BAHASA PEMROGAMAN KOMPUTER

Sejarah Bahasa Pemrograman Komputer Sejak pertama komputer difference engine diciptakan oleh Charles Babbage pada tahun 1822, komputer membutuhkan sejumlah instruksi untuk melakukan suatu tugas tertentu. Instruksi-instruksi ini dikenal sebagai bahasa pemrograman. Bahasa komputer mulanya terdiri dari sejumlah langkah pengkabelan untuk membuat suatu program; hal ini dapat dipahami sebagai suatu rangkaian pengetikan kedalam komputer dan kemudian dijalankan. Pada awalnya, difference engine-nya Charles Babbage hanya dibuat untuk menjalankan tugas dengan menggunakan perpindahan gigi roda untuk menjalankan fungsi kalkukasi. Jadi, bentuk awal dari bahasa komputer adalah berupa gerakan secara mekanik, selanjutnya gerakan mekanik tersebut digantikan dengan sinyal listrik ketika pemerintah AS mengembangkan ENIAC pada tahun 1942, tetapi masih banyak mengadopsi prinsip-prinsip dasar dari Babbage’s engine yang mana diprogram dengan mengeset switch dan perkabelan pada seluruh sistem pada setiap “program” maupun kalkulasi. Tentu saja ini merupakan pekerjaan yang membosankan. Pada 1945, John Von Neumann yang bekerja pada Institute for Advanced Study mengemukakan dua konsep yang secara langsung mempengaruhi masa depan dari bahasa pemrograman komputer. Yang pertama dikenal sebagai “shared-program technique” (www.softlord.com). Pada teknik ini dinyatakan bahwa hardware komputer haruslah sederhana dan tidak perlu dilakukan pengkabelan dengan menggunakan tangan untuk setiap program. Sebagai gantinya, instruksi-instruksi yang lebih kompleks harus digunakan untuk mengendalikan perangkat keras yang lebih sederhana, hal ini memungkinkan komputer diprogram ulang dengan cepat. Konsep yang kedua yang juga sangat penting untuk pengembangan bahasa pemrograman. Von Neumann menyebutnya sebagai “conditional control transfer” (www.softlord.com). Ide ini berkembang menjadi bentuk subrutin, atau blok kode yang kecil yang dapat panggil berdasarkan aturan tertentu, dari pada suatu himpunan tunggal urutan kronologis yang harus dijalankan oleh komputer. Bagian kedua dari ide tersebut menyatakan bahwa kode komputer harus dapat bercabang berdasarkan pernyataan logika seperti IF (ekspresi) THEN, dan perulangan seperti FOR statement. “Conditional control transfer” mengembangkan ide adanya “libraries,” yang mana merupakan blok kode yang dapat digunakan berulang kali. Pada 1949, setelah beberapa tahun Von Neumann bekerja, bahasa Short Code dilahirkan (www.byte.com), yang merupakan bahasa komputer yang pertama untuk peralatan elektronik yang membutuhkan programmer untuk mengubah perintah kedalam 0 dan 1 dengan tangan. Pada 1957, bahasa khusus yang pertama muncul dalam bentuk FORTRAN yang merupakan singkatan dari sistem FORmula TRANslating. Bahasa ini dirancang pada IBM untuk perhitungan scientific. Komponen-komponennya sangat sederhana, dan menyediakan bagi programmer akses tingkat rendah kedalam komputer. Sampai saat ini, bahasa ini terbatas pada hanya terdiri dari perintah IF, DO, dan GOTO, tetapi pada waktu itu, perintah-perintah ini merupakan lompatan besar kearah depan. Type data dasar yang digunakan sampai sekarang ini dimulai dari FORTRAN, hal ini meliputi variabel logika (TRUE atau FALSE), dan bilangan integer, real, serta double-precision. FORTRAN sangat baik dalam menangani angka-angka, tetapi tidak terlalu baik untuk menangani proses input dan output, yang mana merupakan hal yang penting pada komputasi bisnis. Komputasi bisnis mulai tinggal landas pada 1959, dengan dikembangkannya COBOL, yang dirancang dari awal sebagai bahasa untuk para pebisnis. Type data yang ada hanya berupa number dan text string. Hal tersebut juga memungkinkan pengelompokan menjadi array dan record, sehingga data di telusuri dan diorganisasikan dengan lebih baik. Sesuatu hal yang menarik untuk dicatat bahwa suatu program COBOL dibuat menyerupai suatu essay, dengan empat atau lima bagian utama yang membentuk keseluruhan yang tertata dengan baik. Perintah-perintah COBOL sangat menyerupai tata bahasa English, sehingga membuatnya agak mudah dipelajari. Semua ciri-ciri ini dikembangkan agar mudah dipelajari dan mudah diterapkan pada dunia bisnis. Pada 1958, John McCarthy di MIT membuat bahasa LISt Processing (atau LISP), yang dirancang untuk riset Artificial Intelligence (AI). Karena