BAHASA PEMROGAMAN KOMPUTER

Sejarah Bahasa Pemrograman Komputer Sejak pertama komputer difference engine diciptakan oleh Charles Babbage pada tahun 1822, komputer membutuhkan sejumlah instruksi untuk melakukan suatu tugas tertentu. Instruksi-instruksi ini dikenal sebagai bahasa pemrograman. Bahasa komputer mulanya terdiri dari sejumlah langkah pengkabelan untuk membuat suatu program; hal ini dapat dipahami sebagai suatu rangkaian pengetikan kedalam komputer dan kemudian dijalankan. Pada awalnya, difference engine-nya Charles Babbage hanya dibuat untuk menjalankan tugas dengan menggunakan perpindahan gigi roda untuk menjalankan fungsi kalkukasi. Jadi, bentuk awal dari bahasa komputer adalah berupa gerakan secara mekanik, selanjutnya gerakan mekanik tersebut digantikan dengan sinyal listrik ketika pemerintah AS mengembangkan ENIAC pada tahun 1942, tetapi masih banyak mengadopsi prinsip-prinsip dasar dari Babbage’s engine yang mana diprogram dengan mengeset switch dan perkabelan pada seluruh sistem pada setiap “program” maupun kalkulasi. Tentu saja ini merupakan pekerjaan yang membosankan. Pada 1945, John Von Neumann yang bekerja pada Institute for Advanced Study mengemukakan dua konsep yang secara langsung mempengaruhi masa depan dari bahasa pemrograman komputer. Yang pertama dikenal sebagai “shared-program technique” (www.softlord.com). Pada teknik ini dinyatakan bahwa hardware komputer haruslah sederhana dan tidak perlu dilakukan pengkabelan dengan menggunakan tangan untuk setiap program. Sebagai gantinya, instruksi-instruksi yang lebih kompleks harus digunakan untuk mengendalikan perangkat keras yang lebih sederhana, hal ini memungkinkan komputer diprogram ulang dengan cepat. Konsep yang kedua yang juga sangat penting untuk pengembangan bahasa pemrograman. Von Neumann menyebutnya sebagai “conditional control transfer” (www.softlord.com). Ide ini berkembang menjadi bentuk subrutin, atau blok kode yang kecil yang dapat panggil berdasarkan aturan tertentu, dari pada suatu himpunan tunggal urutan kronologis yang harus dijalankan oleh komputer. Bagian kedua dari ide tersebut menyatakan bahwa kode komputer harus dapat bercabang berdasarkan pernyataan logika seperti IF (ekspresi) THEN, dan perulangan seperti FOR statement. “Conditional control transfer” mengembangkan ide adanya “libraries,” yang mana merupakan blok kode yang dapat digunakan berulang kali. Pada 1949, setelah beberapa tahun Von Neumann bekerja, bahasa Short Code dilahirkan (www.byte.com), yang merupakan bahasa komputer yang pertama untuk peralatan elektronik yang membutuhkan programmer untuk mengubah perintah kedalam 0 dan 1 dengan tangan. Pada 1957, bahasa khusus yang pertama muncul dalam bentuk FORTRAN yang merupakan singkatan dari sistem FORmula TRANslating. Bahasa ini dirancang pada IBM untuk perhitungan scientific. Komponen-komponennya sangat sederhana, dan menyediakan bagi programmer akses tingkat rendah kedalam komputer. Sampai saat ini, bahasa ini terbatas pada hanya terdiri dari perintah IF, DO, dan GOTO, tetapi pada waktu itu, perintah-perintah ini merupakan lompatan besar kearah depan. Type data dasar yang digunakan sampai sekarang ini dimulai dari FORTRAN, hal ini meliputi variabel logika (TRUE atau FALSE), dan bilangan integer, real, serta double-precision. FORTRAN sangat baik dalam menangani angka-angka, tetapi tidak terlalu baik untuk menangani proses input dan output, yang mana merupakan hal yang penting pada komputasi bisnis. Komputasi bisnis mulai tinggal landas pada 1959, dengan dikembangkannya COBOL, yang dirancang dari awal sebagai bahasa untuk para pebisnis. Type data yang ada hanya berupa number dan text string. Hal tersebut juga memungkinkan pengelompokan menjadi array dan record, sehingga data di telusuri dan diorganisasikan dengan lebih baik. Sesuatu hal yang menarik untuk dicatat bahwa suatu program COBOL dibuat menyerupai suatu essay, dengan empat atau lima bagian utama yang membentuk keseluruhan yang tertata dengan baik. Perintah-perintah COBOL sangat menyerupai tata bahasa English, sehingga membuatnya agak mudah dipelajari. Semua ciri-ciri ini dikembangkan agar mudah dipelajari dan mudah diterapkan pada dunia bisnis. Pada 1958, John McCarthy di MIT membuat bahasa LISt Processing (atau LISP), yang dirancang untuk riset Artificial Intelligence (AI). Karena