BAHASA PEMROGAMAN KOMPUTER

Sejarah Bahasa Pemrograman Komputer Sejak pertama komputer difference engine diciptakan oleh Charles Babbage pada tahun 1822, komputer membutuhkan sejumlah instruksi untuk melakukan suatu tugas tertentu. Instruksi-instruksi ini dikenal sebagai bahasa pemrograman. Bahasa komputer mulanya terdiri dari sejumlah langkah pengkabelan untuk membuat suatu program; hal ini dapat dipahami sebagai suatu rangkaian pengetikan kedalam komputer dan kemudian dijalankan. Pada awalnya, difference engine-nya Charles Babbage hanya dibuat untuk menjalankan tugas dengan menggunakan perpindahan gigi roda untuk menjalankan fungsi kalkukasi. Jadi, bentuk awal dari bahasa komputer adalah berupa gerakan secara mekanik, selanjutnya gerakan mekanik tersebut digantikan dengan sinyal listrik ketika pemerintah AS mengembangkan ENIAC pada tahun 1942, tetapi masih banyak mengadopsi prinsip-prinsip dasar dari Babbage’s engine yang mana diprogram dengan mengeset switch dan perkabelan pada seluruh sistem pada setiap “program” maupun kalkulasi. Tentu saja ini merupakan pekerjaan yang membosankan. Pada 1945, John Von Neumann yang bekerja pada Institute for Advanced Study mengemukakan dua konsep yang secara langsung mempengaruhi masa depan dari bahasa pemrograman komputer. Yang pertama dikenal sebagai “shared-program technique” (www.softlord.com). Pada teknik ini dinyatakan bahwa hardware komputer haruslah sederhana dan tidak perlu dilakukan pengkabelan dengan menggunakan tangan untuk setiap program. Sebagai gantinya, instruksi-instruksi yang lebih kompleks harus digunakan untuk mengendalikan perangkat keras yang lebih sederhana, hal ini memungkinkan komputer diprogram ulang dengan cepat. Konsep yang kedua yang juga sangat penting untuk pengembangan bahasa pemrograman. Von Neumann menyebutnya sebagai “conditional control transfer” (www.softlord.com). Ide ini berkembang menjadi bentuk subrutin, atau blok kode yang kecil yang dapat panggil berdasarkan aturan tertentu, dari pada suatu himpunan tunggal urutan kronologis yang harus dijalankan oleh komputer. Bagian kedua dari ide tersebut menyatakan bahwa kode komputer harus dapat bercabang berdasarkan pernyataan logika seperti IF (ekspresi) THEN, dan perulangan seperti FOR statement. “Conditional control transfer” mengembangkan ide adanya “libraries,” yang mana merupakan blok kode yang dapat digunakan berulang kali. Pada 1949, setelah beberapa tahun Von Neumann bekerja, bahasa Short Code dilahirkan (www.byte.com), yang merupakan bahasa komputer yang pertama untuk peralatan elektronik yang membutuhkan programmer untuk mengubah perintah kedalam 0 dan 1 dengan tangan. Pada 1957, bahasa khusus yang pertama muncul dalam bentuk FORTRAN yang merupakan singkatan dari sistem FORmula TRANslating. Bahasa ini dirancang pada IBM untuk perhitungan scientific. Komponen-komponennya sangat sederhana, dan menyediakan bagi programmer akses tingkat rendah kedalam komputer. Sampai saat ini, bahasa ini terbatas pada hanya terdiri dari perintah IF, DO, dan GOTO, tetapi pada waktu itu, perintah-perintah ini merupakan lompatan besar kearah depan. Type data dasar yang digunakan sampai sekarang ini dimulai dari FORTRAN, hal ini meliputi variabel logika (TRUE atau FALSE), dan bilangan integer, real, serta double-precision. FORTRAN sangat baik dalam menangani angka-angka, tetapi tidak terlalu baik untuk menangani proses input dan output, yang mana merupakan hal yang penting pada komputasi bisnis. Komputasi bisnis mulai tinggal landas pada 1959, dengan dikembangkannya COBOL, yang dirancang dari awal sebagai bahasa untuk para pebisnis. Type data yang ada hanya berupa number dan text string. Hal tersebut juga memungkinkan pengelompokan menjadi array dan record, sehingga data di telusuri dan diorganisasikan dengan lebih baik. Sesuatu hal yang menarik untuk dicatat bahwa suatu program COBOL dibuat menyerupai suatu essay, dengan empat atau lima bagian utama yang membentuk keseluruhan yang tertata dengan baik. Perintah-perintah COBOL sangat menyerupai tata bahasa English, sehingga membuatnya agak mudah dipelajari. Semua ciri-ciri ini dikembangkan agar mudah dipelajari dan mudah diterapkan pada dunia bisnis. Pada 1958, John McCarthy di MIT membuat bahasa LISt Processing (atau LISP), yang dirancang untuk riset Artificial Intelligence (AI). Karena dirancang untuk fungsi spesialisasi yang tinggi, maka tata cara penulisannya jaring kelihatan sebelum ataupun sesudahnya. Sesuatu perbedaan yang paling nyata dari bahasa ini dengan bahasa lain adalah dasar dan type satu-satunya adalah list, yang ditandai dengan suatu urutan item yang dicakup dengan tanda kurung. Program LISP sendirinya dibuat sebagai suatu himpunan dari list, sehingga LISP memiliki kemampuan yang khusus untuk memodifikasi dirinya, dan juga dapat berkembang sendiri. Tata cara penulisan LISP dikenal sebagai “Cambridge Polish,” sebagaimana dia sangat berbeda dari logika Boolean (Wexelblat, 177) : x V y – Cambridge Polish, what was used to describe the LISP program OR(x,y) – parenthesized prefix notation, what was used in the LISP program x OR y – standard Boolean logic LISP masih digunakan sampai sekarang karena spesialiasi yang tinggi dari sifat abstraknya. Bahasa Algol dibuat oleh suatu komite untuk pemakaian scientific pada tahun 1958. Kontribusi utamanya adalah merupakan akar dari tiga bahasa selanjutnya yaitu Pascal, C, C++, dan Java. Dia juga merupakan bahasa pertama dengan suatu tata bahasa formal, yang dikenal sebagai Backus-Naar Form atau BNF (McGraw-Hill Encyclopedia of Science and Technology, 454). Pada Algol telah diterapkan konsep-konsep baru, seperti rekursif pada function, bahasa berikutnya Algol 68, menjadi bahasa yang membosankan dan sulit digunakan (www.byte.com). Hal ini mengarah kepada adopsi terhadap bahasa yang lebih kecil dan kompak seperti Pascal. Pascal dimulai pada tahun 1968 oleh Niklaus Wirth. Tujuan pengembangannya adalah untuk kebutuhan pengajaran. Pada awalnya bahasa ini dikembangkan bukan dengan harapan adopsi pemakaian secara luas. Prinsipnya mereka mengembangkannya untuk alat pengajaran pemrograman yang baik seperti kemampuan debug dan perbaikan sistem dan dukungan kepada mikroprosesor komputer yang digunakan pada institusi pendidikan. Pascal dirancang dengan pendekatan yang sangat teratur (terstruktur), dia mengkombinasikan kemampuan yang terbaik dari bahasa-bahasa saat itu, COBOL, FORTRAN, dan ALGOL. Dalam pengerjaannya banyak perintah-perintah yang tidak teratur dan aneh dihilangkan, sehingga sangat menarik bagi pemakai (Bergin, 100-101). Kombinasi dari kemampuan input/output dan kemampuan matematika yang solid, membuatnya menjadi bahasa yang sukses besar. Pascal juga mengembangkan tipe data “pointer”, suatu fasilitas yang sangat bermanfaat pada bahasa yang mengimplementasikannya. Dia juga menambahkan perintah CASE, yang mana memperbolehkan perintah bercabang seperti suatu pohon pada suatu aturan: CASE expression OF possible-expression-value-1: statements to execute… possible-expression-value-2: statements to execute… END Pascal juga mengembangkan variabel dinamis, dimana variabel dapat dibuat ketika suatu program sedang berjalan, melalui perintah NEW dan DISPOSE. Tetapi Pascal tidak mengimplementasikan suatu array dinamis, atau kelompok dari variabel-variabel, yang mana sangat dibutuhkan, dan merupakan salah satu penyebab kekalahannya (Bergin, 101-102). Wirth kemudian membuat lanjutan dari Pascal, Modula-2, tetapi pada saat itu muncul C yang dengan cepat menjadi mengeser posisi Pascal. C dikembangkan pada tahun 1972 oleh Dennis Richie ketika sedang bekerja pada Bell Labs di New Jersey. Transisi pemakaian dari bahasa umum yang pertama ke bahasa umum sampai hari ini yaitu transisi antara Pascal dan C, C merupakan perkembangan dari B dan BCPL, tetapi agak menyerupai Pascal. Semua fasilitas di Pascal, termasuk perintah CASE tersedia di C. C menggunakan pointer secara luas dan dibangun untuk kecepatan dengan kelemahannya yaitu menjadi sulit untuk dibaca. Tetapi karena dia menghilangkan semua kelemahan yang terdapat di Pascal, sehingga dengan cepat mengambil alih posisi Pascal. Ritchie mengembangan C untuk sistem Unix yang baru pada saat yang bersamaan. Oleh karena ini, C dan Unix saling berkaitan. Unix memberikan C beberapa fasilitas besar seperti variabel dinamis, multitasking, penanganan interrupt, forking, dan strong low-level,input-output. Oleh karena itu, C sangat sering digunakan untuk pemrograman sistem operasi seperti Unix, Windows, MacOS, dan Linux. Pada akhir tahun 1970 dan awal 1980, suatu metode pemrograman yang baru telah dikembangkan. Ha tersebut dikenal sebagai Object Oriented Programming, atau OOP. Object merupakan suatu potongan dari data yang dapat dipaket dan dimanipulasi oleh programmer. Bjarne Stroustroup menyukai metode ini dan mengembangkan lanjutan dari C yang dikenal sebagai “C With Classes.” Kemampuan lanjutan ini dikembangkan menjadi bahasa C++ yang diluncurkan pada tahun 1983. C++ dirancang untuk mengorganisasikan kemampuan dasar dari C dengan OOP, dengan tetap mempertahankan kecepatan dari C dan dapat dijalankan pada komputer yang tipe berlainan. C++ sering kali digunakan dalam simulasi, seperti game. C++ menyediakan cara yang baik untuk memanipulasi ratusan instance dari manusia didalan elevator, atau pasukan yang diisi dengan tipe prajurit yang berbeda. Bahasa ini menjadi pilihan pada mata kuliah AP Computer Science sampai hari ini. Pada awal 1990′s, interaktif TV adalah teknologi masa depan. Sun Microsystems memutuskan bahwa interaktif TV membutuhkan suatu hal yang khusus, yaitu bahasa portable (bahasa yang dapat berjalan pada banyak jenis mesin yang berbeda). Bahasa ini dikenal sebagai Java. Pada tahun 1994, team proyek Java mengubah fokus mereka ke web, yang mana berubah menjadi sesuatu yang menjanjikan setelah interactive TV gagal. Pada tahun berikutnya, Netscape menyetujui pemakaian Java pada internet browser mereka, Navigator. Sampai titik ini, Java menjadi bahasa masa depan dan beberapa perusahaan mengumumkan aplikasi harus ditulis dalam Java. Java mempunyai tujuan yang besar dan merupakan