dirancang untuk fungsi spesialisasi yang tinggi, maka tata cara penulisannya jaring kelihatan sebelum ataupun sesudahnya. Sesuatu perbedaan yang paling nyata dari bahasa ini dengan bahasa lain adalah dasar dan type satu-satunya adalah list, yang ditandai dengan suatu urutan item yang dicakup dengan tanda kurung. Program LISP sendirinya dibuat sebagai suatu himpunan dari list, sehingga LISP memiliki kemampuan yang khusus untuk memodifikasi dirinya, dan juga dapat berkembang sendiri. Tata cara penulisan LISP dikenal sebagai “Cambridge Polish,” sebagaimana dia sangat berbeda dari logika Boolean (Wexelblat, 177) : x V y – Cambridge Polish, what was used to describe the LISP program OR(x,y) – parenthesized prefix notation, what was used in the LISP program x OR y – standard Boolean logic LISP masih digunakan sampai sekarang karena spesialiasi yang tinggi dari sifat abstraknya. Bahasa Algol dibuat oleh suatu komite untuk pemakaian scientific pada tahun 1958. Kontribusi utamanya adalah merupakan akar dari tiga bahasa selanjutnya yaitu Pascal, C, C++, dan Java. Dia juga merupakan bahasa pertama dengan suatu tata bahasa formal, yang dikenal sebagai Backus-Naar Form atau BNF (McGraw-Hill Encyclopedia of Science and Technology, 454). Pada Algol telah diterapkan konsep-konsep baru, seperti rekursif pada function, bahasa berikutnya Algol 68, menjadi bahasa yang membosankan dan sulit digunakan (www.byte.com). Hal ini mengarah kepada adopsi terhadap bahasa yang lebih kecil dan kompak seperti Pascal. Pascal dimulai pada tahun 1968 oleh Niklaus Wirth. Tujuan pengembangannya adalah untuk kebutuhan pengajaran. Pada awalnya bahasa ini dikembangkan bukan dengan harapan adopsi pemakaian secara luas. Prinsipnya mereka mengembangkannya untuk alat pengajaran pemrograman yang baik seperti kemampuan debug dan perbaikan sistem dan dukungan kepada mikroprosesor komputer yang digunakan pada institusi pendidikan. Pascal dirancang dengan pendekatan yang sangat teratur (terstruktur), dia mengkombinasikan kemampuan yang terbaik dari bahasa-bahasa saat itu, COBOL, FORTRAN, dan ALGOL. Dalam pengerjaannya banyak perintah-perintah yang tidak teratur dan aneh dihilangkan, sehingga sangat menarik bagi pemakai (Bergin, 100-101). Kombinasi dari kemampuan input/output dan kemampuan matematika yang solid, membuatnya menjadi bahasa yang sukses besar. Pascal juga mengembangkan tipe data “pointer”, suatu fasilitas yang sangat bermanfaat pada bahasa yang mengimplementasikannya. Dia juga menambahkan perintah CASE, yang mana memperbolehkan perintah bercabang seperti suatu pohon pada suatu aturan: CASE expression OF possible-expression-value-1: statements to execute… possible-expression-value-2: statements to execute… END Pascal juga mengembangkan variabel dinamis, dimana variabel dapat dibuat ketika suatu program sedang berjalan, melalui perintah NEW dan DISPOSE. Tetapi Pascal tidak mengimplementasikan suatu array dinamis, atau kelompok dari variabel-variabel, yang mana sangat dibutuhkan, dan merupakan salah satu penyebab kekalahannya (Bergin, 101-102). Wirth kemudian membuat lanjutan dari Pascal, Modula-2, tetapi pada saat itu muncul C yang dengan cepat menjadi mengeser posisi Pascal. C dikembangkan pada tahun 1972 oleh Dennis Richie ketika sedang bekerja pada Bell Labs di New Jersey. Transisi pemakaian dari bahasa umum yang pertama ke bahasa umum sampai hari ini yaitu transisi antara Pascal dan C, C merupakan perkembangan dari B dan BCPL, tetapi agak menyerupai Pascal. Semua fasilitas di Pascal, termasuk perintah CASE tersedia di C. C menggunakan pointer secara luas dan dibangun untuk kecepatan dengan kelemahannya yaitu menjadi sulit untuk dibaca. Tetapi karena dia menghilangkan semua kelemahan yang terdapat di Pascal, sehingga dengan cepat mengambil alih posisi Pascal. Ritchie mengembangan C untuk sistem Unix yang baru pada saat yang bersamaan. Oleh karena ini, C dan Unix saling berkaitan. Unix memberikan C beberapa fasilitas besar seperti variabel dinamis, multitasking, penanganan interrupt, forking, dan strong low-level,input-output. Oleh karena itu, C sangat sering digunakan untuk pemrograman sistem operasi seperti Unix, Windows, MacOS, dan Linux. Pada akhir tahun 1970 dan awal 1980, suatu metode pemrograman yang baru telah dikembangkan. Ha tersebut dikenal sebagai Object Oriented