BAHASA PEMROGAMAN KOMPUTER

Sejarah Bahasa Pemrograman Komputer Sejak pertama komputer difference engine diciptakan oleh Charles Babbage pada tahun 1822, komputer membutuhkan sejumlah instruksi untuk melakukan suatu tugas tertentu. Instruksi-instruksi ini dikenal sebagai bahasa pemrograman. Bahasa komputer mulanya terdiri dari sejumlah langkah pengkabelan untuk membuat suatu program; hal ini dapat dipahami sebagai suatu rangkaian pengetikan kedalam komputer dan kemudian dijalankan. Pada awalnya, difference engine-nya Charles Babbage hanya dibuat untuk menjalankan tugas dengan menggunakan perpindahan gigi roda untuk menjalankan fungsi kalkukasi. Jadi, bentuk awal dari bahasa komputer adalah berupa gerakan secara mekanik, selanjutnya gerakan mekanik tersebut digantikan dengan sinyal listrik ketika pemerintah AS mengembangkan ENIAC pada tahun 1942, tetapi masih banyak mengadopsi prinsip-prinsip dasar dari Babbage’s engine yang mana diprogram dengan mengeset switch dan perkabelan pada seluruh sistem pada setiap “program” maupun kalkulasi. Tentu saja ini merupakan pekerjaan yang membosankan. Pada 1945, John Von Neumann yang bekerja pada Institute for Advanced Study mengemukakan dua konsep yang secara langsung mempengaruhi masa depan dari bahasa pemrograman komputer. Yang pertama dikenal sebagai “shared-program technique” (www.softlord.com). Pada teknik ini dinyatakan bahwa hardware komputer haruslah sederhana dan tidak perlu dilakukan pengkabelan dengan menggunakan tangan untuk setiap program. Sebagai gantinya, instruksi-instruksi yang lebih kompleks harus digunakan untuk mengendalikan perangkat keras yang lebih sederhana, hal ini memungkinkan komputer diprogram ulang dengan cepat. Konsep yang kedua yang juga sangat penting untuk pengembangan bahasa pemrograman. Von Neumann menyebutnya sebagai “conditional control transfer” (www.softlord.com). Ide ini berkembang menjadi bentuk subrutin, atau blok kode yang kecil yang dapat panggil berdasarkan aturan tertentu, dari pada suatu himpunan tunggal urutan kronologis yang harus dijalankan oleh komputer. Bagian kedua dari ide tersebut menyatakan bahwa kode komputer harus dapat bercabang berdasarkan pernyataan logika seperti IF (ekspresi) THEN, dan perulangan seperti FOR statement. “Conditional control transfer” mengembangkan ide adanya “libraries,” yang mana merupakan blok kode yang dapat digunakan berulang kali. Pada 1949, setelah beberapa tahun Von Neumann bekerja, bahasa Short Code dilahirkan (www.byte.com), yang merupakan bahasa komputer yang pertama untuk peralatan elektronik yang membutuhkan programmer untuk mengubah perintah kedalam 0 dan 1 dengan tangan. Pada 1957, bahasa khusus yang pertama muncul dalam bentuk FORTRAN yang merupakan singkatan dari sistem FORmula TRANslating. Bahasa ini dirancang pada IBM untuk perhitungan scientific. Komponen-komponennya sangat sederhana, dan menyediakan bagi programmer akses tingkat rendah kedalam komputer. Sampai saat ini, bahasa ini terbatas pada hanya terdiri dari perintah IF, DO, dan GOTO, tetapi pada waktu itu, perintah-perintah ini merupakan lompatan besar kearah depan. Type data dasar yang digunakan sampai sekarang ini dimulai dari FORTRAN, hal ini meliputi variabel logika (TRUE atau FALSE), dan bilangan integer, real, serta double-precision. FORTRAN sangat baik dalam menangani angka-angka, tetapi tidak terlalu baik untuk menangani proses input dan output, yang mana merupakan hal yang penting pada komputasi bisnis. Komputasi bisnis mulai tinggal landas pada 1959, dengan dikembangkannya COBOL, yang dirancang dari awal