BAHASA PEMROGAMAN KOMPUTER

Sejarah Bahasa Pemrograman Komputer Sejak pertama komputer difference engine diciptakan oleh Charles Babbage pada tahun 1822, komputer membutuhkan sejumlah instruksi untuk melakukan suatu tugas tertentu. Instruksi-instruksi ini dikenal sebagai bahasa pemrograman. Bahasa komputer mulanya terdiri dari sejumlah langkah pengkabelan untuk membuat suatu program; hal ini dapat dipahami sebagai suatu rangkaian pengetikan kedalam komputer dan kemudian dijalankan. Pada awalnya, difference engine-nya Charles Babbage hanya dibuat untuk menjalankan tugas dengan menggunakan perpindahan gigi roda untuk menjalankan fungsi kalkukasi. Jadi, bentuk awal dari bahasa komputer adalah berupa gerakan secara mekanik, selanjutnya gerakan mekanik tersebut digantikan dengan sinyal listrik ketika pemerintah AS mengembangkan ENIAC pada tahun 1942, tetapi masih banyak mengadopsi prinsip-prinsip dasar dari Babbage’s engine yang mana diprogram dengan mengeset switch dan perkabelan pada seluruh sistem pada setiap “program” maupun kalkulasi. Tentu saja ini merupakan pekerjaan yang membosankan. Pada 1945, John Von Neumann yang bekerja pada Institute for Advanced Study mengemukakan dua konsep yang secara langsung mempengaruhi masa depan dari bahasa pemrograman komputer. Yang pertama dikenal sebagai “shared-program technique” (www.softlord.com). Pada teknik ini dinyatakan bahwa hardware komputer haruslah sederhana dan tidak perlu dilakukan pengkabelan dengan menggunakan tangan untuk setiap program. Sebagai gantinya, instruksi-instruksi yang lebih kompleks harus digunakan untuk mengendalikan perangkat keras yang lebih sederhana, hal ini memungkinkan komputer diprogram ulang dengan cepat. Konsep yang kedua yang juga sangat penting untuk pengembangan bahasa pemrograman. Von Neumann menyebutnya sebagai “conditional control transfer” (www.softlord.com). Ide ini berkembang menjadi bentuk subrutin, atau blok kode yang kecil yang dapat panggil berdasarkan aturan tertentu, dari pada suatu himpunan tunggal urutan kronologis yang harus dijalankan oleh komputer. Bagian kedua dari ide tersebut menyatakan bahwa kode komputer harus dapat bercabang berdasarkan pernyataan logika seperti IF (ekspresi) THEN, dan perulangan seperti FOR statement. “Conditional control transfer” mengembangkan ide adanya “libraries,” yang mana merupakan blok kode yang dapat digunakan berulang kali. Pada 1949, setelah beberapa tahun Von Neumann bekerja, bahasa Short Code dilahirkan (www.byte.com), yang merupakan bahasa komputer yang pertama untuk peralatan elektronik yang membutuhkan programmer untuk mengubah perintah kedalam 0 dan 1 dengan tangan. Pada 1957, bahasa khusus yang pertama muncul dalam bentuk FORTRAN yang merupakan singkatan dari sistem FORmula TRANslating. Bahasa ini dirancang pada IBM untuk perhitungan scientific. Komponen-komponennya sangat sederhana, dan menyediakan bagi programmer akses tingkat rendah kedalam komputer. Sampai saat ini, bahasa ini terbatas pada hanya terdiri dari perintah IF, DO, dan GOTO, tetapi pada waktu itu, perintah-perintah ini merupakan lompatan besar kearah depan. Type data dasar yang digunakan sampai sekarang ini dimulai dari FORTRAN, hal ini meliputi variabel logika (TRUE atau FALSE), dan bilangan integer, real, serta double-precision. FORTRAN sangat baik dalam menangani angka-angka, tetapi tidak terlalu baik untuk menangani proses input dan output, yang mana merupakan hal yang penting pada komputasi bisnis. Komputasi bisnis mulai tinggal landas pada 1959, dengan dikembangkannya COBOL, yang dirancang dari awal sebagai bahasa untuk para pebisnis. Type data yang ada hanya berupa number dan text string. Hal tersebut juga memungkinkan pengelompokan menjadi array dan record, sehingga data di telusuri dan diorganisasikan dengan lebih baik. Sesuatu hal yang menarik untuk dicatat bahwa suatu program COBOL dibuat menyerupai suatu essay, dengan empat atau lima bagian utama yang membentuk keseluruhan yang tertata dengan baik. Perintah-perintah COBOL sangat menyerupai tata bahasa English, sehingga membuatnya agak mudah dipelajari. Semua ciri-ciri ini dikembangkan agar mudah dipelajari dan mudah diterapkan pada dunia bisnis. Pada 1958, John McCarthy di MIT membuat bahasa LISt Processing (atau LISP), yang dirancang untuk riset Artificial Intelligence (AI). Karena dirancang untuk fungsi spesialisasi yang tinggi, maka tata cara penulisannya jaring kelihatan sebelum ataupun sesudahnya. Sesuatu perbedaan yang paling nyata dari bahasa ini dengan bahasa lain adalah dasar dan type satu-satunya adalah list, yang ditandai dengan suatu urutan item yang dicakup dengan tanda kurung. Program LISP sendirinya dibuat sebagai suatu himpunan dari list, sehingga LISP memiliki kemampuan yang khusus untuk memodifikasi dirinya, dan juga dapat berkembang sendiri. Tata cara penulisan LISP dikenal sebagai “Cambridge Polish,” sebagaimana dia sangat berbeda dari logika Boolean (Wexelblat, 177) : x V y – Cambridge Polish, what was used to describe the LISP program OR(x,y) – parenthesized prefix notation, what was used in the LISP program x OR y – standard Boolean logic LISP masih digunakan sampai sekarang karena spesialiasi yang tinggi dari sifat abstraknya. Bahasa Algol dibuat oleh suatu komite untuk pemakaian scientific pada tahun 1958. Kontribusi utamanya adalah merupakan akar dari tiga bahasa selanjutnya yaitu Pascal, C, C++, dan Java. Dia juga merupakan bahasa pertama dengan suatu tata bahasa formal, yang dikenal sebagai Backus-Naar Form atau BNF (McGraw-Hill Encyclopedia of Science and Technology, 454). Pada Algol telah diterapkan konsep-konsep baru, seperti rekursif pada function, bahasa berikutnya Algol 68, menjadi bahasa yang membosankan dan sulit digunakan (www.byte.com). Hal ini mengarah kepada adopsi terhadap bahasa yang lebih kecil dan kompak seperti Pascal. Pascal dimulai pada tahun 1968 oleh Niklaus Wirth. Tujuan pengembangannya adalah untuk kebutuhan pengajaran. Pada awalnya bahasa ini dikembangkan bukan dengan harapan adopsi pemakaian secara luas. Prinsipnya mereka mengembangkannya untuk alat pengajaran pemrograman yang baik seperti kemampuan debug dan perbaikan sistem dan dukungan kepada mikroprosesor komputer yang digunakan pada institusi pendidikan. Pascal dirancang dengan pendekatan yang sangat teratur (terstruktur), dia mengkombinasikan kemampuan yang terbaik dari bahasa-bahasa saat itu, COBOL, FORTRAN, dan ALGOL. Dalam pengerjaannya banyak perintah-perintah yang tidak teratur dan aneh dihilangkan, sehingga sangat menarik bagi pemakai (Bergin, 100-101). Kombinasi dari kemampuan input/output dan kemampuan matematika yang solid, membuatnya menjadi bahasa yang sukses besar. Pascal juga mengembangkan tipe data “pointer”, suatu fasilitas yang sangat bermanfaat pada bahasa yang mengimplementasikannya. Dia juga menambahkan perintah CASE, yang mana memperbolehkan perintah bercabang seperti suatu pohon pada suatu aturan: CASE expression OF possible-expression-value-1: statements to execute… possible-expression-value-2: statements to execute… END Pascal juga mengembangkan variabel dinamis, dimana variabel dapat dibuat ketika suatu program sedang berjalan, melalui perintah NEW dan DISPOSE. Tetapi Pascal tidak mengimplementasikan suatu array dinamis, atau kelompok dari variabel-variabel, yang mana sangat dibutuhkan, dan merupakan salah satu penyebab kekalahannya (Bergin, 101-102). Wirth kemudian membuat lanjutan dari Pascal, Modula-2, tetapi pada saat itu muncul C yang dengan cepat menjadi mengeser posisi Pascal. C dikembangkan pada tahun 1972 oleh Dennis Richie ketika sedang bekerja pada Bell Labs di New Jersey. Transisi pemakaian dari bahasa umum yang pertama ke bahasa umum sampai hari ini yaitu transisi antara Pascal dan C, C merupakan perkembangan dari B dan BCPL, tetapi agak menyerupai Pascal. Semua fasilitas di Pascal, termasuk perintah CASE tersedia di C. C menggunakan pointer secara luas dan dibangun untuk kecepatan dengan kelemahannya yaitu menjadi sulit untuk dibaca. Tetapi karena dia menghilangkan semua kelemahan yang terdapat di Pascal, sehingga dengan cepat mengambil alih posisi Pascal. Ritchie mengembangan C untuk sistem Unix yang baru pada saat yang bersamaan. Oleh karena ini, C dan Unix saling berkaitan. Unix memberikan C beberapa fasilitas besar seperti variabel dinamis, multitasking, penanganan interrupt, forking, dan strong low-level,input-output. Oleh karena itu, C sangat sering digunakan untuk pemrograman sistem operasi seperti Unix, Windows, MacOS, dan Linux. Pada akhir tahun 1970 dan awal 1980, suatu metode pemrograman yang baru telah dikembangkan. Ha tersebut dikenal sebagai Object Oriented Programming, atau OOP. Object merupakan suatu potongan dari data yang dapat dipaket dan dimanipulasi oleh programmer. Bjarne Stroustroup menyukai metode ini dan mengembangkan lanjutan dari C yang dikenal sebagai “C With Classes.” Kemampuan lanjutan ini dikembangkan menjadi bahasa C++ yang diluncurkan pada tahun 1983. C++ dirancang untuk mengorganisasikan kemampuan dasar dari C dengan OOP, dengan tetap mempertahankan kecepatan dari C dan dapat dijalankan pada komputer yang tipe berlainan. C++ sering kali digunakan dalam simulasi, seperti game. C++ menyediakan cara yang baik untuk memanipulasi ratusan instance dari manusia didalan elevator, atau pasukan yang diisi dengan tipe prajurit yang berbeda. Bahasa ini menjadi pilihan pada mata kuliah AP Computer Science sampai hari ini. Pada awal 1990′s, interaktif TV adalah teknologi masa depan. Sun Microsystems memutuskan bahwa interaktif TV membutuhkan suatu hal yang khusus, yaitu bahasa portable (bahasa yang dapat berjalan pada banyak jenis mesin yang berbeda). Bahasa ini dikenal sebagai Java. Pada tahun 1994, team proyek Java mengubah fokus mereka ke web, yang mana berubah menjadi sesuatu yang menjanjikan setelah interactive TV gagal. Pada tahun berikutnya, Netscape menyetujui pemakaian Java pada internet browser mereka, Navigator. Sampai titik ini, Java menjadi bahasa masa depan dan beberapa perusahaan mengumumkan aplikasi harus ditulis dalam Java. Java mempunyai tujuan yang besar dan merupakan bahasa yang baik menurut buku text, pada kenyataanya “bahasa tersebut tidak”. Dia memiliki masalah yang serius dalam optimasi, dengan arti program yang ditulis dengannya berjalan dengan lambat. Dan Sun telah membuat cacat penerimaan terhadap Java dengan pertikaian politis dengan Microsoft. Tetapi Java telah dinyatakan sebagai bahasa untuk instruksi masa depan dan benar-benar menerapkan object-oriented dan teknik tingkat tinggi seperti kode yang portable dan garbage collection. Visual Basic sering diajari sebagai bahasa pemrograman dasar yang mengacu pada bahasa BASIC yang dikembangkan pada tahun 1964 oleh John Kemeny dan Thomas Kurtz. BASIC adalah bahasa yang sangat terbatas dan dirancang untuk orang yang bukan computer science. Perintah-perintah dijalankan secara berurutan, tetapi kendali program dapat berubah berdasarkan IF..THEN, dan GOSUB yang mana menjalankan suatu blok kode dan kembali ketitik semula didalam alur program. Microsoft telah mengembangkan BASIC ke dalam produk Visual Basic (VB). Jantung dari VB adalah form, atau suatu window kosos dimana anda dapat drag dan drop komponen seperti menu, gambarm dan slider bars. Item-item ini dikenal sebagai “widgets.” Widget memiliki properti (seperti warna) dan events (seperti klik dan double klik) dan menjadi pusat dari pengembangan antarmuka dengan pemakai diberbagai bahasa program dewasa ini. VB merupakan program yang banyak digunakan untuk membuat interface sederhana ke produk Microsoft lainnya seperti Excel dan Access tanpa membaca banyak kode, dengannya dapat dimungkinkan untuk dibuat aplikasi yang lengkap. Perl telah sering digambarkan sebagai “duct tape of the Internet,” karena sering digunakan sebagai engine untuk interface web atau pada script untuk memodifikasi file konfigurasi. Dia memiliki fungsi text matching yang sangat baik sehingga membuatnya menjadi hal yang ideal untuk pekerjaan tersebut. Perl dikembangkan oleh Larry Wall pada 1987 karena fasilitas pada sed dan awk pada Unix (digunakan untuk manipulasi text) tidak mencukupi kebutuhannya. Tergantung kepada siapa anda bertanya, Perl adalah singkatan dari Practical Extraction and Reporting Language atau Pathologically Eclectic Rubbish Lister. Bahasa pemrograman telah berkembangan dari masa kemasa dan tetap dikembangkan dimasa depan. Mereka dimulai dari suatu daftar langkap pengkabelan agar komputer menjalankan tugas tertentu. Langkah-langkah ini berkembang menjadi software dan memiliki kemampuan yang lebih baik. Bahasa umum yang pertama menekankan pada kesederhanaan dan untuk satu tujuan saja, sedangkan bahasa dewasa ini terbagi atas bagaimana mereka diprogram, sehingga mereka dapat digunakan untuk semua tujuan. Dan mungkin bahasa yang akan datang lebih natural dengan penemuan pada quantum dan komputer-komputer biologis. Sumber : Indoprog ‘Algoritma & Pemrograman’ oleh Hendra, S.T.

