BAHASA PEMROGAMAN KOMPUTER

Sejarah Bahasa Pemrograman Komputer Sejak pertama komputer difference engine diciptakan oleh Charles Babbage pada tahun 1822, komputer membutuhkan sejumlah instruksi untuk melakukan suatu tugas tertentu. Instruksi-instruksi ini dikenal sebagai bahasa pemrograman. Bahasa komputer mulanya terdiri dari sejumlah langkah pengkabelan untuk membuat suatu program; hal ini dapat dipahami sebagai suatu rangkaian pengetikan kedalam komputer dan kemudian dijalankan. Pada awalnya, difference engine-nya Charles Babbage hanya dibuat untuk menjalankan tugas dengan menggunakan perpindahan gigi roda untuk menjalankan fungsi kalkukasi. Jadi, bentuk awal dari bahasa komputer adalah berupa gerakan secara mekanik, selanjutnya gerakan mekanik tersebut digantikan dengan sinyal listrik ketika pemerintah AS mengembangkan ENIAC pada tahun 1942, tetapi masih banyak mengadopsi prinsip-prinsip dasar dari Babbage’s engine yang mana diprogram dengan mengeset switch dan perkabelan pada seluruh sistem pada setiap “program” maupun kalkulasi. Tentu saja ini merupakan pekerjaan yang membosankan. Pada 1945, John Von Neumann yang bekerja pada Institute for Advanced Study mengemukakan dua konsep yang secara langsung mempengaruhi masa depan dari bahasa pemrograman komputer. Yang pertama dikenal sebagai “shared-program technique” (www.softlord.com). Pada teknik ini dinyatakan bahwa hardware komputer haruslah sederhana dan tidak perlu dilakukan pengkabelan dengan menggunakan tangan untuk setiap program. Sebagai gantinya, instruksi-instruksi yang lebih kompleks harus digunakan untuk mengendalikan perangkat keras yang lebih sederhana, hal ini memungkinkan komputer diprogram ulang dengan cepat. Konsep yang kedua yang juga sangat penting untuk pengembangan bahasa pemrograman. Von Neumann menyebutnya sebagai “conditional control transfer” (www.softlord.com). Ide ini berkembang menjadi bentuk subrutin, atau blok kode yang kecil yang dapat panggil berdasarkan aturan tertentu, dari pada suatu himpunan tunggal urutan kronologis yang harus dijalankan oleh komputer. Bagian kedua dari ide tersebut menyatakan bahwa kode komputer harus dapat bercabang berdasarkan pernyataan logika seperti IF (ekspresi) THEN, dan perulangan seperti FOR statement. “Conditional control transfer” mengembangkan ide adanya “libraries,” yang mana merupakan blok kode yang dapat digunakan berulang kali. Pada 1949, setelah beberapa tahun Von Neumann bekerja, bahasa Short Code dilahirkan (www.byte.com), yang merupakan bahasa komputer yang pertama untuk peralatan elektronik yang membutuhkan programmer untuk mengubah perintah kedalam 0 dan 1 dengan tangan. Pada 1957, bahasa khusus yang pertama muncul dalam bentuk FORTRAN yang merupakan singkatan dari sistem FORmula TRANslating. Bahasa ini dirancang pada IBM untuk perhitungan scientific. Komponen-komponennya sangat sederhana, dan menyediakan bagi programmer akses tingkat rendah kedalam komputer. Sampai saat ini, bahasa ini terbatas pada hanya terdiri dari perintah IF, DO, dan GOTO, tetapi pada waktu itu, perintah-perintah ini merupakan lompatan besar kearah depan. Type data dasar yang digunakan sampai sekarang ini dimulai dari FORTRAN, hal ini meliputi variabel logika (TRUE atau FALSE), dan bilangan integer, real, serta double-precision. FORTRAN sangat baik dalam menangani angka-angka, tetapi tidak terlalu baik untuk menangani proses input dan output, yang mana merupakan hal yang penting pada komputasi bisnis. Komputasi bisnis mulai tinggal landas pada 1959, dengan dikembangkannya COBOL, yang dirancang dari awal sebagai bahasa untuk para pebisnis. Type data yang ada hanya berupa number dan text string. Hal tersebut juga memungkinkan pengelompokan menjadi array dan record, sehingga data di telusuri dan diorganisasikan dengan lebih baik. Sesuatu hal yang menarik untuk dicatat bahwa suatu program COBOL dibuat menyerupai suatu essay, dengan empat atau lima bagian utama yang membentuk keseluruhan yang tertata dengan baik. Perintah-perintah COBOL sangat menyerupai tata bahasa English, sehingga membuatnya agak mudah dipelajari. Semua ciri-ciri ini dikembangkan agar mudah dipelajari dan mudah diterapkan pada dunia bisnis. Pada 1958, John McCarthy di MIT membuat bahasa LISt Processing (atau LISP), yang dirancang untuk riset Artificial Intelligence (AI). Karena dirancang untuk fungsi spesialisasi yang tinggi, maka tata cara penulisannya jaring kelihatan sebelum ataupun sesudahnya. Sesuatu perbedaan yang paling nyata dari bahasa ini dengan bahasa lain adalah dasar dan type satu-satunya adalah list, yang ditandai dengan suatu urutan item yang dicakup dengan tanda kurung. Program LISP sendirinya dibuat sebagai suatu himpunan dari list, sehingga LISP memiliki kemampuan yang khusus untuk memodifikasi dirinya, dan juga dapat berkembang sendiri. Tata cara penulisan LISP dikenal sebagai “Cambridge Polish,” sebagaimana dia sangat berbeda dari logika Boolean (Wexelblat, 177) : x V y – Cambridge Polish, what was used to describe the LISP program OR(x,y) – parenthesized prefix notation, what was used in the LISP program x OR y – standard Boolean logic LISP masih digunakan sampai sekarang karena spesialiasi yang tinggi dari sifat abstraknya. Bahasa Algol dibuat oleh suatu komite untuk pemakaian scientific pada tahun 1958. Kontribusi utamanya adalah merupakan akar dari tiga bahasa selanjutnya yaitu Pascal, C, C++, dan Java. Dia juga merupakan bahasa pertama dengan suatu tata bahasa formal, yang dikenal sebagai Backus-Naar Form atau BNF (McGraw-Hill Encyclopedia of Science and Technology, 454). Pada Algol telah diterapkan konsep-konsep baru, seperti rekursif pada function, bahasa berikutnya Algol 68, menjadi bahasa yang membosankan dan sulit digunakan (www.byte.com). Hal ini mengarah kepada adopsi terhadap bahasa yang lebih kecil dan kompak seperti Pascal. Pascal dimulai pada tahun 1968 oleh Niklaus Wirth. Tujuan pengembangannya adalah untuk kebutuhan pengajaran. Pada awalnya bahasa ini dikembangkan bukan dengan harapan adopsi pemakaian secara luas. Prinsipnya mereka mengembangkannya untuk alat pengajaran pemrograman yang baik seperti kemampuan debug dan perbaikan sistem dan dukungan kepada mikroprosesor komputer yang digunakan pada institusi pendidikan. Pascal dirancang dengan pendekatan yang sangat teratur (terstruktur), dia mengkombinasikan kemampuan yang terbaik dari bahasa-bahasa saat itu, COBOL, FORTRAN, dan ALGOL. Dalam pengerjaannya banyak perintah-perintah yang tidak teratur dan