bahasa yang baik menurut buku text, pada kenyataanya “bahasa tersebut tidak”. Dia memiliki masalah yang serius dalam optimasi, dengan arti program yang ditulis dengannya berjalan dengan lambat. Dan Sun telah membuat cacat penerimaan terhadap Java dengan pertikaian politis dengan Microsoft. Tetapi Java telah dinyatakan sebagai bahasa untuk instruksi masa depan dan benar-benar menerapkan object-oriented dan teknik tingkat tinggi seperti kode yang portable dan garbage collection. Visual Basic sering diajari sebagai bahasa pemrograman dasar yang mengacu pada bahasa BASIC yang dikembangkan pada tahun 1964 oleh John Kemeny dan Thomas Kurtz. BASIC adalah bahasa yang sangat terbatas dan dirancang untuk orang yang bukan computer science. Perintah-perintah dijalankan secara berurutan, tetapi kendali program dapat berubah berdasarkan IF..THEN, dan GOSUB yang mana menjalankan suatu blok kode dan kembali ketitik semula didalam alur program. Microsoft telah mengembangkan BASIC ke dalam produk Visual Basic (VB). Jantung dari VB adalah form, atau suatu window kosos dimana anda dapat drag dan drop komponen seperti menu, gambarm dan slider bars. Item-item ini dikenal sebagai “widgets.” Widget memiliki properti (seperti warna) dan events (seperti klik dan double klik) dan menjadi pusat dari pengembangan antarmuka dengan pemakai diberbagai bahasa program dewasa ini. VB merupakan program yang banyak digunakan untuk membuat interface sederhana ke produk Microsoft lainnya seperti Excel dan Access tanpa membaca banyak kode, dengannya dapat dimungkinkan untuk dibuat aplikasi yang lengkap. Perl telah sering digambarkan sebagai “duct tape of the Internet,” karena sering digunakan sebagai engine untuk interface web atau pada script untuk memodifikasi file konfigurasi. Dia memiliki fungsi text matching yang sangat baik sehingga membuatnya menjadi hal yang ideal untuk pekerjaan tersebut. Perl dikembangkan oleh Larry Wall pada 1987 karena fasilitas pada sed dan awk pada Unix (digunakan untuk manipulasi text) tidak mencukupi kebutuhannya. Tergantung kepada siapa anda bertanya, Perl adalah singkatan dari Practical Extraction and Reporting Language atau Pathologically Eclectic Rubbish Lister. Bahasa pemrograman telah berkembangan dari masa kemasa dan tetap dikembangkan dimasa depan. Mereka dimulai dari suatu daftar langkap pengkabelan agar komputer menjalankan tugas tertentu. Langkah-langkah ini berkembang menjadi software dan memiliki kemampuan yang lebih baik. Bahasa umum yang pertama menekankan pada kesederhanaan dan untuk satu tujuan saja, sedangkan bahasa dewasa ini terbagi atas bagaimana mereka diprogram, sehingga mereka dapat digunakan untuk semua tujuan. Dan mungkin bahasa yang akan datang lebih natural dengan penemuan pada quantum dan komputer-komputer biologis. Sumber : Indoprog ‘Algoritma & Pemrograman’ oleh Hendra, S.T.

Bahasa Pemrogaman

Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

Menurut tingkat kedekatannya dengan mesin komputer, bahasa pemrograman terdiri dari:

  1. Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110
  2. Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan (bah.Inggris Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.
  3. Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.
  4. Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb.

Sebagian besar bahasa pemrograman digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Tinggi, hanya bahasa C yang digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Menengah dan Assembly yang merupakan Bahasa Tingkat Rendah.

Jumat, 15 Oktober 2010

•Modul 16. Men-Diagnosis Permasalahan Perangkat Yang Tersambung Jaringan Berbasis Luas (WAN)

Khoirul Anam

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
Men-Diagnosis Permasalahan
Perangkat yang Tersambung
Jaringan Berbasis Luas (WAN)
DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2005
KODE MODUL
NTW.MNT.201.(2).A
Milik Negara
Tidak Diperdagangkan
Modul NTW.MNT.201(2).A i
SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
BIDANG KEAHLIAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN
Men-Diagnosis Permasalahan
Perangkat yang Tersambung
Jaringan Berbasis Luas (WAN)
PENYUSUN:
DRS.MAHYUNIS, MT
Tim Fasilitator:
1. Cucu Sukmana
2. Kwarta Addimphrana
DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
2005
KODE MODUL
NTW.MNT.201.(2).A
Milik Negara
Tidak Diperdagangkan
Modul NTW.MNT.201(2).A ii
KATA PENGANTAR
Puji Syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, akhirnya selesai juga
penulisan Modul dengan judul Men-Diagnosis Permasalahan
Perangkat yang Tersambung Jaringan Berbasis Luas ( wide area
network) merupakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan
praktikum peserta diklat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk
membentuk salah satu bagian dari kompetensi bidang keahlian Teknologi
Informasi dan Komunikasi pada Program Keahlian Teknik Komputer dan
Pengelolaan Jaringan.
Modul ini menguraikan tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk
Men-Diagnosis Permasalahan Perangkat yang Tersambung Jaringan
Berbasis Luas (wide area network) dimulai dari persiapan yang diperlukan
sampai dengan pelaporan hasil Men-Diagnosis Permasalahan Perangkat
yang Tersambung Jaringan Berbasis Luas (wide area network) Modul ini
terdiri dari 4 kegiatan belajar. Kegiatan Belajar 1 membahas tentang
Mengidentifikasi masalah funsionalitas jaringan pada perangkat melalui
gejala yang muncul, Kegiatan Belajar 2 memilah masalah berdasarkan
kelompoknya, Kegiatan Belajar 3 membahas tentang mengisolasi
permasalahan, Kegiatan Belajar 4 melaporkan hasil Men-Diagnosis
Permasalahan Perangkat yang Tersambung Jaringan Berbasis Luas (wide
area network).
Modul ini terkait dengan modul-modul lain yang membahas tentang
Melakukan Administrasi Server. Oleh karena itu, sebelum menggunakan
modul ini peserta diklat diwajibkan telah mengambil modul tersebut.
Jakarta, November 2005
Penyusun
Modul NTW.MNT.201(2).A iii
DAFTAR ISI MODUL
Halaman
KATA PENGANTAR ..........................................................................i
DAFTAR ISI MODUL ........................................................................ii
PETA KEDUDUKAN MODUL ..............................................................iii
PERISTILAHAN / GLOSSARY ............................................................iv
I. PENDAHULUAN .................................................................1
A. DESKRIPSI JUDUL............................................................2
B. PRASYARAT ....................................................................2
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL ....................................2
1. Petunjuk Bagi Siswa ...................................................2
2. Peran Guru ................................................................3
D. TUJUAN AKHIR ...............................................................4
E. KOMPETENSI ..................................................................4
F. CEK KEMAMPUAN ............................................................8
II. PEMELAJARAN ..................................................................
A. RENCANA PEMELAJARAN SISWA ......................................9
B. KEGIATAN BELAJAR ........................................................10
1. Kegiatan Belajar 1 : membahas tentang
Mengidentifikasi masalah funsionalitas jaringan pada
perangkat melalui gejala yang muncul ..........................10
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran..................................10
b. Uraian Materi ........................................................10
c. Rangkuman ..........................................................12
d. Tugas ..................................................................13
e. Tes Formatif .........................................................13
f. Kunci Jawaban Formatif .........................................14
g. Lembar Kerja ........................................................15
2. Kegiatan Belajar 2 : Menghubungkan jaringan kecil
menjadi jaringan yang besar ( Internetworking ) ........16
Modul NTW.MNT.201(2).A iv
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran .................................16
b. Uraian Materi ........................................................16
c. Rangkuman ..........................................................21
d. Tugas ..................................................................22
e. Tes Formatif .........................................................22
f. Kunci Jawaban Formatif .........................................22
g. Lembar Kerja ........................................................23
3. Kegiatan Belajar 3 : Membahas tentang menganalisa
DHCP client ................................................................25
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran .................................25
b. Uraian Materi ........................................................25
c. Rangkuman ..........................................................34
d. Tugas ..................................................................34
e. Tes Formatif .........................................................34
f. Kunci Jawaban Formatif .........................................34
g. Lembar Kerja ........................................................35
Kegiatan Belajar 4 : Membahas tentang Admin dan User
client...............................................................................37
h. Tujuan Kegiatan Pemelajaran .................................37
i. Uraian Materi ........................................................37
j. Rangkuman ..........................................................37
k. Tugas ..................................................................37
l. Tes Formatif .........................................................38
m. Kunci Jawaban Formatif .........................................38
n. Lembar Kerja ........................................................38
III.EVALUASI .........................................................................