Bahasa Pemrogaman

Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

Menurut tingkat kedekatannya dengan mesin komputer, bahasa pemrograman terdiri dari:

  1. Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110
  2. Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan (bah.Inggris Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.
  3. Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.
  4. Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb.

Sebagian besar bahasa pemrograman digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Tinggi, hanya bahasa C yang digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Menengah dan Assembly yang merupakan Bahasa Tingkat Rendah.

Jumat, 15 Oktober 2010

•Modul 1. Menginstalasi PC

Khoirul Anam

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
Menginstalasi PC
PENYUSUN
TIM FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2004
KODE MODUL
HDW.DEV.100.(2).A•
iii
KATA PENGANTAR
Modul dengan judul “Menginstalasi PC“ merupakan bahan ajar yang
digunakan sebagai panduan praktikum peserta diklat Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu bagian dari kompetensi
bidang keahlian TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI pada Program
Keahlian TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN.
Modul ini menguraikan tentang cara atau proses dari menginstalasi PC
yang diawali dengan cara menentukan spesifikasi komputer hingga
pengujian PC. Kegiatan Belajar 1 membahas tentang cara memilih
komponen dan spesifikasi komputer. Kegiatan Belajar 2 membahas
tentang cara menginstalasi komponen PC. Kegiatan Belajar 3 merupakan
bahasan tentang cara mengkonfigurasi PC. Kegiatan Belajar 4 berisi
tentang bagimana menambah peralatan pada PC. Sedangkan Kegiatan
Belajar 5 membahas tentang bagaimana memeriksa hasil instalasi PC
Modul ini terkait dengan modul-modul lain yang membahas tentang
Mengoperasikan PC stand alone dengan sistem operasi berbasis text,
Mengoperasikan PC stand alone dengan sistem operasi berbasis GUI,
Mengoperasikan periferal, Mengkonfigurasi dan menentukan spesifikasi
perangkat PC, termasuk komponen pada bagian input, proses dan output.
Oleh karena itu, sebelum menggunakan modul ini peserta diklat
diwajibkan telah mengambil modul-modul tersebut.
Yogyakarta, Desember 2004
Penyusun
Tim Fakultas Teknik
Universitas Negeri Yogyakarta
iv
DAFTAR ISI MODUL
Halaman
HALAMAN DEPAN .......................................................................... i
HALAMAN DALAM .......................................................................... ii
KATA PENGANTAR ......................................................................... iii
DAFTAR ISI MODUL ....................................................................... iv
PETA KEDUDUKAN MODUL ............................................................ vii
PERISTILAHAN / GLOSSARY ........................................................... ix
BAB I. PENDAHULUAN ............................................................. 1
A. DESKRIPSI JUDUL............................................................ 1
B. PRASYARAT..................................................................... 1
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL..................................... 2
1. Petunjuk Bagi Siswa .................................................... 2
2. Peran Guru ................................................................. 3
3. Tujuan Akhir .............................................................. 4
D. KOMPETENSi .................................................................. 4
E. CEK KEMAMPUAN ............................................................ 8
BAB II. PEMELAJARAN .............................................................. . 9
A. RENCANA PEMELAJARAN SISWA....................................... 9
B. KEGIATAN BELAJAR ......................................................... 11
1. Kegiatan Belajar : 1. Peralatan/Komponen dan Spesifikasi
pada PC ......................................................... 11
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran................................ 11
b.Uraian Materi 1..................................................... 11
c. Rangkuman 1....................................................... 22
d.Tugas 1 ............................................................... 22
e. Tes Formatif 1...................................................... 22
f. Kunci Jawaban Formatif 1 ..................................... 22
v
g.Lembar Kerja 1..................................................... 23
2. Kegiatan Belajar 2 : Perakitan PC dan Keselamatan
Kerja dalam Merakit Komputer .................................. 24
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran................................ 24
b.Uraian Materi 2..................................................... 24
c. Rangkuman 2....................................................... 35
d.Tugas 2 ............................................................... 35
e. Tes Formatif 2...................................................... 35
f. Kunci Jawaban Formatif 2 ..................................... 35
g.Lembar Kerja 2..................................................... 35
3. Kegiatan Belajar 3 : BIOS dan Konfigurasi Sistem ....... 38
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran ............................... 38
b. Uraian Materi 3..................................................... 38
c. Rangkuman 3....................................................... 47
d. Tugas 3 ............................................................... 47
e. Tes Formatif 3...................................................... 48
f. Kunci Jawaban Formatif 3 ..................................... 48
g. Lembar Kerja 3..................................................... 48
4. Kegiatan Belajar 4 : Peripheral PC dan Setting
Peripheral .................................................................. 50
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran ............................... 50
b. Uraian Materi 4..................................................... 50
c. Rangkuman 4....................................................... 60
d. Tugas 4 ............................................................... 60
e. Tes Formatif 4...................................................... 60
f. Kunci Jawaban Formatif 4 ..................................... 61
g. Lembar Kerja 4..................................................... 61
5. Kegiatan Belajar 5 : Pemeriksaan Hasil Perakitan PC dan
Peripheral ................................................................. 63
vi
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran ............................... 63
b. Uraian Materi 5..................................................... 63
c. Rangkuman 5....................................................... 65
d. Tugas 5 ............................................................... 66
e. Tes Formatif 5...................................................... 66
f. Kunci Jawaban Formatif 5 ..................................... 66
g. Lembar Kerja 5..................................................... 66
BAB III. EVALUASI .................................................................... 78
A. PERTANYAAN ........................................................... 78
B. KUNCI JAWABAN ...................................................... 78
C. KRITERIA KELULUSAN ............................................... 70
BAB IV. PENUTUP .................................................................... 71
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................... 72
vii
PETA KEDUDUKAN MODUL
SLTP & yang
sederajat
HDW.DEV.100.
(2).A•
1 2 3
I II III
LULUS SMK
HDW.MNT.201.
(2).A
HDW.MNT.203.
(2).A
SWR.OPR.101.
(2).A•
SWR.OPR.100.
(1).A
HDW.MNT.102.
(2).A
SWR.OPR.102.
(2).A•
HDW.MNT.101.
(2).A
HDW.MNT.204.
(2).A
SWR.MNT.201.
(1).A
NTW.OPR.100.
(2).A•
HDW.MNT.202.
(2).A
HDW.MNT.205.
(2).A
SWR.OPR.103.
(2).A•
SWR.OPR.104.
(2).A•
NTW.OPR.200.
(2).A•
NTW.MNT.201.
(2).A•
NTW.MNT.202.
(2).A•
NTW.MNT.300.
(3).A•
A 4
LULUS SMK
IV
viii
Keterangan :
HDW.DEV.100.(2).A•Menginstalasi PC
HDW.MNT.201.(2).A Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan
periferal
HDW.MNT.203.(2).A Melakukan perbaikan dan / atau setting ulang
sistem PC
HDW.MNT.204.(2).A Melakukan perbaikan periferal
HDW.MNT.101.(2).A Melakukan perawatan PC
HDW.MNT.102.(2).A Melakukan perawatan periferal
SWR.OPR.101.(2).A•Menginstalasi sistem operasi berbasis GUI (Graphical
User Interface)
SWR.OPR.102.(2).A•Menginstalasi sistem operasi berbasis text
SWR.OPR.100.(1).A Menginstalasi software
SWR.MNT.201.(1).A Mem-Back-Up dan Me-Restore software
NTW.OPR.100.(2).A•Menginstalasi perangkat jaringan lokal (Local Area
Network)
HDW.MNT.202.(2).A Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC
yang tersambung jaringan
HDW.MNT.205.(2).A Melakukan perbaikan dan/atau setting ulang
koneksi jaringan
SWR.OPR.103.(2).A•Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis GUI
(Graphical User Interface)
SWR.OPR.104.(2).A•Menginstalasi sistem operasi jaringan berbasis text
NTW.OPR.200.(2).A•Menginstalasi perangkat jaringan berbasis luas
(Wide Area Network )
NTW.MNT.201.(2).A•Mendiagnosis permasalahan perangkat yang
tersambung jaringan berbasis luas (Wide Area
Network )
NTW.MNT.202.(2).A•Melakukan perbaikan dan/atau setting ulang
koneksi jaringan berbasis luas (Wide Area Network)
NTW.MNT.300.(3).A•Mengadministrasi server dalam jaringan
A Merancang bangun dan menganalisa Wide Area
Network
•Dalam tahap penyusunan SKKNI
ix
PERISTILAHAN/GLOSSARY
BIOS : Basic Input Output system . Software yang dipasang pada
chip komputer untuk mengatur operasi dasar seperti layar,
harddisk, memory, VGA, dll. Bagian dari sistem operasi
yang bisa mengidentifikasi set program yang digunakan
untuk mem-boot komputer, sebelum menempatkan disket
sistem. BIOS terdapat di ROM (Read Only Memory) dari
sistem dan umumnya tersimpan secara permanen.
Program yang digunakan mikroprosesor untuk
menyalakan komputer. BIOS juga mengatur aliran data
antara sistem operasi komputer dan perangkat tambahan
yang terhubung pada komputer.
Bus : Saluran yang terdiri dari sekumpulan jalur yang sejenis.
Sekumpulan kabel yang merupakan alat transportasi
informasi ke semua peralatan dalam sistem. Informasi
tersebut dapat berupa data, perintah atau alamat.
Cache Memory:Memori berkecepatan tinggi yang mampu bekerjasama
dengan CPU, bertindak sebagai buffer antara CPU dan
memori utama yang lamban.
Casing : Casing. Kotak tempat mesin komputer (motherboard dan
pendukungnya, power supply, disk drive, hardisk, CD ROM
drive). Wadah atau tempat melindungi motherboard,
control board, power supply disk drive dan komponenkompenen
lainnya. Sebuah case komputer sebenarnya tak
lebih dari rangka dari sebuah komputer. Case ini adalah
tempat komponen-komponen yang membentuk sebuah
sistem komputer terletak, juga untuk meletakkan alat
x
pendingin (cooling fan), dan juga meng-ground listrik
yang terdapat pada komponen-komponen yang ada
melalui rangka yang terbuat dari besi. Case yang besar
dengan tempat ekspansi yang banyak lebih disukai,
dengan adanya ruang ekspansi yang banyak anda dapat
menambahkan perangkat-perangkat lain dengan mudah.
Contoh perangkat-perangkat yang dapat ditambahkan ini
misalnya drive DVD, CD writer, dan lain-lain. Saat ini case
dengan bentuk tower biasanya lebih disukai daripada case
dengan bentuk desktop karena memiliki tempat yang lebih
luas untuk ekspansi, dan juga dapat memiliki kemampuan
pendinginan yang lebih baik. Sebuah case bisa berupa AT
atau ATX, dimana perbedaannya terletak pada posisi
motherboard nantinya, demikian pula power supply yang
datang bersama case tersebut. Case komputer biasanya
datang bersama-sama dengan power supply, walaupun
kadang-kadang disarankan agar anda membeli power
supply terpisah sehingga bisa mendapatkan kedua barang
tersebut dengan kualitas yang sama-sama tinggi.
CD ROM Drive :Alat pemutar CD ROM. Suatu drive untuk merekam atau
memainkan Compact Disk, yang sering dijumpai adalah
CD-ROM (CD Read Only Memory) MO (Magneto-Optical)
dan WORM (Write Once Read Many).
CGA : Color Graphics Adaptor. Salah satu tipe monitor, yaitu
standar Ibm untuk kualitas monitor resolusi rendah, dalam
mode grafik hanya dapat menampilkan 4 warna.