aneh dihilangkan, sehingga sangat menarik bagi pemakai (Bergin, 100-101). Kombinasi dari kemampuan input/output dan kemampuan matematika yang solid, membuatnya menjadi bahasa yang sukses besar. Pascal juga mengembangkan tipe data “pointer”, suatu fasilitas yang sangat bermanfaat pada bahasa yang mengimplementasikannya. Dia juga menambahkan perintah CASE, yang mana memperbolehkan perintah bercabang seperti suatu pohon pada suatu aturan: CASE expression OF possible-expression-value-1: statements to execute… possible-expression-value-2: statements to execute… END Pascal juga mengembangkan variabel dinamis, dimana variabel dapat dibuat ketika suatu program sedang berjalan, melalui perintah NEW dan DISPOSE. Tetapi Pascal tidak mengimplementasikan suatu array dinamis, atau kelompok dari variabel-variabel, yang mana sangat dibutuhkan, dan merupakan salah satu penyebab kekalahannya (Bergin, 101-102). Wirth kemudian membuat lanjutan dari Pascal, Modula-2, tetapi pada saat itu muncul C yang dengan cepat menjadi mengeser posisi Pascal. C dikembangkan pada tahun 1972 oleh Dennis Richie ketika sedang bekerja pada Bell Labs di New Jersey. Transisi pemakaian dari bahasa umum yang pertama ke bahasa umum sampai hari ini yaitu transisi antara Pascal dan C, C merupakan perkembangan dari B dan BCPL, tetapi agak menyerupai Pascal. Semua fasilitas di Pascal, termasuk perintah CASE tersedia di C. C menggunakan pointer secara luas dan dibangun untuk kecepatan dengan kelemahannya yaitu menjadi sulit untuk dibaca. Tetapi karena dia menghilangkan semua kelemahan yang terdapat di Pascal, sehingga dengan cepat mengambil alih posisi Pascal. Ritchie mengembangan C untuk sistem Unix yang baru pada saat yang bersamaan. Oleh karena ini, C dan Unix saling berkaitan. Unix memberikan C beberapa fasilitas besar seperti variabel dinamis, multitasking, penanganan interrupt, forking, dan strong low-level,input-output. Oleh karena itu, C sangat sering digunakan untuk pemrograman sistem operasi seperti Unix, Windows, MacOS, dan Linux. Pada akhir tahun 1970 dan awal 1980, suatu metode pemrograman yang baru telah dikembangkan. Ha tersebut dikenal sebagai Object Oriented Programming, atau OOP. Object merupakan suatu potongan dari data yang dapat dipaket dan dimanipulasi oleh programmer. Bjarne Stroustroup menyukai metode ini dan mengembangkan lanjutan dari C yang dikenal sebagai “C With Classes.” Kemampuan lanjutan ini dikembangkan menjadi bahasa C++ yang diluncurkan pada tahun 1983. C++ dirancang untuk mengorganisasikan kemampuan dasar dari C dengan OOP, dengan tetap mempertahankan kecepatan dari C dan dapat dijalankan pada komputer yang tipe berlainan. C++ sering kali digunakan dalam simulasi, seperti game. C++ menyediakan cara yang baik untuk memanipulasi ratusan instance dari manusia didalan elevator, atau pasukan yang diisi dengan tipe prajurit yang berbeda. Bahasa ini menjadi pilihan pada mata kuliah AP Computer Science sampai hari ini. Pada awal 1990′s, interaktif TV adalah teknologi masa depan. Sun Microsystems memutuskan bahwa interaktif TV membutuhkan suatu hal yang khusus, yaitu bahasa portable (bahasa yang dapat berjalan pada banyak jenis mesin yang berbeda). Bahasa ini dikenal sebagai Java. Pada tahun 1994, team proyek Java mengubah fokus mereka ke web, yang mana berubah menjadi sesuatu yang menjanjikan setelah interactive TV gagal. Pada tahun berikutnya, Netscape menyetujui pemakaian Java pada internet browser mereka, Navigator. Sampai titik ini, Java menjadi bahasa masa depan dan beberapa perusahaan mengumumkan aplikasi harus ditulis dalam Java. Java mempunyai tujuan yang besar dan merupakan bahasa yang baik menurut buku text, pada kenyataanya “bahasa tersebut tidak”. Dia memiliki masalah yang serius dalam optimasi, dengan arti program yang ditulis dengannya berjalan dengan lambat. Dan Sun telah membuat cacat penerimaan terhadap Java dengan pertikaian politis dengan Microsoft. Tetapi Java telah dinyatakan sebagai bahasa untuk instruksi masa depan dan benar-benar menerapkan object-oriented dan teknik tingkat tinggi seperti kode yang portable dan garbage collection. Visual Basic sering diajari sebagai bahasa pemrograman dasar yang mengacu pada bahasa BASIC yang dikembangkan pada tahun 1964 oleh John Kemeny dan Thomas Kurtz. BASIC adalah bahasa yang sangat terbatas dan dirancang untuk orang yang bukan computer science. Perintah-perintah dijalankan secara berurutan, tetapi kendali program dapat berubah berdasarkan IF..THEN, dan GOSUB yang mana menjalankan suatu blok kode dan kembali ketitik semula didalam alur program. Microsoft telah mengembangkan BASIC ke dalam produk Visual Basic (VB). Jantung dari VB adalah form, atau suatu window kosos dimana anda dapat drag dan drop komponen seperti menu, gambarm dan slider bars. Item-item ini dikenal sebagai “widgets.” Widget memiliki properti (seperti warna) dan events (seperti klik dan double klik) dan menjadi pusat dari pengembangan antarmuka dengan pemakai diberbagai bahasa program dewasa ini. VB merupakan program yang banyak digunakan untuk membuat interface sederhana ke produk Microsoft lainnya seperti Excel dan Access tanpa membaca banyak kode, dengannya dapat dimungkinkan untuk dibuat aplikasi yang lengkap. Perl telah sering digambarkan sebagai “duct tape of the Internet,” karena sering digunakan sebagai engine untuk interface web atau pada script untuk memodifikasi file konfigurasi. Dia memiliki fungsi text matching yang sangat baik sehingga membuatnya menjadi hal yang ideal untuk pekerjaan tersebut. Perl dikembangkan oleh Larry Wall pada 1987 karena fasilitas pada sed dan awk pada Unix (digunakan untuk manipulasi text) tidak mencukupi kebutuhannya. Tergantung kepada siapa anda bertanya, Perl adalah singkatan dari Practical Extraction and Reporting Language atau Pathologically Eclectic Rubbish Lister. Bahasa pemrograman telah berkembangan dari masa kemasa dan tetap dikembangkan dimasa depan. Mereka dimulai dari suatu daftar langkap pengkabelan agar komputer menjalankan tugas tertentu. Langkah-langkah ini berkembang menjadi software dan memiliki kemampuan yang lebih baik. Bahasa umum yang pertama menekankan pada kesederhanaan dan untuk satu tujuan saja, sedangkan bahasa dewasa ini terbagi atas bagaimana mereka diprogram, sehingga mereka dapat digunakan untuk semua tujuan. Dan mungkin bahasa yang akan datang lebih natural dengan penemuan pada quantum dan komputer-komputer biologis. Sumber : Indoprog ‘Algoritma & Pemrograman’ oleh Hendra, S.T.