A. PERTANYAAN ..................................................................39
B. KUNCI JAWABAN EVALUASI .............................................39
C. KRITERIA KELULUSAN .....................................................40
IV.PENUTUP ...........................................................................41
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................42
Modul NTW.MNT.201(2).A v
PETA KEDUDUKAN MODUL
HDW.DEV.100.
(2).A
1 2 3
LULUS SMK
HDW.MNT.201.
(2).A
HDW.MNT.203.
(2).A
SWR.OPR.101.
(2).A
SWR.OPR.100.
(1).A
HDW.MNT.102.
(2).A
SWR.OPR.102.
(2).A
HDW.MNT.10
1.(2).A
HDW.MNT.204.
(2).A
SWR.MNT.201.
(1).A
NTW.OPR.100.
(2).A
HDW.MNT.202.
(2).A
HDW.MNT.205.
(2).A
SWR.OPR.103.
(2).A
SWR.OPR.104.
(2).A
NTW.OPR.200.
(2).A
NTW.MNT.201.
(2).A
NTW.MNT.202.
(2).A
NTW.MNT.300.
(3).A
A 4
SLTP & yang LULUS SMK
sederajat
Modul NTW.MNT.201(2).A vi
PERISTILAHAN/ GLOSSARY
WAN : Wide Area Network
Cleint : Komputer / user yang selalu mengikuti server
atau computer induk
IP : Internet Protcol
tool yang digunakan untuk mengatur struktur
atau tata letak file sehingga akan mengurangi
fragmentasi sebuah space hardisk.
Server : Komputer Induk untuk mengatur system kerja
jaringan
CPU : Komponen ini merupakan otak dari komputer,
kecepatan dan kecerdasan prosessor
tergantung dari kecepatannya
Switch Hub : perngkat untuk pembagi system jaringan
komputer
Expansion card : merupakan komponen tambahan yang
terpasang pada komputer
NW.MNT.201.(2).A 1
BAB. I
PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI JUDUL
Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan
berbasis luas (WAN) merupakan modul teori dan atau praktikum yang
membahas dasar-dasar mendiagnosis permasalahan perangkat yang
tersambung jaringan berbasis luas. istilah umum untuk peralatan Wireless
LAn, yang juga dikenal dengan WLAN, biasanya peralatan WiFi
(WirelessFidelity) mengadopsi standar keluarga IEEE 802.11, yang didukung
oleh banyak vendor.
Mengapa kita menggunakan infrastruktur wireless Internet? Pada dasarnya
ada beberapa jawaban sederhana, seperti:
1. Wireless untuk mem-bypass saluran telepon yang mahal dan amat lambat
untuk mengakses Internet.
2. Wireless sangat mudah diinstalasi, dapat dioperasikan dengan biaya yang
relative murah, dan tidak perlu bergantung pada infrastruktur Telkom.
3. Karena WiFi pada dasarnya Wireless LAN, karena itu dia bekerja pada
kecepatan yang cukup tinggi, yakni 1-22Mbps, bagi peralatan yang
mengikuti standar IEEE 802.11b.
4. Karena standar IEEE 802.11 adalah standar yang terbuka (open),
peralatan WiFi sangat mudah diperolah di pasa. Pada saat ini harga
sebuah card WLAN masih sekitar 3 sampai 4 kali harga sebuah card LAN
UTP. Akan tetapi, harga terus jatuh dan menjadi murah.
Modul ini terdiri dari 3 (tiga) kegiatan belajar, yaitu Mengidentifikasi masalah
fungsionalitas jaringan pada perangkat (misalnya manageable switch dan
router) melalui gejala yang muncul, memilah masalah berdasarkan
NW.MNT.201.(2).A 2
kelompoknya serta mengisolasi permasalahan. Dengan menguasai modul ini
diharapkan peserta diklat mampu mendiagnosis permasalahan perangkat
yang tersambung jaringan berbasis luas (Wide Area Network) dengan baik.
B. PRASYARAT
Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul ini adalah:
1. Peserta diklat telah lulus modul/materi diklat Menginstalasi perangkat
jaringan LAN (Local Area Network )
2. Peserta diklat menguasai pengetahuan pengoperasian komputer
3. Peserta diklat mampu mengoperasikan komputer sesuai dengan intruksi
manual book.
C. PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Petunjuk Bagi Siswa
Siswa diharapkan mampu berperan aktif dan berinteraksi dengan
sumber belajar yang mendukungnya, karena itu harus diperhatikan beberapa
hal sebagai berikut:
a. Langkah langkah Belajar
Modul ini berisi materi mengenai kompetensi Mendiagnosis permasalahan
perangkat yang tersambung jaringan Luas, oleh sebab itu perlu diperhatikan
beberapa hal agar peserta diklat lebih berkompeten dan professional, yaitu:
1) Apa yang harus dikerjakan pertama kali dalam Mendiagnosis
permasalahan dan instalasi perangkat Wire Less yang tersambung
jaringan lokal?
2) Bagaimana cara Mendiagnosis permasalahan pengoperasian yang
tersambung jaringan Luas (WAN)?
NW.MNT.201.(2).A 3
3) Apakah diagnosis permasalahan pengoperasian dan instalasi perangkat
wireless yang tersambung jaringan lokal atau luas sudah sesuai dengan
aturan dan apakah sistem dapat bekerja dengan baik dan benar?
b. Perlengkapan yang Harus Dipersiapkan
Untuk menunjang kelancaran tugas yang akan Anda lakukan, maka
persiapkanlah seluruh perlengkapan yang diperlukan sesuai dengan jenis
tugas pada masing-masing kegiatan pemelajaran.
c. Hasil Pelatihan
Anda akan mampu melakukan tugas/pekerjaan mendiagnosis permasalahan
pengoperasian dan instalasi perangkat radio (wire less) yang tersambung
jaringan.
2. Peran Guru
Guru yang akan mengajarkan modul ini hendaknya mempersiapkan diri
sebaik-baiknya yaitu mencakup aspek strategi pemelajaran, penguasaan
materi, pemilihan metode, alat bantu media pemelajaran dan perangkat
evaluasinya.
D. TUJUAN AKHIR
Setelah mempelajari modul ini, peserta diklat diharapkan kompeten dan
professional melakukan tugas/pekerjaan mendiagnosis permasalahan WAN
(Wide Area Network) sesuai kebutuhan yang dihadapi.
NW.MNT.201.(2).A 4
E. KOMPETENSI
Sub Materi Pokok Pembelajran
Kompetensi
Kriteria Unjuk Kerja
Lingkup
Belajar
Sikap Pengetahuan Keterampilan
1 2 3 4 5 6
A.1
Mengidentifikasi
masalah
fungsionalitas
jaringan pada
perangkat
(misalnya
manageable
dan router)
melalui gejala
yang muncul
A.1.4.
Jenis reaksi yang
seharusnya terjadi
atau tidak terjadi dari
perangkat
diidentifikasi
- Tidak ada reaksi yang
seharusnya dari
komponen/
modul,misalnya:
matinya lampu
indikator (LED) pada
switch atau router
- Fungsi yang tidak
berjalan di lingkungan
jaringan, misalnya:
gagal
terhubung pada
segment
yang berbeda
- Ada penurunan
performansi (respond
time dan atau visual)
secara nyata/ signifikan
(kualitatif/relatif)
terhadap kondisi
normal sebelumnya.
Jenis-jenis
gangguan
pada
perangkat
Widel
Area
Network
Performan
si dan
kondisi
Wide Area
Network
Menunjukkan
sikap jeli dan
tanggap
terhadap
perubahan
kondisi pada
WAN
- Sistem operasi
jaring-an yang
legal;
- User Manual
sistem
operasi SOP yang
berlaku;
- Log sheet atau
report sheet yang
ditetapkan oleh
perusahaan;
peralatan atau
instrumen yang
terkait dengan
pelaksanaan unit
kompetensi ini
Unit Kompetensi
yang
harus dikuasai
sebelum-nya:
NTW.OPR.200.(2).
A
Menginstalasi
perangkat
jaringan
berbasis luas
(Wide
Area Network )
Pengetahuan
yang dibutuhkan:
- konsep lensa
dan
cermin (mata
diklat
fisika);
- magnet dan
induksi
elektro-magnetik
(mata diklat
fisika);
- bahasa inggris;
- teori dasar Wide
Area Network;
- konfigurasi dan
spesifikasi perangkat
Wide Area
Network;
- pengoperasian
Mengidentifikasi
jenis-jenis
pesan/peringatan
kesalahan
pada WAN
Mengidentifikasikan
gejala
pada
pengoperasian
WAN
NW.MNT.201.(2).A 5
computer
Menunjukkan
sikap
jeli dan tanggap
terhadap
perubahan
kondisi pada WAN
Memperlihatkan
sikap
responsif yang
tepat
terhadap masalah
yang timbul
A.2
Memilah
masalah
berdasarkan
kelompoknya
A.2
Masalah
diklasifikasikan
berdasarkan
kelompok
Disisi hardware,
misalnya
kerusakan
komponen,masal
ah konektifitas,
kabel yang
terkoyak,
interferensi
frekluensi.
Dissisi software,
misalnya IOS
yang rusak atau
terhapus karena
virus, penyebab
eksternal (seperti
induksi petir),
dan atau hal
Tidak ada reaksi
yang seharusnya
dari
komponen/modul
, misalnya:
matinya lampu
inidikator (LED)
pada switch atau
router.
Fungsi yang tidak
berjalan
dilingkungan
jaringan,
misalnya: gagal
terhubung pada
segment yang
berbeda
Ada penurunan
performansi
(respond tume
dan atau visual )
secara nyata
/signifikan
(kualitatif
/relatif)terhadap
kondisi normal
sebelumnya.
Klasifikasi
permasalaha
n pada
pengoperasi
an WAN
Menempatkan
klasifikasi
permasalaha
n dengan
tepat
Merumuskan
hipotesa awal
yang sesuai
dengan
klasifikasi
permasalahan
Memisahkan
kelompok
permasalahan
yang ter-jadi
pada WAN
berdasar-kan
hardware,
software dan
penyebab
eksternal
Memilah
permasalahan
yang terjadi
pada pengoperasian
WAN
NW.MNT.201.(2).A 6
A.3
Mengisolasi
permasalahan
Pemeriksaan
yang sesuai
ditentukan
urutannya,
agar proses
diagnosis da
atau perbaikan
tidak
menimbulkan
permasalahan
baru lainnya,
misalnya tidak
perlu mengganti
router
jika switch
yang tidak
berfungsi.