Clock : Jam/pewaktu. Rangkaian pembangkit frekuensi. Sumber
utama dari pulsa elektronik komputer. Clock digunakan
untuk menyamakan operasi semua elemen komputer.
xi
CMOS : Compelementary Metal Oxide Semiconductor. RAM
kecil berukuran 64 byte yang menyimpan setting BIOS
saat komputer sedang dimatikan. CMOS merupakan
perluasan dari teknologi MOS yang menghasilkan IC
dengan kebutuhan tenaga baterai rendah. CMOS
digunakan untuk menyimpan program konfigurasi,
program diagnostik dan informasi tanggal dan waktu
pembuatan file yang tidak akan hilang meskipun komputer
dimatikan.
CPU : Central Processing Unit. Unit pemroses utama dalam istilah
teknik disebut mikroprosesor, sedang dalam pengertian
umum adalah mesin komputer yaitu casing beserta semua
isi didalamnya. Pusat pengolahan masukan sehingga
menghasilkan keluaran. Termasuk di sini adalah semua
register, sirkuit aritmatik, unit pembanding, dsb.
CRT : Catoda Ray Tube Teknologi yang dipakai untuk membuat
sistem tampilan/monitor komputer menggunakan tabung
sinar katoda.
Disk : Suatu media penyimpanan data. Yang dimaksud dengan
disk adalah floppy disk atau hard disk. Sedangkan floppy
disk adalah disket. Piringan tipis yang dilapisi bahan
magnetik (oksida besi) yang mampu menyimpan sejumlah
data atau informasi. Pembacaan dan penulisan informasi
dipusatkan pada track.
DRAM : Dynamic RAM. Memori PC yang dapat dibaca dan ditulisi.
Untuk menyimpan data dalam memori, isinya perlu di
refresh secara periodik. Jenis memori ini banyak
xii
digunakan pada bagian memori utama yang digunakan
untuk rutin proses.
Drive : Pintu, penggerak disk.
EGA : Enhanced Graphics Adaptor. Salah satu standard
resolusi monitor. EGA mampu menampilkan 16 warna
dalam model grafik, setingkat di atas monitor CGA.
Monitor dengan card EGA mampu menampilkan 16 warna
pada bentuk teks (80 x 25 karakter atau 40 x 25
karakter), 16 warna pada bentuk resolusi rendah dan 4
warna pada resolusi tinggi dan tampilan grafik 640 x 350
titik. Perkembangan dari jenis EGA diantaranya adalah ATI
Technologies Inc dengan card bernama EGA WONDER,
dapat menampilkan 132 x 25 karakter. Monitor jenis EGA
masih memakai konektor monitor yang sama dengan
monitor jenis CGA dan Monochrome. EVEREX
mengeluarkan card EPGA (Enhanced Proffesional Graphics
Adapter), mampu menampilkan 649 x 480 titik (dot)
dengan 256 warna, dari 4096 kombinasi warna dasar
(pallette). EPGA dan disebut juga PEGA (Proffesional
Enhanced Graphics Adapter), ataupun PGA (Proffesional
Graphics Adapter), menampilkan layar teks 132 x 43
karakter pada multi frekuensi atau Ulta sync, dan
fleksibilitas yang dapat menggunakan monitor
monochrome maupun enhanced monitor. Monitor ini
mempergunakan konektor 9 pin yang terdiri dari 2 baris.
Hard disk : Media penyimpan data berkapasitas besar.
Head : Kepala, ujung perekam, bagian dari drive atau disk yang
berfungsi untuk membaca atau menulis.
Keyboard : Papan kunci, papan ketik.
xiii
Motherboard : Papan rangkaian komputer tempat semua komponen
elektronik komputer terangkai.
Peripheral : Peralatan. Spesifikasi peralatan pendukung yang
dibutuhkan oleh sebuah PC agar dapat bekerja secara
optimal.
PIC : Programmable Interupt Controller. Kendali sela
terprogram. Chip yang berfungsi untuk mengendalikan
proses penyelaan antar periferal. Alat pengendali sela
periferal yang membantu kerja CPU dalam proses
penyelaan.
Power Supply : Suatu rangkaian elektronik yang berfungsi sebagai
pencatu daya/pemberi sumber tegangan/arus pada
peralatan.
VRAM : Video Random Access Memory (Video RAM) Tipe spesial
dari DRAM yang memungkinkan akses direct high speed
memory melalui sirkuit video. Jenis memori ini lebih mahal
bila dibandingkan chips DRAM yang konvensional.
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI JUDUL
MENGINSTALASI PC merupakan modul teori dan atau praktikum
yang membahas tentang cara menentukan spesifikasi komputer,
merakit/menginstalasi komponen dan peralatan komputer, pengesetan
peralatan dan pengujian komputer PC dan peralatannya.
Modul ini terdiri dari 5 (lima) kegiatan belajar, yaitu pemilihan
komponen dan spesifikasi komputer, cara menginstalasi komponen PC,
cara mengkonfigurasi, penambahan peralatan, dan pemeriksaan hasil
instalasi.
B. PRASYARAT
Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul ini
adalah :
1. Peserta diklat telah lulus modul / materi diklat Mengoperasikan PC
stand alone dengan sistem operasi berbasis text.
2. Peserta diklat telah lulus modul / materi Mengoperasikan PC
stand alone dengan sistem operasi berbasis GUI.
3. Peserta diklat telah lulus modul / materi diklat Mengoperasikan
peripheral.
4. Peserta diklat menguasai konsep dasar listrik termasuk listrik statis
dan dinamis (Mata Diklat Fisika).
5. Peserta diklat mampu mengkonfigurasi dan menentukan
spesifikasi perangkat PC, termasuk komponen pada bagian input,
proses dan output.
6. Peserta diklat mampu membaca gambar
2
7. Peserta diklat mampu berbahasa inggris
8. Peserta diklat dapat menggunakan peralatan tangan dan
peralatan listrik umum.
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Petunjuk Bagi Siswa
Siswa diharapkan mampu berperan aktif dan berinteraksi dengan
sumber belajar yang mendukungnya, karena itu harus diperhatikan
beberapa hal sebagai berikut :
a. Langkah – langkah Belajar
Untuk menjadi lebih kompeten dan profesional dalam pekerjaan
menginstalasi PC, maka Anda harus mencermati beberapa hal berikut :
1) Apa yang harus diketahui tentang menginstalasi PC ?
2) Apa yang harus dikerjakan dalam menginstalasi PC ?
3) Bagaimana mengetahui bahwa kita telah berhasil atau belum
dalam menginstalasi PC ?
4) Apa yang harus dilakukan jika kita belum berhasil dalam
menginstalasi PC ?
5) Apa yang harus dilakukan jika kita telah berhasil dalam
menginstalasi PC ?
b. Perlengkapan yang Harus Dipersiapkan
Untuk menunjang keselamatan kerja dan kelancaran tugas yang akan
Anda lakukan, maka persiapkanlah seluruh perlengkapan yang
diperlukan sesuai dengan jenis tugas pada masing-masing kegiatan
pemelajaran.
3
c. Hasil Pelatihan
Anda akan mampu melakukan tugas/pekerjaan menginstalasi PC
sesuai dengan spesifikasi yang dikehendaki.
2. Peran Guru
Guru yang akan mengajarkan modul ini hendaknya mempersiapkan
diri sebaik-baiknya yaitu mencakup aspek strategi pemelajaran,
penguasaan materi, pemilihan metode, alat bantu media pemelajaran,
dan perangkat evaluasinya.
Selain itu guru hendaknya :
a. Membantu siswa dalam merencanakan proses belajar
b. Membimbing siswa melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan
dalam tahap belajar
c. Membantu siswa dalam memahami konsep dan praktik baru serta
menjawab pertanyaan siswa mengenai proses belajar siswa
d. Membantu siswa untuk menentukan dan mengakses sumber
tambahan lain yang diperlukan untuk belajar
e. Mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan
f. Merencanakan seorang ahli/pendamping guru dari tempat kerja
untuk membantu jika diperlukan
g. Merencanakan proses penilaian dan menyiapkan perangkatnya
h. Melaksanakan penilaian
i. Menjelaskan kepada siswa tentang sikap pengetahuan dan
keterampilan dari suatu kompetensi yang perlu untuk dibenahi
dan merundingkan rencana pemelajaran selanjutnya.
j. Mencatat pencapaian kemajuan siswa
4
D. TUJUAN AKHIR
1. Peserta diklat mampu membuat daftar rencana kebutuhan dan
spesifikasi PC sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan.
2. Peserta diklat mampu menginstalasi PC sesuai dengan spesifikasi
yang diberikan.
3. Peserta diklat mampu menginstalasi peripheral pada PC dengan
benar.
4. Peserta diklat mampu memperbaiki kesalahan instalasi pada PC.
E. KOMPETENSI
Kompetensi yang akan dipelajari adalah Menginstalasi PC dengan
uraian seperti yang diperlihatkan dalam tabel Kompetensi
Menginstalasi PC di bawah ini.
5
KOMPETENSI : Menginstalasi PC
KODE : HDW.DEV.100.(2).A
DURASI PEMELAJARAN : 232 Jam @ 45 menit
A B C D E F G
LEVEL KOMPETENSI KUNCI
2 1 2 2 1 2 2
KONDISI KINERJA
1. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya :
SOP perakitan PC;
Instruction Manual dari masing-masing peralatan;
Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan;
Peralatan atau instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit kompetensi ini.
2. Unit Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya :
HDW.OPR.101.(1).A Mengoperasikan PC stand alone dengan sistem operasi berbasis text, atau;
HDW.OPR.102.(1).A Mengoperasikan PC stand alone dengan sistem operasi berbasis GUI;
HDW.OPR.105.(1).A Mengoperasikan periferal.
3. Pengetahuan yang dibutuhkan :
Konsep dasar listrik, termasuk listrik statis dan dinamis (Mata Diklat Fisika);
Konfigurasi dan spesifikasi perangkat PC, termasuk komponen pada bagian input, proses dan output.
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
1. Merencanakan kebutuhan
dan spesifikasi
Daftar kebutuhan dan
spesifikasi komputer telah
tersedia
Buku manual dan petunjuk
pengoperasian komponen
telah tersedia
Jenis-jenis peralatan / komponen
pada PC serta spesifikasi masingmasing
Memilih peralatan/
komponen PC secara
teliti.
Mengedepankan sifat
jujur dalam pemilihan
komponen berdasarkan
prinsip ekonomi
Menjelaskan diagram
blok komputer dan
fungsi masing-masing
Menjelaskan jenis-jenis
piranti input dan
output serta spesifikasi
dan perkembangannya
Membuat daftar
rencana kebutuhan dan
spesifikasi PC
Menjelaskan jenis-jenis
piranti proses serta
spesifikasi dan perkembangannya.
6
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
2. Menginstalasi komponen
PC
Prosedur / SOP perakitan
disiapkan
Peralatan instalasi (tools kit)
disiapkan
Perangkat yang ingin
diinstalasi diuji sesuai dengan
manual tiap-tiap komponen
Perangkat PC dirakit menggunakan
prosedur, cara/metode
dan peralatan yang sudah
ditentukan
Langkah-langkah perakitan
komputer serta prosedur dan
keselamatan kerja pada saat
merakit komputer
Melaksanakan
Keamanan dan
Keselamatan Kerja
(K3) dalam pengoperasian
peralatan
Memperlihatkan sikap
cermat dan teliti dalam
menerapkan prosedur
perakitan PC
Menjelaskan prosedur
baku perakitan
Menguraikan karakteristik
dan tata cara penanganan
tiap-tiap
komponen PC
Menguji komponenkomponen
PC sesuai
dengan buku manual
Menginstalasi
komponen PC
3. Mengatur komponen PC
menggunakan software
(melalui setup BIOS dan
aktifasi komponen
melalui sistem operasi)
Komponen PC (misal VGA dan
Sound Card On Board) diatur
menggunakan software, baik
yang me-rupakan software
bawaan ataupun melalui
BIOS, sesuai dengan buku
manual tiap-tiap komponen
Jenis-jenis BIOS
Menu pada BIOS dan fungsi
masing-masing
Mengikuti prosedur
dalam pengaturan
BIOS
Mengidentifikasi
komponen PC yang
membutuhkan aktivasi
melalui BIOS
Melakukan setting BIOS
pada jenis PC yang berbeda
4. Menyambung / memasang
periferal (secara
fisik) dan setting periferal
menggunakan softwar
Periferal dipasang / disambung
sesuai dengan SOP
Periferal disetting dengan
software spesifik sesuai
dengan buku manual
Jenis-jenis dan fungsi periferal
standard
Jenis dan fungsi perangkat
identifikasi modern (misal :
barcode, finger scan, retina scan)
Jenis, fungsi dan prinsip kerja
perangkat
penyimpanan modern (misal :
flash disk, DVD Ram, card reader,
CD RW, DVD RW)
Jenis, fungsi dan prinsip kerja
perangkat komunikasi (misal :
modem, IrDA, WiFi, Bluetooth)
Cara memasang periferal pada PC
Cara mensetting periferal pada
PC
Mengikuti prosedur
pemasangan periferal
pada PC
Menguraikan jenis dan
fungsi periferal yang
digunakan pada PC
Memasang periferal
pada PC
Mensetting periferal
pada PC
7
MATERI POKOK PEMELAJARAN
SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR
SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN
5. Memeriksa hasil perakitan
PC dan pemasangan
periferal
Hasil perakitan PC dan pemasangan
periferal diidentifikasi
Perakitan, jenis komponen
dan setting yang dilakukan
dicatat dan dilaporkan sesuai
dengan SOP yang berlaku.