dirancang untuk fungsi spesialisasi yang tinggi, maka tata cara penulisannya jaring kelihatan sebelum ataupun sesudahnya. Sesuatu perbedaan yang paling nyata dari bahasa ini dengan bahasa lain adalah dasar dan type satu-satunya adalah list, yang ditandai dengan suatu urutan item yang dicakup dengan tanda kurung. Program LISP sendirinya dibuat sebagai suatu himpunan dari list, sehingga LISP memiliki kemampuan yang khusus untuk memodifikasi dirinya, dan juga dapat berkembang sendiri. Tata cara penulisan LISP dikenal sebagai “Cambridge Polish,” sebagaimana dia sangat berbeda dari logika Boolean (Wexelblat, 177) : x V y – Cambridge Polish, what was used to describe the LISP program OR(x,y) – parenthesized prefix notation, what was used in the LISP program x OR y – standard Boolean logic LISP masih digunakan sampai sekarang karena spesialiasi yang tinggi dari sifat abstraknya. Bahasa Algol dibuat oleh suatu komite untuk pemakaian scientific pada tahun 1958. Kontribusi utamanya adalah merupakan akar dari tiga bahasa selanjutnya yaitu Pascal, C, C++, dan Java. Dia juga merupakan bahasa pertama dengan suatu tata bahasa formal, yang dikenal sebagai Backus-Naar Form atau BNF (McGraw-Hill Encyclopedia of Science and Technology, 454). Pada Algol telah diterapkan konsep-konsep baru, seperti rekursif pada function, bahasa berikutnya Algol 68, menjadi bahasa yang membosankan dan sulit digunakan (www.byte.com). Hal ini mengarah kepada adopsi terhadap bahasa yang lebih kecil dan kompak seperti Pascal. Pascal dimulai pada tahun 1968 oleh Niklaus Wirth. Tujuan pengembangannya adalah untuk kebutuhan pengajaran. Pada awalnya bahasa ini dikembangkan bukan dengan harapan adopsi pemakaian secara luas. Prinsipnya mereka mengembangkannya untuk alat pengajaran pemrograman yang baik seperti kemampuan debug dan perbaikan sistem dan dukungan kepada mikroprosesor komputer yang digunakan pada institusi pendidikan. Pascal dirancang dengan pendekatan yang sangat teratur (terstruktur), dia mengkombinasikan kemampuan yang terbaik dari bahasa-bahasa saat itu, COBOL, FORTRAN, dan ALGOL. Dalam pengerjaannya banyak perintah-perintah yang tidak teratur dan aneh dihilangkan, sehingga sangat menarik bagi pemakai (Bergin, 100-101). Kombinasi dari kemampuan input/output dan kemampuan matematika yang solid, membuatnya menjadi bahasa yang sukses besar. Pascal juga mengembangkan tipe data “pointer”, suatu fasilitas yang sangat bermanfaat pada bahasa yang mengimplementasikannya. Dia juga menambahkan perintah CASE, yang mana memperbolehkan perintah bercabang seperti suatu pohon pada suatu aturan: CASE expression OF possible-expression-value-1: statements to execute… possible-expression-value-2: statements to execute… END Pascal juga mengembangkan variabel dinamis, dimana variabel dapat dibuat ketika suatu program sedang berjalan, melalui perintah NEW dan DISPOSE. Tetapi Pascal tidak mengimplementasikan suatu array dinamis, atau kelompok dari variabel-variabel, yang mana sangat dibutuhkan, dan merupakan salah satu penyebab kekalahannya (Bergin, 101-102). Wirth kemudian membuat lanjutan dari Pascal, Modula-2, tetapi pada saat itu muncul C yang dengan cepat menjadi mengeser posisi Pascal. C dikembangkan pada tahun 1972 oleh Dennis Richie ketika sedang bekerja pada Bell Labs di New Jersey. Transisi pemakaian dari bahasa umum yang pertama ke bahasa umum sampai hari ini yaitu transisi antara Pascal dan C, C merupakan perkembangan dari B dan BCPL, tetapi agak menyerupai Pascal. Semua fasilitas di Pascal, termasuk perintah CASE tersedia di C. C menggunakan pointer secara luas dan dibangun untuk kecepatan dengan kelemahannya yaitu menjadi sulit untuk dibaca. Tetapi karena dia menghilangkan semua kelemahan yang terdapat di Pascal, sehingga dengan cepat mengambil alih posisi Pascal. Ritchie mengembangan C untuk sistem Unix yang baru pada saat yang bersamaan. Oleh karena ini, C dan Unix saling berkaitan. Unix memberikan C beberapa fasilitas besar seperti variabel dinamis, multitasking, penanganan interrupt, forking, dan strong low-level,input-output. Oleh karena itu, C sangat sering digunakan untuk pemrograman sistem operasi seperti Unix, Windows, MacOS, dan Linux. Pada akhir tahun 1970 dan awal 1980, suatu metode pemrograman yang baru telah dikembangkan. Ha tersebut dikenal sebagai Object Oriented