sebagai bahasa untuk para pebisnis. Type data yang ada hanya berupa number dan text string. Hal tersebut juga memungkinkan pengelompokan menjadi array dan record, sehingga data di telusuri dan diorganisasikan dengan lebih baik. Sesuatu hal yang menarik untuk dicatat bahwa suatu program COBOL dibuat menyerupai suatu essay, dengan empat atau lima bagian utama yang membentuk keseluruhan yang tertata dengan baik. Perintah-perintah COBOL sangat menyerupai tata bahasa English, sehingga membuatnya agak mudah dipelajari. Semua ciri-ciri ini dikembangkan agar mudah dipelajari dan mudah diterapkan pada dunia bisnis. Pada 1958, John McCarthy di MIT membuat bahasa LISt Processing (atau LISP), yang dirancang untuk riset Artificial Intelligence (AI). Karena dirancang untuk fungsi spesialisasi yang tinggi, maka tata cara penulisannya jaring kelihatan sebelum ataupun sesudahnya. Sesuatu perbedaan yang paling nyata dari bahasa ini dengan bahasa lain adalah dasar dan type satu-satunya adalah list, yang ditandai dengan suatu urutan item yang dicakup dengan tanda kurung. Program LISP sendirinya dibuat sebagai suatu himpunan dari list, sehingga LISP memiliki kemampuan yang khusus untuk memodifikasi dirinya, dan juga dapat berkembang sendiri. Tata cara penulisan LISP dikenal sebagai “Cambridge Polish,” sebagaimana dia sangat berbeda dari logika Boolean (Wexelblat, 177) : x V y – Cambridge Polish, what was used to describe the LISP program OR(x,y) – parenthesized prefix notation, what was used in the LISP program x OR y – standard Boolean logic LISP masih digunakan sampai sekarang karena spesialiasi yang tinggi dari sifat abstraknya. Bahasa Algol dibuat oleh suatu komite untuk pemakaian scientific pada tahun 1958. Kontribusi utamanya adalah merupakan akar dari tiga bahasa selanjutnya yaitu Pascal, C, C++, dan Java. Dia juga merupakan bahasa pertama dengan suatu tata bahasa formal, yang dikenal sebagai Backus-Naar Form atau BNF (McGraw-Hill Encyclopedia of Science and Technology, 454). Pada Algol telah diterapkan konsep-konsep baru, seperti rekursif pada function, bahasa berikutnya Algol 68, menjadi bahasa yang membosankan dan sulit digunakan (www.byte.com). Hal ini mengarah kepada adopsi terhadap bahasa yang lebih kecil dan kompak seperti Pascal. Pascal dimulai pada tahun 1968 oleh Niklaus Wirth. Tujuan pengembangannya adalah untuk kebutuhan pengajaran. Pada awalnya bahasa ini dikembangkan bukan dengan harapan adopsi pemakaian secara luas. Prinsipnya mereka mengembangkannya untuk alat pengajaran pemrograman yang baik seperti kemampuan debug dan perbaikan sistem dan dukungan kepada mikroprosesor komputer yang digunakan pada institusi pendidikan. Pascal dirancang dengan pendekatan yang sangat teratur (terstruktur), dia mengkombinasikan kemampuan yang terbaik dari bahasa-bahasa saat itu, COBOL, FORTRAN, dan ALGOL. Dalam pengerjaannya banyak perintah-perintah yang tidak teratur dan aneh dihilangkan, sehingga sangat menarik bagi pemakai (Bergin, 100-101). Kombinasi dari kemampuan input/output dan kemampuan matematika yang solid, membuatnya menjadi bahasa yang sukses besar. Pascal juga mengembangkan tipe data “pointer”, suatu fasilitas yang sangat bermanfaat pada bahasa yang mengimplementasikannya. Dia juga menambahkan perintah CASE, yang mana memperbolehkan perintah bercabang seperti suatu pohon pada suatu aturan: CASE expression OF possible-expression-value-1: statements to execute… possible-expression-value-2: statements to execute… END Pascal juga mengembangkan variabel dinamis, dimana variabel dapat dibuat ketika suatu program