PC yang telah dirakit diuji
tampilan dan berfungsi
dengan baik
PC dapat digunakan sesuai
dengan kriteria unjuk kerja
pada unit kompetensi
HDW.OPR.101.(1).A atau
HDW.OPR.102.(1).A
Periferal dapat digunakan
sesuai dengan kriteria unjuk
kerja pada unit kompetensi
HDW.OPR.105.(1).A
Cara identifikasi hasil perakitan
PC dan pemasangan periferal
Mengikuti aturan
dalam pengujian PC
dan periferal
Menjelaskan tujuan,
produk, prosedur dan
cara penggunaan peralatan
untuk diagnosis
Memeriksa hasil perakitan
PC
Memeriksa hasil pemasangan
perifera
Hasil yang diperoleh pada
pemeriksaan hasil pera-kitan
PC dan pemasangan periferal
dilaporkan sesuai dengan
format dan pro-sedur yang
telah ditetap-kan (pada logsheet
/ report-sheet).
8
F. CEK KEMAMPUAN
Untuk mengetahui kompetensi awal yang telah Anda miliki, maka isilah
cek lis () seperti pada tabel pernyataan di bawah ini sesuai
kemampuan yang anda miliki.
Saya dapat
Melakukan
Pekerjaan ini
dengan
Kompeten
Sub
Kompetensi Pernyataan
Ya Tidak
Bila
Jawaban
“Ya”
Kerjakan
Merencanakan
kebutuhan dan
spesifikasi
1. Mengetahui komponen
dan spesifikasi pada PC
2. Membuat daftar
rencana kebutuhan dan
spesifikasi PC
Tes Formatif
1
Menginstalasi
komponen PC
Menguji dan Menginstalasi
komponen PC
Tes Formatif
2
Mengatur
komponen PC
menggunakan
software (melalui
setup BIOS dan
aktifasi komponen
melalui sistem
operasi)
Menyeting BIOS pada
berbagai PC
Tes Formatif
3
Menyambung /
memasang
peripheral (secara
fisik) dan setting
peripheral
menggunakan
software
Menginstalasi peripheral
pada PC
Tes Formatif
4
Memeriksa hasil
perakitan PC dan
pemasangan
peripheral
Memeriksa hasil perakitan
PC dan instalasi peripheral
pada PC
Tes Formatif
5
Apabila anda menjawab TIDAK pada salah satu pernyataan di atas,
maka pelajarilah modul ini.
9
BAB II
PEMELAJARAN
A. RENCANA PEMELAJARAN SISWA
Kompetensi : M enginstalasi PC
Sub Kompetensi : Merencanakan kebutuhan dan spesifikasi
Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat
Belajar
Alasan
Perubahan
Tanda
Tangan
Guru
Peralatan/Kompo-nen
dan Spesifikasi pada PC
Sub Kompetensi : Menginstalasi komponen PC
Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat
Belajar
Alasan
Perubahan
Tanda
Tangan
Guru
Perakitan PC dan
Keselamatan Kerja
dalam Merakit
Komputer
Sub Kompetensi : Mengatur komponen PC menggunakan software
(mela lui setup BIOS dan aktifasi komponen melalui
sistem operasi)
Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat
Belajar
Alasan
Perubahan
Tanda
Tangan
Guru
BIOS dan Konfigurasi
Sistem
Sub Kompetensi : Menyambung/memasang peripheral (secara fisik)
dan setting peripheral menggunakan software
Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat
Belajar
Alasan
Perubahan
Tanda
Tangan
Guru
Peripheral PC dan
Setting Peripheral
10
Sub Kompetensi : Memeriksa hasil perakitan PC dan pemasangan
peripheral
Jenis Kegiatan Tanggal Waktu Tempat
Belajar
Alasan
Perubahan
Tanda
Tangan
Guru
Pemeriksaan Hasil
Perakitan PC dan
Peripheral
11
B. KEGIATAN BELAJAR
1. Kegiatan Belajar 1: Peralatan/Komponen dan Spesifikasi pada
PC
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1) Peserta diklat mampu menjelaskan diagram blok komputer dan
fungsi masing-masing.
2) Peserta diklat mampu menjelaskan jenis-jenis, spesifikasi, dan
perkembangannya dari piranti input, proses, dan output.
3) Peserta diklat mampu membuat daftar rencana kebutuhan dan
spesifikasi PC.
b. Uraian Materi 1
Peralatan/Komponen pada PC meliputi unit input, unit proses, dan unit
output. Supaya komputer dapat digunakan untuk mengolah data,
maka harus berbentuk suatu sistem yang disebut dengan sistem
komputer. Secara umum, sistem terdiri dari elemen-elemen yang
saling berhubungan membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan
suatu tujuan pokok dari sistem tersebut.
Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk
menghasilkan informasi sehingga perlu didukung oleh elemen-elemen
yang terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak
(software), dan brainware. Perangkat keras adalah peralatan
komputer itu sendiri, perangkat lunak adalah program yang berisi
perintah-perintah untuk melakukan proses tertentu, dan brainware
adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta
mengatur sistem komputer.
12
Gambar 1. Struktur Komputer
Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan
dan membentuk satu kesatuan. Perangkat keras tanpa perangkat
lunak tidak akan berarti apa-apa, hanya berupa benda mati. Kedua
perangkat keras dan lunak juga tidak dapat berfungsi jika tidak ada
manusia yang mengoperasikannya.
1) Struktur dan Fungsi Komputer
Struktur komputer didefinisikan sebagai cara-cara dari tiap komponen
saling terkait. Struktur sebuah komputer secara sederhana, dapat
digambarkan dalam diagram blok pada Gambar a. Sedangkan fungsi
komputer didefinisikan sebagai operasi masing-masing komponen
sebagai bagian dari struktur. Adapun fungsi dari masing-masing
komponen dalam struktur tersebut adalah sebagai berikut:
13
a) Input Device (Alat Masukan)
Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi sebagai alat untuk
memasukan data atau perintah ke dalam komputer. Input device
adalah alat yang digunakan untuk menerima input dari luar sistem,
dan dapat berupa signal input atau maintenance input. Di dalam
sistem komputer, signal input berupa data yang dimasukkan ke dalam
sistem komputer, sedangkan maintenance input berupa program yang
digunakan untuk mengolah data yang dimasukkan. Dengan demikian,
alat input selain digunakan untuk memasukkan data juga untuk
memasukkan program.
Beberapa alat input mempunyai fungsi ganda, yaitu disamping sebagai
alat input juga berfungsi sebagai alat output sekaligus. Alat yang
demikian disebut sebagai terminal. Terminal dapat dihubungkan ke
sistem komputer dengan menggunakan kabel langsung atau lewat alat
komunikasi.
Terminal dapat digolongkan menjadi non intelligent terminal, smart
terminal, dan intelligent terminal. Non intelligent terminal hanya
berfungsi sebagai alat memasukkan input dan penampil output, dan
tidak bisa diprogram karena tidak mempunyai alat pemroses.
Peralatan seperti ini juga disebut sebagai dumb terminal. Smart
terminal mempunyai alat pemroses dan memori di dalamnya sehingga
input yang terlanjur dimasukkan dapat dikoreksi kembali. Walaupun
demikian, terminal jenis ini tidak dapat diprogram oleh pemakai,
kecuali oleh pabrik pembuatnya. Sedangkan intelligent terminal dapat
diprogram oleh pemakai.
Peralatan yang hanya berfungsi sebagai alat input dapat digolongkan
menjadi alat input langsung dan tidak langsung. Alat input langsung
yaitu input yang dimasukkan langsung diproses oleh alat pemroses,
14
sedangkan alat input tidak langsung melalui media tertentu sebelum
suatu input diproses oleh alat pemroses.
Alat input langsung dapat berupa papan ketik (keyboard), pointing
device (misalnya mouse, touch screen, light pen, digitizer graphics
tablet), scanner (misalnya magnetic ink character recognition, optical
data reader atau optical character recognition reader), sensor
(misalnya digitizing camera), voice recognizer (misalnya microphone).
Sedangkan alat input tidak langsung misalnya keypunch yang
dilakukan melalui media punched card (kartu plong), key-to-tape yang
merekam data ke media berbentuk pita (tape) sebelum diproses oleh
alat pemroses, dan key-to-disk yang merekam data ke media magnetic
disk (misalnya disket atau harddisk) sebelum diproses lebih lanjut.
(1) Keyboard
Merupakan alat input standart yang diperlukan dalam setiap PC.
Komponen ini tidak mengalami perkembangan yang pesat. Hanya
dalam konektor dalam PC nya saja yang mengalami perkembangan.
Dimulai dengan keyboard XT, keyboard PS2, keyboard USB dan yang
baru berkembang sekarang ini adalah keyboard wireless.
Gambar 2. Keyboard AT
15
Gambar 3. Keyboard PS/2
Gambar 4. Keyboard Wireless
(2) Mouse
Mouse merupakan komponen input yang sanagt diperlukan jika
menggunakan sistem operasi grafis. Mouse lebih banyak
eprkembangannya dari pada keyboard.
Muali dari mouse serial, mouse PS/2, mouse scroll, dan saat mouse
optik.
Gambar 5. Mouse Serial
16
Gambar 6. Mouse PS/2
G am bar 7. Mouse Optik Gambar 8. Mouse Ball
b) Output Device (Alat Keluaran)
Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan
keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran dapat berupa hardcopy
(ke kertas), soft-copy (ke monitor), ataupun berupa suara.
Output yang dihasilkan dari pemroses dapat digolongkan menjadi
empat bentuk, yaitu tulisan (huruf, angka, simbol khusus), image
(dalam bentuk grafik atau gambar), suara, dan bentuk lain yang dapat
dibaca oleh mesin (machine-readable form). Tiga golongan pertama
adalah output yang dapat digunakan langsung oleh manusia,
sedangkan golongan terakhir biasanya digunakan sebagai input untuk
proses selanjutnya dari komputer. Peralatan output dapat berupa:
17
Hard-copy device, yaitu alat yang digunakan untuk mencetak
tulisan dan image pada media keras seperti kertas atau film.
Contoh hard-copy devicce:
Gambar 8. Printer
Soft-copy device, yaitu alat yang digunakan untuk menampilkan
tulisan dan image pada media lunak yang berupa sinyal elektronik.
G a mbar 9. Proyektor Gambar 10. Monitor
Drive device atau driver, yaitu alat yang digunakan untuk
merekam simbol dalam bentuk yang hanya dapat dibaca oleh
mesin pada media seperti magnetic disk atau magnetic tape. Alat
ini berfungsi ganda, sebagai alat output dan juga sebagai alat
18
input. Sekarang media penyimpan yang berkembang adalah disk
drive, hard disk, CD-ROM/CD-RW.
Gambar11l. Hard Disk Gambar 12. CD-RW
Gambar 13. Disk Drive
c) I/O Ports
Bagian ini digunakan untuk menerima ataupun mengirim data ke luar
sistem. I/O Port juga biasa disebut dengan bagian interface (antar
muka) karena peralatan input dan output di atas terhubung melalui
port ini.
d) CPU (Central Processing Unit)
CPU merupakan otak sistem komputer, dan memiliki dua bagian fungsi
operasional, yaitu: ALU (Arithmetical Logical Unit) sebagai pusat
pengolah data, dan CU (Control Unit) sebagai pengontrol kerja
komputer.
19
Gambar 14. Prosesor
CPU merupakan tempat pemroses instruksi-instruksi program, yang
pada komputer mikro disebut dengan micro-processor (pemroses
mikro). Pemroses ini berupa chip yang terdiri dari ribuan hingga
jutaan IC. Dalam dunia dagang, pemroses ini diberi nama sesuai
dengan keinginan pembuatnya dan umumnya ditambah dengan
nomor seri, misalnya dikenal pemroses Intel 80486 DX2-400 (buatan
Intel dengan seri 80486 DX2-400 yang dikenal dengan komputer 486
DX2), Intel Pentium 100 (dikenal dengan komputer Pentium I), Intel
Pentium II-350, Intel Pentium III-450, Intel Celeron 333, AMD K-II,
dan sebagainya. Masing-masing produk ini mempunyai kelebihan dan
kekurangan masing-masing.
e) Memori
(1) Random Access Memory (RAM)
Semua data dan program yang dimasukkan melalui alat input akan
disimpan terlebih dahulu di memori utama, khususnya RAM, yang
dapat diakses secara acak (dapat diisi/ditulis, diambil, atau dihapus
isinya) oleh pemrogram. Struktur RAM terbagi menjadi empat bagian
utama, yaitu:
Input storage, digunakan untuk menampung input yang
dimasukkan melalui alat input.
20
Program storage, digunakan untuk menyimpan semua instruksiinstruksi
program yang akan diakses.
Working storage, digunakan untuk menyimpan data yang akan
diolah dan hasil pengolahan.
Output storage, digunakan untuk menampung hasil akhir dari
pengolahan data yang akan ditampilkan ke alat output.
