BAHASA PEMROGAMAN KOMPUTER

Sejarah Bahasa Pemrograman Komputer Sejak pertama komputer difference engine diciptakan oleh Charles Babbage pada tahun 1822, komputer membutuhkan sejumlah instruksi untuk melakukan suatu tugas tertentu. Instruksi-instruksi ini dikenal sebagai bahasa pemrograman. Bahasa komputer mulanya terdiri dari sejumlah langkah pengkabelan untuk membuat suatu program; hal ini dapat dipahami sebagai suatu rangkaian pengetikan kedalam komputer dan kemudian dijalankan. Pada awalnya, difference engine-nya Charles Babbage hanya dibuat untuk menjalankan tugas dengan menggunakan perpindahan gigi roda untuk menjalankan fungsi kalkukasi. Jadi, bentuk awal dari bahasa komputer adalah berupa gerakan secara mekanik, selanjutnya gerakan mekanik tersebut digantikan dengan sinyal listrik ketika pemerintah AS mengembangkan ENIAC pada tahun 1942, tetapi masih banyak mengadopsi prinsip-prinsip dasar dari Babbage’s engine yang mana diprogram dengan mengeset switch dan perkabelan pada seluruh sistem pada setiap “program” maupun kalkulasi. Tentu saja ini merupakan pekerjaan yang membosankan. Pada 1945, John Von Neumann yang bekerja pada Institute for Advanced Study mengemukakan dua konsep yang secara langsung mempengaruhi masa depan dari bahasa pemrograman komputer. Yang pertama dikenal sebagai “shared-program technique” (www.softlord.com). Pada teknik ini dinyatakan bahwa hardware komputer haruslah sederhana dan tidak perlu dilakukan pengkabelan dengan menggunakan tangan untuk setiap program. Sebagai gantinya, instruksi-instruksi yang lebih kompleks harus digunakan untuk mengendalikan perangkat keras yang lebih sederhana, hal ini memungkinkan komputer diprogram ulang dengan cepat. Konsep yang kedua yang juga sangat penting untuk pengembangan bahasa pemrograman. Von Neumann menyebutnya sebagai “conditional control transfer” (www.softlord.com). Ide ini berkembang menjadi bentuk subrutin, atau blok kode yang kecil yang dapat panggil berdasarkan aturan tertentu, dari pada suatu himpunan tunggal urutan kronologis yang harus dijalankan oleh komputer. Bagian kedua dari ide tersebut menyatakan bahwa kode komputer harus dapat bercabang berdasarkan pernyataan logika seperti IF (ekspresi) THEN, dan perulangan seperti FOR statement. “Conditional control transfer” mengembangkan ide adanya “libraries,” yang mana merupakan blok kode yang dapat digunakan berulang kali. Pada 1949, setelah beberapa tahun Von Neumann bekerja, bahasa Short Code dilahirkan (www.byte.com), yang merupakan bahasa komputer yang pertama untuk peralatan elektronik yang membutuhkan programmer untuk mengubah perintah kedalam 0 dan 1 dengan tangan. Pada 1957, bahasa khusus yang pertama muncul dalam bentuk FORTRAN yang merupakan singkatan dari sistem FORmula TRANslating. Bahasa ini dirancang pada IBM untuk perhitungan scientific. Komponen-komponennya sangat sederhana, dan menyediakan bagi programmer akses tingkat rendah kedalam komputer. Sampai saat ini, bahasa ini terbatas pada hanya terdiri dari perintah IF, DO, dan GOTO, tetapi pada waktu itu, perintah-perintah ini merupakan lompatan besar kearah depan. Type data dasar yang digunakan sampai sekarang ini dimulai dari FORTRAN, hal ini meliputi variabel logika (TRUE atau FALSE), dan bilangan integer, real, serta double-precision. FORTRAN sangat baik dalam menangani angka-angka, tetapi tidak terlalu baik untuk menangani proses input dan output, yang mana merupakan hal yang penting pada komputasi bisnis. Komputasi bisnis mulai tinggal landas pada 1959, dengan dikembangkannya COBOL, yang dirancang dari awal sebagai bahasa untuk para pebisnis. Type data yang ada hanya berupa number dan text string. Hal tersebut juga memungkinkan pengelompokan menjadi array dan record, sehingga data di telusuri dan diorganisasikan dengan lebih baik. Sesuatu hal yang menarik untuk dicatat bahwa suatu program COBOL dibuat menyerupai suatu essay, dengan empat atau lima bagian utama yang membentuk keseluruhan yang tertata dengan baik. Perintah-perintah COBOL sangat menyerupai tata bahasa English, sehingga membuatnya agak mudah dipelajari. Semua ciri-ciri ini dikembangkan agar mudah dipelajari dan mudah diterapkan pada dunia bisnis. Pada 1958, John McCarthy di MIT membuat bahasa LISt Processing (atau LISP), yang dirancang untuk riset Artificial Intelligence (AI). Karena dirancang untuk fungsi spesialisasi yang tinggi, maka tata cara penulisannya jaring kelihatan sebelum ataupun sesudahnya. Sesuatu perbedaan yang paling nyata dari bahasa ini dengan bahasa lain adalah dasar dan type satu-satunya adalah list, yang ditandai dengan suatu urutan item yang dicakup dengan tanda kurung. Program LISP sendirinya dibuat sebagai suatu himpunan dari list, sehingga LISP memiliki kemampuan yang khusus untuk memodifikasi dirinya, dan juga dapat berkembang sendiri. Tata cara penulisan LISP dikenal sebagai “Cambridge Polish,” sebagaimana dia sangat berbeda dari logika Boolean (Wexelblat, 177) : x V y – Cambridge Polish, what was used to describe the LISP program OR(x,y) – parenthesized prefix notation, what was used in the LISP program x OR y – standard Boolean logic LISP masih digunakan sampai sekarang karena spesialiasi yang tinggi dari sifat abstraknya. Bahasa Algol dibuat oleh suatu komite untuk pemakaian scientific pada tahun 1958. Kontribusi utamanya adalah merupakan akar dari tiga bahasa selanjutnya yaitu Pascal, C, C++, dan Java. Dia juga merupakan bahasa pertama dengan suatu tata bahasa formal, yang dikenal sebagai Backus-Naar Form atau BNF (McGraw-Hill Encyclopedia of Science and Technology, 454). Pada Algol telah diterapkan konsep-konsep baru, seperti rekursif pada function, bahasa berikutnya Algol 68, menjadi bahasa yang membosankan dan sulit digunakan (www.byte.com). Hal ini mengarah kepada adopsi terhadap bahasa yang lebih kecil dan kompak seperti Pascal. Pascal dimulai pada tahun 1968 oleh Niklaus Wirth. Tujuan pengembangannya adalah untuk kebutuhan pengajaran. Pada awalnya bahasa ini dikembangkan bukan dengan harapan adopsi pemakaian secara luas. Prinsipnya mereka mengembangkannya untuk alat pengajaran pemrograman yang baik seperti kemampuan debug dan perbaikan sistem dan dukungan kepada mikroprosesor komputer yang digunakan pada institusi pendidikan. Pascal dirancang dengan pendekatan yang sangat teratur (terstruktur), dia mengkombinasikan kemampuan yang terbaik dari bahasa-bahasa saat itu, COBOL, FORTRAN, dan ALGOL. Dalam pengerjaannya banyak perintah-perintah yang tidak teratur dan aneh dihilangkan, sehingga sangat menarik bagi pemakai (Bergin, 100-101). Kombinasi dari kemampuan input/output dan kemampuan matematika yang solid, membuatnya menjadi bahasa yang sukses besar. Pascal juga mengembangkan tipe data “pointer”, suatu fasilitas yang sangat bermanfaat pada bahasa yang mengimplementasikannya. Dia juga menambahkan perintah CASE, yang mana memperbolehkan perintah bercabang seperti suatu pohon pada suatu aturan: CASE expression OF possible-expression-value-1: statements to execute… possible-expression-value-2: statements to execute… END Pascal juga mengembangkan variabel dinamis, dimana variabel dapat dibuat ketika suatu program sedang berjalan, melalui perintah NEW dan DISPOSE. Tetapi Pascal tidak mengimplementasikan suatu array dinamis, atau kelompok dari variabel-variabel, yang mana sangat dibutuhkan, dan merupakan salah satu penyebab kekalahannya (Bergin, 101-102). Wirth kemudian membuat lanjutan dari Pascal, Modula-2, tetapi pada saat itu muncul C yang dengan cepat menjadi mengeser posisi Pascal. C dikembangkan pada tahun 1972 oleh Dennis Richie ketika sedang bekerja pada Bell Labs di New Jersey. Transisi pemakaian dari bahasa umum yang pertama ke bahasa umum sampai hari ini yaitu transisi antara Pascal dan C, C merupakan perkembangan dari B dan BCPL, tetapi agak menyerupai Pascal. Semua fasilitas di Pascal, termasuk perintah CASE tersedia di C. C menggunakan pointer secara luas dan dibangun untuk kecepatan dengan kelemahannya yaitu menjadi sulit untuk dibaca. Tetapi karena dia menghilangkan semua kelemahan yang terdapat di Pascal, sehingga dengan cepat mengambil alih posisi Pascal. Ritchie mengembangan C untuk sistem Unix yang baru pada saat yang bersamaan. Oleh karena ini, C dan Unix saling berkaitan. Unix memberikan C beberapa fasilitas besar seperti variabel dinamis, multitasking, penanganan interrupt, forking, dan strong low-level,input-output. Oleh karena itu, C sangat sering digunakan untuk pemrograman sistem operasi seperti Unix, Windows, MacOS, dan Linux. Pada akhir tahun 1970 dan awal 1980, suatu metode pemrograman yang baru telah dikembangkan. Ha tersebut dikenal sebagai Object Oriented Programming, atau OOP. Object merupakan suatu potongan dari data yang dapat dipaket dan dimanipulasi oleh programmer. Bjarne Stroustroup menyukai metode ini dan mengembangkan lanjutan dari C yang dikenal sebagai “C With Classes.” Kemampuan lanjutan ini dikembangkan menjadi bahasa C++ yang diluncurkan pada tahun 1983. C++ dirancang untuk mengorganisasikan kemampuan dasar dari C dengan OOP, dengan tetap mempertahankan kecepatan dari C dan dapat dijalankan pada komputer yang tipe berlainan. C++ sering kali digunakan dalam simulasi, seperti game. C++ menyediakan cara yang baik untuk memanipulasi ratusan instance dari manusia didalan elevator, atau pasukan yang diisi dengan tipe prajurit yang berbeda. Bahasa ini menjadi pilihan pada mata kuliah AP Computer Science sampai hari ini. Pada awal 1990′s, interaktif TV adalah teknologi masa depan. Sun Microsystems memutuskan bahwa interaktif TV membutuhkan suatu hal yang khusus, yaitu bahasa portable (bahasa yang dapat berjalan pada banyak jenis mesin yang berbeda). Bahasa ini dikenal sebagai Java. Pada tahun 1994, team proyek Java mengubah fokus mereka ke web, yang mana berubah menjadi sesuatu yang menjanjikan setelah interactive TV gagal. Pada tahun berikutnya, Netscape menyetujui pemakaian Java pada internet browser mereka, Navigator. Sampai titik ini, Java menjadi bahasa masa depan dan beberapa perusahaan mengumumkan aplikasi harus ditulis dalam Java. Java mempunyai tujuan yang besar dan merupakan bahasa yang baik menurut buku text, pada kenyataanya “bahasa tersebut tidak”. Dia memiliki masalah yang serius dalam optimasi, dengan arti program yang ditulis dengannya berjalan dengan lambat. Dan Sun telah membuat cacat penerimaan terhadap Java dengan pertikaian politis dengan Microsoft. Tetapi Java telah dinyatakan sebagai bahasa untuk instruksi masa depan dan benar-benar menerapkan object-oriented dan teknik tingkat tinggi seperti kode yang portable dan garbage collection. Visual Basic sering diajari sebagai bahasa pemrograman dasar yang mengacu pada bahasa BASIC yang dikembangkan pada tahun 1964 oleh John Kemeny dan Thomas Kurtz. BASIC adalah bahasa yang sangat terbatas dan dirancang untuk orang yang bukan computer science. Perintah-perintah dijalankan secara berurutan, tetapi kendali program dapat berubah berdasarkan IF..THEN, dan