Bahasa Pemrogaman

Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

Menurut tingkat kedekatannya dengan mesin komputer, bahasa pemrograman terdiri dari:

  1. Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110
  2. Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan (bah.Inggris Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.
  3. Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.
  4. Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb.

Sebagian besar bahasa pemrograman digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Tinggi, hanya bahasa C yang digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Menengah dan Assembly yang merupakan Bahasa Tingkat Rendah.

Senin, 11 April 2011

Analisa mobile advantage dalam dunia periklanan Abstrak

Nama : Khoirul Anam

Analisa mobile advantage dalam dunia periklanan

Abstrak

Perkembangan teknologi komunikasi yang telah ada semakin memudahkan kehidupan manusia. Salah satu contohnya penggunaan telepon genggam. Saat ini, telepon genggam sudah menjadi kebutuhan komunikasi setiap manusia. Fungsi telepon genggam juga semakin berkembang. Bukan hanya dapat melakukan panggilan atau menerima pesan, saat ini telepon genggam juga dilengkapi aplikasi camera, perekam suara dan sebagainya.

Hal tersebut membuat media komunikasi telepon genggam menjadi sasaran media periklanan. Dikarenakan berubahnya fungsi telepon genggam yang awalnya bersifat kebutuhan tersier, menjadi kebutuhan primer. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memperkaya kajian pengetahuan dalam bidang periklanan, khususnya dalam media periklanan.