Pemeriksaan
yang sesuai
ditentukan
urutannya, jika
gejala yang
muncul sama
untuk masalah
dengan
penyebab yang
berbeda,
misalnya:
misalnya tidak
bisa ping pada
segment yang
berbeda (bisa
dari switch,
media jaringan,
router, atau
PC-nya.
Tindakan yang
bisa dilakukan
ditentukan saat
diagnosis
dengan cara
penukaran
perangkat/mod
ul sebagai
langkah isolasi
sumber
permasalahan
Urutan
pemeriksaan
yang
sistematis
dalam
pelaksanaan
diagnosa
permasalahan
Tindakantindakan
yang dapat
dilakukan
untuk
meng-isolasi
sumber
permasalahan
Mengikuti
prosedur
pemeriksaan
dalam
mendiagnosa
permasalahan
Memilih
tindakan
yang cepat
dan tepat
untuk
mengisolas
i sumber
permasalahan
Menjelaskan
urutan
pemeriksaan
dan
diagnosa
permasalah
an
Menunjukka
n prosedur
pengisolasia
n masalah
pada
pengoperas
ian WAN
Mengisolasi
permasalahan
yang
timbul saat
pengoperasian
WAN,
baik pada sisi
hardware
maupun
aplikasinya
NW.MNT.201.(2).A 7
F. CEK KEMAMPUAN
Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah Anda miliki, maka isilah cek
lis ( ) seperti pada table di bawah ini dengan sikap jujur dan dapat
dipertanggungjawabkan.
Saya dapat
Melakukan
Pekerjaan ini
dengan
Kompeten
Sub
Kompetensi
Pernyataan
Ya Tidak
Bila
Jawaban
Ya
Kerjakan
1. Mengidentifikasi masalah
fungsionalitas jaringan
pada perangkat melalui
gejala yang muncul
Tes Formatif
1
Mendiagnosis
permasalahan
WAN (Wide
Area
Network)
tersambung
jaringan
2. Memilah masalah
berdasarkan
kelompoknya
Tes Formatif
2
3. Mampu mengisolasi
permasalahan dan
instalasi yang
tersambung jaringan
Tes Formatif
3
Apabila anda menjawab TIDAK pada salah satu pernyataan diatas, maka
pelajarilah modul ini.
NW.MNT.201.(2).A 8
BAB. II
PEMELAJARAN
A. RENCANA PEMELAJARAN SISWA
Kompetensi : Jaringan Komputer
Sub Kompetensi : Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung
jaringan berbasis luas (WAN)
Jenis Kegiatan Tanggal Waktu
Tempat
Belajar
Alasan
Perubahan
Tanda
Tangan
Guru
Membahas
tentang
Mengidentifikasi
masalah
funsionalitas
jaringan pada
perangkat
melalui gejala
yang muncul
Menghubungkan
jaringan kecil
menjadi jaringan
yang besar
(Internetworking)
Membahas
tentang
menganalisa
DHCP client
Membahas
tentang Admin
dan User client
NW.MNT.201.(2).A 9
B. KEGIATAN BELAJAR
Kegiatan Belajar 1: Mengidentifikasi Masalah Fungsionalitas
Jaringan pada Perangkat Melalui Gejala yang Muncul
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1) Peserta diklat mampu mengetahui jenis-jenis gangguan pada Jaringan
berbasis luas/Wire Less.
2) Peserta diklat mampu mengetetahui Performance dan kondisi
perangkat yang terhubung jaringan berbasis luas/Wire Less.
b. Uraian Materi
Mendiagnosis permasalahan perangkat yang tersambung jaringan luas
atau Wire Less merupakan pekerjaan yang harus dilakukan oleh
administrator jaringan/Teknisi. Pekerjaan ini memerlukan ketelitian dan
kesabaran yang tinggi agar di dapat hasil yang baik.
Komputer yang terhubung jaringan luas sering kali mengalami gangguan
maupun kerusakan baik dari sisi hardware atau software. Hal ini
disebabkan oleh banyaknya pengguna frekuensi atau gelombang 2,4Mhz,
gejala alam dan komputer yang terhubung dalam sistem jaringan
berbasis luas (wireless) atau WAN.
Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan adalah:
1) Tegangan Listrik
Tegangan listrik dapat menyebabkan ganguan apabila tegangan yang
dihasilkan tidak stabil, sering terjadi naik dan turun atau mati
mendadak dari sumber PLN. Hal tersebut sangat mempengaruhi
dikarenakan semua peralatan yang kita gunakan bersumber pada
listrik. Sumber listrik yang kita gunakan tidak baik atau tidak stabil,
dapat menyebabkan peralatan yang kita gunakan mudah rusak.
Perangkat wireless yang kita gunakan sering mati mendadak karena
sumber listrik mati dapat menyebabkan perangkat WireLess yang kita
NW.MNT.201.(2).A 10
gunakan akan cepat rusak. Sehinga akan mempengaruhi jaringan
apabila terjadi kerusakan pada Wirelesss/ radio workstation maupun di
rooter server.
2) Mati atau tidak berfungsinya komponen pada perangkat wireless
Mati atau tidak berfungsinya komponen pendukung perangkat
WireLess disebabkan oleh ganguan Petir ( gangguan alam), terjadi
dikarenakan factor alam dan petir di saat cuaca hujan dan angin
kencang yang menyebabkan perangkat akan terbakar juga pemakaian
yang terlalu lama tanpa adanya perawatan yang berkala.
3) Perangkat Software, Ganguan juga dapat terjadi dari software yang
ada di Server atau PC client,ganguan ini bisa disebabkan oleh tidak
jalannya aplikasi di wireless, konflik IP ( Internet Protocol ),tidak
jalannya proses proxy server pada server, dan masih banyak lagi jenis
ganguan software lainnya, solusinya adalah Admin harus menguasai
standart server dan client.
Instalasi Jaringan di dalam ruangan
Tampak pada gambar adalah computer yang berfungsi sebagai gateway
untuk operasi 24 jam ke Internet dari rumah saya. Komputer tersebut adalah
Pentium I 166MHz dengan memory 64Mbyte RAM.
Saya menggunakan Linux Red Hat 9.0 sebagai system operasinya. Pada
operasi normalnya, computer tersebut beroperasi dengan mode text tanpa
Graphical User Interface (GUI) yang akan banyak menghabiskan memory.
Antenna luar untuk memperpanjang jarak jangkau
Komunikasi diletakan di atas atap klem ke pipa ledeng sepanjang 2 meter
yang ditanam ke beton di dinding rumah saya. Antenna tersebut adalah
antenna parabola dengan gain 19dBi; sebetulnya terlalu besar untuk
mencapai akses point yang jaraknya hanya 1 kilometer dari rumah saya.
NW.MNT.201.(2).A 11
Gateway Pentium I tersebut diberi card Ethernet tanbahan untuk
disambungkan ke jaringan computer local (LAN). Tampak pada gambar
adalah tempat kerja saya yang terdiri dari banyak computer yang
tersambung ke jaringan local dan ke Internet melalui wireless Internet
melalui gateway Pentium I tersebut. Semua PC dapat secara simultan
mengakses internet melalui jaringan tersebut.
Perangkat dasar WAN /Wifi
a. Antena Grid 2,4 Mhz/Omni 19 Dbi
b. Radio Outdoor/Indoor
c. Wire Less Router
d. Kabel UTP
e. Conector RJ 45
f. Switch Hub
c. Rangkuman
Mendiagnosa permasalahan yang terjadi pada jaringan berbasis luas atau
wireless dilakukan untuk mengetahui bagian-bagian perangkat
hardware/software yang kemungkinan mengalami kerusakan atau
gangguan. Mendiagnosa kerusakan dapat dilakukan secara hardware
maupun secara software dengan indikasi-indikasi yang dapat diamati.
Untuk mendapatkan jaringan berbasis luas/wireless yang baik dan bekerja
secara normal harus dilakukan perawatan secara berkala. Perawatan ini
dilakukan untuk mengetahui kondisi perangkat pendukung dan kondisi
jaringan berbasis luas dalam berkomunikasi data. Dengan perawatan
yang berkala diharapkan sistem jaringan berbasis luas/wireless tersebut
akan selalu dalam kondisi yang terjaga dengan baik dan bekerja secara
normal.
NW.MNT.201.(2).A 12
d. Tugas
1) Perhatikan dan catatlah kondisi peralatan yang digunakan dalam jaringan
berbasis luas/wireless pada saat bekerja secara normal!
2) Periksa dan catatlah secara hardware dengan mengindikasikan bahwa
jaringan berbasis luas/wireless tersebut sudah dapat bekerja dengan baik
serta alasannya!
3) Periksa dan catatlah jenis topologi fisik jaringan yang digunakan dalam
laboratorium anda, jenis kabel dan indentifikasikan IP (internet protocol)
yang digunakan oleh radio atau Wire less router.
Nb: Jika disekolah anda tidak mempunyai WAN (Wide Area Network)
dapat digantikan dengan WireLess Router, untuk instalasi di Lab
computer sekolah
e. Tes Formatif
1) Sebutkan peralatan vital yang harus dimiliki untuk membangun sebuah
jaringan berbasis luas/wire less beserta fungsinya masing-masing?
2) Dalam Jaringan berbasis luas/wireless apakah perlu dilakukan perawatan?
Kalau perlu berapa jangka waktu perawatannya? Mengapa harus
dilakukan perawatan? Pada bagian apa saja?
f. Kunci Jawaban Formatif
1) Peralatan vital yang harus dimiliki untuk membangun sebuah jaringan
berbasis luas beserta fungsinya masing-masing adalah:
a) Antena Grid 2,4/Omni 19dbi
Fungsinya adalah dimana antenna ini adalah menerima dan mengirim
signal data dengan sisitem gelombang radio 2,4 Mhz.Dimana data
tersebut bisa dalam bentuk intranet atau internet.
b) Radio outdoor/indoor
Berfungsi menghubungkan proses input/output frekuensi 2,4 MhZ ke
Ethernet Card ( Eth0 ) atau komputer.