Programming, atau OOP. Object merupakan suatu potongan dari data yang dapat dipaket dan dimanipulasi oleh programmer. Bjarne Stroustroup menyukai metode ini dan mengembangkan lanjutan dari C yang dikenal sebagai “C With Classes.” Kemampuan lanjutan ini dikembangkan menjadi bahasa C++ yang diluncurkan pada tahun 1983. C++ dirancang untuk mengorganisasikan kemampuan dasar dari C dengan OOP, dengan tetap mempertahankan kecepatan dari C dan dapat dijalankan pada komputer yang tipe berlainan. C++ sering kali digunakan dalam simulasi, seperti game. C++ menyediakan cara yang baik untuk memanipulasi ratusan instance dari manusia didalan elevator, atau pasukan yang diisi dengan tipe prajurit yang berbeda. Bahasa ini menjadi pilihan pada mata kuliah AP Computer Science sampai hari ini. Pada awal 1990′s, interaktif TV adalah teknologi masa depan. Sun Microsystems memutuskan bahwa interaktif TV membutuhkan suatu hal yang khusus, yaitu bahasa portable (bahasa yang dapat berjalan pada banyak jenis mesin yang berbeda). Bahasa ini dikenal sebagai Java. Pada tahun 1994, team proyek Java mengubah fokus mereka ke web, yang mana berubah menjadi sesuatu yang menjanjikan setelah interactive TV gagal. Pada tahun berikutnya, Netscape menyetujui pemakaian Java pada internet browser mereka, Navigator. Sampai titik ini, Java menjadi bahasa masa depan dan beberapa perusahaan mengumumkan aplikasi harus ditulis dalam Java. Java mempunyai tujuan yang besar dan merupakan bahasa yang baik menurut buku text, pada kenyataanya “bahasa tersebut tidak”. Dia memiliki masalah yang serius dalam optimasi, dengan arti program yang ditulis dengannya berjalan dengan lambat. Dan Sun telah membuat cacat penerimaan terhadap Java dengan pertikaian politis dengan Microsoft. Tetapi Java telah dinyatakan sebagai bahasa untuk instruksi masa depan dan benar-benar menerapkan object-oriented dan teknik tingkat tinggi seperti kode yang portable dan garbage collection. Visual Basic sering diajari sebagai bahasa pemrograman dasar yang mengacu pada bahasa BASIC yang dikembangkan pada tahun 1964 oleh John Kemeny dan Thomas Kurtz. BASIC adalah bahasa yang sangat terbatas dan dirancang untuk orang yang bukan computer science. Perintah-perintah dijalankan secara berurutan, tetapi kendali program dapat berubah berdasarkan IF..THEN, dan GOSUB yang mana menjalankan suatu blok kode dan kembali ketitik semula didalam alur program. Microsoft telah mengembangkan BASIC ke dalam produk Visual Basic (VB). Jantung dari VB adalah form, atau suatu window kosos dimana anda dapat drag dan drop komponen seperti menu, gambarm dan slider bars. Item-item ini dikenal sebagai “widgets.” Widget memiliki properti (seperti warna) dan events (seperti klik dan double klik) dan menjadi pusat dari pengembangan antarmuka dengan pemakai diberbagai bahasa program dewasa ini. VB merupakan program yang banyak digunakan untuk membuat interface sederhana ke produk Microsoft lainnya seperti Excel dan Access tanpa membaca banyak kode, dengannya dapat dimungkinkan untuk dibuat aplikasi yang lengkap. Perl telah sering digambarkan sebagai “duct tape of the Internet,” karena sering digunakan sebagai engine untuk interface web atau pada script untuk memodifikasi file konfigurasi. Dia memiliki fungsi text matching yang sangat baik sehingga membuatnya menjadi hal yang ideal untuk pekerjaan tersebut. Perl dikembangkan oleh Larry Wall pada 1987 karena fasilitas pada sed dan awk pada Unix (digunakan untuk manipulasi text) tidak mencukupi kebutuhannya. Tergantung kepada siapa anda bertanya, Perl adalah singkatan dari Practical Extraction and Reporting Language atau Pathologically Eclectic Rubbish Lister. Bahasa pemrograman telah berkembangan dari masa kemasa dan tetap dikembangkan dimasa depan. Mereka dimulai dari suatu daftar langkap pengkabelan agar komputer menjalankan tugas tertentu. Langkah-langkah ini berkembang menjadi software dan memiliki kemampuan yang lebih baik. Bahasa umum yang pertama menekankan pada kesederhanaan dan untuk satu tujuan saja, sedangkan bahasa dewasa ini terbagi atas bagaimana mereka diprogram, sehingga mereka dapat digunakan untuk semua tujuan. Dan mungkin bahasa yang akan datang lebih natural dengan penemuan pada quantum dan komputer-komputer biologis. Sumber : Indoprog ‘Algoritma & Pemrograman’ oleh Hendra, S.T.