Mobile advantage (MAD) adalah sebuah aplikasi telepon genggam berbasis izin dari si pengguna telepon genggam untuk menyampaikan iklan. Hal ini merupakan media baru dalam periklanan dalam bentuk gambar dan animasi di layar ponsel selama panggilan masuk, mengakhiri panggilan dan ketika menerima SMS masuk. Penulis menggunakan konsep artifical intelligence sebagai konsep dasar. Penelitian ini juga memakai teori konvergensi sebagai acuan teori dalam melakukan penelitian tersebut.

Analisa tentang MAD akan dilakukan dengan berdasarkan poin – poin kelebihan, fitur aplikasi, spesifikasi OS yang dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi ini dan sebagainya. Dari analisis ini dapat dilihat apakah MAD cukup berhasil menjadi media periklanan.

Analisa yang dilakukan bersifat deskriptif tentang kemampuan, fungsi, kecanggihan, dan fitur – fitur yang memperlihatkan kelebihan dan kecanggihan mobile advantage. Selain itu dalam penelitian ini juga akan mengkaji kelemahan – kelemahan apa saja yang dimiliki MAD.

MAD merupakan cara baru dalam beriklan karena mobile advatage memiliki artificial intelligence yang membuat mobile advantage dapat menyajikan berita dan iklan sesuai yang dikehendaki. Tetapi MAD sulit diterapkan secara cepat. Hal ini dikarenakan penggunaan mobile advantage sangat terbatas. Hanya ponsel yang berbasis O.S Symbian yang dapat menerapkan aplikasi ini. Karena itu perlu dikembangkan lebih lanjut mengenai aplikasi ini agar dapat digunakan di semua jenis ponsel lainnya.

Context and Background

Perkembangan dunia telekomunikasi dan informasi sudah semakin maju. Salah satu dampak dari perkembangan itu yaitu adanya perangkat komunikasi seperti telepon genggam. telepon genggam sudah menjadi kebutuhan komunikasi setiap manusia. Fungsi telepon genggam juga semakin berkembang. Bukan hanya dapat melakukan panggilan atau menerima pesan, saat ini telepon genggam juga dilengkapi aplikasi camera, perekam suara dan sebagainya. Saat ini telepon genggam sudah berubah fungsi dari kebutuhan tersir menjadi kebutuhan primer bagi setiap orang. Selain itu telepon genggam juga memiliki fitur multimedia dan layanan internet.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat serta pertumbuhan dan perkembangan perekonomian yang telah memasuki era globalisasi, maka perusahaan – perusahaan dituntut untuk berfikir kreatif dalam memasarkan produknya. Hal ini dilakukan untuk menarik minat konsumen serta memuaskan selera mereka. Karena itu, perusahaan harus dapat menciptakan strategi pemasaran yang jitu dan tepat. Salah satu strategi pemasaran yang penting adalah startegi promosi dalam bentuk periklanan.

Iklan adalah suatu bentuk alat komunikasi antara produsen dan konsumen. Iklan juga dapat didefinisikan sebagai suatu media pesan ynag menawarkan produk untuk ditujukan kepada konsumen atau target pemasaran. Dengan iklan, produsen menjadi lebih mudah dalam menyampaikan pesan kepada konsumen.

Periklanan adalah setiap bentuk penyajian dan promosi bukan pribadi mengenai gagasan, barang, atau jasa yang dibayar oleh sebuah sponsor tertentu. (Kotler dan Amstrong, 1994: 106) Periklanan atau promosi merupakan suatu bentuk komunikasi yang bertujuan untuk mengajak orang untuk melihat, membaca atau mendengar suatu produk sehingga masyarakat mau membeli da mengkonsumsi produk tersebut. Promosi dan pengiklanan modern berkembang bersamaan dengan perkembangan produksi media masal pada abad pertengahan yaitu abad ke-19 dan awal abad ke-20. Semakin banyak media baru untuk beriklan seperti internet tanpa kabel, telepon internet, TV interaktif, personal video recorder, outdoor sign dengan teknologi digital, talking billboard, dan lain – lain.

Evolusi atau metamorfosis pertama terlihat dari kecenderungan munculnya semakin banyak iklan dalam medium-medium baru yang tidak biasa, atau dikenal dengan istilah unconventional media. Tren ini merupakan upaya survival, alias jawaban industri periklanan atas fenomena penolakan terhadap iklan-iklan di media konvensional (televisi, radio, media cetak). Jadi, karena konsumen semakin menghindari iklan-iklan konvensional, diciptakanlah iklan-iklan baru dalam berbagai medium baru alias nonkonvensional.

Sejak tahun 90-an, internet telah menjadi dikenal sebagai media untuk iklan. Ini juga telah disukai oleh konsumen dan pengusaha dalam belanja publik dan transaksi bisnis. Tidak seperti media lain, seperti televisi, radio dan media cetak, iklan internet solusi dengan biaya rendah telah menjadi banyak digunakan. Semakin mudahnya dalam mengakses internet dan juga diiringi dengan semakin murahnya biaya yang diperlukan untuk terkoneksi membuat pengguna internet diberbagai dunia meningkat tajam setiap tahunnya. Bahkan mengalahkan pengguna radio dan televisi.