sedang berjalan, melalui perintah NEW dan DISPOSE. Tetapi Pascal tidak mengimplementasikan suatu array dinamis, atau kelompok dari variabel-variabel, yang mana sangat dibutuhkan, dan merupakan salah satu penyebab kekalahannya (Bergin, 101-102). Wirth kemudian membuat lanjutan dari Pascal, Modula-2, tetapi pada saat itu muncul C yang dengan cepat menjadi mengeser posisi Pascal. C dikembangkan pada tahun 1972 oleh Dennis Richie ketika sedang bekerja pada Bell Labs di New Jersey. Transisi pemakaian dari bahasa umum yang pertama ke bahasa umum sampai hari ini yaitu transisi antara Pascal dan C, C merupakan perkembangan dari B dan BCPL, tetapi agak menyerupai Pascal. Semua fasilitas di Pascal, termasuk perintah CASE tersedia di C. C menggunakan pointer secara luas dan dibangun untuk kecepatan dengan kelemahannya yaitu menjadi sulit untuk dibaca. Tetapi karena dia menghilangkan semua kelemahan yang terdapat di Pascal, sehingga dengan cepat mengambil alih posisi Pascal. Ritchie mengembangan C untuk sistem Unix yang baru pada saat yang bersamaan. Oleh karena ini, C dan Unix saling berkaitan. Unix memberikan C beberapa fasilitas besar seperti variabel dinamis, multitasking, penanganan interrupt, forking, dan strong low-level,input-output. Oleh karena itu, C sangat sering digunakan untuk pemrograman sistem operasi seperti Unix, Windows, MacOS, dan Linux. Pada akhir tahun 1970 dan awal 1980, suatu metode pemrograman yang baru telah dikembangkan. Ha tersebut dikenal sebagai Object Oriented Programming, atau OOP. Object merupakan suatu potongan dari data yang dapat dipaket dan dimanipulasi oleh programmer. Bjarne Stroustroup menyukai metode ini dan mengembangkan lanjutan dari C yang dikenal sebagai “C With Classes.” Kemampuan lanjutan ini dikembangkan menjadi bahasa C++ yang diluncurkan pada tahun 1983. C++ dirancang untuk mengorganisasikan kemampuan dasar dari C dengan OOP, dengan tetap mempertahankan kecepatan dari C dan dapat dijalankan pada komputer yang tipe berlainan. C++ sering kali digunakan dalam simulasi, seperti game. C++ menyediakan cara yang baik untuk memanipulasi ratusan instance dari manusia didalan elevator, atau pasukan yang diisi dengan tipe prajurit yang berbeda. Bahasa ini menjadi pilihan pada mata kuliah AP Computer Science sampai hari ini. Pada awal 1990′s, interaktif TV adalah teknologi masa depan. Sun Microsystems memutuskan bahwa interaktif TV membutuhkan suatu hal yang khusus, yaitu bahasa portable (bahasa yang dapat berjalan pada banyak jenis mesin yang berbeda). Bahasa ini dikenal sebagai Java. Pada tahun 1994, team proyek Java mengubah fokus mereka ke web, yang mana berubah menjadi sesuatu yang menjanjikan setelah interactive TV gagal. Pada tahun berikutnya, Netscape menyetujui pemakaian Java pada internet browser mereka, Navigator. Sampai titik ini, Java menjadi bahasa masa depan dan beberapa perusahaan mengumumkan aplikasi harus ditulis dalam Java. Java mempunyai tujuan yang besar dan merupakan bahasa yang baik menurut buku text, pada kenyataanya “bahasa tersebut tidak”. Dia memiliki masalah yang serius dalam optimasi, dengan arti program yang ditulis dengannya berjalan dengan lambat. Dan Sun telah membuat cacat penerimaan terhadap Java dengan pertikaian politis dengan Microsoft. Tetapi Java telah dinyatakan sebagai bahasa untuk instruksi masa depan dan benar-benar menerapkan object-oriented dan teknik tingkat tinggi seperti kode yang portable dan garbage collection. Visual Basic sering diajari sebagai bahasa pemrograman dasar yang mengacu pada bahasa BASIC yang dikembangkan pada tahun 1964 