Bahasa Pemrogaman

Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

Menurut tingkat kedekatannya dengan mesin komputer, bahasa pemrograman terdiri dari:

  1. Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110
  2. Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan (bah.Inggris Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.
  3. Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.
  4. Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb.

Sebagian besar bahasa pemrograman digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Tinggi, hanya bahasa C yang digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Menengah dan Assembly yang merupakan Bahasa Tingkat Rendah.

Kamis, 14 Oktober 2010

•MODUL MENGOPERASIKAN PERIPHERAL

MODUL
MENGOPERASIKAN PERIPHERAL
• TIK.OP02.002.01 – Mengoperasikan Printer
• TIK.OP02.015.01 – Mempergunakan perangkat keras dan perangkat lunak untuk memindai dokumen dan gambar


EDISI II - 2005



MATA DIKLAT :
KETERAMPILAN KOMPUTER DAN PENGELOLAAN INFORMASI (KKPI)


DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN


Pemakaian Komputer di segala segi kehidupan, menuntut penambahan beberapa perangkat keras (Hardware) untuk pendukung pemasukan data (Input) dan penampilan hasil olahan data (OutPut). Hardware tambahan ini dikenal dengan sebutan Peripheral.Beberapa contoh Pheripheral diantaranya: Scanner, OCR, Printer ,Ploter dll.

1. Peripheral Input
Hardware tambahan yang menjadi sarana pendukung pemasukan data ke computer. Data masukan ini dapat berupa teks maupun grafis. Yang termasuk Pheripherial Input antara lain:
a. Key Board
b. Mouse
c. Scanner
d. Dll.

2. Peripheral Output
Untuk menampilkan Output ( hasil Olahan Komputer) dalam bentuk grafis maupun teks secara visual maupun dalam bentuk cetakan ,dibutuhkan peralatan tambahan, antara lain:
a. Printer
b. Ploter
c. Card Monitor
d. Monitor
e. LCD Proyektor
Dalam modul 3 (Mengoperasikan Peripherial) akan dibahas beberapa alat tambahan seperti
Keyboar, Mouse, Printer, Scanner , dan Monitor.

Bila di lingkungan saudara keberadaan peralatan tambahan (Peripherial) tidak sama dengan yang ada di modul ini ,dapat dibijaksanai sesuai keadaan.

Penulis

KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iv
PETA KEDUDUKAN MODUL v

PENDAHULUAN 1
Deskripsi 1
Prasyarat 2
Petunjuk Penggunaan Modul 2
Tujuan Akhir 3
Cek Kemampuan 3
Kemampuan Teori 3
Kemampuan Praktek 4

PEMELAJARAN 5
Tujuan Pemelajaran 5
Peripheral Komputer 5
Perangkat Input Scanner 7
Perangkat output Printer 7
Test Formatif 12
Test Teori 12
Test Praktek 13
Jawaban Test Teori 14

PENUTUP . 15

DESKRIPSI

Nama Modul : Mengoperasikan Peripheral
Kode Kompetensi : HDW.OPR.105.(1).A
Ruang lingkup isi : • Operasional Peripheral
o Mengoperasikan Printer
Mempergunakan perangkat keras dan perangkat lunak untuk memindai dokumen dan gambar
o
Kaitan Modul : Modul ini merupakan modul ketiga bagian Hardware, yang harus dikuasai oleh peserta didik sebelumnya :
TIK.OP02.002.01 – Mengoperasikan Printer
TIK.OP02.015.01 – Mempergunakan perangkat keras dan perangkat lunak untuk memindai dokumen dan gambar

Hasil yang diharapkan : Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan untuk dapat :
a. Memasang Printer, Scnaner, Card
b. Memasang dan menyiapkan penggunaan periphe ral yang ada
c. Melakukan instalasi peripheral yang ada sampai dengan kondisi siap pakai sesuai user manual
d. Melakukan pemilihan opsi customization dan konfigurasi peripheral sesuai kebutuhan pemaka ian melalui tools yang digunakan
e. Melakukan defaktivasi peralatan yang ada
Manfaat di Industri : Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan untuk dapat :
a. memahami cara memasang dan menginsatal peralatan sampai siap digunakan
b. menghemat biaya atas instalisasi peripheral yang di tambahkan;

PRASYARAT

Untuk mempelajari modul ini, maka unit kompetensi dan pengetahuan yang harus dikuasai sebelumnya adalah :

1. HDW.OPR.101.(1).A Mengoperasikan PC stand alone dengan sistem operasi berbasis text.
2. HDW.OPR.102.(1).A Mengoperasikan PC stand alone dengan sistem operasi berbasis GUI

PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL

Untuk peserta didik.
1. Pemelajaran yang dilaksanakan menggunakan sistem Self Based Learning atau sistem pemelajaran mandiri. Diharapkan seluruh peserta didik dapat belajar secara aktif dengan mengumpulkan berbagai sumber selain modul ini, misalnya melalui majalah, media elektronik maupun melalui internet.
2. Dalam modul ini dituntut tersedianya bahan ajar yang lengkap yang meliputi :
a. Unit komputer yang siap digunakan;
b. Unit peripheral yang digunakan;
c. Buku manual peripheral;
d. SOP dalam menghidupkan dan mematikan peripheral.
3. Setelah menyelesaikan modul ini, peserta didik dapat melanjutkan ke modul selanjutnya, yaitu SWR.OPR.106.(1).A Mengoperasikan Software Presentasi.
4. Guru atau instruktur berperan sebagai fasilitator dan pengarah dalam semua materi di modul ini, sehingga diharapkan dapat terjadi komunikasi timbal balik yang efektif dalam mempercepat proses penguasaan kompetensi peserta didik.