NW.MNT.201.(2).A 13
c) HUB/switch
Hub/switch berfungsi sebagai terminal atau pembagi sinyal data bagi
kartu jaringan (Network Card).
d) Wire Less Router
Bisa juga berfungsi menjadi switch hub dan sebagai radio indoor
dimana menghubungkan frekuensi 2,4 Mhz ke PC
( Personal computer).
e) Kabel dan Konektor
Kabel dan konektor berfungsi sebagai media penghubung antara
komputer client dengan komputer client yang lain atau dengan
peralatan lain yang digunakan untuk membentuk jaringan.
2) Perlu, jangka waktunya sebulan, jika tidak ada perawatan maka
perangkat wire less akan cepat rusak dan dapat mati total, pada bagian
radio outdoor/indoor, wireless router dan mengatur radio tersebut melalui
software sesuai merk radio/ wire less.
g. Lembar Kerja
Alat dan bahan
1) Tang, obeng plus/minus untuk merakit dan memasang antenna, lalu alas
kaki yang terbuat dari karet untuk menghindari aliran listrik ketubuh
(tersengat listrik)
2) Kabel UTP dan conector RJ45 serta klimping Tools untuk memasang RJ
45 ke kabel UTP.
3) Radio Indor/Out door lengkap dengan Driver/aplikasinya.
4) Wire Less Router.
lalu koneksikan dengan komputer yang mempunyai sistem operasi, lalu
masuk ke dalam aplikasi web browsing, lalu ketik ip wireless pada address
NW.MNT.201.(2).A 14
yang biasanya setiap wire less router mempunyai IP: 192.168.1.1,lalu
setting IP local sesuai dengan IP local yang sudah ditentukan menurut
classnya, Tugas ini adalah untuk sekolah yang tidak mempunyai WAN (wide
area network) di sekolahnya.
Jika sekolah mempunyai WAN (Wide Area Network) maka, lakukan instalasi
Radio,dengan cara pasang antena omni atau grid 2,4 Mhz pada tower, lalu
coneckan kabel UTP pada radio indoor/outdoor.Setelah anda melihat lampu
power, LAN (eth), dan lampu signal (berkedip) maka instalasi radio telah
anda jalani dengan baik.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Berdo alah sebelum memulai kegiatan belajar.
2) Gunakan alas kaki yang terbuat dari karet untuk menghindari aliran
listrik ketubuh (tersengat listrik)
3) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar
kegiatanbelajar.
5) Letakkan antena/radio/wireless pada tempat yang aman.
6) Pastikan antena/ radio/wireless dalam keadaan baik, semua kabel
penghubung terkoneksi dengan baik.
7) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan
elektromagnetik di dekat antena/radio/wireless (magnet,
handphone, dan sebagainya).
8) Jangan meletakkan makanan dan minuman diatas
antena/radio/wireless.
9) Gunakanlah antena/radio/wireless sesuai fungsinya dengan hati-hati.
NW.MNT.201.(2).A 15
Langkah Kerja
Jika sekolah yang tidak mempunyai Wan (Wide Area Network)
1) Wire Less Router dikoneksikan dengan komputer yang mempunyai
sistem operasi menggunakan kabel UTP.
2) Periksa kabel UTPnya, karena kabel tersebut sebaiknya Cross.
3) Periksa semua konektor kabel telah terhubung dengan baik (tidak
longgar) pada Wire less Router ke Server/workstation (client).
4) Periksa kabel penghubung antara komputer server ke switch/hub dan
komputer workstation (client) ke switch/hub.
5) Hidupkan komputer server dan masuklah sebagai admin (root) dengan
user name dan pasword admin.
6) Periksa setting alamat IP dan subnet mask pada komputer server dan
client.
7) Periksa IP wire Less Router melalui web browsing lalu ketikkan IP wire
less 192.168.1.1.
8) Muncul tampilan Web wire less, lalu gantikan Passwordnya.
9) Rapikan dan bersihkan tempat praktek
Jika sekolah yang mempunyai WAN, maka:
10) Rakit Antena grid 2,4 mhz.
11) Periksa dengan benar rakitanya, jangan sampai terbalik memasang
arah polarisnya.
12) Kencangkan semua baut baut nya.
13) Periksa radio indoor/outdoor dalam kondisi baik.
14) Sambungkan radio dengan antenna menggunakan kabel UTP dimana
kabel tesebut harus diposisi croos.
15) Periksa lampu radio apakah hidup lampu powernya.
16) Periksa lampu LAN (eth) apakah hidup.
17) Perika lampu frekuensi radio hidup (berkedip)
18) Jika ketiga lampu sudah dalam keadaan hidup maka radio berjalan
dengan baik.
NW.MNT.201.(2).A 16
19) rapikan tempat kerja anda.
Kegiatan Belajar 2: Memilah Masalah Berdasarkan Kelompoknya
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1) Peserta diklat mampu mengklasifikasi perangkat WAN pada
pengoperasian
2) Peserta diklat mampu mengidentifikasi masing-masing jenis
permasalahan yang ada pada hardware.
3) Peserta diklat mampu mengidentifikasi masing-masing jenis
permasalahan yang ada pada software.
b. Uraian Materi
Peralatan WLAN untuk Instalasi Luar Ruang
Pada berbagai kasus, kemungkinan konfigurasi instalasi dapat sangat
bervariasi. Pada dasarnyakita membutuhkanempat buah komponen inti untuk
mem-bypass infrastruktur Telkom yaitu:
PC router, dapat berupa Pentium I atau Pentium I I 64Mbyte RAM dengan
system operasi Linux agar cukup reliable.
WLAN Card, menggunakan card PCI dengan antenna external. Untuk
solusi yang lebih murah, menggunakan card USB yang memiliki built-in
antenna. Dengan menambahkan reflector pada USB card tersebut, jarak
beberapa kilometer. Perlu dicatat bahwa tidak semua card WLAN
dirancang untuk keperluan outdoor, sebagian card dirancang hanya untuk
keperluan indoor.
Bagi anda yang menggunakan card PCI , untuk menyambungkan ke
antenna external dibutuhkan kabel pig tail untuk sambungan ke kabel
coax. Kabel coax biasanya diusahakan tidak lebih dari 10 meter untuk
NW.MNT.201.(2).A 17
menjaga agar redaman tidak terlalu besar. Sebetulnya akan lebih murah
dan tidak meredam terlalu banyak sinyal jika menggunakan card USB
WLAN, karena tidak perlu lagi menggunakan kabel coax.
Antenna luar digunakan untuk memperluas jangkauan komunikasi
wireless internet. PAda dasarnya anda membutuhkan sebuah antenna
luar di frekuensi 2.4GHz. Jika anda ingin membuat sendiri antenna luar
2.4GHz, Anda dapat memerikasanya di http://www.google.com
menggunakan keyword homebrew 2.4 GHz antenna anda akan
memperolah banyak informasi tentang berbagai teknik untuk membuat
sendiri antenna luar untuk 2.4GHz.
Bagi yang menggunakan card USB WLAN dengan antenna 2.4GHz yang sudah
built-in, perlu melakukan beberapa hal untuk membuat jarak menjadi jauh,
antara lain:
Buat supaya card USB WLAN menjadi tahan cuaca, misalnya dengan
memasukannya ke bungkusan yang tahan hujan, dll.
Buat supaya kabel USB ke PC juga tahan cuaca.
Letakan Card USB WLAN di muka antenna parabola untuk memperoleh
penguatan antenna yang lebih besar.Dapat menggunakan antenna parabola
yang kecil yang biasa digunakan untuk kabel TV, atau membuatnya sendiri.
NW.MNT.201.(2).A 18
Gambar Arsitektur Protokol Komunikasi
Membangun Jaringan RT/RW-net
Langkah selanjutnya yang lebih kita kembangkan setelah seseorang tersambung
ke internet 24 jam melalui wireless internet, adalah mengkaitkan tetangganya
untuk dapat tersambung ke internet juga. Secara bisnis, hal ini cukup
menguntungkan dibandingkan bisnis WARNET.
Tampak pada gambar adalah konfigurasi umum RT/RW-net. Sebuah gateway
yang beroperasi 24 jam tersambung ke internet secara wireless disambungkan
ke jaringan komputer lokal (LAN) melalui card ethernet yang ke dua.
Jarak dan membuat peralatan tahan gangguan cuaca merupakan dua tantangan
yang harus dihadapi dalam membangun jaringan RT/RW-net. Memang jaringan
IntraNet di kantor maaupun WARNET dalam hal ini jauh lebih mudah karena
biasanya diinstalasi dalam ruangan.
Sebuah kabel UTP biasanya dapat dioperasikan secra reliable untuk jarak 100-
150 meter. Kita perlu memasang hub setiap jarak tersebut untuk menjangkau
jarak yang jauh. Memang teknik ini bukanlah teknik yang baik untuk
membangun sebuah jaringan LAN, tapi cukup lumayan untuk membangun
jaringan RT/RW-net yang relatif murah.
Instalasi sebuah RT/RW-net
Berbagai contoh yang ditampilkan pada bagian ini diambil dari instalasi, di
jaringan RT/RW-net. Semua gambar adalah milik pak Michael Sunggiardi yang
dapat diambil disitus di http://www.bogor.net/idkf/.
Tampak pada gambar adalah hub yang digunakan untuk memperkuat sinyal UTP
kabel agar jarak yang dapat ditempuh menjadi cukup jauh. Ada banyak pipa
NW.MNT.201.(2).A 19
paralon yang ditarik dari kotak tempat hub tersebut agar tahan terhadap
gangguan cuaca.
Kotak tempat penyimpanan hub, yang isinya hub dan power supply. Untuk
menagkal petir, ia dimasukan ke jaringan PLN. Kabel UTP dimasukan ke dalam
pipa pralon dan biasanya ditarik sepanjang got di muka rumah supaya mudah
melakukan pemeliharaan.