Programming, atau OOP. Object merupakan suatu potongan dari data yang dapat dipaket dan dimanipulasi oleh programmer. Bjarne Stroustroup menyukai metode ini dan mengembangkan lanjutan dari C yang dikenal sebagai “C With Classes.” Kemampuan lanjutan ini dikembangkan menjadi bahasa C++ yang diluncurkan pada tahun 1983. C++ dirancang untuk mengorganisasikan kemampuan dasar dari C dengan OOP, dengan tetap mempertahankan kecepatan dari C dan dapat dijalankan pada komputer yang tipe berlainan. C++ sering kali digunakan dalam simulasi, seperti game. C++ menyediakan cara yang baik untuk memanipulasi ratusan instance dari manusia didalan elevator, atau pasukan yang diisi dengan tipe prajurit yang berbeda. Bahasa ini menjadi pilihan pada mata kuliah AP Computer Science sampai hari ini. Pada awal 1990′s, interaktif TV adalah teknologi masa depan. Sun Microsystems memutuskan bahwa interaktif TV membutuhkan suatu hal yang khusus, yaitu bahasa portable (bahasa yang dapat berjalan pada banyak jenis mesin yang berbeda). Bahasa ini dikenal sebagai Java. Pada tahun 1994, team proyek Java mengubah fokus mereka ke web, yang mana berubah menjadi sesuatu yang menjanjikan setelah interactive TV gagal. Pada tahun berikutnya, Netscape menyetujui pemakaian Java pada internet browser mereka, Navigator. Sampai titik ini, Java menjadi bahasa masa depan dan beberapa perusahaan mengumumkan aplikasi harus ditulis dalam Java. Java mempunyai tujuan yang besar dan merupakan bahasa yang baik menurut buku text, pada kenyataanya “bahasa tersebut tidak”. Dia memiliki masalah yang serius dalam optimasi, dengan arti program yang ditulis dengannya berjalan dengan lambat. Dan Sun telah membuat cacat penerimaan terhadap Java dengan pertikaian politis dengan Microsoft. Tetapi Java telah dinyatakan sebagai bahasa untuk instruksi masa depan dan benar-benar menerapkan object-oriented dan teknik tingkat tinggi seperti kode yang portable dan garbage collection. Visual Basic sering diajari sebagai bahasa pemrograman dasar yang mengacu pada bahasa BASIC yang dikembangkan pada tahun 1964 oleh John Kemeny dan Thomas Kurtz. BASIC adalah bahasa yang sangat terbatas dan dirancang untuk orang yang bukan computer science. Perintah-perintah dijalankan secara berurutan, tetapi kendali program dapat berubah berdasarkan IF..THEN, dan GOSUB yang mana menjalankan suatu blok kode dan kembali ketitik semula didalam alur program. Microsoft telah mengembangkan BASIC ke dalam produk Visual Basic (VB). Jantung dari VB adalah form, atau suatu window kosos dimana anda dapat drag dan drop komponen seperti menu, gambarm dan slider bars. Item-item ini dikenal sebagai “widgets.” Widget memiliki properti (seperti warna) dan events (seperti klik dan double klik) dan menjadi pusat dari pengembangan antarmuka dengan pemakai diberbagai bahasa program dewasa ini. VB merupakan program yang banyak digunakan untuk membuat interface sederhana ke produk Microsoft lainnya seperti Excel dan Access tanpa membaca banyak kode, dengannya dapat dimungkinkan untuk dibuat aplikasi yang lengkap. Perl telah sering digambarkan sebagai “duct tape of the Internet,” karena sering digunakan sebagai engine untuk interface web atau pada script untuk memodifikasi file konfigurasi. Dia memiliki fungsi text matching yang sangat baik sehingga membuatnya menjadi hal yang ideal untuk pekerjaan tersebut. Perl dikembangkan oleh Larry Wall pada 1987 karena fasilitas pada sed dan awk pada Unix (digunakan untuk manipulasi text) tidak mencukupi kebutuhannya. Tergantung kepada siapa anda bertanya, Perl adalah singkatan dari Practical Extraction and Reporting Language atau Pathologically Eclectic Rubbish Lister. Bahasa pemrograman telah berkembangan dari masa kemasa dan tetap dikembangkan dimasa depan. Mereka dimulai dari suatu daftar langkap pengkabelan agar komputer menjalankan tugas tertentu. Langkah-langkah ini berkembang menjadi software dan memiliki kemampuan yang lebih baik. Bahasa umum yang pertama menekankan pada kesederhanaan dan untuk satu tujuan saja, sedangkan bahasa dewasa ini terbagi atas bagaimana mereka diprogram, sehingga mereka dapat digunakan untuk semua tujuan. Dan mungkin bahasa yang akan datang lebih natural dengan penemuan pada quantum dan komputer-komputer biologis. Sumber : Indoprog ‘Algoritma & Pemrograman’ oleh Hendra, S.T.