Input yang dimasukkan melalui alat input akan ditampung terlebih
dahulu di input storage. Bila input tersebut berupa program maka
akan dipindahkan ke program storage, dan bila berbentuk data maka
akan dipindahkan ke working storage. Hasil dari pengolahan juga
ditampung terlebih dahulu di working storage dan bila akan
ditampilkan ke alat output maka hasil tersebut dipindahkan ke output
storage.
Gambar 15. Random Access Memory
(2) Read Only Memory (ROM)
Dari namanya, ROM hanya dapat dibaca sehingga pemrogram tidak
bisa mengisi sesuatu ke dalam ROM. ROM sudah diisi oleh pabrik
pembuatnya berupa sistem operasi yang terdiri dari program-program
pokok yang diperlukan oleh sistem komputer, seperti misalnya
program untuk mengatur penampilan karakter di layar, pengisian
tombol kunci papan ketik untuk keperluan kontrol tertentu, dan
bootstrap program. Program bootstrap diperlukan pada saat pertama
21
kali sistem komputer diaktifkan. Proses mengaktifkan komputer
pertama kali ini disebut dengan booting, yang dapat berupa cold
booting atau warm booting.
Cold booting merupakan proses mengaktifkan sistem komputer
pertama kali untuk mengambil program bootstrap dari keadaan listrik
komputer mati (off) menjadi hidup (on). Sedangkan warm booting
merupakan proses pengulangan pengambilan program bootstrap pada
saat komputer masih hidup dengan cara menekan tiga tombol tombol
pada papan ketik sekaligus, yaitu Ctrl, Alt, dan Del. Proses ini
biasanya dilakukan bila sistem komputer macet, daripada harus
mematikan aliran listrik komputer dan menghidupkannya kembali.
Instruksi-instruksi yang tersimpan di ROM disebut dengan
microinstruction atau firmware karena hardware dan software
dijadikan satu oleh pabrik pembuatnya. Isi dari ROM ini tidak boleh
hilang atau rusak karena bila terjadi demikian, maka sistem
komputer tidak akan bisa berfungsi. Oleh karena itu, untuk
mencegahnya maka pabrik pembuatnya merancang ROM sedemikian
rupa sehingga hanya bisa dibaca, tidak dapat diubah-ubah isinya oleh
orang lain. Selain itu, ROM bersifat non volatile supaya isinya tidak
hilang bila listrik komputer dimatikan.
Pada kasus yang lain memungkinkan untuk merubah isi ROM, yaitu
dengan cara memprogram kembali instruksi-instruksi yang ada di
dalamnya. ROM jenis ini berbentuk chip yang ditempatkan pada
rumahnya yang mempunyai jendela di atasnya. ROM yang dapat
diprogram kembali adalah PROM (Programmable Read Only Memory),
yang hanya dapat diprogram satu kali dan selanjutnya tidak dapat
diubah kembali. Jenis lain adalah EPROM (Erasable Programmable
Read Only Memory) yang dapat dihapus dengan sinar ultraviolet serta
22
dapat diprogram kembali berulang-ulang. Disamping itu, ada juga
EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory)
yang dapat dihapus secara elektronik dan dapat diprogram kembali.
c. Rangkuman 1
1) Komputer PC terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bagian input,
proses, dan output. Setiap bagian terdiri dari beberapa komponen
yang saling mendukung.
2) Setiap komponen pada PC mempunyai spesifikasi tertentu dan
kegunaan/fungsi khusus.
d. Tugas 1
1) Amati sebuah PC, sebutkan mana yang termasuk unit input, unit
proses, dan unit output.
2) Bukalah casing suatu PC, sebutkan catat dan sebutkan namanama
komponen yang ada didalamnya.
e. Tes Formatif 1
1) Gambarkan struktur/diagram blok dari komputer dan jelaskan
fungsi masing-masing bagian !
2) Sebutkanlah komponen-komponen pada PC yang termasuk unit
input !
3) Berilah satu contoh spesifikasi dari prosesor/mikroprosesor
f. Kunci Jawaban Formatif 1
1) Lihat Gambar a. Struktur Komputer beserta penjelasannya.
2) Keyboard, Mouse, Joy stake, Microphone, Midi, Camera,
Scanner,dsb.
3) Intel Pentium 133 : Kecepatan clock 133 Mhz, tegangan kerja 5V,
cache memori 128KB
23
g. Lembar Kerja 1
Alat dan bahan :
1) Komputer PC 1 unit lengkap dengan multi media
2) Buku manual reference untuk komponen PC yang sesuai
3) Tools set
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah
ditentukan.
Langkah Kerja
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini.
2) Bukalah penutup casing pada CPU
3) Amati semua komponen yang ada.
4) Catatlah semua komponen yang ada pada CPU dan di luar CPU.
5) Buka dan bacalah buku manual reference yang sesuai dengan
komponen yang ada.
6) Catatlah spesifikasi dari komputer tersebut.
7) Buatlah laporan tentang spesifikasi dari komputer yang anda
amati tersebut.
8) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing (pengajar).
9) Jika semua telah selesai tutuplah kembali cashing pada CPU dan
rapikan alat dan bahan kemudian kembalikan ke tempat semula.
24
2. Kegiatan Belajar 2: Perakitan PC dan Keselamatan Kerja
dalam Merakit Komputer
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1) Peserta diklat mampu menginstalasi komponen PC dengan baik
dan aman.
2) Peserta diklat mampu mengetahui tindakan yang membahayakan
dalam pemasangan komponen PC.
b. Uraian Materi 2
Sebelum merakit sebuah PC pastikan pertalatan yang dibutuhkan
sudah tersedia, Peralatan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
Obeng, tang, AVO meter (bila ada), solder, timah solder, isolasi, tali
pengikat kabel dan buki catatan. Solder maupun AVO meter jarang
dipakai apabila mempergunakan komponen yang masih baik.
Pengukuran arus dan tegangan listrik hanya dilakukan apabila
komponen yang dipergunakan adalah komponen bekas yang anda
tidak mengetahui apakah masih baik atau tidak. Sebaiknya tidak
menggunakan AVO meter pada motherboard apabila motherboard
masih baik, karena anda tidak tahu titik-titik mana yang merupakan
titik ukur. Kecerobohan dalam hal ini bisa menimbulkan akibat fatal.
Apabila anda mempergunakan komponen baru, anda tidak perlu
melakukan pengukuran arus dan tegangan dengan AVO meter. AVO
meter mungkin perlu dipergunakan hanya untuk mengetahui tegangan
listrik di jala-jala listrik rumah anda saja. Bila anda sudah mengetahui
lihatlah di bagian power suply komputer (terdapat di dalam
cahing/kotak komputernya) apakah sudah diatur pada skala tegangan
yang sesuai dengan tegangan listrik di tempat anda atau belum. Bila
type power suply-nya tergolong type otomatik anda tidak perlu
hawatir. Apabila power suplynya tergolong semi otomatik,
25
kemungkinan anda harus memindahkan posisi saklar pengatur
tegangan ke posisi tegangan yang sesuai dengan tegangan listrik di
tempat anda.
Selanjutnya untuk merakit komputer personal anda dapat mengikuti
langkah-langkah sebagai berikut :
1) Ambil motherboard dan letakkan di tempat yang aman. Persiapkan
peralatan dan buku manual dari masing komponen PC. Baut
motherboard dengan papan casing, sehingga akan lebih kuat dan
aman.
Gambar 16. Motherboard
2) Pasanglah processor pada tempatnya (soket-nya) perhatikan
tanda pada processor harus ditempatkan sesuai dengan tanda
yang ada pada soket tersebut (tidak boleh terbalik). Kuncilah
tangkai pengunci yang biasanya terdapat disisi soket processor.
Perhatikan kode titik atau sisi processor dengan bentuk miring
merupakan petunjuk agar bagian processor itu dipasang pada
bagian slot yang memiliki tanda sama. Bacalah dengan baik
manual processor dari pabriknya Apabila anda kurang hati-hati
atau terbalik memasang processor ini bisa berakibat fatal. Bila
anda ragu sebaiknya pada saat membeli motherboard bisa anda
26
tanyakan kepada penjualnya. Kemudian pasanglah kipas
pendingin diatasnya. Pada produk processor terakhir sudah
dilengkapi dengan kipas pendingin.
Gambar 17. Pemasangan Prosesor
3) Pasanglah memori RAM pada tempatnya dengan baik, perhatikan
sudut memori yang biasanya berlekuk harus ditempatkan pada
tempatnya secara hati-hati. Apabila anda terbalik memasangnya,
maka memori akan sulit dimasukan. Pada jenis memori SDRAM,
dudukan memori di motherboard memiliki pengunci yang akan
bergerak mengunci bersamaan dengan masuknya memori ke
dalamnya.
27
Gambar 18. Pemasangan RAM
4) Masukan motherboard ke dalam cashing (kotak komputer),
kaitkanlah pengait plastik yang biasa disediakan oleh pabrik
cashing, ke dalam lubang yang terdapat pada motherboard. Pada
sudut yang memungkinkan anda tempatkan baut, bautlah
motherboard tersebut pada cashing untuk menghindarkan
terjadinya pergeseran motherboard pada waktu anda memindahmindahkan
CPU nantinya. Sebaiknya hati-hati memasang
motherboard pada cashing karena bentuknya tipis kecil dan
memiliki rangkaian elektronik yang rumit.
28
Gambar 19. Memasukkan Motherboard dalam Casing
5) Pasanglah kabel khusus catu daya motherboard yang ada pada
prower suply (biasanya dituliskan P8 dan P9), kabel berwarna
hitam dari kedua konektornya harus dipasang berdampingan.
Apabila anda mempergunakan jenis motherboard jenis ATX,
pasanglah kabel power khusus tersebut pada slot power khusus
ATX yang terdapat pada motherboard tersebut.
Gambar 20. Pemasangan Kabel pada Motherboard
29
6) Pasanglah hard disk, floppy drive pada tempat yang telah tersedia
dalam cashing CPU, kencangkan dudukannya dengan baut secara
hati-hati. Bila ada CD ROM drive, pasangkan pula alat ini secara
hati-hati dan dikencangkan dengan baut. Perlu diperhatikan untuk
CD-ROM dan hard disk jumper terpasang dengan benar, karena
akan mengindentifikasikan sebagai master atau slave, akrena jika
salah hard disk atau CD-ROM tidak akan terdeteksi.
Gambar 21. Pemasangan Kabel dan Jumper
Gambar 22. Pemasangan Harddisk, Disk Drive, dan CD ROM pada
Casing
7) Sambungkan kabel dari power suply ke slot power yang terdapat
di hard disk, flopy drive dan CD ROM drive. Perhatikan sudut
30
konektor plastiknya pada kabel tersebut biasanya sudah dirancang
pas sesuai dengan dudukan yang terdapat pada hard disk, flopy
drive atau CD ROM drive. Bila anda memasang konektor ini
terbalik, maka pada saat anda memasukan konektor tersebut akan
terasa sedikit sulit. Segeralah cabut konektornya dan masukan
kembali pada posisi yang tepat.
Gambar 23. Pemasangan Kabel Power pada Harddisk, Disk Drive, dan
CD ROM
8) Sambungkan kabel pita (kabel data) pada dudukan hard disk,
flopy drive dan CD ROM drive. Kabel ini berfungsi untuk
menghubungkan peralatan tersebut ke motherboard. Perhatikan
sisi kabel berwarna merah harus ditempatkan pada kaki nomor
satu (lihat keterangan yang dituliskan pada hard disk atau flopy
drive ataupun CD ROM drive). Bila terbalik memasangnya
komputer tidak akan bekerja baik dan dapat merusakan peralatanperalatan
tersebut. Kabel yang terpasang ke flopy drive lebih
sempit bila dibandingkan kabel penghubung hard disk ataupun CD
ROM drive. Kabel penghubung hard disk dan CD ROM drive sama
ukurannya. Untuk kabel Pita strip merah pada pinggir kabel
menandakan no:1.
31
Gambar 24. Pemasangan Kabel Data
9) Sambungkan kabel dari flopy drive ke slot untuk flopy drive,
demikian pula sambungkan kabel dari hard disk ke slot IDE nomor
1, dan kabel dari CD ROM ke slot IDE nomor 2. Perhatikan juga
agar sisi kabel berwarna merah harus menempati kaki nomor satu
pada tiap slot. Anda bisa melihat keterangan yang tertulis di
motherboard ataupun di manual motherboard.
Gambar 25. Slot Disk Drive, Hard disk dan CD ROM
10) Pasanglah VGA card pada slotnya, bila anda memiliki card dari
jenis ISA, anda harus menempatkan card tersebut pada ISA slot
bus di motherboard. Bila anda memiliki card VGA jenis PCI, anda
harus pasangkan card tersebut pada slot bus PCI di motherboard.
32
Tetapi jika VGA berupa VGA onboard, tinggal mengatur dalam
BIOS.
Gambar 26. Pemasangan VGA Card pada Motherboard
11) Pasang expansion card tambahan pada PCI maupun ISA.
Expansion card dapat berupa LAN card sound card , TV tunner
card, video capture dan lain-ain. Setelah itu kencangkan dengan
baut denag dudukan casing PC.