GOSUB yang mana menjalankan suatu blok kode dan kembali ketitik semula didalam alur program. Microsoft telah mengembangkan BASIC ke dalam produk Visual Basic (VB). Jantung dari VB adalah form, atau suatu window kosos dimana anda dapat drag dan drop komponen seperti menu, gambarm dan slider bars. Item-item ini dikenal sebagai “widgets.” Widget memiliki properti (seperti warna) dan events (seperti klik dan double klik) dan menjadi pusat dari pengembangan antarmuka dengan pemakai diberbagai bahasa program dewasa ini. VB merupakan program yang banyak digunakan untuk membuat interface sederhana ke produk Microsoft lainnya seperti Excel dan Access tanpa membaca banyak kode, dengannya dapat dimungkinkan untuk dibuat aplikasi yang lengkap. Perl telah sering digambarkan sebagai “duct tape of the Internet,” karena sering digunakan sebagai engine untuk interface web atau pada script untuk memodifikasi file konfigurasi. Dia memiliki fungsi text matching yang sangat baik sehingga membuatnya menjadi hal yang ideal untuk pekerjaan tersebut. Perl dikembangkan oleh Larry Wall pada 1987 karena fasilitas pada sed dan awk pada Unix (digunakan untuk manipulasi text) tidak mencukupi kebutuhannya. Tergantung kepada siapa anda bertanya, Perl adalah singkatan dari Practical Extraction and Reporting Language atau Pathologically Eclectic Rubbish Lister. Bahasa pemrograman telah berkembangan dari masa kemasa dan tetap dikembangkan dimasa depan. Mereka dimulai dari suatu daftar langkap pengkabelan agar komputer menjalankan tugas tertentu. Langkah-langkah ini berkembang menjadi software dan memiliki kemampuan yang lebih baik. Bahasa umum yang pertama menekankan pada kesederhanaan dan untuk satu tujuan saja, sedangkan bahasa dewasa ini terbagi atas bagaimana mereka diprogram, sehingga mereka dapat digunakan untuk semua tujuan. Dan mungkin bahasa yang akan datang lebih natural dengan penemuan pada quantum dan komputer-komputer biologis. Sumber : Indoprog ‘Algoritma & Pemrograman’ oleh Hendra, S.T.

Bahasa Pemrogaman

Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

Menurut tingkat kedekatannya dengan mesin komputer, bahasa pemrograman terdiri dari:

  1. Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110
  2. Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan (bah.Inggris Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.
  3. Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.
  4. Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb.

Sebagian besar bahasa pemrograman digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Tinggi, hanya bahasa C yang digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Menengah dan Assembly yang merupakan Bahasa Tingkat Rendah.

Jumat, 15 Oktober 2010

•Modul 11. Mendiagnosis Permasalahan Pengoprasian PC Yang Tersambung Jaringan

Khoirul Anam

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
BIDANG KEAHLIAN TEKNIK INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
Mendiagnosis Permasalahan
Pengoperasian PC
Yang Tersambung Jaringan
BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2004
KODE MODUL
HDW.MNT.202.(2).A
ii
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
BIDANG KEAHLIAN TEKNIK INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
Mendiagnosis Permasalahan
Pengoperasian PC
Yang Tersambung Jaringan
PENYUSUN
TIM FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2004
KODE MODUL
HDW.MNT.202.(2).A
iii
KATA PENGANTAR
Modul dengan judul “Mendiagnosis Permasalahan Pengoperasian
PC Yang Tersambung Jaringan “ merupakan bahan ajar yang
digunakan sebagai panduan praktikum peserta diklat Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu bagian dari kompetensi
bidang keahlian Teknik Komputer dan informatika pada Program Keahlian
Komputer dan Jaringan.
Modul ini menguraikan tentang cara mendiagnosis permasalahan
pengopesian PC dalam jaringan. Pembahasan akan dimulai dari identifikasi
permasalahan fungsionalitas jaringan pada PC melalui gejala-gejala yang
muncul, Memilah-milah permasalahan berdasarkan kelompoknya sampai
bagaiomana mengisolasi permasalahan yang muncul agar tidak
mengganggu kerja sistem.
Modul ini terkait dengan modul lain yang membahas tentang
Mengoperasikan PC stand alone dengan sistem operasi berbasis GUI
maupun text serta modul menginstalasi Perangkat Jaringan lokal (Local
Area Network). Oleh karena itu, sebelum menggunakan modul ini peserta
diklat diwajibkan telah mengambil modul tersebut.
Yogyakarta, Oktober 2004
Penyusun
Tim Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta
iv
DAFTAR ISI MODUL
Halaman
HALAMAN DEPAN ............................................................................ i
HALAMAN DALAM ............................................................................ ii
KATA PENGANTAR ........................................................................... iii
DAFTAR ISI MODUL ......................................................................... iv
PETA KEDUDUKAN MODUL .............................................................. vi
PERISTILAHAN / GLOSSARY ............................................................. viii
I. PENDAHULUAN .................................................................. 1
A. DESKRIPSI JUDUL............................................................. 1
B. PRASYARAT ..................................................................... 1
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL ..................................... 2
1. Petunjuk Bagi Siswa .................................................... 2
2. Peran Guru ................................................................. 3
D. TUJUAN AKHIR ................................................................ 3
E. KOMPETENSI ................................................................... 3
F. CEK KEMAMPUAN ............................................................ 4
II. PEMELAJARAN ................................................................... 6
A. RENCANA PEMELAJARAN SISWA ....................................... 6
B. KEGIATAN BELAJAR ......................................................... 7
1. Kegiatan Belajar 1: Mengidentifikasi Masalah
Fungsionalitas Jaringan pada Perangkat Melalui Gejala
yang Muncul ............................................................... 7
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran.................................. 7
b. Uraian Materi 1....................................................... 7
c. Rangkuman 1......................................................... 16
d. Tugas 1 ................................................................. 16
v
e. Tes Formatif 1........................................................ 17
f. Kunci Jawaban Formatif 1 ....................................... 17
g. Lembar Kerja 1....................................................... 20
2. Kegiatan Belajar 2: Memilah Masalah Berdasarkan
Kelompoknya .............................................................. 23
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran ................................. 23
b. Uraian Materi 2....................................................... 23
c. Rangkuman 2......................................................... 32
d. Tugas 2 ................................................................. 32
e. Tes Formatif 2........................................................ 33
f. Kunci Jawaban Formatif 2 ....................................... 33
g. Lembar Kerja 2....................................................... 35
3. Kegiatan Belajar 3: Mengisolasi Permasalahan............... 38
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran ................................. 38
b. Uraian Materi 3....................................................... 38
c. Rangkuman 3......................................................... 50
d. Tugas 3 ................................................................. 50
e. Tes Formatif 3........................................................ 50
f. Kunci Jawaban Formatif 3 ....................................... 51
g. Lembar Kerja 3....................................................... 53
III. EVALUASI ........................................................................ 55
A. PERTANYAAN .................................................................. 55
B. KUNCI JAWABAN EVALUASI ............................................. 55
C. KRITERIA KELULUSAN ..................................................... 57
IV.PENUTUP ............................................................................ 58
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................ 59
vi
PETA KEDUDUKAN MODUL
Diagram ini menunjukkan tahapan atau tata urutan kompetensi yang
diajarkan dan dilatihkan kepada peserta didik dalam kurun waktu yang
dibutuhkan serta kemungkinan multi exit-multi entry yang dapat
diterapkan.
SLTP & yang
sederajat
HDW.DEV.100.
(2).A•
1 2 3
I II III
LULUS SMK
HDW.MNT.201.
(2).A
HDW.MNT.203.
(2).A
SWR.OPR.101.
(2).A•
SWR.OPR.100
.(1).A
HDW.MNT.102.
(2).A
SWR.OPR.102
.(2).A•
HDW.MNT.101.
(2).A
HDW.MNT.204.
(2).A
SWR.MNT.201.
(1).A
NTW.OPR.100.
(2).A•
HDW.MNT.202.
(2).A
HDW.MNT.205.
(2).A
SWR.OPR.103.
(2).A•
NTW.OPR.200.
(2).A•
NTW.MNT.201
(2).A•
NTW.MNT.202.
(2).A•
NTW.MNT.300.
(3).A•
A 4
LULUS SMK
IV
SWR.OPR.104
.(2).A•
vii
Keterangan :
HDW.DEV.100.(2).A Menginstalasi PC
HDW.MNT.201.(2).A Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan
periferal
HDW.MNT.203.(2).A Melakukan perbaikan dan / atau setting ulang sistem
PC
HDW.MNT.204.(2).A Melakukan perbaikan periferal
HDW.MNT.101.(2).A Melakukan perawatan PC
HDW.MNT.102.(2).A Melakukan perawatan periferal
SWR.OPR.101.(2).A Menginstalasi sistem operasi berbasis GUI (Graphical
User Interface)
SWR.OPR.102.(2).A Menginstalasi sistem operasi berbasis text
SWR.OPR.100.(1).A Menginstalasi software
SWR.MNT.201.(1).A Mem-Back-Up dan Me-Restore software
NTW.OPR.100.(2).A Menginstalasi perangkat jaringan lokal (Local Area
Network)
HDW.MNT.202.(2).A Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC
yang tersambung jaringan
HDW.MNT.205.(2).A Melakukan perbaikan dan/atau setting ulang koneksi
jaringan
SWR.OPR.103.(2).A Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI
(Graphical User Interface)
SWR.OPR.104.(2).A Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis text
NTW.OPR.200.(2).A Menginstalasi perangkat jaringan berbasis luas (Wide
Area Network )
NTW.MNT.201.(2).A Mendiagnosis permasalahan perangkat yang
tersambung jaringan berbasis luas (Wide Area
Network )
NTW.MNT.202.(2).A Melakukan perbaikan dan/atau setting ulang koneksi
jaringan berbasis luas (Wide Area Network )
NTW.MNT.300.(3).A Mengadministrasi server dalam jaringan
A Merancang bangun dan menganalisa Wide Area
Network
•Dalam tahap penyusunan SKKNI
viii
PERISTILAHAN/GLOSSARY
Topologi : Cara menghubungkan komputer dalam jaringan
LAN Card : Sebuah periperal komputer yang digunakan untuk
menghubungkan satu komputer dengan komputer lain.
