasi kondisi abnormal.
2) Gejala abnormal pada periferal dapat diketahui dari pesan kesalahan
dalam komputer.
3) Tindakan korektif yang perlu dilakukan adalah dengan mengenali
pesan kesalahan yang muncul.
4) Setiap terjadi kerusakan atau maintenance pada sebuah periferal
perlu dilakukan pencatatan atau pembuatan laporan. Laporan dapat
berupa log sheet atau sejenisnya.
d. Tugas 4
1) Lakukanlah langkah-langkah korektif yang perlu dilakukan untuk
perawatan periferal yang ada.
2) Lakukanlah pencatatan dan pembuatan laporan untuk perawatan
periferal dalam logsheet yang tersedia.
e. Test Formatif 4
1) Tindakan korektif apa yang perlu dilakukan untuk menjaga agar
periferal PC tetap dapat berfungsi dengan baik.
2) Uraikanlah langkah-langkah pembuatan laporan perawatan
periferal.
f. Kunci Jawaban Formatif 4
1) Selalu menjaga kebersihan komponen pada periferal, baik dari
kotoran cair maupun debu. Selain dari pada itu juga selalu
melakukan pengecekan periferal dengan menggunakan software
yang tersedia pada windows maupun software yang disediakan
oleh vendornya. Buat jadwal rutin untuk perawatan periferal.
39
2) Lihat halaman 36.
g. Lembar Kerja 4
Alat dan Bahan
1) Unit komputer
2) Logsheet untuk masing-masing periferal
Kesehatan dan keselamatan kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah
ditentukan.
Langkah Kerja :
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini.
2) Lakukan operasi booting komputer, amatilah dan catat gejala
kerusakan yang muncul. Jika ada pesan kesalahan catat pada
logsheet yang tersedia (Tabel 5)
Tabel 5. Logsheet untuk perawatan periferal
No Tanggal
Nama
periferal
Gejala
kerusakan
Tindakan
korektif
keterangan
3) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing (pengajar).
40
4) Jika semua telah selesai rapikan alat dan bahan kemudian
kembalikan ke tempat semula.
BAB III
EVALUASI
A. PERTANYAAN
1. Uraikanlah jenis dan sifat bahan pembersih yang sesuai untuk
perawatan periferal
2. Jelaskan hubungan antara troubleshooting pada periferal dengan
kebersihan komponen periferal.
3. Jelaskan prosedur pembersihan komponen pada periferal
4. Jelaskan jenis-jenis korosi pada komponen periferal dan
penyebabnya.
5. Jelaskan jenis-jenis software utilitas yang digunakan untuk
mengecek kondisi periferal.
6. Lakukan perawatan printer secara phisik dan dengan software
7. Lakukan perawatan mouse terhadap debu
8. Lakukan perawatan keyboard dari debu dan kotoran pada
keypadnya.
B. KUNCI JAWABAN EVALUASI
1. Jenis-jenis bahan pembersih :
•Kuas
•Penyedot debu mini
•Kain kering atau tisu
•Cairan pembersih / cleaner
Untuk membersihkan korosi yang ada pada periferal dapat
dilakukan dengan menggunakan cairan khusus untuk
41
menghilangkan korosi, tetapi jangan menggunakan cairan yang
mudah terbakar (seperti : alkohol, bensin atau thinner).
2. Kebersihan komponen sangat berpengaruh terhadap kinerja
periferal.
Contoh : kotoran pada printer akan mengakibatkan roller kertas
tidak dapat menarik kertas dengan lancar.
3. Prosedur pembersihan komponen tergantung dengan jenis periferal
yang dibersihkan, prosedur selengkapnya lihat halaman 17 s.d. hal.
22.
4. Korosi disebabkan oleh kotoran cair, biasanya terjadi pada konektor
dan head printer.
5. Software yang digunakan untuk pengecekan periferal antara lain
Device manager, System Information, DirextX ataupun Tool printer.
6. Evaluasi no. 6, 7, dan 8. Penilaian berdasarkan kebenaran prosedur
yang dilakukan , keselamatan kerja , hasil yang diperoleh.
C. KRITERIA KELULUSAN
Aspek
Skor
(1-10)
Bobot Nilai Keterangan
Kognitif (soal no 1 s/d 6) 4
Kebenaran prosedur perawatan 3
Hasil 2
Keselamatan kerja 1
Nilai Akhir
Syarat lulus
nilai minimal 70
dan skor setiap
aspek minimal
7
Kategori kelulusan:
70 – 79 : Memenuhi kriteria mininal. Dapat bekerja dengan bimbingan.
80 – 89 : Memenuhi kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.
90 – 100 : Di atas kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.
42
BAB IV
PENUTUP
Demikianlah modul pemelajaran Melakukan perawatan periferal. Materi
yang telah dibahas dalam modul ini masih sangat sedikit. Hanya sebagai
dasar saja bagi peserta diklat untuk belajar lebih lanjut. Diharapkan
peserta diklat memanfaatkan modul ini sebagai motivasi untuk menguasai
teknik perawatan periferal ini lebih jauh.
Setelah menyelesaikan modul ini dan mengerjakan semua tugas serta
evaluasi maka berdasarkan kriteria penilaian, peserta diklat dapat
dinyatakan lulus/tidak lulus. Apabila dinyatakan lulus maka dapat
melanjutkan ke modul berikutnya sesuai dengan alur peta kududukan
modul, sedangkan apabila dinyatakan tidak lulus maka peserta diklat
harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan mengambil modul
selanjutnya.
43
DAFTAR PUSTAKA
Charles M. Kozierok, 2001 PC Guide version 2.2.0.
http://www.pcguide.com
David M. Stone & Alfred Poor. 2001. Troubleshooting Your PC. PT Elex
Media Komputindo. Jakarta.
Human Resource Development Team, 2003 Understandig Your PC.
University of Kentucky
Staff Development Los Angeles Valley College, 2001. Cleaning Your
Computer. http://www.lavc.edu/IT/
Team Official Acmehowto. 2000. How To Diagnose PC Hardware
Problems. http://www.acmehowto.com/pc/problem/

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More