Gambar 27. Mengencangkan Epansion Card pada Casing
33
12) Hubungkan konektor kabel penghubung tombol "Reset" ke pin
"Reset" yang terdapat pada motherboard. Hubungkan pula
konektor kabel penghubung speaker ke pin bertuliskan speaker
yang ada pada motherboard. Sering ditulis dengan kode LS.
Beberapa cashing telah dilengkapi pula kabel lampu indikator
berikut kabel penghubungnya lengkap dengan konektornya agar
perakit komputer tinggal menghubungkan saja ke motherboard.
Gambar 28. Memasang Tombol-tombol Casing
13) Pasanglah kabel data dari monitor ke slot yang terdapat di card
VGA, perhatikan konektornya memiliki 3 deretan kaki yang
tersusun rapi, dengan konektor berbentuk trapesium.
14) Pasangkan konektor keyboard ke slot keyboard yang terdapat di
motherboard. Dan perangkat yang lain.
Gambar 29. Terminal untuk I/O Motherboard
34
15) Pasangkan kabel listrik (power) dari layar monitor ke slot power
yang terdapat di bagian belakang power suply yang telah
terpasang pada cashing CPU. Bila konektornya tidak cocok, anda
dapat memasang kabel listrik tersebut ke jala-jala listrik rumah
anda. Anda akan membutuhkan T konektor untuk membagi listrik
ke monitor dan CPU yang anda rakit. Pasangkan kabel listrik untuk
CPU ke slot yang terdapat pada power suply di bagian belakang
cashing CPU.
Gambar 30. Pemasangan Kabel Power
Sekarang anda telah berhasil merakit sebuah Personal Komputer,
tetapi anda belum bisa mempergunakan komputer tersebut. Anda
masih harus mengatur program BIOS, dan memasang (menginstal)
program sistem operasi dan program aplikasi ke dalam hard disknya.
Sebelum anda mengatur program BIOS, anda cek kembali semua
langkah yang telah anda lakukan tadi. Perhatikan posisi "jumper"
jangan ada yang salah, demikian pula processor dan RAM serta kabelkabel
penghubung hard disk, flopy drive dan CD ROM drive. Setelah
anda yakin benar dan sudah sesuai dengan keterangan yang
35
tercantum dalam manual pabrik dari setiap peralatan tadi. Anda bisa
melakukan pengaturan program BIOS.
c. Rangkuman 2
1) Dalam merakit komponen pastikan tidak ada kaki komponen yang
terbalik, atau pemasangan kabel yang terbalik. Karena akan
berakibat fatal bagi komponen maupun peralatan yang lain.
2) Urutkan dalam merakit komponan PC sesuai dengan manual
instruksinya.
d. Tugas 2
1) Gambarkan urutan kaki komponen prosessor dan RAM.
2) Ambil sebuah motherboard PC, sebutkan nama dan fungsi dari
jumper, soket, chip, dan slot yang ada dalam motherboard.
e. Tes Formatif 2
1) Bagaimana cara mengatahui urutan kabel pita pada floppy
maupun hard disk?
2) Bagaimana cara memasang prosesor pada motherboard.
f. Kunci Jawaban Formatif 2
1) Dengan melihat warna kabel pada bagian tepi. Kabel nomor 1
adalah kabel yang berwarna merah atau biru, kabel berikutnya
bernomor berikutnya (2-34 untuk floppy dan 2-40 untuk hard
disk).
2) Lihat uraian materi 2 pada bagian pemasangan prosesor.
g. Lembar Kerja 2
Alat dan bahan :
1) Komponen PC untuk 1 unit lengkap dengan multi media.
36
2) Buku manual reference untuk komponen PC yang sesuai.
3) Tools set.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah
ditentukan.
Langkah Kerja
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini.
2) Bukalah penutup casing.
3) Pasangkan motherboard ke dalamnya.
4) Buka dan bacalah buku manual reference yang sesuai dengan
komponen yang ada.
5) Pasangkan disk drive, hard disk, dan CD ROM drive ke casing pada
tempat yang telah disediakan dengan rapi, benar, dan kuat.
6) Pasangkan prosesor beserta pendingin dan kipasnya pada
motherboard dengan hati-hati dan benar.
7) Pasangkan RAM pada mother board.
8) Instalasi pengkabelan motherboard dengan mengacu pada buku
manual referencenya (kabel : power, kipas, disk drive, hard disk,
CD ROM Drive, LED, tombol reset, power, dlsb).
9) Pasangkan kabel power ke disk drive, hard disk, dan CD ROM
Drive.
10) Pasangkan kabel ke disk drive, hard disk, dan CD ROM Drive
dengan urutan yang benar.
11) Pasangkan semua card I/O yang ada pada slot yang tersedia di
motherboard dengan benar kemudian disekrup pada
pemegangnya supaya kuat dan kokoh.
37
12) Cek kembali semua sambungan dan pemasangan komponen yang
telah dikerjakan dengan teliti, setelah yakin benar periksakan hasil
kerja anda pada pengajar.
13) Buatlah laporan tentang perakitan PC dari komputer yang anda
rakit tersebut.
14) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing (pengajar).
15) Jika semua telah selesai tutuplah kembali cashing pada CPU dan
rapikan alat dan
38
3. Kegiatan Belajar 3 : BIOS dan Konfigurasi Sistem
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1) Peserta diklat mampu mengenal BIOS dalam setiap PC.
2) Peserta diklat mampu mengoperasikan BIOS untuk mengaktifkan
dan menonaktifkan PC.
b. Uraian Materi 3
Basic Input Output System atau sering disebut BIOS merupakan
firmware. BIOS digunakan untuk mengatur komponen PC secara
software atau dengan kata lain disebut dengan istilah jumper less
Komponen PC yang dapat diseting melalui BIOS hanya tertentu saja,
dan merupakan komponen pokok dalam sebuah PC dan komponen
yang terintegrasi dengan mainboard (Onboard). Berikut komponen
yang dapat di set melalui BIOS:
•Hard disk
•CD-ROM
•Floppy disk
•RAM
•Processor
•LAN onboard
•Souncard onboard
•VGA onboard
Dalam modul ini digunakan Award BIOS sebagai contoh untuk
menkofigurasi komponen PC. Sedangakn untuk BIOS dengan merk
lain hampir sama, hanya letak dan namnya saja yang munkin
berbeda. Pada AWARD BIOS terdapat beberapa menu pokok yaitu:
MAIN, ADVANCED, POWER, BOOT, EXIT. Berikut langakah - langkah
untuk mengatur komponen PC.
39
1) Hard Disk dan CD-ROM
Untuk komponen hard disk, dalam BIOS hanya mangatur aktif
tidaknya serbuah hard disk, dan juga menentukan berapa besar
kapasitas sebuah hard disk baiks scara manual maupun otomastis.
Terletak dalam menu MAIN kemudian dilanjutkan pada sub menu
letak dari drive terpasang.
Gambar 31.Pengenalan Hard Disk dan CD-ROM pada BIOS
Selanjutnya untuk mengatur hard disk atau CD ROM, masuk ke sub
menu letak hard disk atau CD ROM terpasang. Kita asumsikan
bahawa hard disk terlatak pada primary master.
Gambar 32. Penentuan Hard Disk dan CD-ROM pada BIOS
40
Dalam menu di atas merupakan tampilan untuk mengatur hard disk
yang terletak di primary master. Yang perlu diatur dalam menu di atas
adalah “type”, dalam menu tersebut terdapat pilihan diantaranya:
Auto, User Type HDD, CD-ROM, LS-120, ZIP, MO, Other ATAPI device,
dana None. Untuk lebih amany pilih Auto karena system akan
medeteksi secara otomatis device yang terpasang, sedangkan None
digunakn untuk men-disable hard disk atau tidak ada device yang
terpasang.
2) Floppy Disk
Untuk mengatur floopy disk terletak dalam menu yang sama seperti
hardik dan CD_ROM. Terletak dalam menu MAIN dan pada umumnya
bernama legacy diskette A. dalam opsi drive A dapat dipilih bermacam
jenis type Disk Drive seperti 1.44 MB, 3.5-“ 720Kb, 3.5 “ – 2.88MB,
3.5” -360KB, 5.24”- 720kb, 5.25” dan none. Opsi “none” digunakan
untuk menonaktifkan floppy disk. Pilih sesuai dengan floopy disk yang
terpasang atau jika tidak terdapat floopy disk terpasang dapat
digunakan pilihan None.
Gambar 33. Pengenalan Floppy Disk pada BIOS
41
3) RAM
RAM hanya dapat diatur bagian clock latency-nya saja tetapi tidak
semua RAM dapat diatur, merk tertentu saja yang dapat di set secara
manual. Hanya RAM yang sering digunakan untuk overcloking yang
dapat diset manual. Untuk mestting masuk ke menu advanced 
Chip Configuration.
Gambar 34. Pengaturan RAM pada BIOS
Pada gambar di atas untuk menentukan seting secara manual atau
otomatis terletak dalam sub menu “SDRAM Cofiguration” Untuk “By
SPD” akan dilakukan seting secara automatis oleh sistem sedangkan
untuk seting secara manual pilih “User Define”. Hati- hati dalam
mengubah nilai Clock latency dari RAM, sesuaikan dengan
kemampuan RAM yang terpasang. Untuk lebih amannya gunalan
pilihan secara otomatis selain lebih aman nilai yang diatur akan
disesuaikan dengan nilai default RAM yang terpasang.
4) Prosesor
Ada beberapa cara untuk mengatur kecepatan prosesor sesuai dengan
kemampuannya. Untuk seting dengan BIOS tidak semua prosesor bisa
42
diatur, hanya prosesor tertentu saja yang dapat di set lewat BIOS.
Untuk mengatur variabel-variabel dalam prosesor masuk kedalam
menu advanced, maka akan terlihat beberapa menu yang
berhubungan dengan CPU, yaitu: CPU speed, CPU/PCI Frequency,
dan CPU/Memory frequency ratio. CPU Speed merupakan kecepatan
CPU yang dapat ditentukan secara Manual maupun otomatis. Untuk
melakukan Overcloking dapat dilakuakn seting pada bagian
CPU/Memory frequency ratio. Pada bagian ini dapat di set jika CPU
Speed dipilih manual. Tetapi perlu diingat sesuiakn dengan
kemampuan prosesor karen jika tidak akan berakibat fatal.
Gambar 35. Pengaturan Prosesor pada BIOS
5) LAN Onboard dan Sound onboard
Untuk kedua komponen ini sama dalam melakukan konfigurasi di
dalam BIOS. Terletak dalam menu yang sama dan untuk
mengaktifkan dengan memelih “enabled” pada masing-masing
komponen. Sedangkan untuk menonaktifkan cukup dengan memilih
“disabled”. Sedangkan untuk opsi auto digunakan untuk medeteksi
secara otomatis, jika ada komponen yang terpasang maka akan
automatis mengaktifkan komponen tersebut. Untuk masuk dalam
43
konfigurasi komponen ini masuk menu Advanced Chip
Configuration. Dalam versi BIOS ini LAN Onboard dengan menu MCP
MAC Controller sedangkan Sound Onboard denagn menu MCP Audio
Controller, pilih enabled atau Auto untuk mengatifkan komponen
tersebut. Perlu diingat apbila ingin memasang komponen baru yang
bukan onboard dan komponen tersebut sejenis dengan komponen
yang onboard maka harus dinon-aktifkan komponen yang onboard
tersebut terlebih dahulu. Karena jika tidak akan terjadi konflik IRQ
atau I/O addres-nya.
Gambar 36. Pengaturan LAN dan Sound onboard pada BIOS
6) VGA Onboard
Untuk mengatur komponen VGA onboard yang perlu diperhatikan
adalah mengatur besar kecilnya shared memori. Shared memori
adalah memori yang digunakan oleh VGA sebagai buffer dan
diambilkan dari RAM. Besarnya nilai shared memori tegantung
kemampuan VGA dan besarnya RAM yang terpasang. Untuk mangatur
besarnya shared memori masuk ke menu advaced Chip Configuration.
Pilih bagian “VGA Shared memory size”. Besar kecilnya nilai memory
yang diambil tergantung dari Jenis VGA Onboardnya dan besarnya
kapasitas RAM yang terpasang.
44
Gambar 37. Pengaturan VGA Onboard pada BIOS
Satu hal lagi dalam VGA yang sangat penting adalah Primary VGA
BIOS. Opsi ini terletak dalam menu Advanced PCI Configuration,
digunakan untuk memilih urutan deteksi dari VGA yang terpasang
dalam sistem. Urutan tersebut diantaranya: PCI VGA Card, AGP VGA
card, dan Onboard VGA. Jika VGA yang digunkan dalah Onboard maka
set dengan Onboard VGA.
Gambar 38. Penentuan Jenis VGA lewat BIOS
45
7) Aktivasi komponen melalui sistem operasi
Untuk mengaktifkan komponen-komponen dalam sistem operasi harus
dipersiapkan terlebih dahulu driver dari masing-masing komponen.