Munculnya e-commerce, yaitu transaki perdagangan dan pembelian melalui internet, sehingga pendekatan iklan tradisional tidak berguna. Tetapi konsumen seringkali masih mengunjungi situs justru untuk mendapatkan informasi tentang suatu produk sebelum mereka melakukan pembelian secara nyata di toko pengecer. Sehingga pendekatan iklan tradisional masih bisa digunakan untuk mengiklan produk melalui internet. On-line ads yang ada di internet memungkinkan iklan dapat lebih interaktif dibanding dengan iklan melalui media konvensional (Surat kabar, majalah, TV, Radio, dan lain – lain)

Industri periklanan senantiasa mencari cara-cara baru, atau ide-ide segar, atau pendekatan-pendekatan yang lebih kreatif, untuk menyampaikan pesan pemasaran. Tujuannya jelas: agar iklan bisa terus bertahan (survive) di tengah masyarakat yang terus-menerus berubah. Viral marketing adalah salah satu bentuk perdagangan elektronik di mana pengguna internet dapat menginformasikan (mengiklankan) produk pada pengguna lainnya yang dikenal. Tetapi iklan melalui internet dikritik karena minimnya orang yang secara khusus mengklik iklan yang dipasang pada banner di web site sehingga pengiklan tidak dapat mengukur seberapa efektif beriklan lewat internet. Teknologi informasi memungkinkan pengiklan mempunyai database dari konsumennya sehingga mereka dapat menyusun pesan secara personal kepada konsumennya.

Salah satu cara dalam dunia periklanan yang konvensional dalam penggunaan mobile sebagai media periklanan atau yang dikenal dengan mobile advertising. Mobile advertising adalah suatu cara baru dalam beriklan melalui telepon genggam. Berdasarkan studi tentang perilaku pasar yang dilakukan oleh The Nielsen Company pada 2009 menyimpulkan ada empat keunggulan mobile advertising yakni memetakan sasaran berpotensi (sizing potensial audience), menargetkan audience secara dekat demi advertiser (close-targeting audience for advertiser), jangkauan komunikasi dari satu titik ke titik lainnya (point to point reach of communication) serta mengoptimalkan marketing mix (optimize marketing mix).

MAD atau mobile advantage adalah suatu aplikasi telepon genggam dari perusahaan Go Mobile yang berisikan layanan iklan yang diaktifasi berbasis izin dari si empunya telepon genggam untuk menayangkan iklan pada telepon genggam mereka. Aplikasi ini terdiri dari dua fitur inti yaitu dapat menerima berita secara berkala dalam bentuk tampilan teks berjalan dan memberikan poin atau imbalan khusus kepada pelanggan yang melihat iklan yang muncul pada monitor telepon genggam pelanggan. Tampilan dari iklan yang masuk berupa gambar statis atau animasi yang muncul pada layar monitor telepon genggam pelanggan di saat telepon masuk, mengakhiri pembicaraan, serta ketika menerima pesan singkat. Ada dua tipe dari gambar iklan, yang pertama adalah gambar iklan yang statis (tidak bergerak) dan kedua adalah gambar iklan yang animasi (bergerak). Tipe gambar iklan yang diterima tergantung dari MAD. Iklan yang ditampilkan dapat disesuaikan dengan target pelanggan tertentu yang dipilih berdasarkan data demografis (umur, kelamin, dan sebagainya), psikografis (hobi, gaya hidup, dan sebagainya), waktu dan daerah.

Dengan menggunakan MAD (mobile advantage), pelanggan dapat berinteraksi lebih jauh dengan pengiklan dengan hanya melakukan satu kali ‘klik’ terhadap link yang tersedia di dalam iklan yang ada di mana pelanggan bisa menelepon, mengirim pesan singkat atau terhubung dengan situs dari produk. MAD memberikan pelanggannya informasi tentang produk, event, promosi dari berbagai macam merek/brand serta memberikan informasi terkini seputar ekonomi, lalu lintas, olahraga, hiburan dan lain-lain. Pelanggan dapat membaca konten terbaru dari berita – berita singkat seputar ekonomi, lalu lintas, dunia hiburan, olahraga, dan informasi lainnya, melakukan panggilan telepon ke nomor tertentu atau meminta SMS dari pihak tertentu yang berhubungan dengan berita tersebut. ketika mereka sedang tidak menggunakan fitur standar pada telepon genggamnya. Berita – berita tersebut disajikan dalam bentuk news ticker, sehingga apabila pelanggan ingin membaca lebih lanjut atau terhubung dengan informasi secara meyeluruh, mereka hanya cukup mengklik link yang tersedia.

Aplikasi MAD juga mudah diinstalasi dengan Over The Air system yaitu dengan menggunakan sambungan GPRS aktif di semua operator GSM. Biaya penggunaan MAD cukup murah karena menggunakan jaringan GPRS dan iklan MAD juga berukuran keci. Selain itu, MAD sudah melalui riset melalui riset yang intensif baik dari sisi teknologi, fitur, keamanan dan kegunaannya atas fitur – fiturnya sehingga sehingga tingkat kepuasan dan kepercayaan pengguna sangat tinggi dan membuat MAD diakui oleh pelanggannya sebagai produk aplikasi komunikasi yang handal.

Keuntungan menggunakan MAD adalah dari setiap iklan yang diterima, pelanggan akan menerima pulsa atau tambahan keuntungan dalam bentuk lainnya. MAD juga memberikan berbagai informasi diskon, voucher dan promosi – rpomosi produk yang sedang berlangsung.