oleh John Kemeny dan Thomas Kurtz. BASIC adalah bahasa yang sangat terbatas dan dirancang untuk orang yang bukan computer science. Perintah-perintah dijalankan secara berurutan, tetapi kendali program dapat berubah berdasarkan IF..THEN, dan GOSUB yang mana menjalankan suatu blok kode dan kembali ketitik semula didalam alur program. Microsoft telah mengembangkan BASIC ke dalam produk Visual Basic (VB). Jantung dari VB adalah form, atau suatu window kosos dimana anda dapat drag dan drop komponen seperti menu, gambarm dan slider bars. Item-item ini dikenal sebagai “widgets.” Widget memiliki properti (seperti warna) dan events (seperti klik dan double klik) dan menjadi pusat dari pengembangan antarmuka dengan pemakai diberbagai bahasa program dewasa ini. VB merupakan program yang banyak digunakan untuk membuat interface sederhana ke produk Microsoft lainnya seperti Excel dan Access tanpa membaca banyak kode, dengannya dapat dimungkinkan untuk dibuat aplikasi yang lengkap. Perl telah sering digambarkan sebagai “duct tape of the Internet,” karena sering digunakan sebagai engine untuk interface web atau pada script untuk memodifikasi file konfigurasi. Dia memiliki fungsi text matching yang sangat baik sehingga membuatnya menjadi hal yang ideal untuk pekerjaan tersebut. Perl dikembangkan oleh Larry Wall pada 1987 karena fasilitas pada sed dan awk pada Unix (digunakan untuk manipulasi text) tidak mencukupi kebutuhannya. Tergantung kepada siapa anda bertanya, Perl adalah singkatan dari Practical Extraction and Reporting Language atau Pathologically Eclectic Rubbish Lister. Bahasa pemrograman telah berkembangan dari masa kemasa dan tetap dikembangkan dimasa depan. Mereka dimulai dari suatu daftar langkap pengkabelan agar komputer menjalankan tugas tertentu. Langkah-langkah ini berkembang menjadi software dan memiliki kemampuan yang lebih baik. Bahasa umum yang pertama menekankan pada kesederhanaan dan untuk satu tujuan saja, sedangkan bahasa dewasa ini terbagi atas bagaimana mereka diprogram, sehingga mereka dapat digunakan untuk semua tujuan. Dan mungkin bahasa yang akan datang lebih natural dengan penemuan pada quantum dan komputer-komputer biologis. Sumber : Indoprog ‘Algoritma & Pemrograman’ oleh Hendra, S.T.

Bahasa Pemrogaman

Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

Menurut tingkat kedekatannya dengan mesin komputer, bahasa pemrograman terdiri dari:

  1. Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110
  2. Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan (bah.Inggris Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.
  3. Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.
  4. Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb.

Sebagian besar bahasa pemrograman digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Tinggi, hanya bahasa C yang digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Menengah dan Assembly yang merupakan Bahasa Tingkat Rendah.

Rabu, 26 Januari 2011

Koran Tentang Penganguran

Pengguguran Makin Menjadi Pilihan
Oleh Faturochman*
Ada empat hal yang menarik dibahas dalam menganalisis perilaku
reproduksi remaja, yaitu hubungan seksual, kehamilan, aborsi, dan melahirkan usia
muda. Untuk melengkapinya dua hal lain juga menarik yaitu status perkawinan dan
penggunaan kontrasepsi.
Selama ini data-data yang dapat dianalisis dan valid tentang perilaku
reproduksi remaja terbatas dari negara-negara yang maju. Dari laporan Persatuan
Bangsa-bangsa tahun 1988 menunjukkan hal itu. Bahkan dari Asia hanya Jepang
yang memiliki data yang sahih untuk dibahas.