Secara Umum untuk instalasi driver dari setiap komponen adalah
sama. Berikut aktifasi komponen dalam sistem opeprasi:
a) klik kanan pada my computer --> properties
Gambar 39. My Computer Properties
b) komponen yang belum terinstall akan terlihat tanda peringantan,
seperti gambar di bawah ini
Gambar 40. Tanda Komponen yang Tidak Aktif
46
c) klik kanan pada icon komponen tersebut selanjutnya klik update
driver. Maka akan tampil keluaran seperti gambar di bawah ini.
Gambar 41. Kotak Dialog Update Driver
d) Pilih yang advanced untuk menentukan secara manual letak driver
dari komponen.
Gambar 42. Penentuan Letak Driver Komponen
e) Jika driver yang diapasang sesuai, maka proses instalasi
komponen telah selesai, selanjutnya komponen dapat digunkan.
47
Sedangakan untuk komponen tertentu perlu dilakukan restart
sistem.
Gambar 43. Instalasi Driver Seleasi
c. Rangkuman 3
1) Untuk mengatur komponen secara software dilakukan dengan
BIOS. Komponen yang dapat diatur adalah komponen yang
pokok dalam PC dan integrated komponen dalam system.
2) Untuk komponen yang telah terintegrasi dalam sistem untuk
mngaktifkan dengan memih Enabled dan untuk menonaktifkan
dengan mendisabled.
3) Untuk memasang komponen yang sejenis dengan komponen yang
terintegrasi mak perlu dimatikan terlebih dahulu komponen yang
terintegrasi.
d. Tugas 3
1) Amatilah seting BIOS pada suatu PC, kemudian catatlah.
2) Setinglah BIOS pada PC tersebut sesuai dengan komponen dan
pheriperal yang terpasang.
48
e. Tes Formatif 3
1) Apa beda mode auto dan manual pada setting BIOS?
2) Bagaimana cara menyeting BIOS, supaya PC dapat bekerja
dengan optimal.
f. Kunci Jawaban Formatif 2
1) Mode auto BIOS akan membaca setting secara otomatis sesuai
dengan kondisi komponen dan peripheral yang terpasang.
Sedangkan mode manual setting harus diisi oleh pengguna sesuai
dengan spesifikasi komponen atau peralatan yang terpasang.
2) Pengesetan setting pada BIOS diisi secara manual sesuai dengan
spesifikasi komponen dan peralaan yang terpasang. Bagian setting
peralatan yang tidak ada disetting disable atau none. Dengan
demikian kerja komputer akan lebih cepat.
g. Lembar Kerja 3
Alat dan bahan :
1) PC 1 unit lengkap dengan multi media.
2) Buku manual reference untuk komponen PC yang sesuai.
3) Tools set.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah
ditentukan.
Langkah Kerja
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini.
2) Bukalah penutup casing pada CPU
49
3) Amati semua komponen yang ada.
4) Catatlah semua komponen dan peripheral yang ada pada CPU dan
di luar CPU.
5) Buka dan bacalah buku manual reference yang sesuai dengan
komponen yang ada.
6) Catatlah spesifikasi dari komponen dan peripheral tersebut.
7) Hidupkan komputer dan tekan tombol Del (atau yang lain sesuai
dengan petunjuk yang ada atau pesan yang ditampilkan dilayar)
untuk menuju menu setting BIOS.
8) Catatlah semua setting BIOS yang ada disitu.
9) Keluar dari menu setting lanjutkan sampai proses booting selesai,
amati dan catat lama waktu booting, kemudian matikan dengan
prosedur mematikan yang benar.
10) Ulangi langkah 7, kemudian ubahlah setting BIOS tersebut sesuai
dengan spesifikasi komponen dan peripheral yang terpasang.
11) Ulangi langkah 9.
12) Buatlah laporan tentang lama waktu booting dan pengaruh
setting BIOS pada komputerut.
13) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing
(pengajar).
14) Jika semua telah selesai tutuplah kembali cashing pada CPU dan
rapikan alat dan bahan kemudian kembalikan ke tempat semula.
50
4. Kegiatan Belajar 4 : Peripheral PC dan Setting Peripheral
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1) Peserta diklat mampu menjelaskan peralatan yang dibutuhkan
dalam menyambung/memasang peripheral.
2) Peserta diklat mampu menjelaskan prosedur pemasangan/
penyambungan peripheral dengan baik dan benar.
3) Peserta diklat mampu menjelaskan setting peripheral
menggunakan software.
b. Uraian Materi 4
Peripheral komputer merupakan peralatan tambahan komputer yang
dibutuhkan untuk keperluan – keperluan lain. Misalnya koneksi
jaringan, mencetak, atau mengambil gambar. Peripheral tersebut
meliputi Printer, Scanner, Modem, Network Card, dan lain sebagainya.
Instalasi peripheral meliputi instalasi secara fisik dan instalasi secara
software. Instalasi fisik meliputi pemasangan peripheral dengan baik
dan benar, dan instalasi software meliputi pengenalan peripheral
terhadap sistem operasi yaitu dengan menginstall driver yang
dibutuhkan.
1) Printer
Printer merupakan komponen output yang digolongkan sebagai Hard
Copy Device. Yaitu merupakan alat yang digunakan untuk mencetak
keluaran dari proses yang dilakukan oleh komputer baik tulisan
maupun grafik secara langsung dengan menggunakan media kertas
ataupun yang lainnya.
Ada tiga jenis printer yang beredar dipasaran. Dot matrik, Ink Jet, dan
Laser Jet. Printer Dot Matrik merupakan printer yang menggunakan
pita sebagai alat percetakannya. Ink Jet menggunakan tinta,
51
sedangkan laser jet menggunakan serbuk laser. Sedangkan jenis
konektor printer ada dua macam yaitu melalui konektor Paralel Port
dan USB Port.
Langkah – langkah instalasi printer :
Tancapkan kabel printer pada printer dan konektor parallel port
male/konektor USB port pada komputer dengan benar.
Gambar 44. Konektor Paralel untuk Printer
52
Gambar 45. Konektor Printer USB
- Pastikan catridge printer sudah terpasang dengan benar.
- Hubungkan printer ke jala-jalla listrik
- Dan pastikan ada ativitas dalam printer tersebut (catrigde
bergerak).
- Sampai langkah ini instalasi peripheral secar fisik sudah selesai
- Selanjutnya tinggal instalasi untuk software yaitu pemasangan
driver.
Pada instalasi driver, biasanya pada sistem operasi Windows XP akan
secara otomatis menjalankan file instalasi driver tersebut. Langkah –
langkahnya adalah sebagai berikut :
- Masukan CD Driver bawaan printer tersebut, dalam praktek kali ini
printer yang akan diinstal adalah printer Canon BJC-2100.
- Setelah CD dimasukan, Windows akan secara otomatis
menjalankan file eksekusi dan akan muncul kotak dialog seperti
berikut :
53
Gambar 46. Tampilan Awal Instal Printer
- Setelah itu tekan tombol Next, untuk konfirmasi bahwa Anda
akan menginstall driver tersebut. Dan setelah itu akan muncul
kotak dialog seperti berikut :
Gambar 47. Kotak Dialog Instal Printer BJC-2100SP
54
- Klik tombol Start, untuk memulai proses instalasi dengan memilih
option Printer Driver.
Gambar 48. Kotak Dialog Proses Instal Printer BJC-2100SP
- Setelah proses peng-copy-an file selesai, akan muncul kotak
dialog seperti gambar di bawah ini.
Gambar 49. Kotak Dialog Deteksi Port Printer
55
- Untuk selanjutnya tekan tombol Manual Selection untuk
memilih port yang akan digunakan. Dan setelah itu akan muncul
kotak dialog seperti berikut ini.
Gambar 50. Kotak Dialog Seleksi Port Secara Manual
- Setelah pemilihan port selesai, tekan tombol Next dan proses
instalasi akan selesai dan printer siap digunakan.
2) Scanner
Scanner adalah suatu alat elektronik yang fungsinya mirip dengan
mesin fotokopi. Mesin fotocopy hasilnya dapat langsung kamu lihat
pada kertas sedangkan scanner hasilnya ditampilkan pada layar
monitor komputer dahulu kemudian baru dapat dirubah dan
dimodifikasi sehingga tampilan dan hasilnya menjadi bagus yang
kemudian dapat disimpan sebagai file text, dokumen dan gambar.
56
Gambar 51. Scanner
Bentuk dan ukuran scanner bermacam-macam, ada yang besarnya
seukuran dengan kertas folio ada juga yang seukuran postcard,
bahkan yang terbaru, berbentuk pena yang baru diluncurkan oleh
perusahaan WizCom Technologies Inc. Scanner berukuran pena
tersebut bisa menyimpan hingga 1.000 halaman teks cetak dan
kemudian mentransfernya ke sebuah komputer pribadi (PC). Scanner
berukuran pena tersebut dinamakan Quicklink. Pena scanner itu
berukuran panjang enam inci dan beratnya sekitar tiga ons. Scanner
tersebut menurut WizCom dapat melakukan pekerjaannya secara acak
lebih cepat dari scanner yang berbentuk datar.
Gambar 52. Bagian-bagian Scanner
Data yang telah diambil dengan scanner itu, bisa dimasukkan secara
langsung ke semua aplikasi komputer yang mengenali teks ASCII.
57
Pada saat ini banyak sekali scanner yang beredar di dunia dengan
berbagai merk pula, Di antaranya scanner keluaran dari Canon,
Hewlett Packard ( HP ), EPSON, UMAX dan masih banyak lagi.
Perbedaan tiap scanner dari berbagai merk terletak pada pemakaian
teknologi dan resolusinya. Pemakaian teknologi misalnya penggunaan
tombol-tombol digital dan teknik pencahayaan.
Cara kerja Scanner :
Ketika tombol mouse ditekan memulai Scanning, yang terjadi adalah
penekanan tombol mouse dari komputer menggerakkan pengendali
kecepatan pada mesin scanner. Mesin yang terletak dalam scanner
tersebut mengendalikan proses pengiriman ke unit scanning.
Kemudian unit scanning menempatkan proses pengiiman ke tempat
atau jalur yang sesuai untuk langsung memulai scanning. Nyala lampu
yang terlihat pada Scanner menandakan bahwa kegiatan scanning
sudah mulai dilakukan.
Setelah nyala lampu sudah tidak ada, berarti proses scan sudah
selesai dan hasilnya dapat dilihat pada layar monitor. Apabila hasil
atau tampilan teks / gambar ingin dirubah, kita dapat merubahnya
dengan menggunakan software-software aplikasi yang ada. Misalnya
dengan photoshop, Adobe dan lain- lain. pot scanned.
Ada dua macam perbedaan scanner dalam memeriksa gambar yang
berwarna yaitu Scanner yang hanya bisa satu kali meng-scan warna
dan menyimpan semua warna pada saat itu saja. Scanner yang
langsung bisa tiga kali digunakan untuk menyimpan beberapa warna.
Warna-warna tersebut adalah merah, hijau dan biru.
Scaner yang disebut pertama lebih cepat dibandingkan dengan yang
kedua, tetapi menjadi kurang bagus jika digunakan untuk reproduksi
58
warna. Kebanyakan scanner dijalankan pada 1-bit (binary digit /
angka biner), 8-bit (256 warna), dan 24 bit (lebih dari 16 juta warna).
Nah, bila kita membutuhkan hasil yang sangat baik maka dianjurtkan
menggunakan scanner dengan bit yang besar agar resolusi warna
lebih banyak dan bagus.
Scanner tidak akan bekerja pada sistem operasi apabila tidak ada
driver di dalam sistem operasi tersebut. Untuk langkah selanjutnya
adalah proses instalasi driver scaner. Langkah – langkahnya adalah
sebagai berikut :
- Masukan CD Driver Scaner tersebut, dalam hal ini Scaner yang
akan dicontohkan adalah Scanner CanoScan 3200/3200F.
- Langkah selanjutnya memilih bahasa yang akan digunakan dalam
proses instalasi.
- Selanjutnya adalah memilih software yang diinstall dalam hal ini
software untuk mengambil gambar yang diambil oleh Scaner.
Gambar 53. Kotak Dialog Scanner Setup Utility
59
- Setelah muncul kotak dialog seperti gambar di atas dan pilih
Install the Software, maka akan muncul kotak dialog seperti
berikut :
Gambar 54. Alternatif Pilihan Software Scanner
- Pada kotak dialog tersebut, pengguna dapat memilih software
yang akan diinstall dan software yang tidak akan diinstall.
Kemudian klik tombol Start Instalation.
- Setelah itu tinggal mengikuti konfirmasi yang ditampilkan. Dan
setelah selesai proses instalasi, Scaner siap digunakan.
3) Modem
Modem merupakan salah satu perangkat komputer untuk perantara
komputer dengan saluran telphone agar data berhubungan Internet
Service Provider (ISP). Modem ada dua macam, yaitu modem internal
dan modem external. Modem internal yaitu modem yang pasang di
dalam motherboard dalam bentuk kartu. Teknik pemasangannya sama
60
seperti kartu – kartu lain pada umumnya. Sedangkan modem external
adalah yang dapat dipasang dan dilepas sewaktu – waktu. Karena
pemasangan modem hanya tinggal menancapkan konektor yang telah
disediakan seperti USB atau Serial Port.