Central and Sub-Question

Banyaknya media periklanan baik secara tradisional maupun konvensial membuat para ilmuwan terus membuat pembaruan dalam dunia teknologi. Salah satunya adalah perkembangan media telepon genggam. Sekarang ini, banyak perusahaan yang menggunakan layanan telepon genggam menjadi media mereka beriklan. Sering kali Tetapi kebanyakan dari pengguna telepon genggam mengaku terganggu atas iklan muncul di layar telepon genggam mereka. Namun aplikasi MAD memberikan keuntungan. Yang menjadi permasalahan adalah dengan memberikan keuntungan – keuntungan tersebut, apakah para pengguna telepon genggam bersedia memasang aplikasi MAD? Dan apakah program beriklan melalui MAD berjalan sukses dan mendapat tanggapan yang positif?

Thesis statement

Dengan adanya aplikasi MAD membuktikan bahwa perkembangan dunia periklanan sudah sangat pesat. Aplikasi ini sangat menarik karena baik pengiklan maupun target iklan, keduany mendapatkan keuntungan. Pemasang iklan akan mendapat alternatif lain media beriklan yang efektif dan tepat sasaran, sedangkan bagi pelanggan mendapat keuntungan berupa tambahan pulsa atau bonus – bonus yang menguntungkan.

Perkembangan aplikasi ini akan semakin memudahkan perusahaan beriklan. Bahkan dengan MAD, target market dapat dikenai secara tepat dan efektif. Sehingga dapat dikatakan MAD merupakan sebagai cara baru dalam dunia periklanan. Pelanggan juga dapat dengan mudah mendapatkan berita yang mereka butuhkan secara cepat dan praktis.

Theoritical Framework

Menurut Arens (dalam Lubis, 2007)) iklan dikatakan sebagai komunikasi informasi yang terstruktur dan disusun bukan oleh perseorangan, biasanya dibayar untuk dan secara alami umumnya membujuk tentang produk (barang, jasa dan ide) yang diidentifikasi sponsor lewat berbagai media. Sedangkan menurut Tom Duncan (dalam Lubis,2007) iklan adalah hal yang tidak pribadi, pengumuman yang dibayar oleh suatu sponsor yang diketahui. Menurut (Blech&Blech) periklana didefinisikan sebagai bentuk pembayaran dari komunikasi nonpersonal tentan sebuah organisasi, produk, pelayanan atau ide melalui sponsor yang teridentifikasi.

Menurut Shimp (2003) Secara umum, periklanan dihargai karena dikenal sebagai pelaksana beragam fungsi komunikasi yang penting bagi perusahaan bisnis dan organisasi lainnya

1. Informing

Periklanan membuat konsumen sadar akan merek-merek, mendidik mereka tentang fitur dan manfaat merek, serta memfasilitasi penciptaan citra merek yang positif. Katena merupakan suatu bentuk komunikasi yang efektif, berkemampuan menjangkau khalayak luas dengan biaya per kontak yang relative rendah, periklanan memfasilitasi pengenalan merek-merek baru meningkatkan jumlah permintaan terhadap merek-merek yang telah ada dan meningkatkan puncak kesadaran dalam benak konsumen untuk merek-merek yang sudah ada dalam kategori produk matang. Periklanan menampilkan peran informasi bernilai lainnya – baik untuk merek yang diiklankan maupun konsumennya- dengan mengajarkan manfaat-manfaat baru dari merek-merek yang telah ada. Praktik seperti ini disebut periklanan ekspansi pemanfaatan

2. Persuading

Iklan yang efektif akan mampu mempersuasi (membujuk) pelanggan untuk mencoba produk dan jasa yang diiklankan. Terkadang persuasi berbentuk mempengaruhi permintaan primer - yakni, menciptakan permintaan bagi keseluruhan kategori produk. Lebih sering, iklan berupaya membangun permintaan sekunder, permintaan bagi merek perusahaan yang spesifik.

3. Reminding

Iklan menjaga agar merek perusahaan tetap segar dalam ingatan para konsumen. Saat kebutuhan muncul, yang berhubungan dengan poduk yang diiklankan, dampak periklanan di masa lalu memingkinkan merek pengiklan untuk hadir di benak konsumen sebagai suatu kandidat merek yang akan dibeli.

4. Adding Value (memberikan nilai tambah)

5. Assisting (mendampingi)

Sedangkan menurut Kennedy dan Soemanagara (dalam Satriojati, 2007) menulis bahwa tujuan iklan pada akhirnya meningkatkan perubahan sikap dan perilaku konsumen. Strategi komunikasi yang dirancang secara tepat akan menghasilkan tindakan yang diinginkan. Berikut adalah tujuan utama dari kegiatan periklanan.

1. Menyadarkan audiens serta member informasi mengenai sebuah barang, jasa atau ide

2. Menumbuhkan dalam diri audiens suatu perasaan suka akan barang, jasa atau ide yang disajikan dengan memberinya persepsi.

3. Meyakinkan audiens akan kebenaran tentang apa yang dianjurkan dalam iklan dan karenanya menggerakkannya untuk berusaha memiliki atau menggunakan barang atau jasa yang dianjurkan.

Masalah pemasangan iklan dan perubahan fungsi telepon genggam dari kebutuhan tersier menjadi kebutuhan primer sangat terkait dengan masalah Artificial Intelligence dan konsep konvergensi dalam dunia perkembangan tekologi komunikasi. Pada dasarnya artificial intelligence adalah sebuah inovasi dalam dunia perkembangan software yaitu dengan membuat sistem yang semirip mungkin dengan kemampuan manusia sehingga manusia seakan - akan ‘tidak perlu’ mempunyai keahlian berbicara tertentu dengan sistem komputer. Kemampuan sistem komputer yang menyerupai dan menduplikasi manusia inilah yang disebut dengan Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan. Pada pengertian ini, sistem komputer terlihat seperti memiliki kemampuan dasar manusia, seperti berpikir dan berbicara.