Gambar Topologi Adhoc Network
c. Rangkuman
Permasalahan yang sering muncul pada pemasangan maupun setelah
pemasangan jaringan berbasis luas adalah jarak dan ganguan cuaca yang
akan menggangu frekuensi 2,4 Mhz menjadi lemah, yang harusnya
mendapatkan signal 80 95 %. contoh Wan yang akan kita ambil adalah
system RT/RW net,dimana system ini sudah berkembang di beberapa
kawasan di Indonesia.Serta beberapa trik untuk merawat dan mengamankan
perangkat perangkat Wan ( wide area network).
d. Tugas
a. Periksa dan catat jenis kartu jaringan yang digunakan pada client dan
server serta jenis kabel yang digunakan dalam jaringan berbasis luas
tersebut
b. Periksa dan catatlah seting konfigurasi jaringan berbasis luas yang
digunakan dalam praktik tersebut!
NW.MNT.201.(2).A 20
c. Lakukan konfigurasi ulang pada kartu jaringan di komputer client anda
pada nomor TCP/ IP yang berbeda catat hasilnya! Apakah masih dapat
berkomunikasi komputer lain?
d. Kenapa?
e. Tes Formatif
1) Jelaskan instalasi RT/RW net
2) Bagaimana kita membangun jaringan RT/RW Net
3) Sebutkan Perangkat untuk instalasi luar ruangan?
f. Kunci Jawaban Formatif
1) Instalasi ini harus menggunakan tower, anti petir, lalu kabel UTP, radio
indoor/outdoor, switchub,antenna grid/omni,lalu dari tower di pasang
Antena yang dihubungkan ke radio emngguanakan kabek pictel, lalu dari
radio dihubungkan ke kael utp deng RJ 45 ke switch hub, swith hub
dapat langsung dihubungkan ke setiap client yang bergabung di RT/RW
net.
2) Setelah kita tersambung ke koneksi internet 24 jam maka kita dapat
membagi bandwith internet ke setiap client yang bergabung dalam Rt/Rw
net.Setiap client dapat mengakses internet dengan mengunakan PC (
personal computer ) di rumahnya masing masing.
3) Antena Luar (gried/omni), Radio Indoor/outdoor,Pc router, Wireless
router.
g. Lembar Kerja
Alat dan bahan:
1 (Satu) unit komputer yang telah terinstall sistem operasi jaringan sebagai
server, 1 (Satu) unit komputer yang telah terinstal sistem operasi sebagai
workstation (client), Network Interface card (kartu jaringan)yang telah
terpasang pada komputer server maupun workstation, kabel UTP untuk
NW.MNT.201.(2).A 21
menghubungkan komputer server dengan komputer client, switch/hub,
Konektor RJ45, Tang (Crimping tooll).Wire less router
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Berdo alah sebelum memulai kegiatan belajar.
2) Gunakan alas kaki yang terbuat dari karet untuk menghindari aliran
listrik ketubuh (tersengat listrik)
3) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan
belajar.
4) Letakkan komputer/wire less pada tempat yang aman.
5) Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel penghubung
terpasang dengan baik.
6) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan
elektromagnetik di dekat computer/wire less (magnet, handphone, dan
sebagainya).
7) Jangan meletakkan makanan dan minuman diatas computer/wiree less.
8) Gunakanlah komputer/ wire less sesuai fungsinya dengan hati-hati.
9) Setelah selesai, matikan komputer dengan benar.
Langkah Kerja
1) Persiapkan semua peralatan dan bahan pada tempat yang aman.
2) Periksa bahwa Kartu jaringan telah terpasang dengan baik pada
komputer server maupun client.
3) Periksa semua konektor kabel telah terhubung dengan baik (tidak
longgar) pada komputer server dan client.
4) Periksa kabel penghubung antara komputer server ke switch/hub dan
komputer client ke switch/hub.
5) Hidupkan komputer server dan masuklah sebagai admin (root) dengan
user name dan pasword admin.
6) Periksa radio indoor/outdoor dalam kondisi baik.
NW.MNT.201.(2).A 22
7) Sambungkan radio dengan antenna menggunakan kabel UTP dimana
kabel tesebut harus diposisi croos.
8) Periksa lampu radio apakah hidup lampu powernya.
9) Periksa lampu LAN ( eth ) apakah hidup.
10) Perika lampu frekuensi radio hidup (berkedip)
11) Jika ketiga lampu sudah dalam keadaan hidup maka radio berjalan
dengan baik.
12) rapikan tempat kerja anda.Kegiatan Belajar 2: Memilah Masalah
Berdasarkan Kelompoknya
13) Periksa setting alamat IP dan subnet mask pada komputer server dan
client.
14) Cek koneksi antar komputer workstation maupun komputer server
dengan client.
15) Matikan komputer dengan benar.
16) Rapikan dan bersihkan tempat praktik
Kegiatan Belajar 3: Membahas tentang menganalisa DHCP clien
a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
2) Peserta diklat mampu mengisolasi permasalahan perangkat jaringan agar
tidak mengganggu keseluruhan sistem
3) Peserta diklat mampu mengisolasi permasalahan perangkat jaringan dari
sisi hardware
4) Peserta diklat mampu mengisolasi permasalahan perangkat jaringan dari
sisi software
b. Uraian Materi
Konsep DHCP Server
Mengingat alamat IP yang sudah digunakan oleh setiap komputer tentulah
bukan suatu pekerjaan yang mudah dan santai, apalagi terdapat lebih dari
seratus komputer. Setiap instalasi komputer baru, Anda harus menari IP yang
NW.MNT.201.(2).A 23
belum terpakai atau IP akan bentrok. Belum lagi komputer yang rusak dan
diganti sehingga Anda harus mengingat kembali alamat IP yang lama, maka
munculah ide untuk mengotomatisasi pengalamatan IP dengan DHCP (gambar
5.1)
Komputer yang telah dikonfigurasikan agar menggunakan DHCP, sewaktu
dihidupkan akan menari apakah di Network terdapat DHCP Server dan komputer
tersebut akan berteriak: hai, saya mau menyewa IP, apakah ada yang
menawarkannya? . DHCPServer yang mendengar adanya pihak yang mencari
akan berkata ok, saya adanih IP untuk disewakan, nonya adalah sebagai
berikut bla bla bla.......... Apakah Anda tertarik? . Komputer yang mendapatkan
penawaran dari DHCP Server ini akan memilih dari sekian penawaran IP secara
acak jika dalam network terdapat beberapa DHCP Server. Ketika pilihan sudah
diputuskan, komputer akan mengatakan ke salah satu DHCP Server ok, saya
akan meminjamnya dari Anda DHCP Server . DHCP Server akan menjawab lagi
untuk terakhir kalinya ok .
Proses penyewaan alamat IP seara teknis adalah:
1. Client mengirimkan broadcast DHCPDISKCOVER untuk mencari DHCP Server.
2. DHCP Server yang tersedia mengirimkan DHCPOFFER serta IP dan waktu
penyewaan.
3. Client yang menerima penawaran IP dari DHCP Server mengirimkan
DHCPREQUEST.
4. Proses terakhir, DHP Server mengirimkan DHPPACK.
Pembaruan Penyewaan IP
Sebenarnya ketika DHCP Server menyewakan IP ke komputer client, DHCP
Server akan mengatakan, OK, saya akan menyewakan IP ini untuk Anda selama
sekian hari . Agar komputer client bisa tetap aktif dan berkomunikasi dalam
NW.MNT.201.(2).A 24
jaringan, maka penyewaan IP perlu dilakukan penyewaan kembali sebelum
masa akhir penyewaan IP habis.
Komputer client akan secara otomatis memperbaharui penyewaan IP ketika
mencapai 50% dari masa waktu penyewaan dengan mengirimkan
DHCPREQUEST ke DHCP Server. Jadi misalkan saja penyewaan IP adalah 8 hari,
maka pada hari ke 4, komputer client akan mencoba memperbaharui
penyewaan IP ini secara otomatis. Andaikan saja pada saat penyewaan
mencapai 50% dan penyewaan IP kembali gagal dilakukan karena DHCP server
sedang diperbaiki, maka komputer secara otomatis akan mencoba lagi
memperbaharui penyewaan IP pada saat masa sewa mencapai 87.5%.
Bagaimana jika komputer client tetap tidak dapat memperbaharui masa
penyewaan IP tersebut? Maka tidak seperti hukum di Indonesia yang bisa
seenaknya dimainkan, komputer client harus melepaskan IP yang telah disewa
dan mencari DHCP server yang lain atau tidak mendapatkan alamat IP yang
baru.
Instalasi DHCP Server pada Windows 2003
Sebelumnya sudah kita bicarakan setting IP otomatis yang akan mengambil
konfigurasi IP melalui DHCP Server, pada bagian ini akan kita lihat bagaimana
melakukan instalasi dan pemakaian dari DHCP server.
Windows 2003 seperti juga pada server pendahulunya (Windows 2000 NT)
sudah mengikutsertakan servies untuk berfungsi sebagai DHCP server.
Walaupun services dari DHCP ini tidak terinstalasi secara default, tapi Anda bisa
menginstalnya dengan sangat mudah, yaitu melalui menu: Start > Control
Panel > Add Or Remove Programs > Add/ Remove Windows
Components > Networking Services > Dynamic Host Configuration
Protocol (DHCP).
NW.MNT.201.(2).A 25
Scope
Tugas DHCP server adalah memberikan IP atau yang lebih dikenal, menyewakan
IP ke client. IP apa saja yang disewakan ke client? IP yang ditawarkan atau
biasanya range IP yang ditawarkan oleh DHCP server disebut sebagai scope.
Misalkan Anda mempunyai scope antara 10.10.1.1 s/d 10.10.1.3, artinya DHCP
server Anda bisa memberikan IP ke tiga komputer sekaligus, yaitu 10.10.1.1,
10.10.1.2, dan 10.10.1.3.