Modem Internal Modem External
Gambar 55. Modem
c. Rangkuman 4
1) Setiap pemasangan peripheral baru pada PC, harus dilakukan
setting pada BIOS untuk mengaktifkan peripheral tersebut dan
menginstalasi driver peripheral tersebut ke sistem komputer.
2) Perlakuan setting dan instalasi driver tergantung pada sistem
operasi yang digunakan.
3) Langkah penyetingan dan instalasi setiap peripheral pada
umumnya telah diberikan pada buku manual referennya atau file
help atau readme pada disket/CD driver yang dibawakannya.
d. Tugas 4
1) Amatilah sebuah PC, sebutkan jenis peripheral apa saja yang
terpasang !
61
2) Berkunjunglah ke toko komputer atau pameran komputer, amati,
tanyakan, dan catatlah berbagai jenis peripheral yang ada serta
apa fungsi dari setiap peripheral itu.
e. Tes Formatif 4
1) Apa fungsi program driver pada peripheral ?
2) Bagaimana cara memasang dan menginstalasi modem pada PC.
3) Jika suatu printer terpasang pada PC tetapi program drivernya
tidak terinstalasi. Apakah printer tersebut sudah dapat dipakai ?
Mengapa?
f. Kunci Jawaban Formatif 4
1) Program driver berfungsi untuk mengemudikan/mengatur jalannya
suatu peripheral agar bekerja sesuai dengan fungsinya.
2) Lihat pada uraian materi 4 bagian modem.
3) Tidak dapat, sebab tidak ada program yang menggerakkannya.
g. Lembar Kerja 4
Alat dan bahan :
1) PC 1 unit lengkap dengan multi media.
2) Modem telpon eksternal 1 buah beserta driver dan buku manual
reference.
3) Saluran telepon.
4) Buku manual reference untuk komponen PC yang sesuai.
5) Tools set.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah
ditentukan.
62
Langkah Kerja
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini.
2) Buka, baca, dan pahami buku manual reference untuk instalasi
modem.
3) Instalasilah modem sesuai dengan buku manual reference yang
ada.
4) Hidupkan komputer, setting port I/O pada BIOS yang sesuai
dengan sambungan modem yang dipakai.
5) Instal driver modem.
6) Setting Dial-up Networking (jika memakai sistem operasi
windows).
7) Klik Make Connection, isi telepon number dengan 080989999,
country or region code pilih Indonesia.
8) Klik My connection, isi user name dengan telkom@instan, password
telkom.
9) Klik konek, maka komputer akan terhubung dengan internet.
10) Jalankan internet explorer, pilih salah satu alamat web, misal :
http:\\www.telkom.net untuk mengecek hasil instalasi modem.
11) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing
(pengajar).
12) Jika semua telah selesai matikan komputer dengan prosedur yang
benar.
63
5. Kegiatan Belajar 5: Pemeriksaan Hasil Perakitan PC dan
Peripheral
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
Peserta diklat mampu memeriksa komponen dan peripheral yang telah
terpasang
b. Uraian Materi 5
Setelah semua langkah pemilihan komponen, perakitan, dan pengaturan
baik hardware maupun software dari komponen dan peripheral perlu
dilakukan pengecekan dari setiap komponen dan peripheral. Fungsi
tidaknya komponen atau peripheral tergantung dari pemasangannya. Hal
yang perlu diperiksa dari hasil komponen dan peripheral meluputi:
Kencang tidaknya pemasangan komponen atau peripheral. Periksa
apakah skrup telah terpasang dengan sempurna. Urutan kabel, urutan
kabel dapat di cek terlebih dahulu dengan menyocokan pin no1 pada
kabel dengan pin 1 dengan konektor. Untuk model kabel sekarang
kemungkinan terbalik sangat kecil.
Urutan kaki komponen, dalam hal ini prosesor dan RAM. Dengan melihat
manual guide dari setiap komponen kesalahan dalam memasang
komponen dapat dihindari. Untuk prosesor dan RAM saat ini
kemungkinan salah sangat kecil, karena bentuk fisik yang tidak
memungkinkan komponen terpasang salah.
Setelah langkah diatas sesuai dengan buku manual dan sesuai dengan
langkah langkah sebelumnya. Siapkan untuk menghubungkan sumber
daya ke jala jala listrik.
64
Amati saat pertama kali komputer menyala, pastikan tidak ada pesan eror
baik berupa tampilan di monitor atau dengan bunyi beep. Jika tidak ada
pesan error masuk ke BIOS dengan menekan del atau F2, sesuai dengan
BIOS yang digunakan.
Masuk dalam menu main untuk mengecek komponen hard disk, CDROM,
floppy disk, dan RAM. Dengan malihat status dari hard disk atau
masuk ke menu hardware monitor untuk melihat status dari prosesor
baik tegangan maupun kecepatan dari kipas pendinginnya.
Gambar 56. Tampilan BIOS
65
Jika semua dapat terlihat tanpa ada pesan kesalahan maka perakitan PC
berhasil dilakukan, selanjutnya siap untuk instalasi sistem operasi.
Gambar 57. Pengecekan Komponen PC melalui Device Manager
c. Rangkuman 5
1) Periksa semua komponen yang baru dirakit, sebelum
menghubungkan sumber daya ke jala-jala listrik. Hal ini dapat
mengurangi resiko jika terjadi kegagalan perakitan sebuah
komponen.
2) Untuk memeriksa komponen PC dapat dilakukan secara software dan
hardware. Untuk hardware dengan mengecek koneksi kabel dan
konektor setiap komponen yang terpasang, sedangakan dengan
menggunakan software dapat menggunakan BIOS atau device
manager dalam Sisitem operasi windows.
66
d. Tugas 5
Amatilah sebuah peripheral (mouse atau keyboard atau printer) yang
memakai teknologi bluetooth, bagaimana hubungan koneksi antara
periphera tersebut dengan PC.
e. Tes Formatif 5
1) Bagaimana cara memeriksa hasil perakitan suatu PC dan peripheral?
Jelaskan !
2) Bagaimana cara memeriksa kapasitas hard disk yang terpasang pada
PC?
3) Bagaimana cara memeriksa kapasitas RAM yang terpasang pada PC.
f. Kunci Jawaban Formatif 5
1), 2), dan 3) Lihat pada uraian materi 5 di atas.
g. Lembar Kerja 5
Alat dan bahan :
1) PC 1 unit lengkap dengan multi media.
2) Buku manual reference untuk komponen PC yang sesuai.
3) Tools set.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah
ditentukan.
67
Langkah Kerja
1) Siapkan alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini.
2) Bukalah penutup casing pada CPU
3) Amati semua komponen yang ada.
4) Periksalah hasil rakitan PC dan peripheral yang ada.
5) Buka dan bacalah buku manual reference yang sesuai dengan
komponen yang ada.
6) Catatlah hasil pemeriksaan rakitan PC tersebut.
7) Buatlah laporan tentang hasil rakitan dari komputer yang anda amati
tersebut.
8) Laporkan hasil pekerjaan anda pada guru pembimbing (pengajar).
9) Jika semua telah selesai tutuplah kembali cashing pada CPU dan
rapikan alat dan bahan kemudian kembalikan ke tempat semula.
68
BAB III
EVALUASI
A. PERTANYAAN
1. Suatu sekolah membutuhkan komputer untuk keperluan praktek
pengenalan komputer, apresiasi komputer, dan teknologi informasi
dan komunikasi. Bagaimana urutan langkah-langkah dalam
menyusun spesifikasi PC minimal secara umum yang dapat
memenuhi kebutuhan tersebut.
2. Bagaimana langkah-langkah urutan dalam merakit kompter.
3. Bagaimana langkah-langkah urutan menyeting setup BIOS.
4. Bagaimana langkah-langkah urutan memasang peripheral.
5. Disediakan komponen/peripheral PC. Rakitlah komponen/peripheral
tersebut sehingga bisa berfungsi sebagai PC.
B. KUNCI JAWABAN
1. Urutan langkah-langkah menyusun spesifikasi PC minimal secara
umum yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut di atas adalah:
mengidentifikasi kebutuhan hardware berdasar kebutuhan
software, kemudian survei barang dan harga di Toko dengan
mempertimbangkan juga garansi, ketersediaan suku cadang, dan
fleksibilitas dalam perawatan dan penggunaan.
No. Kebutuhan Software Hardware minimum yang
diperlukan
Ketersediaan
di pasar
1. Sistem Operasi
Window 98
Prosesor Pentium I, RAM 16
MB, Disk drive 3,25”, CD
ROM drive, Hard disk 500MB
Ada tetapi
bekas
2. Program Aplikasi
Mikrosoft Office 97
Prosesor Pentium I, RAM 16
MB, Hard disk 420 MB, CD
ROM drive
Ada tetapi
bekas
3. Komunikasi internet
explorer
LAN card, modem, provider,
RAM 32MB, hard disk 1 GB
Ada
69
Dari langkah di atas dapat disusun spesifikasi minimal PC sebagai
berikut : Pentium I, RAM 64MB, disk drive 3,25”, CD ROM drive
12x, Hard disk 2GB, LAN card, modem telpon, mouse, keyboard,
printer. Spesifikasi ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan
tersebut, akan tetapi kemungkinan ada kesulitan dalam
mendapatkan barang, suku cadang, garansi dan perawatan.
2. Langkah-langkah urutan dalam merakit kompter, yaitu :
Cek semua komponen yang akan dirakit terlebih dahulu. Semua
komponen yang akan dirakit harus dalam kondisi baik. Buka casing
pasang motherboard dalam casing, pasang prosesor beserta
pendingan dan kipasnya, pasang RAM, pasang kabel power pada
motherboard, pasang hard disk, disk drive, dan CD ROM drive
beserta kabel penghubungnya ke mother board dan kabel
powernya, pasang kabel saklar power, reset, dan lampu indikator
pada mother board, kemudian pasang card I/O yang diperlukan.
Instalasi keyboard, mouse, monitor, dan kabel power supply pada
CPU. Periksa semua sambungan yang telah terpasang. Bila telah
benar dan kuat, hidupkan komputer untuk menguji hasil rakitan.
3. Langkah-langkah urutan menyeting setup BIOS adalah : hidupkan
komputer tunggu sesaat, tekan tombol DEL (atau sesuai yang
ditunjukkan pada layar monitor) untuk masuk ke menu setup
BIOS. Lakukan seting jam, hari, aktivasi I/O yang sesuai dengan
kondisi hardware yang terpasang, aktivasi power pada prosesor,
setting manajemen power dan memori sesuai dengan kondisi dan
kebutuhan, dan setting password jika diperlukan. Simpan hasil
setting tersebut.
4. Langkah-langkah urutan memasang peripheral, yaitu : matikan
komputer, hubungkan bagian yang perlu dihubungkan dengan
70
mengikuti buku manualnya. Periksa hasil instalasi, jika telah sesuai
dan benar hidupkan komputer, kemudian lakukan instalasi
program driver untuk peripheral tersebut. Bila program driver telah
terinstalasi dengan baik lakukan pengetesan terhadap kerja
peripheral tersebut.
5. Komponen/peripheral dirakit dengan benar, sehingga dapat
berfungsi sebagai PC.
C. KRITERIA KELULUSAN
Aspek
Skor
(1-10)
Bobot Nilai Keterangan
Kognitif (soal 1 – 4) 3
Kebenaran rakitan 3
Kerapian rakitan 1,5
Keselamatan kerja 1,5
Waktu 1
Nilai Akhir
Syarat lulus
nilai minimal
70 dan skor
setiap aspek
minimal 7
Kategori kelulusan:
70 – 79 : Memenuhi kriteria mininal. Dapat bekerja dengan bimbingan.
80 – 89 : Memenuhi kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.
90 – 100 : Di atas kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.
71
BAB IV
PENUTUP
Demikianlah modul pemelajaran Menginstalasi PC. Materi yang telah
dibahas dalam modul ini masih sangat sedikit. Hanya sebagai dasar saja
bagi peserta diklat untuk belajar lebih lanjut. Diharapkan peserta diklat
memanfaatkan modul ini sebagai motivasi untuk menguasai teknik
Menginstalasi PC ini lebih jauh sehingga peserta diklat dapat
merakit/menginstalasi komputer PC dengan berbagai macam spesifikasi.
Setelah menyelesaikan modul ini dan mengerjakan semua tugas serta
evaluasi maka berdasarkan kriteria penilaian, peserta diklat dapat
dinyatakan lulus/tidak lulus. Apabila dinyatakan lulus maka dapat
melanjutkan ke modul berikutnya sesuai dengan alur peta kududukan
modul, sedangkan apabila dinyatakan tidak lulus maka peserta diklat
harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan mengambil modul
selanjutnya.
72
DAFTAR PUSTAKA
Balasubramanian, 2001, Computer Installation and Servicing, Tata
McGraw-Hill Publishing Company Limited, New Delhi.
Buku-buku user’s guide perangkat komputer dan user’s manual.
John Woram, 1990, The PC Configuration Handbook Acomplete
Guide to Troubleshooting, Enhancing, and Maintaining Your
PC, 2nd Edition, Bantam Books, Toronto.
Tri Amperiyanto, 1993, Seri Penuntun Praktis Melindungi Data dan
Hard Disk, Elex Media Komputindo, Jakarta.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More