Selanjutnya, peran guru dalam proses pemelajaran adalah :
1. membantu peserta didik dalam merencanakan proses belajar, utamanya dalam materi-materi yang relatif baru bagi peserta didik;
2. membimbing peserta didik melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar;
3. membantu peserta didik dalam memahami konsep dan praktek dalam modul ini dan menjawab pertanyaan peserta didik mengenai proses belajar dan pencapaian jenjang pengetahuan peserta didik;
4. membantu peserta didik untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang diperlukan untuk belajar;
5. mengorganisasikan kegiatan belajar kelompok jika diperlukan;
6. merencanakan seorang ahli / pendamping guru dari dunia usaha untuk membantu jika diperlukan;
7. melaksanakan penilaian;
8. menjelaskan kepada peserta didik mengenai bagian yang perlu untuk dibenahi dan merundingkan rencana pemelajaran selanjutnya;
9. mencatat pencapaian kemajuan peserta didik.

TUJUAN AKHIR

Setelah mempelajari modul ini, peserta didik diharapkan untuk dapat :
1. memahami konsep dasar pengoperasian peripheral;
2. memahami konsep menghidupkan, mengoperasikan dan mematikan peripheral;

CEK KEMAMPUAN

Kemampuan Teori
1. Salah satu peripheral input
A. Printer
B. Monitor
C. Mouse
D. LCD Proyektor
E. Speaker

2. Port PS/2 digunakan untuk peripheral
A. Speaker
B. Monitor
C. Mouse
D. LCD Proyektor
E. Printer

3. Peripheral output yang menghasilkan hasil cetakan
A. Speaker
B. Monitor
C. Mouse
D. LCD Proyektor
E. Printer

4. Gambar disamping ini adalah konektor


A. USB
B. DB-9
C. HDD-15
D. PS-2
E. Rj-45


5. Gambar port disamping ini adalah untuk konektor
A. USB
B. DB-9
C. HDD-15
D. PS-2
E. Rj-45

Kemampuan Praktek
Coba anda pasang periperal keyboard, mouse, monitor, printer, scanner.
Tujuan Pemelajaran

1. Memahami konsep dasar pengoperasian peripheral;
2. Mengoperasikan dan mematikan peripheral;

1. Peripheral Komputer

Peripheral yang mendukung pengoperasian komputer terdiri dari perangkat input dan perangkat output.
Perangkat input adalah perangkat yang digunakan untuk memasukkan data atau perintah ke dalam komputer. Perangkat tersebut antara lain keyboard, mouse, scanner, digtizer, kamera digital, mic, dan peripheral lainnya.
Perangkat output adalah peralatan yang kita gunakan untuk melihat hasil pengolahan data atau perintah yang dilakukan oleh komputer. Perangkat tersebut antara lain monitor, printer, plotter, speaker, dan lain lainnya.
Untuk menghubungkan perangkat input dan perangkat output ke komputer dengan menghubungkan dengan kabel ke port yang ada di komputer. Berikut ini gambar port-port yang ada di komputer untuk menghubungkan ke peripheral.

Tutorial 1 : Mengenal bagian-bagian mesin scenner

Bila Anda baru mengenal mesin scanner, maka berikut ini sebaiknya disimak dengan seksama, karena pada bagian ini anda akan dikenalkan dengan hal-hal mendasar mengenai bagaimana bekerja dengan mesin scanner, seperti misalnya bagaimana menggunakan mesin scanner yang merupakan kelengkapan komputer yang mungkin belum biasa anda gunakan, dan bahkan baru sama sekali anda kenali. Dibawah ini adalah salah satu jenis scanner.
2.2.2 Materi: Pengoperasian mesin scanner


Pada prakteknya, mengenali dan menjalankan mesin scanner tidaklah sulit seperti apa yang dibayangkan seperti pada contoh mesin scanner yang tampak di atas akan mudah dapat diketahui bagian-bagian dari sebuah mesin scanner.


Tutorial 2 : Pengoperasian mesin scanner

Sebelum menjalankan mesin scanner, pastikan dahulu kabel scanner yang sudah disediakan, terhubung antara mesin scanner dengan komputer, pada komputer melalui port USB. Selain itu pastikan software driver untuk scanner sudah terinstall. Apabila setelah software driver diinstall, selanjutnya mengaktifkan software driver ke device manager dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Klik start > control panel > klik icon “Caere scan manager” akan muncul halaman tampil sebagai berikut.

b. Halaman “caere scan manager 5.1”, akan berisi icon “Add Scanner”. Icon tersebut kemudian di-klik.
c. Akan muncul halaman pilihan jenis-jenis pabrik dan type scnanner.
d. Arahkan pointer ke jenis scanner yang sesuai, kemudian klik next untuk melanjutkan operasi.
e. Lakukan kembali klik next berikut ini, kemudian klik finish untuk mengakhiri proses
f. Hasil akhir terlihat pada control panel icon halaman “caere scan manager 5.1” muncul Jenis Scanner sesuai dengan spesifikasi scanner yang Anda miliki.