Bahasa Pemrogaman

Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer, adalah teknik komando/instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

Menurut tingkat kedekatannya dengan mesin komputer, bahasa pemrograman terdiri dari:

  1. Bahasa Mesin, yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode bahasa biner, contohnya 01100101100110
  2. Bahasa Tingkat Rendah, atau dikenal dengan istilah bahasa rakitan (bah.Inggris Assembly), yaitu memberikan perintah kepada komputer dengan memakai kode-kode singkat (kode mnemonic), contohnya MOV, SUB, CMP, JMP, JGE, JL, LOOP, dsb.
  3. Bahasa Tingkat Menengah, yaitu bahasa komputer yang memakai campuran instruksi dalam kata-kata bahasa manusia (lihat contoh Bahasa Tingkat Tinggi di bawah) dan instruksi yang bersifat simbolik, contohnya {, }, ?, <<, >>, &&, ||, dsb.
  4. Bahasa Tingkat Tinggi, yaitu bahasa komputer yang memakai instruksi berasal dari unsur kata-kata bahasa manusia, contohnya begin, end, if, for, while, and, or, dsb.

Sebagian besar bahasa pemrograman digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Tinggi, hanya bahasa C yang digolongkan sebagai Bahasa Tingkat Menengah dan Assembly yang merupakan Bahasa Tingkat Rendah.

Jumat, 22 April 2011

ETIKA SOSIAL QUR’ANI:
MERUJUK KARAKTERISTIK MASYARAKAT ISLAM
DALAM SURAH AL-HUJARAT : 1-10

ABSTRAK
Seabad sudah momentum kebangkitan Nasional yang kini diperingati oleh bangsa Indonesia telah didahului dengan sebuah gerakan, yaitu gerakan reformasi. Paling tidak dapat diidentifikasi bahwa suatu kebangkitan dapat diwujudkan apabila dalam masyarakat telah tumbuh sifat dan sikap kemandirian, keterbukaan atau transparansi dan adanya daya saing atau sikap kompetetif
yang sehat. Agaknya al-Qur’an telah mewariskan rambu-rambu tersebut sebagai penciri dari masyarakat Islam, terutama yang termaktub dalam surat al-Hujarat, di antaranya masyarakat hendaklah memiliki landasan spiritual, menghargai persamaan, lemah lembut dan sabar, waspada terhadap issu, serta ishlah dengan adil. Dalam tulisan ini konsep masyarakat Islam tidak tersaji secara kompre- hensif, karena kajian terbatas pada ayat satu hingga sepuluh surat al-Hujarat. Kata Kunci : Masyarakat Islam, Masyarakat Jahili,