Konektor : Suatu peripheral yang digunakan untuk menghubungkan
satu node ke node lain melalui kabel.
UTP : UTP (Unshielded Twisted Pair) merupakan sepasang
kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan
mengurangi interferensi listrik yang terdapat dari dua,
empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai
dalam jaringan adalah 4 pasang/8 kabel) dengan
metode pengawatan
IP Address : Alamat Internet Protocol merupakan nama sebuah
komputer yang terhubung dalam jaringan dalam
bentuk aturan tertentu.
Sharing : penggunaan bersama sumber daya (peripheral dan
data) yang terdapat dalam komputer dalam jaringan.
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI JUDUL
Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung
jaringan merupakan modul teori dan atau praktikum yang membahas
dasar-dasar mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung
jaringan.
Modul ini terdiri dari 3 (tiga) kegiatan belajar, yaitu Mengidentifikasi
masalah fungsionalitas jaringan pada perangkat (misalnya manageable
switch dan router) melalui gejala yang muncul, memilah masalah
berdasarkan kelompoknya serta mengisolasi permasalahan. Dengan
menguasai modul ini diharapkan peserta diklat mampu mendiagnosis
permasalahan perangkat yang tersambung jaringan berbasis luas
(Wide Area Network) dengan baik..
B. PRASYARAT
Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul ini
adalah :
1. Peserta diklat telah lulus modul / materi diklat Menginstalasi
perangkat jaringan LAN (Local Area Network )
2. Peserta diklat menguasai pengetahuan pengoperasian komputer
3. Peserta diklat mampu mengoperasikan komputer sesuai dengan
intruksi manual book.
2
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Petunjuk Bagi Siswa
Siswa diharapkan mampu berperan aktif dan berinteraksi
dengan sumber belajar yang mendukungnya, karena itu harus
diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :
a. Langkah – langkah Belajar
Modul ini berisi materi mengenai kompetensi Mendiagnosis
permasalahan perangkat yang tersambung jaringan, oleh sebab itu
perlu diperhatikan beberapa hal agar peserta diklat lebih berkompeten
dan professional, yaitu :
1) Apa yang harus dikerjakan pertama kali dalam Mendiagnosis
permasalahan pengoperasian PC yang tersambung jaringan?
2) Bagaimana cara Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC
yang tersambung jaringan?
3) Apakah diagnosis permasalahan pengoperasian PC yang
tersambubng jaringan sudah sesuai dengan aturan dan apakah
sistem dapat bekerja dengan baik dan benar ?
b. Perlengkapan yang Harus Dipersiapkan
Untuk menunjang kelancaran tugas yang akan Anda lakukan, maka
persiapkanlah seluruh perlengkapan yang diperlukan sesuai dengan
jenis tugas pada masing-masing kegiatan pemelajaran.
c. Hasil Pelatihan
Anda akan mampu melakukan tugas/pekerjaan mendiagnosis
permasalahan pengoperasian PC yang tersambung jaringan.
3
2. Peran Guru
Guru yang akan mengajarkan modul ini hendaknya mempersiapkan diri
sebaik-baiknya yaitu mencakup aspek strategi pemelajaran,
penguasaan materi, pemilihan metode, alat bantu media pemelajaran
dan perangkat evaluasinya.
D. TUJUAN AKHIR
Setelah mempelajari modul ini, peserta diklat diharapkan kompeten
dan professional melakukan tugas/pekerjaan mendiagnosis
permasalahan pengoperasian PC yang tersambung jaringan sesuai
kebutuhan yang dihadapi
E. KOMPETENSI
Sub Materi Pokok Pembelajran
Kompetensi
Kriteria Unjuk
Kerja Lingkup Belajar
Sikap Pengetahuan Keterampilan
1 2 3 4 5 6
A.1
Mengidentifikasi
masalah
fungsionalitas
jaringan pada
PC melalui
gejala yang
muncul
A.1.4.
Jenis reaksi yang
seharusnya terjadi
atau tidak terjadi
dari perangkat
diidentifikasi
Jenis-jenis
gangguan
pada
perangkat
Local Area
Network
Performansi
dan kondisi
Local Area
Network
Menunjukkan
sikap jeli dan
tanggap
terhadap
perubahan
kondisi pada
LAN
Mengidentifikasi
jenis-jenis
pesan/peringatan
kesalahan
pada LAN
Mengidentifikasikan
gejala
pada
pengoperasia
n LAN
A.2
Memilah
masalah
berdasarkan
kelompoknya
A.2.4
Masalah
diklasifikasikan
berdasarkan
kelompok
Klasifikasi
permasalahan
pada
pengoperasian
LAN
Menempatkan
klasifikasi
permasalah
an dengan
tepat
Merumuska
n hipotesa
awal yang
sesuai
dengan
klasifikasi
permasalahan
Memisahkan
kelompok
permasalahan
yang ter-jadi
pada LAN
berdasar-kan
hardware,
software dan
penyebab
eksternal
Memilah
permasalahan
yang terjadi
pada pengoperasian
LAN
4
A.3
Mengisolasi
permasalahan
A.3.4
Urutan
pemeriksaaan
yang sesuai
ditentukan agar
proses
diagnosis dan
atau perbaikan
tidak
menimbulkan
permasalahan
baru lainnya,
Urutan
pemeriksaaan
yang sesuai
ditentukan, jika
gejala yang
muncul
Tindakan yang
bisa dilakukan
saat diagnosis
dengan cara
penukaran
perangkat/modul
sebagai
langkah isolasi
sumber
permasalahan
diten-tukan.
Urutan
pemeriksaan
yang
sistematis
dalam
pelaksanaan
diagnosa
permasalahan
Tindakantindakan
yang dapat
dilakukan
untuk
meng-isolasi
sumber
permasalahan
Mengikuti
prosedur
pemeriksaan
dalam
mendiagnosa
permasalahan
Memilih
tindakan
yang cepat
dan tepat
untuk
mengisolas
i sumber
permasalahan
Menjelaskan
urutan
pemeriksaan
dan
diagnosa
permasalah
an
Menunjukka
n prosedur
pengisolasia
n masalah
pada
pengoperas
ian LAN
Mengisolasi
permasalahan
yang
timbul saat
pengoperasian
LAN, baik
pada sisi
hardware
maupun
aplikasinya
F. CEK KEMAMPUAN
Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah Anda miliki, maka
isilah cek lis () seperti pada table di bawah ini dengan sikap jujur dan
dapat dipertanggungjawabkan.
Saya dapat
Melakukan
Pekerjaan ini
dengan
Kompeten
Sub
Kompetensi Pernyataan
Ya Tidak
Bila
Jawaban
“Ya”
Kerjakan
1. Mengidentifikasi masalah
fungsionalitas jaringan
pada perangkat melalui
gejala yang muncul
Tes Formatif
1
Mendiagnosis
permasalahan
pengoperasian
PC yang
tersambung
jaringan
2. Memilah masalah
berdasarkan
kelompoknya
Tes Formatif
2
5
3. Mampu mengisolasi
permasalahan PC yang
tersambung jaringan
Tes Formatif
3
Apabila anda menjawab TIDAK pada salah satu pernyataan diatas,
maka pelajarilah modul ini.
6
BAB II
PEMELAJARAN
A. RENCANA PEMELAJARAN SISWA
Kompetensi : Jaringan Komputer
Sub Kompetensi : Menguasai diagnosis permasalahan Pada Jaringan
LAN
Jenis
Kegiatan Tanggal Waktu Tempat
Belajar
Alasan
Perubahan
Tanda
Tangan
Guru
Mengidentifikasi
masalah
fungsionalitas
jaringan pada
perangkat
melalui gejala
yang muncul
pada Jaringan
LAN
Memilah
masalah
berdasarkan
kelompoknya
pada Jaringan
LAN
Mengisolasi
permasalahan
pada Jaringan
LAN
7
B. KEGIATAN BELAJAR
1. Kegiatan Belajar 1: Mengidentifikasi Masalah Fungsionalitas
Jaringan pada Perangkat Melalui Gejala yang Muncul
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1) Peserta diklat mampu mengetahui jenis-jenis gangguan pada
perangkat jaringan.
2) Peserta diklat mampu mengetetahui Performance dan kondisi
perangkat yang terhubung jaringan.
b. Uraian Materi 1
Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan
merupakan pekerjaan yang harus dilakukan oleh administrator
jaringan. Pekerjaan ini memerlukan ketelitian dan kesabaran yang
tinggi agar di dapat hasil yang baik.
Komputer yang terhubung jaringan sering kali mengalami gangguan
maupun kerusakan baik dari sisi hardware atau software. Hal ini
disebabkan oleh banyaknya pengguna komputer yang terhubung
dalam sistem jaringan.
Jaringan komputer sangat rawan terhadap ganguan atau kerusakan
dikarenakan banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan terjadi
ganguan atau kerusakan pada jaringan tersebut. Faktor-faktor yang
dapat menyebabkan terjadinya kerusakan adalah:
1) Tegangan Listrik
Tegangan listrik dapat menyebabkan ganguan apabila tegangan yang
dihasilkan tidak stabil, sering terjadi naik dan turun atau mati
mendadak dari sumber PLN. Hal tersebut sangat mempengaruhi
dikarenakan semua peralatan yang kita gunakan bersumber pada
8
listrik. Sumber listrik yang kita gunakan tidak baik atau tidak stabil,
dapat menyebabkan peralatan yang kita gunakan mudah rusak.
Komputer yang kita gunakan sering mati mendadak karena sumber
listrik mati dapat menyebabkan komputer yang kita gunakan akan
cepat rusak. Sehinga akan mempengaruhi jaringan apabila terjadi
kerusakan pada komputer workstation maupun di komputer server.
2) Mati atau tidak berfungsinya komponen pada jaringan
Mati atau tidak berfungsinya komponen pendukung jaringan
disebabkan oleh korosi (berkarat) dan rusak. Korosi yang terjadi
dikarenakan ruang atau tempat jaringan yang lembab dan juga
pemakaian yang suah terlalu lama tanpa adanya perawatan yang
berkala.