Setelah melakukan device terhadap driver scanner yang kita miliki, kemudian mellakukan scanning terhadap suatu image (gambar, foto dan lain-lain). Lakukan langkah-langkah sebagai berikut;

a. Letakkan image (gambar, foto dan lain) diatas lensa optic lalu tutup.
b. Kemudian lakukan klik start > program > Arcsoft Photo Studio 2000 > photo studio 2000.
c. Program photo studio akan tampil sebagai berikut;
d. Klik icon scanner, maka akan muncul halaman scanning seperti berikut ini:
e. Klik tombol scan seperti diatas dan biarkan jangan diganggu atau dihentikan selama proses scanning
f. Setelah proses scanning selesai muncul tampilan halaman sebagai berikut.
g. Untuk dapat disimpan dalam bentuk file tertentu maka icon clear harus di-klik
h. Kemudian klik menu file > save as
i. Berilah nama file pada kotak dialog dengan extention .jpg, kemudian klik save
2.3 Materi: Entry, edit dan menyimpan data
Tutorial 3: Entry, edit dan menyimpan data

Untuk membuat file image sudah dijelaskan di atas, dari hasil scanning bisa langsung di-entry/dimasukkan kedalam hard disk atau disket dalam bentuk file (bmp, jpg dan lain-lain). Untuk mengolah image atau pengeditan image yang berbentuk gambar dapat menggunakan software Adobe Photoshop atau program lainnya. Sebagai contoh dengan menggunakan program “photostudio 2000”.

Cara membuka image yang tersimpan pada harddisk atau disket adalah dengan langkah- langkah sebagai berikut:

a. Buka program photostudio 2000 kemudian klik menu file > open.
b. Carilah letak file pada folder dan meng-kliknya untuk membuka file tersebut kemudian meng-klik tombol open.
c. File image akan menampilkan image yang telah tersimpan tersebut.
d. Untuk memperluas image klik icon maximize
e. Fungsi yang ada pada menubar memutar gambar 15 derajat, klik menu edit > rotate 15
f. Fungsi untuk menggandakan gambar klik stich
g. Menambah text pada gambar klik “T”
h. Mengedit warna, cahaya contras dan lain-lain, klik effect browser > ok
2.2 Men-setting scanner dengan mode OCR
• klik Start > Programs > ScanSoft OmniPage Pro 11.0 > Omnipage Pro 11.0


• tempatkan halaman pertama buku yang akan di-scan dengan posisi halaman buku menghadap ke lensa dan diposisikan sudut kanan atas permukaan mesin scanner, pastikan bahwa mesin scanner dalam kondisi ‘on’.
• Klik menu Process > pilih Process Setting
• Hilangkan tanda cek (v) dari: Automatically Proofread in OCR
• klik OK


Setting bahasa:
• klik Options Pallete
• klik OCR
• beri tanda cek (v) pada seluruh bahasa yang terkandung di dalam dokumen Anda


Setting sumber untuk halaman dokumen:
• Untuk halaman dokumen hanya berteks hitam-putih, klik pop-up pada menu 1. Get Page (How) > pilih Scan Grayscale
• Untuk halaman dokumen berteks warna dan/atau bergambar warna, klik pop-up pada menu 1. Get Page (how) > pilih Scan Color
• Setelah proses scanning selesai, pilih ‘Load File’ untuk menyimpan image


Setting deskripsi halaman dokumen:
• Klik pop-up pada menu 2. Perform OCR (Describe Original) > pilih Single Column, no Table

Setting metode export hasil scan:
• Klik pop-up pada menu 3. Export Result (How?) > pilih Save as File
2.3 Melakukan scanner dengan mode OCR
• klik Start > Programs > ScanSoft OmniPage Pro 11.0 > Omnipage Pro 11.0
• tempatkan halaman pertama buku yang akan di-scan dengan posisi halaman buku menghadap ke lensa dan diposisikan sudut kanan atas permukaan mesin scanner, pastikan bahwa mesin scanner dalam kondisi ‘on’.
• Klik Start
2.4 Menambah halaman yang akan di-scan
Setelah proses scanning halaman pertama selesai Omnipage akan menanyakan: apa yang akan kita lakukan sekarang?
• klik Add More Pages untuk menambah halaman teks yang akan di-scan
• klik Stop Loading Pages untuk menghentikan halaman teks yang akan di-scan
2.5 Mengenal antarmuka Omnipage
• kiri: OmniPage Document Manager, fasilitas antarmuka yang memungkinkan Anda memilih salah satu halaman diantara beberapa halaman yang tersimpan
• tengah: fasilitas antarmuka yang menampilkan image halaman yang di-scan, OmniPage menampilkan halaman yang di-scan dalam bentuk bagian-bagian paragraf, dan memungkinkan Anda untuk mengubah perbagian demi perbagian.
• kanan: fasilitas antarmuka yang menampilkan hasil suntingan hasil dokumen. Disini Anda dapat mengubah jenis dan ukuran huruf teks sehingga tidak ada lagi yang perlu dikoreksi.