PENDAHULUAN
Sayid Quthub berpendapat, bahwa Islam hanya mengenal dua bentuk masyarakat, yaitu masyarakat Islam dan masyarakat Jahili. Masyarakat Islam adalah masyarakat yang mengaplikasikan Islam baik dalam aqidah, ibadah, syari’ah, perundang-undangan, moral dan segala tingkah laku. Tidak dinamakan masyarakat Islam— meskipun mereka salat, berpuasa dan haji— sementara syari’at Islam tidak dijadikan perundang-undangan di tengah-tengah masyarakatnya dan tidak menetapkan segala ketetapan Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan
masyarakat Jahili adalah segala bentuk masyarakat selain masyarakat
*) Dosen Fakultas Ushuluddin IAIN Raden Intan Bandar LampungKomunitas, Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
44
Islam, baik yang ingkar wujudnya Allah atau yang tidak ingkar, akan tetapi syari’ah Islam tidak dijadikan way of lifenya.(Quthb, tt : 129-130
Masyarakat Islam inilah, dengan segala karakteristiknya yang dimaksud dengan “masyarakat berperadaban” (mujtama’ mutahâdlir) atau masyarakat madani(Madjid, 1999). Sedang mayarakat Jahili dengan berbagai bentuk dan tipenya digolongkan masyarakat terbelakang
(mujtama’ mutakhallifah). Kiranya topik-topik seperti masyarakat madani, masyarakat Is-
lam dan lain-lain pada saat reformasi seperti sekarang ini perlu diangkat dipermukaan, umat Islam khususnya dan bangsa Indonesia umumnya, yang telah lama haus pada akhlak madani seperti logo-logo yang sering muncul kejujuran, keterebukaan/transparansi, dan prilaku yang bebas dari nepotisme.
GAMBARAN UMUM SURAH AL-HUJURAT
Teks surah al-Hujarat ayat 1-10, dalam al-Qur’an dan terjemah-
nya berbunyi demikian :45
Volume 4, Nomor 1, Juni 2008
1. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguh-nya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
2. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mening-gikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagai-mana kerasnya suara
sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari.
3. Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka Itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.
4. Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.
5. Kalau Sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka Sesungguhnya itu lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
6. Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkanmu menyesal atas perbuatanmu itu.
7. Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
8. Sebagai karunia dan nikmat dari Allah. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.
9. Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara kedua-nya! tapi kalau yang satu melanggar Perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar Perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. kalau Dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu Berlaku adil; Sesungguh-nya Allah mencintai orang-orang yang Berlaku adil. 10.Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. Nama surah Al-Hujurat (Kamar-Kamar) diambil dari perkataan “al-Hujurat” pada ayat : 4 dalam surah ini. Ayat tersebut mencela orang-Komunitas, Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
46
orang yang memanggil Nabi Muhammad saw dari belakang kamar-kamar tersebut, dimana beliau bersama istri-istrinya di dalamnya(Syarifain, 1411). Sebagian pakar tafsir menyebut “surah al-Akhlaq”, karena surat ini mengandung pendidikan Islam yang substansial dan prinsip-prinsip peradaban yang utama(Shabuni, tt)
Secara umum surah ini menjelaskan tentang adab masyarakat Is- lam terhadap Nabinya, prinsip-prinsip masyarakat Islam, persatuan, akhlaq terpuji, dan hakekat iman. Tema-tema itu tidak menjadi obyek pembahasan dalam tulisan ini secara keseluruhan, pembahasan ini hanya