Menyimak data-data yang dikeluarkan badan-badan internasional seperti
PBB dan The Alan Guttmacher Institute tentang hubungan seksual pada remaja di
negara-negara maju kita hanya bisa geleng-geleng kepala. Bayangkan rata-ata
lebih dari Iima puluh persen wanita berusia dua puluh tahun pernah melakukan
hubungan seks. Angka untuk pria jelas lebih tinggi lagi.
Dari tahun ke tahun remaja yang melakukan hubungan seks sebelum
nikah juga makin meningkat di kelompok usia yang lebih muda. Mengutip data yang
dikemukakan oleh Zelnik dan Kantner (1977) antara tahun 1971-1976 saja terjadi
kenaikan 30% pada remaja usia 15 tahun yang melakukan hubungan seksual
sebelum nikah. Kenaikan tersebut diperkirakan lebih tinggi lagi lima tahun periode
berikutnya.
Data Beberapa Negara
Remaja yang melakukan hubungan seksual itu hampir semuanya beIum
berstatus nikah. Dan ternyata sebagian besar juga belum tahu tentang metode-
metode kontrasepsi. Karenanya tidak mengherankan bila angka kehamilannya juga
tinggi. Di Hongaria misalnya, tingkat kehamilan per 1000 wanita pada tahun 1984
adalah 80,4. Di Selandia Baru angka kehamilan pada remaja menunjukkan 46 per
1000 wanita. Angka-angka yang lebih rendah ditemukan di Inggris (44,7), Swedia
(4,2), Finlandia (32,1), dan Denmark (27,9). Di Eropa angka hubungan seksual dan
kehamilan pada remaja yang terkecil adalah di Nederland (12,1). Di Jepang tingkat
kehamilan pada remaja masih lebih kecil dari Nederland. hanya 10,5 per 1000
wanita. Dari kesemuanya tingkat kehamilan pada remaja yang terbesar adalah di
Amerika Serikat, sekitar 98 dari per 1000 wanita.
Malang bagi janin dalam rahim pada remaja itu. Penyebabnya adalah makin
tidak populernya pemeliharaan kehamilan. Pengguguran makin sering menjadi
pilihan. Jumlah pengguguran makin banyak dan terus meningkat semenjak tahun
tujuh puluhan. Angka terbesar pengguguran ditemukan di Denmark, Jepang, dan
Swedia, yaitu sekitar 60% dari kehamilan. Di Finlandia dan Norwegia satu diantara
dua kehamilan berakhir dengan pengguguran. Meskipun tingkat kehamilan di AS
paling tinggi, tetapi persentase yang digugurkan kurang dari 50%. Di negara-negara
Eropa Timur seperti Chekoslovakia, Jertim, dan Hungaria, serta di Selandia Baru
sekitar seperempat dari kehamilan digugurkan.
Berbeda dengan tingkat kehamilan pada remaja yang lebih banyak terjadi
pada remaja umur 18-19 tahun dibanding umur sebelumnya, tingkat pengguguran
lebih banyak pada usia sebelum 18 tahun dibanding usia 18-19 tahun.
Remaja Kota
Makin besarnya proporsi pengguguran terhadap kehamilan remaja ini berakibat makin sedikitnya anak yang lahir di luar pernikahan. Hal ini terbukti dalam
analisis yang dilakukan Journal Family Planning Perspectives terbitan awal tahun
1936 yang menganalisis data-data di Amerika Serikat mulai awal hingga
pertengahan tahun delapan puluhan. Pada kelompok wanita yang sudah bersuami
penurunan tersebut sebagian besar merupakan sumbangan dari keberhasilan
keluarga berencana. Namun pada kelompok remaja penurunan tingkat kelahiran
Iebih disebabkan banyaknya pengguguran (catatan: di Indonesia pengguguran
bukan metode KB).