Dalam sistem jaringan LAN sering kita menyebut permasalahan yang
menyebabkan seluruh atau sebagian jaringan terganggu disebut
jaringan dalam kondisi down. Down dalam jaringan bisa kita artikan
sedang turun atau tidak bekerja secara maksimal. Down dapat
meyebabkan komunikasi dalam jaringan menjadi lambat atau tidak
bekerja sama sekali. Kondisi tersebut yang perlu ditangani sehingga
jaringan dapat bekerja dengan baik dan kembali normal. Istilah Down
dalam jaringan komputer LAN berbeda dengan Down pada jaringan
Warnet (warung Internet). Down pada jaringan LAN disebabkan sistem
dalam jaringan LAN tersbut atau karena tidak berfungsinya peralatan
maupun komponen dalam jaringan LAN tersebut. Down pada Warnet
disebabkan oleh banyak sekali faktor diantaranya pengaruh dari
jaringan LAN yang ada dalam warnet, dari Provider (jasa pelayanan
akses internet) yang mengalami gangguan dan bisa juga dari line
telphon yang penuh sehingga menyebabkan akses ke internet tidak
dapat dilakukan.
9
Down dalam jaringan LAN lebih mudah penanganannya apabila
dibandingkan dengan Down pada Warnet. Down dalam jaringan LAN
lebih mudah diatasi karena kita dapat mendeteksi melalui indikatorindikator
yang dapat kita lihat.
Indikator-indikator tersebut memberikan isarat jika terjadi kerusakan
atau tidak berfungsinya komponen. Indikasi kerusakan pada masing
masing komponen dapat diuraikan sebagai berikut:
a) Server
Server adalah komputer yang biasanya dikhususkan untuk
penyimpanan data atau system operasi berbasis network (Network
Operating System), berisikan daftar user yang diperbolehkan
masuk ke server tersebut. Jadi apabila komputer server mengalami
kerusakan atau gangguan secara otomatis seluruh jaringan tidak
berfungsi karena server merupakan pintu masuk dan sebagai pusat
jaringan tersebut. Jadi apabila seluruh jaringan tidak dapat
berfungsi berarti terjadi gangguan atau kerusakan pada server.
b) Workstation
Workstation adalah komputer yang memanfaatkan jaringan untuk
menghubungkan komputer tersebut dengan komputer lain atau
komputer tersebut dengan server. Pemanfaatan jaringan tersebut
dapat berupa sharing data, sharing printer dan sebagainya. Apabila
terjadi kerusakan pada komputer workstation berarti komputer
yang digunakan tidak dapat masuk dalam jaringan sehingga tidak
dapat berkomunikasi dengan komputer server maupun komputer
lain dalam jaringan tersebut.
10
c) Hub/switch
Hub/switch merupakan terminal atau pembagi signal data bagi
kartu jaringan (Network Card). Jika Hub mengalami kerusakan
berarti seluruh jaringan juga tidak dapat berfungsi untuk
berkomunikasi antar workstation atau komputer workstation
dengan server. Apabila terjadi kerusakan pada Hub dapat dilihat
pada lampu indikator power dan lampu indikator untuk masing
masing workstation. Apabila lampu indikator power Hub/switch
mati berarti kemungkinan besar Hub tersebut rusak. Jika ada
lampu indikator workstation yang tidak menyala menyatakan
bahwa komputer workstation sedang tidak aktif (tidak hidup) atau
ada gangguan pada komputer workstation tersebut.
Gambar 1. Switch
Gambar 2. Hub
11
d) Network Interface Card (Kartu jaringan)
Sebuah kartu jaringan (LAN Card) yang terpasang pada sebuah
komputer server maupun workstation sehingga komputer dapat
dihubungkan ke dalam sistem jaringan. Apabila terjadi gangguan
atau kerusakan pada kartu jaringan berakibat pada komputer
tersebut tidak dapat masuk dalam sistem jaringan. Indikator yang
dapat dilihat dalam kerusakan kartu jaringan adalah matinya lampu
indikator yang terdapat pada kartu jaringan dan lampu indikator di
Hub/switch saat komputer telah hidup dan konektifitas kabel dari
kartu jaringan dan hub/switch telah baik.
Gambar 3. Kartu Jaringan (LAN Card) PCI dengan Konektor
RJ45
12
Gambar 4.
a. Kartu Jaringan (LAN Card) PCI dengan Konektor BNC dan RJ45
b. Kartu Jaringan (LAN Card) ISA dengan Konektor BNC
e) Kabel dan konektor
Kabel dan konektor merupakan media penghubung antara
komputer dengan komputer lain atau dengan peralatan lain yang
digunakan untuk membentuk jaringan. Kabel dan konektor untuk
membuat jaringan LAN yang banyak digunakan ada 3 jenis yaitu:
(1) Jenis kabel serat optik menggunakan konektor SC dan ST.
Gangguan atau kerusakan pada kabel dan konektor jenis serat
optik sangat jarang, tetapi memerlukan penanganan secara
khusus untuk perawatan jaringan.
Konektor BNC
Konektor RJ 45
a
b
13
Gambar 5. Kabel Jenis Serat Optik
Gambar 6. Konektor untuk Kabel Jenis Serat Optik
14
(2) Jenis Kabel UTP dengan konekor RJ45. Gangguan atau
kerusakan pada kabel jenis ini adalah konektor yang tidak
terpasang dengan baik (longgar), susunan pengkabelan yang
salah dan kabel putus. Indikasi yang dapat dilihat adalah lampu
indikator yang tidak hidup pada kartu jaringan atau pada
Hub/switch. Jaringan menggunakan kabel UTP kesalahan yang
muncul relatif sedikit, karena jaringan terpasang menggunakan
topologi star, workstation terpasang secara paralel dengan
menggunakan swicth/hub. Sehingga yang terjadi gangguan
hanya pada workstation yang kabelnya mengalami gangguan
saja.
Gambar 7. Kabel Jenis UTP (Unshielded Twist Pair) dan
Penampangnya
Gambar 8.Konektor RJ45 untuk Kabel Jenis UTP
15
(3) Jenis kabel Coaxial dengan konektor BNC. Kabel jenis coaxial
memiliki akses yang cukup lambat bila dibandingkan jenis kabel
lainnya dan sering terjadi gangguan karena konektor yang
longgar (tidak konek), kabel short dan kabel terbuka resistor
pada terminating conector. Short pada pemasangan kabel
dengan plug konektor ini menyebabkan system jaringan akan
down dan komunikasi antar komputer berhenti.
Gambar 9. Kabel Jenis Coaxial
a b c
Gambar 10. a. Konektor BNC; b. Terminator BNC;
c. T BNC
Dalam sistem jaringan LAN komponen satu dengan yang
lainnya adalah saling berkaitan dan berhubungan, maka dalam
proses diagnosa kerusakan pada jaringan harus dilakukan
16
dengan terstruktur dan sistematis. Hal ini untuk mempermudah
dalam proses perbaikan jaringan. Selain perbaikan perlu juga
dilakukan perawatan jaringan agar kondisi jaringan optimal dan
normal. Jangan sampai melakukan perawatan jika terjadi
kerusakan saja, karena dengan melakukan perawatan secara
berkala biaya yang dikeluarkan akan lebih sedikit dibandingkan
melakukan perawatan saat terjadi kerusakan saja. Kinerja
jaringan yang tidak terawat menyebabkan komunikasi data
menjadi lambat.
c. Rangkuman 1
Mendiagnosa permasalahan yang terjadi pada jaringan dilakukan untuk
mengetahui bagian-bagian jaringan yang kemungkinan mengalami
kerusakan atau gangguan. Mendiagnosa kerusakan dapat dilakukan
secara hardware maupun secara software dengan indikasi-indikasi
yang dapat diamati. Untuk mendapatkan jaringan komputer yang baik
dan bekerja secara normal harus dilakukan perawatan secara berkala.
Perawatan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi perangkat
pendukung jaringan dan kondisi jaringan dalam berkomunikasi data.
Dengan perawatan yang berkala diharapkan sistem jaringan tersebut
akan selalu dalam kondisi yang terjaga dengan baik dan bekerja
secara normal.
d. Tugas 1
1) Perhatikan dan catatlah kondisi peralatan yang digunakan dalam
jaringan pada saat jaringan bekerja secara normal!
2) Periksa dan catatlah secara hardware dengan mengindikasikan
bahwa jaringan tersebut sudah dapat bekerja dengan baik serta
alasannya!
17
3) Periksa dan catatlah jenis topologi fisik jaringan yang digunakan
dalam laboratorium anda, jenis kabel dan alasan menggunakan
jenis tersebut!
e. Tes Formatif 1
1) Sebutkan peralatan vital yang harus dimiliki untuk membangun
sebuah jaringan beserta fungsinya masing-masing dalam jaringan
tersebut!
2) Sebutkan dan jelaskan topologi fisik jaringan yang ada minimal 2
buah serta keuntungan dan kerugiannya!
3) Dalam Jaringan apakah perlu dilakukan perawatan? Kalau perlu
berapa jangka waktu perawatannya? Mengapa harus dilakukan
perawatan? Pada bagian apa saja?
f. Kunci Jawaban Formatif 1
1) Peralatan vital yang harus dimiliki untuk membangun sebuah
jaringan beserta fungsinya masing-masing dalam jaringan tersebut
adalah:
a) Komputer Sever
Fungsi komputer Server adalah sebagai pusat data sebagai
pintu masuk ke dalam sistem jaringan dan berisikan daftar user
yang diperbolehkan masuk ke server atau kedalam sistem
jaringan tersebut.
b) Komputer workstation (client)
Komputer client berfungsi memanfaatkan jaringan untuk
menghubungkan komputer tersebut dengan komputer lain atau
komputer tersebut dengan server. Pemanfaatan jaringan
18
tersebut dapat berupa sharing data, sharing printer dan
sebagainya.
c) HUB/switch
Hub/switch berfungsi sebagai terminal atau pembagi sinyal data
bagi kartu jaringan (Network Card).
d) Kartu jaringan NIC
Sebuah kartu jaringan (LAN Card) yang terpasang pada sebuah
komputer server maupun client berfungsi sebagai media untuk
penghubung sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam
sistem jaringan
e) Kabel dan Konektor
Kabel dan konektor berfungsi sebagai media penghubung
antara komputer client dengan komputer client yang lain atau
dengan peralatan lain yang digunakan untuk membentuk
jaringan.
2) Topologi fisik jaringan yang digunakan beserta keuntungan dan
kerugiannya adalah:
a) Topologi Bus atau Linier
Merupakan topologi fisik yang menggunakan kabel Coaxial
dengan menggunakan T-Connector dengan terminator 50 ohm
pada ujung jaringan. Topologi bus menggunakan satu kabel
yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat
node-node.
Keuntungannya adalah biaya yang murah, instalasi sederhana.
Tidak memerlukan Hub/Switch.
19
Kerugiannya adalah karena sinyal 2 arah dengan satu kabel
kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya
data)sangat besar, jika terjadi putus atau longgar pada salah
satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti,
pengecekan kabel yang putus akan memakan waktu yang lama
karena harus dilakukan satu persatu.
b) Topologi Ring
Adalah topoligi fisik yang tertutup sehingga informasi dan data
disalurkan dalam satu arah yang membentuh lingkaran
tertutup
sehingga mengesankan cincin tanpa ujung.