2.6 Membaca proof halaman yang di-scan
• Sebelum meng-export hasil scan dokumen Anda ke Microsoft Word, sebaiknya Anda membaca proof halaman tersebut. OmniPage OCR Proofreader akan secara otomatis akan menemukan kata-kata yang tidak terdapat di dalam kamus. Anda dapat memilih pengabaian atau penerimaan saran-saran OmniPage. Anda juga dapat menutup OmniPage OCR Proofreader jika tidak ada yang perlu diubah.


2.7 Menyimpan halaman yang di-scan
Setelah Anda selesai membaca proof semua halaman yang di-scan, OmniPage akan menyimpan file halaman yang telah di-scan:
• Tulis nama file pada kolom File name
• Pilih format penyimpanan file yang diinginkan pada pop-up Save as type, umumnya file disimpan dalam format “.doc”
• Temukan sebuah lokasi untuk menyimpan file tersebut dengan cara menelusuri pop-up Save in
• Klik OK


2.8 File yang Dapat Dibuka dengan OmniPage
Direkomendasikan Format lain yang mendukung
Bitmap (*.bmp)
DCX (*.dcx)
JPEG (*.jpg)
OmniPage Document (*.opd) PCX (*.pcx)
TIFF Packbits (*.tif)
TIFF uncompressed (*.tif)
TIFF Group 3 or 4 compressed (*.tif)


Perangkat Output Printer

Printer merupakan salah satu bagian dalam sistem komputer yang berfungsi untuk menampilkan hasil pekerjaan Anda. Oleh karenanya agar Anda menghasilkan hasil pekerjaan yang optimal, maka perlu dilakukan pengaturan konfigurasi komputer tersebut.
Instalasi printer baru dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu local printer dan network printer.

Printer laser dan inkjet merupakan jenis printer yg sering digunakan saat ini. Dot matrik merupakan jenis printer lama yang masih digunakan oleh perkantoran. Secara garis besarnya jenis-jenis printer sebagai berikut :
1. Dot Matrik
2. Laser printer
3. Inkjet

Sebelum kita melakukan pemasangan printer ke komputer, perlu cek kabel yang dibutuhkan printer (kabel power dan kabel data), CD drivernya, serta manual booknya. Bila sudah lengkap lakukan penyambungan printer ke komputer.

konektor paralel konektor USB

Pelajari cara pemasangan printer.
1. Baca manual book dari printer untuk informasi awal printer, bila printer sudah siap dihubungkan dengan komputer, lakukan langkah berikutnya.
2. Pastikan komputer dalam keadaan tidak hidup.
3. Pastikan juga catu daya printer belum terpasang.
4. Cek jenis konektor yang ada pada Kabel data printer yang menuju ke komputer. Yang sering digunakan yaitu kabel dengan konektor paralel dan USB.
5. Sambungkan kabel data printer ke komputer
6. Kemudian sambungkan catu daya
7. Nyalakan power printer. ( bila ngak ada tombol power, printer sudah aktif ketika catu dayanya di sambungkan)
8. Untuk mematikan printer maka tekan tombol power atau apabila tidak ada tombol power maka cabut catu dayanya.

Tahap berikutnya adalah melakukan instalasi printer. Sebelum anda menggunakan printer diperlukan instalasi printer ke komputer Baca buku petunjuk instalasi printer.
Pelajari langkah-langkah instalasi printer.

Instalasi lokal Alat Cetak (Printer)

Langkah yang digunakan untuk menginstalasi local printer adalah sebagai berikut :

1. Klik tombol Start yang ada pada baris Taskbar, kemudian klik pilihan Printers and Faxes.
Selain menggunakan cara diatas, Anda dapat menggunakan perintah pada jendela Control Panel, klik icon Printers and Other Hardware. Di layar akan terlihat jendela Printers and Other Hardware, kemudian klilk icon Printers and Faxes.

Jendela Printer and Faxes akan terlihat di layer.
2. Pada jendela Printers and Faxes, klik pilihan Add a Printer atau klik menubar File, kemudian klik pilihan Add Printer.
Di layar akan terlihat jendela Add Printer Wizard.
3. Klik tombol Next> untuk menampilkan kotak dialog berikutnya.
 Local printer attached to this computer : jika printer yang baru yang diinstalasi langsung terpasang pada komputer Anda. Apabila printer yang Anda gunakan mendukung Plug and Play, maka tandai dengan checklist pilihan Automatically detect and install my Plug and Play printer.
 A network printer, or a printer attached to another computer : jika printer terpasang pada computer yang lain dengan fasilitas jaringan (network). Dan printer tersebut Anda gunakan dalam proses pencetakan.
– Local or Network Printer