Besarnya angka pengguguran tiap tahun memang sering membuat orang
menjadi ngeri. Karena besarnya ini secara periodik The Alan Guttmacher justru
merasa perlu melaporkan kejadian-kejadian aborsi di seluruh dunia dan beberapa
tahun terakhir ditulis oleh Stanley K. Henshaw dan Cristhopher Tietze dalam edisi
tersendiri. Bahkan tahun 1988 muncuI buku dari penerbit lain dengan judul
International Handbook of Abortion.
Adalah menarik untuk melihat karakteristik para remaja yang melakukan
hubungan seksual, hamil, dan aborsi sebelum nikah. Sebagian besar mereka
adalah remaja kota. Lingkungan kota meningkatkan jumlah pelaku seks sebelum
nikah karena antara lain ada perangsang seperti bacaan dan film porno.
Rangsangan-rangsangan itu tidak disaring oleh bekal agama yang dimiliki remaja.
Akibatnya perilaku yang sebenarnya terlarang itu pun terjadi.
Tentu saja rangsangan itu tidak sekaligus menimbulkan reaksi. Rangsangan
itu juga belum tentu begitu kuat untuk segera menimbulkan hasrat melakukan hu-
bungan seks. Karena beberapa kali ada rangsangan, maka secara kumulalif yang
tadinya kurang kuat pun akhirnya menjadi kuat untuk mendorong ke arah hubungan
terIarang. Dengan demikian konsep knowledge, attitude, and practice
(pengetahuan, sikap, dan praktek) berlaku dalam perilaku seksual remaja.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita-wanita yang
menggugurkan kandungannya pada umumnya memiliki konstruksi kepribadian yang
kurang kuat. Alasan ekonomi atas pengguguran saat ini kurang bisa diterima. Lebih
banyak diantara mereka adalah orang-orang yang mementingkan kesenangan diri,
daripada tanggung jawab, rasa malu, dan kehormatan terhadap diri sendiri dari
Tuhan.
Pernikahan
Bagi mereka yang berpijak pada perkawinan sebagai lembaga satu-satunya
yang bisa melegitimasi hubungan seksual sebelum menikah, data-data yang
disajikan di atas mungkin tidak menyenangkan. Itu bisa diterima. Apalagi di negara-
negara tersebut prosedur perkawinan juga bukan masalah yang sulit. Batas usia
termuda yang diizinkan berkisar antara 16-18 tahun untuk wanita dan 18-20 tahun
untuk pria. Bahkan di beberapa negara bagian di Amerika Serikat dan Kanada, dan
di Spanyol pria diizinkan kawin pada usia 14 tahun dan wanita pada usia 12-13
tahun.
Barangkali bagi mereka yang hidup di negara-negara seperti disebutkan di
atas berpikiran untuk sekedar hubungan seks saja kenapa harus repot-repot nikah
dulu. Bagi kita jelas pandangan seperti ini juga ditolak, sebab nikah juga bukan hal
yang merepotkan. Bahwa angka-angka kumpul kebo makin banyak adalah fakta
mereka, kita tidak perlu meniru.
Sayangnya untuk mengetahui apakah remaja kita meniru atau tidak perilaku
remaja di negara-negara lain dalam hal reproduksi, kita tidak tahu secara pasti.
Penyebabnya adalah keterbatasan data. Lebih tragis lagi setiap kali ada usaha untuk mengungkap data itu selalu mengalami kesulitan. Maka tidak mengherankan
bila kemudian yang muncul justru angka-angka dari penelitian yang sepenggal-
penggal. Dan bila hasilnya mengejutkan, sebagian besar orang risau dengan
angka-angka itu.
Saat inilah kiranya yang tepat bagi kita untuk lebih terbuka melihat
kenyataan. Kita perlu mendukung adanya penelitian ke arah perilaku reproduksi
pada remaja. Kemudian kita juga harus berani menerima kenyataan yang nantinya
ditemukan dalam penelitian, betapa pun tidak menyenangkan fakta itu. Tentu
bukan maksud penelitian untuk menelanjangi orang lain, tetapi untuk mengungkap
fakta demi langkah selanjutnya.