Keuntungannya adalah: layout instalasi yang sederhana, Tidak
memerlukan Hub/Switch, tidak terjadi collision (tabrakan data
atau tercampurnya data).
Kerugiannya adalah: Jika terjadi putus atau longgar pada salah
satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti,
pengecekan kabel yang putus akan memakan waktu yang lama
karena harus dilakukan satu persatu.
c) Topologi Star
Topologi Star adalah topologi setiap node akan menuju node
pusat/sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node
pusat baru menuju ke node tujuan.
Keuntungan: jenis topologi ini mudah dikembangkan, jika
terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya node
tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain.
20
Kerugian: memerlukan biaya tambahan karena membutuhkan
Hub/switch sebagai pusat node (node sentral)
d) Topologi Hybrid
Topologi Hybrid merupakan gabungan atau kombinasi dari dua
atau lebih topologi jaringan lainnya. Topologi Hybrid sering juga
disebut Tree topology.
Keuntungan dan keruguan adalah sama dengan jenis topologi
yang digunakan dari masing-masing gabungan topologi
tersebut.
3) Jaringan sangat perlu dilakukan perawatan. Perawatan harus
dilakukan secara berkala dan dilakukan pengecekan setiap minggu
serta pada saat terjadi gangguan. Perawatan perlu untuk
mendapatkan kinerja jaringan yang optimal dan selalu dalam
kondisi yang normal. Bagian yang memerlukan perawatan adalah
seluruh komponen jaringan baik secara hardware maupun secara
software.
g. Lembar Kerja 1
Alat dan bahan :
1 (Satu) unit komputer yang telah terinstali sistem operasi jaringan
sebagai server, 1 (Satu) unit komputer yang telah terinstall sistem
operasi sebagai workstation (client), Network Interface card (kartu
jaringan) yang telah terpasang pada komputer server maupun
workstation kabel UTP untuk menghubungkan komputer server
dengan komputer client, switch/hub, Konektor RJ45, Tang (Crimping
tooll)
21
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar.
2) Gunakan alas kaki yang terbuat dari karet untuk menghindari
aliran listrik ketubuh (tersengat listrik)
3) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar
kegiatan belajar.
4) Letakkan komputer pada tempat yang aman.
5) Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel
penghubung terkoneksi dengan baik.
6) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan
elektromagnetik di dekat komputer (magnet, handphone, dan
sebagainya).
7) Jangan meletakkan makanan dan minuman diatas komputer.
8) Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati.
9) Setelah selesai, matikan komputer dengan benar.
Langkah Kerja
1) Persiapkan semua peralatan dan bahan pada tempat yang aman.
2) Periksa bahwa Kartu jaringan telah terpasang dengan baik pada
komputer server maupun workstation (client).
3) Periksa semua konektor kabel telah terhubung dengan baik (tidak
longgar) pada komputer server dan workstation (client).
4) Periksa kabel penghubung antara komputer server ke switch/hub
dan komputer workstation (client) ke switch/hub.
5) Hidupkan komputer server dan masuklah sebagai admin (root)
dengan user name dan pasword admin.
6) Hidupkan Komputer client.
7) Periksa setting alamat IP dan subnet mask pada komputer server
dan client.
22
8) Cek koneksi antar komputer workstation (client) maupun
komputer server dengan workstation (client).
9) Matikan komputer dengan benar.
10) Rapikan dan bersihkan tempat praktek
23
2. Kegiatan Belajar 2: Memilah Masalah Berdasarkan
Kelompoknya
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1) Peserta diklat mampu mengklasifikasi permasalahan pada
pengoperasian LAN
2) Peserta diklat mampu mengidentifikasi masing-masing jenis
permasalahan yang ada pada hardware.
3) Peserta diklat mampu mengidentifikasi masing-masing jenis
permasalahan yang ada pada software.
b. Uraian Materi 2
Permasalahan yang sering muncul baik dalam pemasangan maupun
setelah pemasangan jaringan LAN komputer secara garis besar dapat
dibagi atas:
•Kerusakan atau kesalahan Hardware
Kerusakan atau kesalahan pada bagian hardware mencakup
seluruh komponen jaringan antara lain mencakup server,
workstation (client), Kartu Jaringan, Pengkabelan dan konektor,
serta komponen jaringan tambahan lainnya seperti Hub/switch,
router, dan sebagainya.
•Kesalahan software
Kesalahan bagian software berhubungan dengan kesalahan
bagaimana setting dan konfigurasi jaringan yang berkaitan dengan
system operasi baik pada komputer server maupun komputer
workstation (client) yang digunakan, jenis protokol yang dipakai
serta topologi jaringan.
24
1) Kerusakan atau kesalahan Hardware
Kerusakan atau kesalahan hardware yang sering terjadi adalah pada
Network Interface Card (kartu jaringan), pengkabel dan konektor.
Kerusakan atau kesalahan pada Jaringan sering disebabkan oleh
koneksi (hubungan) yang tidak baik antar komponen dan tidak
berfungsinya komponen dikarenakan sudah mati atau rusak.
a) Network Interface Card (kartu jaringan)
Secara fisik untuk mengenali bahwa kartu jaringan tersebut telah
atkif atau tidak aktif dapat dilihat pada lampu indikator yang
terdapat dalam Kartu jaringan tersebut saat komputer hidup dan
kartu jaringan telah dihubungkan dengan kabel jaringan maka
lampu indikator harus sudah menyala. Apabila belum menyala
berarti terdapat permasalahan atau kerusakan pada kartu jaringan
tersebut.
Secara software untuk mengetahui bahwa kartu jaringan telah
bekerja atau aktif dapat dilihat pada :
(1) Klik Start > setting >klik Control Panel
(2) Pilih icon system double klik pilih menu Device Manager
Disana dapat dilihat bahwa kartu jaringan tersebut telah dikenal
atau belum. Bila sudah dikenal maka kartu jaringan komputer
dapat bekerja atau aktif.
25
Gambar 11. Komputer yang Telah Mengenal Kartu Jaringannya
Contoh: SIS 900 PCI.
b) Pengkabelan dan Konektor
Pemilihan media komunikasi menggunakan kabel sebagai
penghubung antar komputer memang merupakan media yang
cukup ideal dibandingkan dengan media lainnya seperti RF (radio
frekuensi), IR (Infra Red) atau jalur telephone karena murah,
mudah dan mempunyai kecepatan data yang cukup tinggi. Tetapi
kesalahan dalam aturan pemasangan kabel, kualitas kabel itu
sendiri, serta layout atau topologi jaringan seringkali mengganggu
dalam system jaringan kabel.
(1) Untuk Pengunaan kabel thin coax
Seperti dalam gambar berikut permasalahan yang sering
terjadi pada jenis kabel ini adalah seperti dalam gambar:
26
Gambar 12. Permasalahan pada Kabel Jenis Thin Coax.
Keterangan Gambar:
1. Kabel Terbuka (open). Kondisi ini menyatakan bahwa
telah terjadi putusnya kabel dalam jaringan yang
menyebabkan kabel tidak dapat menghantarkan data.
2. Konektor longgar (tidak terhubung). Kondisi ini terjadi
pada pada koneksi antar kartu jaringan dengan konektor
kabel.
3. Kabel short. Kondisi ini menyatakan bahwa telah terjadi
kabel yang hubung singkat dalam jaringan.
4. Resistor pada terminating Connector
5. Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor
6. Longgar pada male connector
Untuk kasus nomor 1,3,4 dan 5 akan mengakibatkan system
jaringan akan mengalami down (komunikasi antar komputer
berhenti). Untuk kasus konektor yang longgar hanya terjadi
27
pada workstation (client) yang bersangkutan saja yang
berhenti. Tetapi bila terjadi pada terminating resistor maka
menyebabkan jaringan akan down juga.
(2) Untuk Pengunaan kabel thick coax
Untuk jenis penggunaan kabel thick coax sama dengan jenis
kabel thin coax karena menggunakan jenis topologi jaringan
yang sama seperti dalam gambar berikut:
Gambar 13. Permasalahan pada Kabel Jenis Thick Coax.
(3) Untuk Penggunaan kabel UTP
Untuk kabel UTP, kesalahan yang muncul relatif sedikit,
karena jaringan model ini relatif sedikit, karena jaringan
model ini menggunakan topologi star, dimana workstation
28
(client) terpasang tersebar secara paralel dengan
menggunakan switch atau Hub. Sehingga pengecekan
kerusakan kabel ini dapat dengan mudah diketahui. Seperti
dalam gambar berikut:
Gambar 14. Permasalahan pada Kabel Jenis UTP.
Keterangan gambar:
1. Konektor longgar (tidak terhubung)
2. Kabel short
3. Kabel terbuka (open)
Untuk mengecek kabel yang terbuka (open) dan kabel yang
short dapat dilakukan dengan menggunakan Multimeter
dengan mengetes ujung-ujung kabel.
29
2) Software
Permasalahan yang sering muncul pada bagian software ini pada
umumnya bisa dikelompokkan atas:
a) Kesalahan setting konfigurasi jaringan
Kesalahan setting konfigurasi sering terjadi pada kartu jaringan
yang menggunakan model ISA karena kita harus menentukan :
(1) Alamat port I/O
(2) Nomor Interupt
(3) Direct Memory Access Request line
(4) Buffer memory Address
Berbeda dengan kartu model ISA Kartu jaringan yang
menggunakan model PCI tidak perlu mengeset karena secara
otomatis telah tersedia.
b) Kesalahan Protocol yang digunakan
Hal ini sering terjadi pada kartu jaringan yang menggunakan slot
ISA karena penentuan harus dilakukan secara manual. Apabila kita
menggunakan protocol kartu jaringan model PCI hal tersebut
jarang terjadi apabila kita telah menginstall driver dengan benar.
c) Kesalahan pengalamatan IP.
Setiap komputer dalam suatu jaringan merupakan identifikasi
alamat yang unik, sehingga tidak diperbolehkan ada alamat yang
sama. IP Address dalam jaringan tidak diperbolehkan sama karena
merupakan identitas untuk masing-masing komputer dalam
jaringan untuk komunikasi data, jika terjadi alamat yang sama
maka kedua komputer tidak dapat mengakses jaringan karena
terjadi perebutan nomor alamat tersebut.
30
d) Kesalahan Indentifikasi Client dan server komputer
Penentuan antara komputer server dan komputer client harus jelas
untuk jaringan client server, berbeda pada jaringan peer to peer
tidak ada penentuan client dan server.
e) Kesalahan Service Network (file and print sharing)
Service network (file and print sharing) yang tidak aktif bisa
dikarenakan file and print sharing yang kita hubungi sedang tidak
aktif atau kita belum melakukan file and print sharing.
f) Kesalahan Security System
Kesalahan pemasukan password pada saat kita masuk dalam
jaringan sehingga kita tidak dapat masuk dalam jaringan karena
kesalahan pengamanan (password).
g) Kerusakan file program, sehingga perlu di update.