Biasanya saya memberikan range IP secara lengkap ke dalam DHCP. Jadi
misalkan network saya menggunakan IP 192.168.0.0/ 24 (subnet mask
255.255.255.0 jika Anda lupa dengan arti dari angka 24 ini) atau 192.168.0.1-
192.168.0.254 maka saya akan membuat range Start IP address dengan nilai
192.168.0.1 dan End IP address dengan nilai 192.168.0.254. Bagaimana jika
nomor IP 192.168.0.9 dan 192.168.0.10 sudah terpakai untuk server saya?
Apakah tidak bentrok jika DHCP masih tetap menawarkannya? Tentu saja akan
bentrok jika DHCP server Anda menawarkannya, karena itulah nantinya harus
Anda set agar IP yang sudah digunakan jaringan lagi ditawarkan melalui pilihan
Exclude.
Sebagai sedikit gambaran dalam perancangan penggunaan IP, misalkan saya
mempunyai network range yang digunakan 192.168.0.1 s/d 192.168.0.254,
maka saya akan tetapkan, semua server harus menggunakan IP permanen
antara 192.168.0.1-192.168.20, untuk alat network seperti swicth, router dan
lain-lain akan menggunakan range IP 192.168.0.21-192.168.0.50. Nantinya pada
DHCP server saya tinggal set agar range IP dari 192.168.0.1 s/d 192.168.0.50
harus di-exclude atau tidak boleh ditawarkan ke client. Pada saat pemasangan
server baru, saya tinggal menggunakan salah satu IP dari range IP 192.168.0.1-
192.168.0.20 dan tidak perlu melakukan apapun pada DHCP server yang sedang
berjalan. Tentu saja Anda bisa melebarkan range IP untuk server maupun alatalat
komunikasi sesuai dengan kebutuhan Anda dan nantinya.
NW.MNT.201.(2).A 26
Untuk mengaktifkan sebuah scope, klik gambar server kemudian pilih Action >
New Scope atau klik kanan New Scope. Kolom Start IP address dan End IP
address meminta Anda agar memasukan alamat IP awal dan alamat IP akhir
yang akan digunakan. Karena saya menggunakan network 192.168.0.0/24 maka
saya bisa memasukan IP 192.168.0.1 pada kolom Start Ip address sedangkan
pada kolom End Ip address dimasukan IP 192.168.0.254 (ingat alamat
192.168.0.0 dan 192.168.0.255 tidak bisa digunakan). Selain Start IP address
dan End IP address Anda juga harus mengisi subnet mask yang digunakan
dalam bentuk jumlah bit (length) atau dalam bentuk desimal.
Seperti yang telah saya dijelaskan, Anda bisa memasukan IP dalam scope yang
tidak boleh disewakan ke client pada bagian Add Exculusions . Pada bagian ini
Anda bisa memasukan per IP secara satu persatu atau dalam suatu range. Disini
terlihat betapa membantunya desain penggunaan IP yang telah saya lakukan
sehingga saya hanya perlu memasukan IP range 192.168.0.1 s/d 192.168.0.50
dari pada saya harus memasukannya satu per satu IP yang digunakan oleh
server dan alat-alat komunikasi jaringan.
Untuk memasukan IP satu per satu, Anda bisa memasukannya dalam Start IP
address dan End IP address dengan IP yang sama. Jadi misalkan Anda
mempunyai satu IP yang harus di-exclude yaitu 192.168.0.100, maka masukan
IP 192.168.0.100 dalam kolom Start IP address maupun End IP address
kemudian klik tombol Add (Gambar 5.4).
Durasi penawaran-penawaran IP oleh DHCP server ke client dimasukkan ke
dalam bagian Lease Duration (Gambar 5.5). Jadi pada bagian inilah Anda
menentukan berapa lama sebuah komputer yang meminjam IP dari DHCP server
harus memperbarui IP yang telah dipinjamnya. Secara default, waktu yang terisi
adalah 8 hari yang tentu saja sudah cukup lama. Semakin lama waktu sewa
tentunya lalu lintas data pada jaringan Anda juga akan semakin sedikit; tapi
NW.MNT.201.(2).A 27
saya sendiri lebih suka waktu penyewaan atau lease duration selama 1 hari
selama suatu jaringan belum benar-benar dirancang dengan sangat baik. Hal ini
dilakukan untuk mengantisipasi perubahan-perubahan kebijakan seperti alamat
server DNS yang berubah dan lain-alin. Dengan lease duration 1 hari, kenaikan
lau lintas data akan cukup terasa jika terdapat ratusan komputer karena proses
pembaruan dan penyewaan menggunakan sekitar empat kali 576 bytes. Setelah
mendapatkan network yang lebih mantap, Anda bisa secara bertahap menaikan
lease duration secara bertahap.
Selain konfigurasi IP yang disewakan ke client, Anda juga bisa mengatur alamt
DNS, Default Gateway dan lain-lain (Gambar 5.6). Dengan demikian, penyewaan
IP oleh client berupa satu paket lengkap dengan seting alamat DNS, Default
gateway dan lain-lain, dan karean alasan inilah saya lebih suka dengan lease
duration selama 24 jam. Andaikan terjadi perubahan alamat DNS dan perubahan
Gateway saya bisa segera memasukannya ke dalam DHCP server sehingga client
tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan data yang terbaru, atau
saya tidak perlu mendengar terlalu lama omelan-omelan yang segera datang
dari pengguna.
Pilihan pertama yang bisa Anda informasikan konfigurasi tambahan pada IP
adalah alamat default gateway (Gambar 5.7). Alamat default gateway ini
biasanya merupakan alamat dari router jika Anda terhubung dengan WAN atau
Internet. Default gateway bisa dikatakan sebagai alamat yang Anda tuju ketika
berhubungan dengan network lain yang tentu saja selain network lokal.
Komunikasi dengan network lokal tidak akan bisa melalui default gateway,
karena itu Anda tidak bisa merancang dua network yang dihubungkan dengan
leased line dan router dengan alamat network yang sama.
Pada bagian selanjutnya, Anda bisa memasukan domain yang digunakan dalam
network pada kolom Parent Domain yang dalam contoh ini adalah
jasakom.com (Gambar 5.8). Selanjutnya, pada kolom Server name dan IP
NW.MNT.201.(2).A 28
address digunakan untuk memberikan informasi lokasi DNS server dalam
network. Anda bisa memasukan nama server dari DNS server saja jika tidak
hafal dengan alamat IP-nya dan mengklik tombol Resolve , maka alamat IP dari
nama DNS yang dimasukan akan diisi secara otomatis. Selanjutnya jangan lupa
mengklik tombol Add .
Setelah seting domain dan informasi DNS, Anda bisa juga memasukan lokasi
WINS (Gambar 5.9). Anda tidak perlu lagi memasukan atau menggunakan WINS
ini jika network atau jaringan yang digunakan minimal adalahg Windows 2000
dan XP. WINS sebenarnya sudah hendak dimatikan oleh Microsoft semenjak
Microsoft memutuskan untuk menggunakan TCP/IP sebagai protokol utamanya.
Langkah terakhir adalah mengaktifkan DHP server yang telah diseting agar bisa
segara menajalankan tugasnya. Untuk mengaktifkan DHCP server ini, Anda
tinggal memilih pilihan Yes, I want to activate this scope now (Gambar ).
Setelah DHCP server aktif, Anda akan melihat gambar server DHCP dan juga
berbagai informasi yang penting bagi administrator (Gambar 5.11). Beberapa hal
yang bisa Anda lihat adalah nama scope, kemudian Address Pool yang
menginformasikan range dari IP yang boleh dan tidak boleh (exclude) diberikan
ke DHCP client. Address Leases menunjukkan IP yang telah disewa oleh client
dan informasi nama komputer yang menyewa IP tersebut serta kapan IP yang
disewa akan habis masa waktunya (expired). Reservation digunakan untuk
menunjukkan pemberian alamat IP tertentu pada komputer yang tetap (akan
kita bahas nantinya). Scope Option adalah tambahan informasi pada setting IP
yang telah kita berikan seperti informasi DNS dan informasi Default gateway.
Pada bagian terakhir, yaitu Server Option sebenarnya tidak terlalu banyak
berguna karena digunkan hanya jika Anda mempunyai banyak scope dalam satu
DHCP server. Daripada melakukan setting informasi DNS server pada setiap
scope, Anda bisa melakukan setting pada Server Option yang akan menjadi
default setting pada semua scope.
NW.MNT.201.(2).A 29
INFO
Jika Anda ingin mengaktifkan DHCP server dalam network yang memiliki Active
Directory maka terdapat langkah tambahan yang harus Anda lakukan yaitu
otorisasi (authorize). Tanpa otorisasi, DHCP server 2003 Anda tidak akan bisa
diaktifkan. Saya katakan DHCP server 2003 karena jika Anda membuat DHCP
server dengan sistem lain seperti Linux atau Windows NT, Anda tetap bisa
mengaktifkan DHCP server tanpa otorisasi. Untuk melakukan otorisasi, klik menu
Action > Manage Authorized Servies > sorot server Anda dan klik
Authorized .
Reservation
Jika Anda mempunyai satu komputer yang membutuhkan penyewaan IP yang
selalu sama, Anda bisa melakukannya melalui bagian Reservation . Klik-kanan
pada bagian Reservation dan pilih New Reservation (Gambar 5.12)
Bagaimana DHCP server bisa mengenal komputer yang tidak mempunyai alamat
IP? Padqa saat client meminta alamat IP, sebenarnya dikirimkan juga informasi
dari alamat MAC atau alamat dari ethernet card yang digunakan oleh client (MAC
adalah alamat fisik sebuah ethernet card yang selalu unik).
Berdasarkan informasi dari MAC inilah, DHCP server menentukan apakah
komputer yang bersangkutan perlu diberikan IP yang telah ditentukan. Informasi
lainnya selain dari MAC Address, umumnya hanya berfungsi sebagai informasi
lainnya saja seperti Reservation name dan Description . Pada kolom IP
Address Anda memasukan alamat IP yang akan diberikan khusus ke alamat
MAC yang telah ditentukan.