Dengan demikian memang perlu adanya keterlibatan dari lembaga-lembaga
penelitian yang qualified untuk melakukan hal itu. Bukan model penelitian yang
sekedar cari popularitas murahan. Dan sekali lagi setinggi apapun orang menjadi
moralis, tentu saja kita harus bisa menerima kenyataan yang ada.
Penanggulangan
Kiranya kita sepakat bahwa hubungan seksual diluar nikah pada remaja
harus dicegah. Disamping bertujuan menjaga moral hal itu bisa juga untuk
mencegah terjadinya kehamilan dan pengguguran. Sayangnya kontrol sosial kita
sekarang makin longgar. Akibatnya, fakta adanya kehamilan dan pengguguran yang
dijadikan indikasi banyaknya perilaku seksual sebelum nikah makin sering
terdengar. Sampai disitu baru kita terpana melihat kecenderungan yang
menggelisahkan. Bukan mencegah terjadinya hubungan seksual sebelum nikah.
Sangat menggembirakan usaha pemerintah untuk mencegah penggunaan
alat-alat kontrasepsi oleh mereka yang belum memiliki kartu tanda tertentu.
Tampaknya usaha ini salah satunya adalah untuk mencegah terjadinya hubungan
seksual pada remaja. Dengan asumsi bahwa remaja akan berusaha menghindari
terjadinya kehamilan, akibat hubungan seksual pranikah karena tidak diperkenankan
menggunakan alat kontrasepsi, maka mereka akan mengurangi aktivitas
seksualnya.
Pencegahan hubungan seksual pada remaja melalui pembatasan pemakaian
alat kontrasepsi tidak akan efektif tanpa ada usaha lain yang mendukung. Karena
masih kurangnya usaha ke arah itu maka ada baiknya untuk segera dipikirkan.
Sementara sebagian orang mengusulkan untuk menyelenggarakan pendidikan
seks. Sebagian lain justru menentangnya. Terlepas dari pro dan kontra tentang
pendidikan seks ini, yang jelas untuk melaksanakannya memang tidak mudah.
Padahal pendidikan seks yang tidak tuntas justru akan menimbulkan dampak yang
tidak baik. Di Amerika Serikat sendiri efektivitas pendidikan seks masih diragukan.
Efektivitas yang bisa diukur adalah berkurangnya jumlah kehamilan pada remaja
yang mengikutinya. Sedangkan jumlah remaja yang melakukan hubungan seks
sebelum nikah tidak turun.
Tiga Jalur
Menurut penulis ada tiga jalur yang bisa digunakan untuk mencegah perilaku
reproduksi bagi remaja, yaitu keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial terutama
lembaga-lembaga keagamaan. Meskipun remaja banyak menghabiskan waktunya
diluar rumah tetapi karena ketergantungan terhadap keluarga masih tinggi, maka
keluarga masih bisa mengontrolnya. Sayangnya banyak orang tua yang meragukan
kemampuan kontrol mereka terhadap remaja. Tidak sedikit pula yang bingung
terhadap pengertian mengontrol dan membahagiakan. Ada yang merasa dengan mengontrol berarti mengurangi kebahagiaan anak remajanya.
Sekolah, disisi lain, adalah kegiatan yang termasuk paling banyak menyerap
waktu para remaja. Dengan demikian akan efektif membimbing remaja melalui jalur
sekolah. Di antara kegiatan belajar-mengajar maupun kokulikuler dan
ekstrakurikuler bisa disisipkan misi ini. Kunci yang sangat berperan disini adalah
guru, tentu saja.
Institusi keagamaan yang tidak hanya membicarakan masalah dunia dan
akherat semakin banyak. Dengan penghayatan yang mendalam terhadap aktivitas
disini nantinya akan menghasilkan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi remaja.
Diantaranya adalah mencegah perilaku terlarang seperti hubungan seksual diluar
nikah dan pengguguran.
* Penulis adalah dosen Fakultas Psikologi dan peneliti di Puslit
Kependudukan UGM

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More