Kerusakan file program yang menyebabkan sistem operasi tidak
bisa berjalan atau menyebabkan kartu jaringan tidak dapat bekerja
(tidak aktif).
Untuk dapat melakukan perbaikan dalam kesalahan-kesalahan
software tersebut dapat dilakukan dengan setting ulang software
sesuai dengan ketentuan dalam jaringan tersebut. Berikut beberapa
kasus yang sering disebabkan oleh sistem operasi networking:
- Tidak bisa Login dalam jaringan
Tidak bisa masuk dalam jaringan berarti client tidak dapat
mengakses jaringan secara keseluruhan.
- Tidak bisa menemukan komputer lain pada daftar network
neighborhood. Apabila secara hardware dan software tidak ada
masalah komputer harus dilakukan restart untuk menyimpan
semua data yang telah kita update ke sistem operasi.
31
- Tidak bisa sharing files atau printer.
Sharing file atau printer adalah membuka akses agar komputer lain
dapat mengakses atau melihat data kita. Tidak dapat sharing file
atau printer dapat dikarenakan data atau printer tersebut belum di
sharing. untuk dapat melakukan sharing dapat dilakukan dengan
klik kanan share.
- Tidak bisa install network adapter.
Kasus ini biasanya disebabkan oleh sorfware kartu jaringan yang
tidak sesuai antara driver dengan kartu jaringannya atau
pemasangan kartu jaringan yang tidak sempurna pada mainboard
sehingga komputer tidak dapat mengenal kartu jaringan tersebut.
Hal yang harus dilakukan dengan pengecekan pada kartu jaringan
apakah telah terpasang dengan benar atau kartu jaringan telah
terinstall dengan driver bawaannya.
- Komputer lain tidak dapat masuk ke komputer kita.
Komputer lain yang tidak dapat masuk ke komputer kita padahal
komputer kita dapat masuk ke komputer lain disebabkan karena
kita belum melakukan sharing data atau sharing printer.
Kasus-kasus tersebut dapat teratasi apabila tidak terjadi kesalahankesalahan
software pada saat setting Kartu jaringan. Setting kartu
jaringan sangat penting untuk terjadinya hubungan antar
komputer, apabila terjadi kesalahan maka menyebabkan komputer
tersebut tidak dapat terhubung dalam jaringan. Pengecekan
kesalahan harus dilakukan satu persatu dengan teliti sesuai dengan
ketentuan yang telah ditetapkan pada jaringan tersebut
diantaranya pemberian nomor IP dan subnetmask pada protocol
yang digunakan, nama Workgroupnya dan sebagainya.
32
b. Rangkuman 2
Permasalahan muncul yang sering muncul pada pemasangan maupun
setelah pemasangan jaringan LAN komputer secara garis besar dapat
dibagi atas kerusakan atau kesalahan hardware dan kesalahan
software.
Kerusakan atau kesalahan pada bagian hardware pada sistem jaringan
yang sering dialami adalah pada kesalahan pengenalan Kartu Jaringan,
Pengkabelan dan konektor, serta komponen jaringan tambahan
lainnya seperti Hub/switch, router, dan sebagainya. Untuk
pengakbelan dan konektor yang sering terjadi adalah kabel terbuka
(open), kabel short dan konektor longgar.
Kesalahan bagian software berhubungan dengan kesalahan setting
dan konfigurasi jaringan pada komputer server maupun komputer
client yang digunakan, jenis protokol yang dipakai jaringan dan
workgroup yang digunakan.
c. Tugas 2
- Periksa dan catat jenis kartu jaringan yang digunakan pada client
dan server serta jenis kabel yang digunakan dalam jaringan
tersebut
- Periksa dan catatlah seting konfigurasi jaringan yang digunakan
dalam praktik tersebut!
- Lakukan konfigurasi ulang pada kartu jaringan di komputer client
anda pada nomor TCP/IP yang berbeda catat hasilnya! Apakah
masih dapat berkomunikasi komputer lain? Kenapa?
33
d. Tes Formatif 2
1) Apakah ada kesamaan dan perbedaan fungsi antara HUB,
Repeater, Bridge, dan Router dalam jaringan?
2) Apa yang dimaksud dengan protokol dalam jaringan IPX dan
TCP/IP?
3) Apa yang dimaksud dengan jaringan peer to peer dan peer to
server (client server) apa keuntungan dari masing-masing ?
e. Kunci Jawaban Formatif 2
1) Kesamaan antara HUB, Repeater, Bridge dan Router dalam
jaringan adalah sebagai penghubung antar komputer agar dapat
berkomunikasi satu dengan yang lainnya:
Perbedaan antara HUB, Repeater, Bridge dan Router dalam
jaringan adalah:
Hub adalah sebagai pembagi sinyal data dari Kartu Jaringan
(Network Interface card) dan sekaligus untuk penguat sinyal dalam
satu jaringan.
Repeater adalah penguat sinyal. Sinyal yang diterima dari segmen
jaringan satu ke segmen jaringan yang lain yang diharapkan sinyal
yang diterima akan sama kuatnya dengan sinyal yang dipancarkan.
Dengan pemasangan repeater ini diharapkan dapat memperluas
dua buah jaringan komputer.
Bridge digunakan untuk menghubungkan dua buah LAN dan
mengirim atau menungkin paket data dari satu LAN ke LAN yang
lain. Sebuah bridge menyediakan sambungan antar dua tipe LAN
yang sama. Dengan pemasangan bridge dapat memperluas
jaringan LAN, sehingga semua segmen yang saling berhubungan
satu sama lainnya menjadi bagian dari LAN yang lebih besar
34
Router memiliki kemampuan untuk melewatkan paket IP dari satu
jaringan ke jaringan lain yang memungkinkan banyak jalur diantara
keduanya. Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan
sejumlah LAN sehinga trafik yang dibangkitkan oleh suatu LAN
dapat terisolasi dengan baik dari trafik yang dibangkitkan LAN lain.
2) IPX adalah jenis protokol jaringan dari Novell yang
menghubungkan Novell Netware Client dan server. IPX merupakan
datagram/protokol paket dan IPX bekerja pada layer network dari
protokol komunikasi dan merupakan tanpa sambungan
(connectionless = tak memerlukan koneksi yang perlu disetup
sebelum paket dikirim ke tujuannya).
TCP/IP adalah sekumpulan protokol yang di buat untuk melakukan
fungsi-fungsi komunikasi data pada Jaringan. TCP/IP terdiri atas
sekumpulan protokol yang masing-masing bertanggungjawab atas
bagian-bagian tertentu dari komunikasi data. TCP (Transmission
Control Protocol) mengatur assembly dari pesan atau file ke dalam
paket-paket yang lebih kecil yang akan ditransmisikan dalam
jaringan dan diterima oleh TCP tujuan yang akan mengasembly
packets kedalam pesan yang sebenarnya. IP menangani alamat
dari paket data dan menjamin paket data akan sampai ke
tujuannya
3) Jaringan peer to peer adalah jaringan dimana setiap komputer
dapat berfungsi sebagai server artinya user komputer yang ada
dalam jaringan tersebut dapat menjadi seorang administrator. Dia
dapat melakukan sharing sumber-sumber yang dia miliki: File,
CDRom, Modem Printer dan Fax.
35
Keuntungan jaringan peer to peer
- Workstation bisa sebagai resource
- Server tidak tersentral (semua workstation (client) dapat
sebagai server)
- Security ada pada setiap workstation (client)
- Mudah dan murah untuk Jaringan skala kecil.
Jaringan peer to server (client server) dimana sistem administrator
ada pada file server. Sehingga semua komunikasi harus melewati
server.
Keuntungan jaringan peer to server (client server) adalah:
- Pengaturan user yang masuk dalam jaringan dapat dideteksi
oleh administrator.
- Data tersimpan secara terpusat pada server.
- Kewenangan adminstrator mutlak dalam jaringan.
f. Lembar Kerja 2
Alat dan bahan :
1 (Satu) unit komputer yang telah terinstall sistem operasi jaringan
sebagai server, 1 (Satu) unit komputer yang telah terinstal sistem
operasi sebagai workstation (client), Network Interface card (kartu
jaringan)yang telah terpasang pada komputer server maupun
workstation, kabel UTP untuk menghubungkan komputer server
dengan komputer client, switch/hub, Konektor RJ45, Tang (Crimping
tooll)
36
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar.
2) Gunakan alas kaki yang terbuat dari karet untuk menghindari
aliran listrik ketubuh (tersengat listrik)
3) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar
kegiatan belajar.
4) Letakkan komputer pada tempat yang aman.
5) Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel
penghubung terpasang dengan baik.
6) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan
elektromagnetik di dekat komputer (magnet, handphone, dan
sebagainya).
7) Jangan meletakkan makanan dan minuman diatas komputer.
8) Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati.
9) Setelah selesai, matikan komputer dengan benar.
Langkah Kerja
1) Persiapkan semua peralatan dan bahan pada tempat yang aman.
2) Periksa bahwa Kartu jaringan telah terpasang dengan baik pada
komputer server maupun client.
3) Periksa semua konektor kabel telah terhubung dengan baik (
tidak longgar) pada komputer server dan client.
4) Periksa kabel penghubung antara komputer server ke switch/hub
dan komputer client ke switch/hub.
5) Hidupkan komputer server dan masuklah sebagai admin (root)
dengan user name dan pasword admin.
6) Hidupkan Komputer client.
7) Periksa setting alamat IP dan subnet mask pada komputer server
dan client.
37
8) Cek koneksi antar komputer workstation maupun komputer
server dengan client.
9) Matikan komputer dengan benar.
10) Rapikan dan bersihkan tempat praktik
38
2. Kegiatan Belajar 3: Mengisolasi Permasalahan
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1) Peserta diklat mampu mengisolasi permasalahan perangkat
jaringan agar tidak mengganggu keseluruhan sistem
2) Peserta diklat mampu mengisolasi permasalahan perangkat
jaringan dari sisi hardware
3) Peserta diklat mampu mengisolasi permasalahan perangkat
jaringan dari sisi software
b. Uraian Materi 3
Mengisolasi permasalahan merupakan tindakan yang dilakukan untuk
mencegah hal-hal yang berakibat lebih fatal dalam jaringan. Hal ini
dilakukan agar jaringan dapat berfungsi secara baik dan normal
kembali. Tindakan pengisolasian termasuk didalamnya merupakan
jalan keluar (pemecahan) dari permaslahan yang dihadapi. Tindakan
pengisolasian untuk melakukan perbaikan dalam jaringan dapat
dipisahkan menjadi dua juga yakni pengisolasian secara hardware dan
secara software.