Pada bagian terakhir Anda akan melihat type support, yaitu berupa DHCP atau
BOOTP. Jika Anda masih ingat dengan konsep diskless atau komputer tanpa
NW.MNT.201.(2).A 30
hardisk dan disket yang melakukan boot langsung dan terkoneksi ke server,
maka itulah BOOTP. BOOTP dulunya terkenal di Novell tapi saat ini tampaknya
sudah memudar. Microsoft sendiri juga tidak mendukung BOOTP dalam
produknya.
c. Rangkuman
WAN (Wide Area Network) sebaiknya di setting Ipnya dengan sistem
Automatic atau DHCP, karena lebih memudahkan kita untuk mengatur IP
(Internet Protocol)di setiap Client yang terkoneksi di areal WAN yang kita
kelola.Jadi Admin tidak perlu mengatur Ip yang ada di client.
d. Tugas
a. Lakukan konfigurasi IP DHCP pada server atau wire less router
b. Lakukan konfigurasi secara DHCP pada setiap Client
e. Tes Formatif
1) Apakah tugas dari DHCP?
2) Apa keuntungan dari DHCP?
q. Kunci Jawaban Formatif
a. Tugas DHCP server adalah memberikan IP atau yang lebih dikenal,
menyewakan IP ke client.
b. Keuntungannya adalah Admin tidak repot lagi untuk menentukan dan
menginstal IP pada setiap client.
NW.MNT.201.(2).A 31
Lembar Kerja
a. Alat dan bahan:
1 (Satu) unit komputer yang telah terinstall sistem operasi jaringan sebagai
server, 1 (Satu) unit komputer yang telah terinstall sistem operasi sebagai
workstation (client), Network Interface card (kartu jaringan)yang telah
terpasang pada komputer server maupun workstation, kabel UTP untuk
menghubungkan komputer server dengan komputer client, switch/hub,
Konektor RJ45, Tang (Crimping tooll),serta wire less router.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Berdo alah sebelum memulai kegiatan belajar.
2) Gunakan alas kaki yang terbuat dari karet untuk menghindari aliran
listrik ketubuh (tersengat listrik)
3) Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada setiap lembar kegiatan
belajar.
4) Letakkan komputer pada tempat yang aman.
5) Pastikan komputer dalam keadaan baik, semua kabel penghubung
terkoneksi dengan baik.
6) Jangan meletakkan benda yang dapat mengeluarkan medan
elektromagnetik di dekat komputer (magnet, handphone, dan
sebagainya).
7) Jangan meletakkan makanan dan minuman diatas komputer.
8) Gunakanlah komputer sesuai fungsinya dengan hati-hati.
9) Setelah selesai, matikan komputer dengan benar.
NW.MNT.201.(2).A 32
Langkah Kerja
1) Persiapkan semua peralatan dan bahan pada tempat yang aman.
2) Periksa bahwa Kartu jaringan telah terpasang dengan baik pada komputer
server maupun client.
3) Periksa semua konektor kabel telah terhubung dengan baik ( tidak
longgar) pada komputer server dan client.
4) Periksa kabel penghubung antara komputer server ke switch/hub dan
komputer client ke switch/hub.
5) Hidupkan komputer server dan masuklah sebagai admin (root) dengan
user name dan pasword admin.
6) Hidupkan Komputer client.
7) Periksa setting alamat IP dan subnet mask pada komputer server dan
client.
8) Setting IP secara DHCP/automatic.
9) Cek koneksi antar komputer workstation maupun komputer server
dengan client.
10) Matikan komputer dengan benar.
11) Rapikan dan bersihkan tempat praktek
b. Kegiatan Belajar
Perbedaan admin dan Cleint adalah admin adalah komputer (Server) yang
dapat menentukan semua akses data baik intranet atau internet dengan
aturan aturan sistem operasi server yang telah ditetapkan/berlaku pada
setiap sistem operasi. Client adalah komputer pengikut si admin.Jadi client
hanya dapat mengakses data yang telah ditentukan atau di ijinkan oleh si
admin.Contohnya misalkan si admin tidak mengijinkan data yang ada di drive
c: atau di fólder mydocument di lihat oleh client, maka si admin dapat
mengunci drive atau fólder tersebut dengan aturan yang ada di sistem
operasi tersebut.Admin dapat menginstal dan mengatur DHCP, Domain,
Proxy Server, Web Server, dll. Sedangkan client hanya dapat memakai dan
NW.MNT.201.(2).A 33
mengikuti sistem yang sudah dibuat oleh si admin.Di dalam lingkup WAN
(Wide area network) admin Sangat berperan sebagai wadah tempat
mengirim dan menerima semua akses data dari client client yang begabung
dalam wadah WAN (Wide area network) tersebut.Misalkan instalasi RT/RW
net maka setiap rumah akan mengupload dan mendownload dari Server
admin yang ada di sekolah kita
yang telah menggunakan jeringan berbasis luas (WAN)
i. Rangkuman
Admin dan Client dalah dua posisi yang berberbeda ibarat si Bos dengan
bawahannya, si penentu dan yang ditentukan.Admin dapat mengakses
semua keperluannya sedangkan client dia harus meminta ijin dulu dengan si
Admin.
ii. Tugas
a. masuklah ke sistem operasi anda sebagai admin. dengan mengisi user
dengan Administrator/root.
2) Masuklah kesistem operasi anda sebagai client
iii. Tes Formatif
1) apakah yang dimaksud dengan Admin?
2) Apakah yang dimaksud dengan client?
iv. Kunci Jawaban Formatif
1) admin adalah si penentu, computer server yang dapat menentukan
jalannya akses data dengan baik dan benar baik intranet maupun
internet.
2) Client adalah yang ditentukan, computer yang mengkses data intranet atau
internet yang telah ditentukan hak aksesnya oleh si admin
NW.MNT.201.(2).A 34
BAB. III
EVALUASI
A. PERTANYAAN
1. Sebutkan Langkah-langkah instalasi jaringan berbasis luas?
2. Sebutkan keuntungan atau kelebihan dari WAN?
3. Sebuah sekolah SMU mempunyai rencana untuk membangun WAN dan
mempunyai lab Komputer dan satu unit server, dimana sekolah tersebut
ingin mebangun RT/RW net di daerahnya, ada 10 unit rumah yang ingin
bergabung dimana 10 unit rumah tersebut masih dalam komplek yang
sama dan berdekatan, lalu ada 2 instansi sekolah yang juga igin
bergabung di lingkungan WAN sekolah kita, bagaimanakah anda
membangun dan menginstalasi WAN tersebut?
B. KUNCI JAWABAN EVALUASI
a. rakit perangkat antenna, lalu sambungkan ke radio dengan kabel pictel,
lalu sambungkan radio dengan kabel UTP mwnggunakan connector RJ
45.deteksi IP radio melalui server atau pc client dengan menggunakan
aplikasi si radio lalu arahkan antenna radio client ke antenna WAN yang
ada ditempat kita. Ping IP radio client, bisa juga dengan menggunakan
aplikasi software si radio.
b. Keutungannya kita dapat membuat komunitas antara sekolah menjadi
mudah dan menggunakan bandwit intenert dengan cepat dam murah
c. Kita harus membangun tower di satu titik yang temudah dan terdekat lalu
memsang antenna serta radio.dan membaginya dengan switch hu
kesetiap rumah penduduk, Untuk meng akses ke sekolah lain maka
sekolah tersebut juga harus memasang antenna dan radio indoor/outdoor
untuk dapat mengakses ke WAN yang kita miliki.
NW.MNT.201.(2).A 35
C. KRITERIA KELULUSAN
Kriteria
Skor
(1-10)
Bobot Nilai Keterangan
Kognitif (soal no 1 s/d 2) 3
Kebenaran layout 3
Kerapian, kebersihan,
ketelitian
2
Ketepatan waktu 2
Nilai Akhir
Syarat lulus
nilai minimal
70 dan skor
setiap aspek
minimal 7
Kategori kelulusan:
70 79 : Memenuhi kriteria mininal. Dapat bekerja dengan bimbingan.
80 89 : Memenuhi kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.
90 100 : Di atas kriteria minimal. Dapat bekerja tanpa bimbingan.
NW.MNT.201.(2).A 36
BAB. IV
PENUTUP
Demikian modul pemelajaran Mendiagnosis permasalahan perangkat yang
tersambung jaringan berbasis luas. Materi yang telah dibahas dalam modul
ini masih sangat sedikit. Hanya sebagai dasar saja bagi peserta diklat diharapkan
untuk belajar lebih lanjut. Diharapkan peserta didik memanfaatkan modul ini
sebagai motivasi untuk menguasai teknik diagnosis permasalahan perangkat
jaringan yang berbasis luas atau WAN (wide area network) yang lebih jauh
sehingga peserta diklat dapat melakukan tindakan pengisolasian permasalahan
yang terjadi pada jaringan berbasis luas yang tersambung dengan jaringan.
Setelah menyelesaikan modul ini dan mengerjakan semua tugas serta evaluasi
maka berdasarkan kriteria penilaian, peserta diklat dapat dinyatakan lulus/ tidak
lulus. Apabila dinyatakan lulus maka dapat melanjutkan ke modul berikutnya
sesuai dengan alur peta kedudukan modul, sedangkan apabila dinyatakan tidak
lulus maka peserta diklat harus mengulang modul ini dan tidak diperkenankan
mengambil modul selanjutnya.
NW.MNT.201.(2).A 37
DAFTAR PUSTAKA
Onno W. Purbo: Wire less (wifi), Desain, dan Implementasi, Elek Media
Komputindo, Jakarta, 1998
Onno W. Purbo: Buku Pintar Internet Teknologi Warung Internet, Elek Media
Komputindo, Jakarta, 1999
Dede Sopandi, Instalasi dan Konfigurasi Jaringan Komputer, Informatika,
Bandung, 2004
http://www.ilmukomputer.com diambil pada tanggal 26 Oktober 2004
NW.MNT.201.(2).A 38
NW.MNT.201.(2).A 39
TOPOLOGI JARINGAN WAN
TOPOLOGI JARINGAN WAN
NW.MNT.201.(2).A 40
This document was created with Win2PDF available at http://www.daneprairie.com.
The unregistered version of Win2PDF is for evaluation or non-commercial use only.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More