4. Klik tombol Next> untuk menampilkan kotak dialog berikutnya, kemudian tentukan port yang digunakan oleh computer tersebut dengan cara klik pilihan LPT1 pada bagian Use the following. Perhatikan gambar dibawah ini, kemudian klik tombol Next> untuk menampilkan kotak dialog berikutnya.
5. Tentukan nama perusahaan pembuat printer atau merk printer pada pilihan Manufacture. Kemudian pilih model printer yang akan ditambahkan pada pilihan Printers. Misalnya Canon pada pilihan Manufacturer dan BJC-3000 pada pilihan Printers.
Apabila pada daftar pilihan printer tersebut tidak ada, maka Anda dapat memilih model printer yang kompitibel dengan printer yang Anda gunakan, pada pilihan Have Disk. Perhatikan gambar dibawah ini.
6. Klik tombol Next> untuk menampilkan kotak dialog berikutnya, kemudian ketikkan nama printer yang Anda inginkan pada pilihan Printer Name. Apabila printer yang Anda instalasi tersebut akan dijadikan sebagai standard penggunaan printer (default printer), maka klik pilihan Yes pada bagian do you to use this printer as the default printer? Perhatikan gambar ini, kemudian klik tombol Next> untuk menuju pada kotak dialog Printer Sharing
7. Pada kotak dialog Printer Sharing tersebut, Anda dapat menentukan apakah printer baru tersebut dapat digunakan bersama dengan pemakai lain dalam jaringan (network) ataupun hanya digunakan oleh computer Anda saja. Kemudian klik tombol Next> untuk menampilkan kotak dialog Print Test Page.
8. Pada kotak dialog Print Test Page, Anda dapat menentukan apakah akan mencetak halaman percobaan (pilihan Yes) atau tidak akan melakukan pencetakan halaman percobaan (pilihan No).
9. Kemudian klik tombol Next> untuk menampilkan kotak dialog berikutnya.
10. Klik tombol Finish untuk mengakhiri proses instalasi tersebut. Perhatikan tampilan berikut yang berisi informasi proses instalasi printer.


Menghapus Printer Drivers

Terkadang salah satu printer yang telah diinstalasi dan terdapat pada jendela Printers and Faxes sudah tidak diperlukan lagi, karena Anda telah mengganti printer terbaru. Penghapusan ini digunakan untuk menghapus nama printer, sehingga drivers dari printer tersebut akan terhapus. Langkah yang digunakan adalah sebagai berikut :

1. Klik tombol Start yang ada pada baris Taskbar.
2. Klik pilihan menu Printers and Faxes.

Selain menggunakan perintah tersebut diatas, Anda dapat menggunakan cara menu Start, Control Panel, Printers and Other Hardware, kemudian klik pilihan Printers and faxes.

3. Klik pilihan printer yang diinginkan, misalnya Canon BJC 3000. kemudian klik menu File, Delete atau pada kotak Printer Task, klik pilihan link Delete this printer. Kotak dialog akan terlihat di layar sebagai berikut :

Menentukan Default Printer

Printer default merupakan pilihan utama dalam proses pencetakan file dalam komputer yang Anda gunakan. Sehingga seluruh aplikasi dalam Windows XP akan menggunakan printer default ini sewaktu akan melakukan pencetakan. Langkah yang digunakan untuk menentukan default printer adalah sebagai berikut :

1. Klik tombol Start yang ada pada baris Taskbar.
2. Klik pilihan menu Printers and Faxes.
Selain menggunakan perintas tersebut di atas, Anda dapat menggunakan cara klik menu Start, Control Panel, Printers and Other Hardware, kemudian klik pilihan Printers and Faxes.
3. Klik pilihan printer yang dinginkan, misalnya Canon BJC 3000, kemudian klik menu File, Set as Default Printer.
Selain menggunakan cara tersebut Anda dapat menampilkan shortcut, dengan cara klik kanan mouse, kemudian klik pilihan Set as Default Printer

Mengganti Nama Printer

Nama printer yang digunakan dapat dirubah sesuai dengan keinginan Anda. Langkah yang digunakan untuk merubah nama printer tersebut adalah sebagai berikut :

1. Pada jendela Printers and Faxes, pilih jenis printer yang akan dirubah namanya.
2. Klik menubar File, kemudian klik pilihan Rename (F2) atau klik icon Rename this printer pada kotak Printer Task.
Selain menggunakan cara tersebut Anda dapat menampilkan shortcut, dengan cara klik kanan mouse, kemudian klik pilihan Rename.
3. Ketik nama baru dari printer yang akan dirubah tersebut, kemudian akhiri dengan Enter.

Modul ini merupakan bahan ajar yang harus dikuasai untuk memperoleh kompetensi mengoperasikan peralatan tambahan (peripheral).
Dalam modul ini hanya beberapa peripheral yang di jelaskan, akan tetapi tidak menutup kemungkinan Anda untuk belajar sendiri mengoperasikan peripheral lain dengan menggunakan pedoman buku manual dan buku petunjuk instalasi.
.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More