1) Pengisolasian permasalahan secara Hardware
Tindakan pengisolasian kerusakan yang disebabkan oleh hardware
harus dilakukan dengan cara yang terstruktur dan sistematis. Cara
yang terstruktur dan sistematis diharapkan dengan cepat dapat
menemukan sumber kerusakan atau sumber permasalahan. Tindakan
pengisolasian secara terstruktur dan sistematis dapat dilakukan
sebagai berikut:
a) Tindakan pertama (mengisolasi kerusakan pada kartu jaringan)
Tindakan pengisolasian dapat dilakukan denga cara melihat indikator
pada lampu kartu jaringan tersebut jika kartu jaringan dalam kondisi
yang atau bekerja baik maka lampu menyala dan saat tidak aktif atau
rusak maka lampu tidak menyala saat komputer telah dihidupkan dan
39
terhubungkan dengan jaringan komputer yang lain ataupun dengan
Hub/switch. Dapat juga dilihat pada window Control Panel > double
klik system pilih menu Device Manager.
Disana dapat dilihat bahwa kartu jaringan tersebut telah dikenal atau
belum dengan melihat pada Network adapter. Apabila sudah dikenal
maka tinggal melakukan setting konfigurasi jaringan. Apabila kartu
jaringan belum dikenal atau sudah dikenal tetapi ada tanda (!), (?)
dan tanda (X) menyatakan bahwa perlu dilakukan instalasi software
driver dari kartu jaringan tersebut. Apabila dari kedua hal tersebut
indikator lampu yang ada kartu jaringan tetap tidak menyala saat telah
terhubungkan dengan jaringan komputer lain atau dengan Hub/switch
atau tidak dikenal oleh device manager maka perlu dilakukan
penggantian kartu jaringan karena kartu jaringan tersebut dalam
kondisi yang rusak.
1 2
Gambar 15
Keterangan Gambar:
1. Konsidi sudah dikenal tetapi instalasi software belum
sempurna.
2. Sudah dikenal dan Siap untuk di setting konfigurasi
jaringannya.
40
b) Tindakan kedua (mengisolasi permasalahan pengkabelan dan
konektor)
Tindakan pengisolasian untuk pengkabelan dan konektor terdapat
perbedaan antara model coaxial dengan konektor BNC dan
pengkabelan UTP dengan konektor RJ45.
- Pengisolasian untuk pengkabelan coaxial dengan konektor BNC.
Pengisolasian untuk pengkabelan jenis coaxial lebih rumit, karena
apabila terjadi jarigan yang down untuk jaringan bertopologi Bus
atau ring menggunakan kabel coaxial harus dilakukan
pengecekan satu persatu.
Seperti dalam gambar berikut untuk pengisolasian permasalahan
yang sering terjadi:
Gambar 16. Permasalahan pada Kabel Coaxial
41
Keterangan Gambar:
1. Kabel Terbuka (open). Kondisi ini menyatakan bahwa
telah terjadi putusnya kabel dalam jaringan yang
menyebabkan kabel tidak dapat menghantarkan
data.
2. Konektor longgar (tidak terhubung). Kondisi ini
terjadi pada pada koneksi antar kartu jaringan
dengan konektor kabel.
3. Kabel short. Kondisi ini menyatakan bahwa telah
terjadi kabel yang hubung singkat dalam jaringan.
4. Resistor pada terminating Conector
5. Short pada pemasangan kabel dengan plug konektor
6. Longgar pada male connector
Untuk pengisolasian permasalahan nomor 1,3,4 dan 5 dilakukan
dengan pengecekan satu persatu dari terminal konektor dengan
menggunakan multimeter. Pengecekan dilakukan satu persatu
dengan melepaskan konektor BNC dari T BNC daru dilakukan
pengetesan ujung ke ujung kabel tersebut apabila terjadi hubug
sigkat pada pemasangan plug konektor maka pisahkan pisahkan
yang menyebabkan hubung singkat tersebut. Apabila terjadi open
kabel atau kabel putus dalam kabel coaxial maka lakukan
penggantian kabel. Jangan melakukan penyambungan kabel
coaxial diantara plug konektor karena menyebabkan jaringan
down karena nilai resistansi yang tidak sesuai pada sambungan
tersebut dengan pada kabel tersebut. Pengisolasian pada
permasalahan Resistor pada terminating Connector dilakukan
dengan penggantian terminator BNC yang baru. Konektor yang
longgar pada male conektor pengisolasiannya dapat dilakukan
dengan mengencangkan T BNC pada konektor BNC secara
keseluruhan.
42
- Pengisolasian untuk pengkabelan yang menggunakan kabel UTP
Pengisolasian pengkabelan pada permasalahan jaringan yang
menggunakan kabel UTP relatif lebih mudah. Kemudahan
pengisolasian kabel UTP pada jaringan dengan topologi Star
hanya komputer yang bermasalah saja yang kita tangani tanpa
mengganggu jaringan tersebut (komputer yang lainnya masih
tetap bekerja normal. Setiap workstation (client) terpasang
tersebar secara paralel dengan menggunakan switch atau Hub
sehingga apabila komputer yang kita gunakan bermasalah maka
komputer lain tidak terganggu. Seperti dalam gambar berikut
pengisolasian permasalahan yang muncul dalam jaringan
komputer dengan kabel UTP dengan topologi jaringan star.
Gambar 17. Permasalahan pada Kabel UTP
Keterangan Gambar:
1. Konektor longgar (tidak terhubung)
2. Kabel short
3. Kabel terbuka (open)
43
Perbaikan untuk jaringan yang longgar dilakukan pengencangan
pada hub/switch dan pada kartu jaringan. Pengisolasian pada
kabel yang terbuka (open) dan kabel yang short dapat dilakukan
dengan menggunakan Multimeter dengan mengetes ujung-ujung
kabel. Pengkabelan dengan menggunakan kabel UTP tidak boleh
disambung karena akan mempengaruhi kinerja jaringan. kalau
sudah tidak memungkinkan lebih baik dilakukan penggantian
kabel beserta konektornya, karena konektor RJ45 hanya
digunakan sekali pakai jika sudah diCrimping maka sudah tidak
dapat dipakai lagi.
2) Software
Pengisolasaian Protocol yang digunakan harus ditentukan pada saat
instalasi software Kartu jaringan. Seperti pada contoh penggunakan
protocol TCP/IP.
Gambar 18. Langkah Pemilihan Protocol Jika Menggunakan
Model TCP/IP
1
2
3
4
5
44
1. Memilih add pada configuration Network
2. Memilih protocol
3. Klik add
4. Pilih TCP/IP
5. Klik OK
a) Kesalahan pengalamatan IP.
Setiap komputer dalam suatu jaringan merupakan identifikasi
alamat yang unik, sehingga tidak diperbolehkan ada alamat yang
sama. IP Address dalam jaringan tidak diperbolehkan sama karena
merupakan identitas untuk masing-masing komputer dalam
jaringan untuk komunikasi data jika terjadi alamat yang sama maka
kedua komputer tidak dapat mengakses jaringan karena terjadi
perebutan nomor alamat tersebut. Pengisolasian yang dapat
dilakukan dengan melakukan seting ulang alamat IP Address dan
subnetmasknya sesuai dengan jaringan yang digunakan. Seperti
pada gambar berikut:
45
Gambar 19. Langkah Pengisian IP Address dan Subnet Mask
1. Pilih TCP/IP
2. Klik Propertis
3. Pilih specify an IP Address
Gambar 20. Langkah Pengisian IP Address dan Subnet Mask
Harus Sesuai dengan Konfigurasi Sistem Jaringan yang
Digunakan
2
1
2
46
b) Kesalahan Identifikasi workgrup
Workgroup merupakan kumpulan atau nama kelompok jaringan
yang kita gunakan. Isolasi yang dapat dilakukan adalah dengan
melakukan perubahan nama workgroup sesuai dengan jaringan
yang ada. Seperti gambar berikut merupakan cara untuk
melakukan perubahan pada workgroup.
Computer name untuk memberikan nama komputer tersebut,
Workgroup merupakan nama kelompok jaringan yang kita akan
masuki, Computer Description merupakan diskripsi komputer.
Gambar 21. Langkah Perubahan Workgroup
1. Pilih Identification
2. Menu perubahan workgroup
1
2
47
c) Kesalahan Service Network (file and print sharing)
Service network (file and print sharing) yang tidak aktif bisa
dikarenakan file and print sharing yang kita hubungi sedang tidak
aktif atau kita belum melakukan sharing file and print.
d) Kerusakan file program, sehingga perlu di update.
Kerusakan file program yang menyebabkan sistem operasi tidak
bisa berjalan atau menyebabkan kartu jaringan tidak dapat
bekerja (tidak aktif).
Untuk dapat melakukan perbaikan dalam kesalahan-kesalahan
software tersebut dapat dilakukan dengan setting ulang software
sesuai dengan ketentuan dalam jaringan tersebut. Berikut beberapa
kasus yang sering disebabkan oleh sistem operasi networking:
a) Tidak bisa Login dalam jaringan
Kasus tidak bisa masuk dalam jaringan berarti client tidak dapat
mengakses jaringan secara keseluruhan. Apabila kita telah
melakukan instalasi dan konfigurasi kartu jaringan dengan
sempurna maka bisa juga karena kesalahan kita dalam
memasukkan password yang salah saat kita Login ke jaringan.
b) Tidak bisa menemukan komputer lain pada daftar network
neighborhood. Kasus ini sering terjadi karena sistem windows yang
kurang baik sehingga perlu melakukan refresh apabila menutup
program atau mau menjalankan program.
c) Tidak bisa sharing files atau printer.
Untuk dapat melakukan sharing data dapat dengan cara masuk ke
windows explorer pilih data atau directory yang akah disharingkan
kemudian klik kanan lalu klik sharing
48
a b
Gambar 22 Langkah Melakuan Sharing Data Atau Directory
a. Pilih directory yang akan di sharing data
b. Option pilihan sharing data
a b
49
c
Gambar 23. Langkah Melakuan Sharing Printer
a. Start setting printer
b. Pilih printer yang akan di sharing
c. Option pilihan sharing printer
d) Tidak bisa install network adapter.
Kasus ini biasanya disebabkan oleh sorfware kartu jaringan yang
tidak sesuai dengan kartu jaringan yang dipasang, atau
pemasangan kartu jaringan yang tidak sempurna sehingga
komputer tidak dapat mengenal kartu jaringan tersebut.
e) Komputer lain tidak dapat masuk ke komputer kita.
Komputer lain yang tidak dapat masuk ke komputer kita padahal
komputer kita dapat masuk ke komputer lain disebabkan kita
belum melakukan sharing data atau sharing printer.
Kasus-kasus tersebut lebih banyak disebabkan oleh instalasi software
dan konfigurasi yang tidak teliti. Hal tersebut menyebabkan kesalahankesalahan
yang menyebabkan tidak dapat mengakses jaringan.
50
Pengisolasian dan pengecekan kesalahan harus dilakukan satu persatu
dengan teliti sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pada
jaringan tersebut diantaranya pemberian nomor IP dan subnetmask
pada protocol yang digunakan, nama Workgroup dan sebagainya
sehingga didapatkan koneksi jaringan yang sempurna.
c. Rangkuman 3
Pengisolasian kerusakan dalam hardware yang dilakukan secara
sistematis dan terstruktur dapat mempermudah penyelesaian masalah
jaringan yang dihadapi. Sistematis dan terstruktur memiliki maksud
dilakukan secara berurutan dari penanganan kartu jaringan
pengkabelan sampai instalasi softwarenya.