Dalam pemahaman kecerdasan buatan, sistem komputer memiliki natural language processing yaitu proses penyederhanaan bentuk komunikasi antara manusia dengan komputer. Manusia tidak perlu mempelajari perintah yang spesifik karena komputer bisa ‘mengerti’ penggunanya sehingga tidak hanya para ahli saja yang dapat menggunakan sistem komputer, para amatir juga dapat memanfaatkan sistem ini. Tentu saja hal ini sangat mempermudah masyarakat dalam mengakses dan bekerja dengan sistem komputer. Contohnya yaitu pencarian makna sebuah kata, frase, atau kalimat pada Google. Manusia tinggal melakukan input kata lalu meng-klik search sehingga seakan - akan ‘dimengerti’ Google.

Kecerdasan buatan juga mengenal adanya istilah speech recognition, yaitu memungkinkan manusia untuk mengenali kata-kata atau ucapan manusia. Manusia dapat memberikan instruksi kepada komputer secara verbal, daripada mengetiknya dengan keyboard, seperti pada aplikasi voice dialling. Pemanfaatan kecerdasan buatan benar-benar dikembangkan di dunia pengetahuan. Hal ini dapat ditelaah dengan adanya expert systems, yaitu program komputer yang mendukung bidang medis, pabrik, dan bidang lainnya. Berbasis kemampuan ahli manusia yang berasal dari pengalaman manusia kemudian ‘diturunkan’ pada komputer. Kecerdasan buatan juga memiliki computer vision, yaitu bidang di mana gambar, yang diproduksi oleh kamera atau video, di-digitalkan dan dianalisa oleh komputer seperti teknologi robot yang dikirim ke luar angkasa.

Selain itu MAD adalah salah satu contoh dari konsep kovergensi pada dunia telekomunikasi dan infromasi dimana terjadi penyatuan layanan telekomunikasi, teknologi informasi dan layanan internet. Konvergensi adalah bersatunya layanan telekomunikasi, teknologi informasi dan penyiaran sehingga peyelenggaraan jasa telekomunikasi dengan berbagai media. Melalui konvergensi, dunia telekomunikasi mengenal teknologi 4G, mobile phone, TV kabel dan internet pada telepon.

Penerapan artificial intelligence pada aplikasi MAD dapat dilihat pada kemampuan mennyajikan berita dan iklan sesuai segmen yang dikehendaki. Dengan kata lain, pelanggan memilih sendiri berita atau iklan apa saja yang mau dipasang pada telepon genggam mereka.

Selain itu, kondisi demografi dan psikografi para pelanggannya MAD yang bisa diketahui dengan pasti dan membentuk suatu profil yang tidak mungkin tertukar atau terjadi replikasi. Caranya dengan mengunakan Iris Scanner untuk menverifikasi anggotanya. Dengan Iris Scanner dapat diperoleh biometric data pelanggannya. Karena itu MAD merupakan satu – satunya media yang dapat melakukan One Cast (one-to-one news and advertisement distribution) dalam bidang mobile news and marketing. Maksudnya adalah pemasar atau pemegang merek dapat mengetahui dengan benar siapa target penerima iklan mereka dan berkomunikasi dengan mereka satu per satu (One Cast).

Sedangkan dengan konsep konvergensi, MAD memanfaatkan fitur – fitur yang terdapat dalam telepon genggam untuk dijadikan media periklanan yang konvensional dan tergolong masih baru.

Apakah penerapan artificial intelligence dapat dikatakan sukses? Hal ini dapat dilihat dari fungsi keamanan yang diterapkan oleh MAD kepada pelangggannya. Dengan adanya Iris Scanner, maka kecil kemungkinan untuk sebuah telepon genggam dapat tertukar atau terjadi replikasi.

Methodological Framework

Penelitian ini pada dasarnya akan mnganlisis secara keseluruhan mengenai aplikasi MAD sehingga dapat diketahui bagimana penerapan artificial intelligence dalam penggunaannya. Jadi, secara umum yang ingin diketahui adalah bagaimana peran artificial intelligence dalam dunia periklanan yang menggunakan media mobile / telepon genggam. Untuk mengetahui hal – hal tersebut, peneliti menggunakan data – data sekunder untuk menganalisis aplikasi MAD serta kelebihan – kelebihannya yang dapat menguntungkan penggunanya.

Terlebih dahulu akan dipaparkan bagaimana cara kerja MAD secara menyeluruh kemudian akan dianalisis secara khusus. Selain itu juga akan dilakukan analisis dengan perbandingan aplikasi mobile yang sejenis untuk melihat kelebihan MAD dari sisi kompetitornya.

Analysis

Berdasarkan data – data sekunder, MAD merupakan aplikasi yang cukup maju dibandingkan media periklanan lainnya. MAD dikembangkan oleh Go Mobile. Go Mobile sendiri didirikan oleh sekumpulan profesional ahli berskala multinasional di bidang-bidang telekomunikasi, IT, periklanan, marketing, finance dan content developer.