Isolasi permasalahan secara terjadi pada Instalasi software driver
kartu jaringan dan setting konfigurasi jaringan, baik Pengalamatan
TCP/IP meliputi IP Adress dan subnet mask serta workgroup yang
digunakan.
d. Tugas
1) Lakukan setting ulang untuk komputer server dan komputer
workstation (client). Bagaimana hasilnya? Catat IP address
subnet mask dan workgroup yang anda gunakan.
2) Catat kinerja jaringan yang anda bangun apakah sudah dapat
sharing data dan sharing printer dan bagaimana koneksinya.
e. Tes Formatif 3
1) Bagaimana penanganan pengisolasian kerusakan pada jaringan
dengan topologi Bus dan pengaruhnya terhadap dengan topologi
tersebut.
51
2) Bagaimana penanganan pengisolasian kerusakan pada jaringan
dengan topologi Star dan pengaruhnya terhadap sistem jaringan
tersebut.
3) Menurut anda lebih mudah pengisolasian pada jaringan pada
topologi star atau topologi Bus? Apa kemudahannya?
4) Pada saat isolasi permasalahan secara software hal-hal apa saja
yang perlu diperhatikan? Mengapa?
f. Kunci Jawaban Formatif 3
1) Penanganan pengisolasian kerusakan pada jaringan dengan
topologi Bus dilakukan step-by-step maksudnya dilakukan
pengecekan satu persatu karena jaringan dengan topologi bus
lebih rumit karena apabila tejadi jaringan yang down kita tidak
dapat langsung mengetahui letak kerusakan jadi perlu dilakukan
pengecekan satu persatu untuk menemukan sumber
permasalahan tersebut.
Pengaruh Jaringan apabila terjadi kerusakan atau pemasalahan
seluruh jaringan akan lumpuh total atau tidak dapat berfungsi
sama sekali.
2) Penanganan pengisolasian kerusakan pada jaringan dengan
topologi Star lebih mudah karena apabila terjadi kerusakan pada
salah satu komputer workstation maka hanya jaringan pada
komputer tersebut yang bermasalah sehingga pengisolasian lebih
mudah dan penanganan perbaikan jaringan juga lebih cepat.
Isolasi kerusakan terhadap sistem jaringan dengan topologi star
adalah tidak berpengaruh, karena seluruh komputer tersambung
secara paralel. Sehingga apabila terjadi kerusakan pada salah
satu komputer maka hanya komputer tersebut yang bermasalah
sedangkan komputer lainnya tetap dapat berfungsi.
52
3) Lebih mudah pengisolasian menggunakan topologi star karena:
a) Jika terjadi kerusakan pada salah satu komputer maka tidak
akan mempengaruhi komputer yang lainnya.
b) Pengisolasian dan perbaikan jaringan lebih akan memakan
waktu yang lebih cepat.
c) Tidak mengecek seluruh jaringan jika terjadi kerusakan
karena kerusakan salah satu komputer tidak menggangu
atau mempengaruhi komputer yang lainnya.
4) Pada saat isolasi permasalahan secara software hal-hal yang
perlu diperhatikan adalah
a) Penginstallan driver kartu jaringan dengan sempurna, karena
kartu tersebut mengkomunikasikan kartu jaringan dengan
komputer. Apabila pengistalan tidak sempurna maka
komputer tidak akan mengenal kartu jaringan tersebut
sehingga kartu jaringan tidak dapat digunakan.
b) Konfigurasi kartu jaringan karena setting kartu jaringan
mengkomunikasikan komputer dengan jaringan yang telah
ada.
c) IP Address dan Subnet mask adalah alamat komputer kita
karena apabila kita mengisi alamat tersebut dengan asal
maka kita tidak dapat masuk dalam sistem jaringan maka
perlu mengetahui nomor IP dan Subnet mask yang
digunakan dalam jaringan untuk dapat bergabung dalam
jaringan tersebut.
d. Workgroup karena untuk masuk dalam jaringan harus
mengetahui alamatnya kalau tidak mengetahui kelompok
yang kita tuju maka kita juga tidak dapat masuk dalam
53
kelompok tersebut walaupun nomor IP dan subnet mask
kita sudah benar.
g. Lembar Kerja 3
Alat dan bahan :
1 (Satu) unit komputer yang telah terinstall sistem operasi jaringan
sebagai server, 1 (Satu) unit komputer yang telah terinstall sistem
operasi sebagai workstation (client), Network Interface card (kartu
jaringan)yang telah terpasang pada komputer server maupun
workstation, kabel UTP untuk menghubungkan komputer server
dengan komputer client, switch/hub, Konektor RJ45, Tang (Crimping
tooll)
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Berdo’alah sebelum memulai kegiatan belajar.
2) Gunakan alas kaki yang terbuat dari karet untuk menghindari
aliran listrik ketubuh (tersengat listrik)
3) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar
kegiatan belajar.
4) Letakkan komputer pada tempat yang aman.
5) Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel
penghubung terkoneksi dengan baik.
6) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan
elektromagnetik di dekat komputer (magnet, handphone, dan
sebagainya).
7) Jangan meletakkan makanan dan minuman diatas komputer.
8) Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati.
9) Setelah selesai, matikan komputer dengan benar.
54
Langkah Kerja
1) Persiapkan semua peralatan dan bahan pada tempat yang aman.
2) Periksa bahwa Kartu jaringan telah terpasang dengan baik pada
komputer server maupun client.
3) Periksa semua konektor kabel telah terhubung dengan baik (
tidak longgar) pada komputer server dan client.
4) Periksa kabel penghubung antara komputer server ke switch/hub
dan komputer client ke switch/hub.
5) Hidupkan komputer server dan masuklah sebagai admin (root)
dengan user name dan pasword admin.
6) Hidupkan Komputer client.
7) Periksa setting alamat IP dan subnet mask pada komputer server
dan client.
8) Cek koneksi antar komputer workstation maupun komputer
server dengan client.
9) Matikan komputer dengan benar.
10)Rapikan dan bersihkan tempat praktek
55
BAB III
EVALUASI
A. PERTANYAAN
1. Sebutkan Langkah-langkah penanganan masalah dalam jaringan
komputer?
2. Sebutkan keuntungan atau kelebihan dari LAN dengan topologi Star
dalam penanganan permasalahan dalam JaringanLAN?
3. Sebuah sekolah SMU mempunyai rencana untuk membangun lab
Komputer 2 lantai, luas ruangan 6 x 6 meter, setiap ruang diberi
komputer berjumlah 20 unit rencana jaringan tersebut akan
dibangun menggunakan topologi star dan jaringan antara lab 1 dan
lab 2 terhubung, anda diberikan tugas untuk:
a. Merencanakan peralatan yang dibutuhkan dan jumlahnya
(berapa buah atau berapa meter).
b. Menggambarkan Layout jaringan yang akan anda buat
beserta IP Address dan Subnet mask yang digunakan.
B. KUNCI JAWABAN EVALUASI
1. Langkah penanganan kerusakan jaringan terbagi atas dua yakni
penanganan Hardware dan penanganan Software.
Penanganan hardware harus dilakukan secara sistematis dan
terstruktur untuk mempermudah penyelesaian masalah jaringan
yang dihadapi. Penanganan yang dilakukan secara berurutan dari
penanganan kartu jaringan, pengkabelan dan konektor.
Penanganan permasalahan pada Software dapat dilakukan dengan
cermat dan teliti mencakup: Instalasi software driver kartu jaringan
56
dan setting konfigurasi jaringan. Konfigurasi kartu jaringan meliputi
menggunakan TCP/IP meliputi IP Adress, subnet mask dan
workgroup yang digunakan.
2. Topologi Star adalah topologi yang setiap node akan menuju node
pusat/sentral sebagai konselor. Aliran data akan menuju node
pusat baru menuju ke node tujuan.
Keuntungan: jenis topologi ini mudah dikembangkan, jika terjadi
kerusakan pada salah satu node maka hanya node tersebut yang
terganggu tanpa mengganggu jaringan lain.
Sehingga penanganan kerusakan hanya terjadi pada client yang
bermasalah tanpa mengganggu jaringan secara keseluruhan.
3. a. peralatan yang dibutuhkan meliputi:
1) 2 buah server
2) 40 client
3) Kartu jaringan 42 buah
4) Konektor RJ 45 84 buah
5) Hub 2 buah
6) Repeater /Router 1 buah
7) Kabel + 500 meter
c. Gambar layout berdasarkan kerapian, Nomor IP Address yang
digunakan sesuai dengan Jenis jaringan Klas A, B, atau C antara lab
1 dan 2 boleh lebih baik menggunakan Router atau Repeater
57
C. KRITERIA KELULUSAN
Kriteria
Skor
(1-10)
Bobot Nilai Keterangan
Kognitif (soal no 1 s/d 2) 3
Kebenaran layout 3
Kerapian, kebersihan,
ketelitian
2
Ketepatan waktu 2
Nilai Akhir
Syarat lulus
nilai minimal
70 dan skor
setiap aspek
minimal 7
Kategori kelulusan:
70 – 79 : Memenuhi kriteria mininal. Dapat bekerja dengan bimbingan.
80 – 89 : Memenuhi kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.
90 – 100 : Di atas kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.
58
BAB IV
PENUTUP
Demikian modul pemelajaran Mendiagnosis permasalahan
pengoperasian PC yang tersambung jaringan. Materi yang telah
dibahas dalam modul ini masih sangat sedikit. Hanya sebagai dasar saja
bagi peserta diklat diharapkan untuk belajar lebih lanjut. Diharapkan
peserta didik memanfaatkan modul ini sebagai motivasi untuk menguasai
teknik diagnosis permasalahan pengoperasian PC yang tersambung
jaringan lebih jauh sehingga peserta diklat dapat melakukan tindakan
pengisolasian permasalahan yang terjadi pada PC yang tersambung
dengan jaringan.
Setelah menyelesaikan modul ini dan mengerjakan semua tugas serta
evaluasi maka berdasarkan kriteria penilaian, peserta diklat dapat
dinyatakan lulus/tidak lulus. Apabila dinyatakan lulus maka dapat
melanjutkan ke modul berikutnya sesuai dengan alur peta kedudukan
modul, sedangkan apabila dinyatakan tidak lulus maka peserta diklat
harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan mengambil modul
selanjutnya.
59
DAFTAR PUSTAKA
Onno W. Purbo: TCP/IP Standar, Desain, dan Implementasi, Elek Media
Komputindo, Jakarta, 1998
Onno W. Purbo: Buku Pintar Internet Teknologi Warung Internet, Elek
Media Komputindo, Jakarta, 1999
Dede Sopandi, Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Komputer, Informatika,
Bandung, 2004
http://www.ilmukomputer.com diambil pada tanggal 26 Oktober 2004

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More