Cara kerja MAD yaitu ketika pelanggan menerima gambar iklan dari MAD, maka mereka akan menerima reward. Reward akan diberikan setiap minggu secara otomatis. Untuk prabayar, pulsa reward akan otomatis bertambah. Untuk pasca bayar, tagihan bulanan akan berkurang secara otomatis. Jumlah reward yang diberikan adalah sama untuk pengguna kartu pra bayar ataupun pasca bayar dengan syarat pelanggan menerima gambar iklan dari MAD.

Selain itu jika pelanggan ingin mengajak temannya menjadi anggota MAD, maka pelanggan tersebut juga akan mendaptakan reward. Cara kerja anggota MAD mengajak temannya menjadi anggota juga yaitu dengan meng-invite dari menu MAD. Aplikasi MAD akan mengirimkan SMS kepada ponsel mereka untuk mengundang mereka menjadi anggota MAD. Semakin banyak teman yang diajak, semakin besar reward yang akan diterima setiap bulannya. Reward dapat berupa hadiah, voucher atau pulsa.

Mobile Advantage (MAD) adalah solusi jitu untuk menayangkan produk ke hadapan konsumen dimanapun mereka berada. MAD juga memberikan solusi inovatif sehingga pengiklan dapat berinteraksi langsung dengan konsumen. Mobile marketing adalah media promosi yang penting untuk mendukung efektifitas media-media beriklan konvensional lainnya dalam meningkatkan kesadaran pasar (brand awareness) dan mengendalikan reaksi positif konsumen.MAD dihasilkan melalui riset dan survei yang sangat dalam sebelum produk ini diluncurkan ke pasar. Survei membuktikan bahwa pelanggan sangat puas dan menyukai layanan yang diberikan MAD.

MAD dirancang hemat energi tetapi seperti aplikasi lainnya, MAD membutuhkan energi dari baterai tetapi tidak banyak dan tidak menimbulkan gangguan berarti. Selain itu MAD secara otomotis menghapus file lama sehingga memory pada telepon genggam hanya berkurang sedikit dengan pemakaian MAD.

Faktor lainnya adalah karena layanan MAD tidak mengganggu pelanggan dan juga karena adanya bermacam keuntungan berupa pulsa dan hadiah langsung yang bisa diterima pelanggan hanya dengan menggunakan layanan MAD. juga telah memperoleh sertifikat internasional dari Symbian Foundation dan juga afiliasi dengan OVI by Nokia dan Forum Nokia Launchoad sehingga aplikasi ini dapat dikatakan aman dan terpercaya.[1]

Keunggulan lain MAD adalah efektifitas beriklan di MAD dapat diukur dengan mudah. Secara umum, perusahaan riset media harus bergantung pada alat pengukur konvensional untuk menentukan dampak dari kampanye iklan Anda. Akurasi pengukuran seperti itu sebenarnya tidak selalu akurat dan hasilnya tidak bisa dijadikan sebagai tolak ukur yang baik. Mengukur dengan metode konvensional membutuhkan indikator-indikator tambahan lain untuk mengevaluasi efektifitas dari sebuah kampanye iklan.

Keunggulan MAD dibandingkan dengan metode pengukuran konvensional adalah MAD bisa memberikan jawaban betapa efektifnya kampanye beriklan suatu produk. MAD bersifat interaktif dimana pelanggan secara langsung bisa berinteraksi dengan pengiklan maupun produknya. Oleh karenanya data perilaku pelanggan bisa diketahui, diukur dan dihitung secara tepat, baik melalui hukum perilaku konsumen (jumlah klik dan interaksi) serta melalui hukum nilai produk (seperti tingkat kesadaran pasar (brand awareness), keinginan membeli (purchase intent)).

Saat ini, layanan MAD baru tersedia untuk telepon genggam dengan system operasi Symbian. Menurut Bobby Arthawan, selaku Presiden direktur MAD, sepanjang tahun 2010, Go Mobile menargetkan sekitar satu juta pelanggan akan mendaftarkan layanan ini. Untuk menggunakan layanan MAD, rata – rata pulsa yang dihabiskan sekitar Rp. 12.000 hingga Rp. 18.000. dan Go Mobile akan menawakan benefit berupa pengembalian pulsa dua kali lipatnya.[2]

Conclusion

Secara keseluruhan aplikasi MAD merupakan suatu cara yang baru dalam dunia periklanan. Karena aplikasi MAD adalah suatu aplikasi dimana para pelanggannya sudah memberikan ijin terlebih dahulu untuk telepon genggamnya dipasangi iklan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah pelanggan yang sudah berlangganan akan mendapatkan keuntungan / royalti dari setiap iklan yang dipasang. Sebagian besar dari pelanggan yang sudah mencoba mengaku cukup puas dengan keuntungan yang diberikan serta kelebihan – kelebihan lainnya.

Tetapi MAD sulit diterapkan secara cepat. Hal ini dikarenakan penggunaan mobile advantage sangat terbatas. Hanya telepon genggam yang berbasis O.S Symbian tertentu yang dapat menerapkan aplikasi ini. Karena itu perlu dikembangkan lebih lanjut mengenai aplikasi ini agar dapat digunakan di semua jenis telepon genggam lainnya.

Apabila MAD sudah dapat diinstalasi di semua jenis OS telepon genggam, maka aplikasi ini dapat memberikan keuntungan yang cukup besar serta tanggapan yang positif dari pelanggannya. Cara penginstalansianya dan pengoperasiannya juga cukup mudah sehingga dapat digunakan oleh semua kalangan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More