akan berbicara karakteristik masyarakat Islam dari ayat 1-10. Kaitannya dengan surah sebelumnya (al-Fath) sangat relevan, karena pada akhir surah tersebut diilustrasikan karak-teristik masyarakat Islam (sahabat) yang bersama Rasul yaitu sebagai berikut:
a. Menjaga akidah dan mu’amalah, (Asyiddâu ‘alâ al-Kuffâr, Ruhamâu bainahum).
b. Selalu beribadah, (Tarâhum rukka’an sujjadâ)
c. Berharap kepada Allah, (Yabtghûna Fadhlan minallâh wa Ridhwâna)
d. Akhlaq yang baik, (Quthb, 1937) (Sîmâhum fî Wujûhihim min Atsaris Sujûd)
Keempat sifat yang merupakan karakteristik masyarakat Islam itu juga disebutkan dalam kitab Taurat dan Injil sebagai-mana disebutkan dalam al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dalam sutah al-Hujurat yang diawali penjelasan tentang adab orang mu’min terhadap Nabi.(Tsafaqi, 1988)
Didalam surah al-Hujurat tidak ditemukan kata “masyarakat” (al-Mutjama’), demikian juga dalam al-Qur’an kecuali dalam bentuk kata kerja di dua tempat, yaitu Q.S. al-Isra: 88 dan Q.S. al-Hajj : 73
Beberapa kata yang menunjukan kata masyarakat adalah kata syu’ûb dan qabâil dalam ayat 13 serta khithab Yâ ayyuhannâs satu kali pada ayat yang sama. Sementara masyarakat Islam ditunjuki dengan khithab yâ ayyuhalladzînaâmanû yang terulang sebanyak 4(empat) kali.
CIRI MASYARAKAT ISLAM DALAM SURAT AL-HUJARAT 1 –10 Ada beberapa karakteristik masyarakat Islam yang dijelaskan dalam surah al-Hujurat, ayat 1-10, antara lain :
A. Berpedoman kepada al-Qur’an dan al-Sunah Masyarakat Islam selalu berpedoman pada al-Qur’an dan al- Sunnah dalam segala aspek kehidupannya secara totalitas, baik dalam47
Volume 4, Nomor 1, Juni 2008 urusan duniawi maupun ukhrawi, dan perbuatan maupun perkataan.
Mereka tidak berani mendahului Allah dan Rasul-Nya dalam berpendapat, memberi keputusan, melangkah sebelum mendapat izin dari padanya. Maf’ul kata amanu dibuang, agar pendengarnya mengerti bahwa larangan mendahului Allah dan Rasul-Nya bersifat umum, baik berupa perkatan atau perbuatan. Misalnya jika dilemparkan suatu masalah di hadapan Rasul, mereka tidak mendahului menjawab, jika makan bersama beliau, mereka tidak mendahului makan, dan jika pergi bersama mereka tidak berjalan dihadapan beliau. Ibnu Abbas berkata : jangan engkau mendahului dengan perkataan, perbuatan sehingga Rasul perintah dan melarang(Firuzabadi, tt).Dari keterangan di atas kiranya dapat dipahami bahwa mereka
selalu patuh atas segala perintah Allah dan larangan-Nya dan tidak segera berkata dan berbuat sebelum dikatakan dan diperbuat oleh Rasul. Maksudnya mereka mengakhirkan pendapat, teori, dan itjtihadnya setelah
al-Kitab dan al-Sunnah.
B. Menghargai Sesamanya secara Profesional
Pada ayat 2 – 5 Q.S. al-Hujurat ini, Allah menekankan bahwa
setiap orang hendaknya didudukkan secara wajar. Nabi Muhammadsaw dinyatakan sebagai manusia seperti manusia yang lain, namun,
dinyatakan pula bahwa beliau adalah seorang Rasul yang memperoleh wahyu dan bimbingan dari Allah swt. Atas dasar ini, beliau berhak memperoleh penghormatan yang melebihi manusia lain. Diantara
penghormatan yang diajarkan Allah swt adalah sebagai berikut:
1. Tidak lebih tinggi bersuara
Di antara adab yang diajarkan Allah swt kepada orang-orang
mukmin adalah berkomunikasi dan berdialog dengan siapa saja yang
berhak dihormati seperti Nabi saw dengan cara yang sopan. Di
antaranya, suara berbicara tidak lebih tinggi dari suara beliau, karena
suara yang lebih tinggi bisa berindikasi kurang sopan, kurang hormat
dan menyakiti beliau, bahkan berdosa besar jika mempunyai maksud
merendahkan atau meremehkan seseorang(Syaukani, tt). Susra lebih
tinggi pada umumnya disampaikan kepada orang bodoh atau orang tuli,Komunitas, Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
48
tidak layak untuk Nabi saw . Allah berfirman:

Orang-orang yang berakhlak akan berbicara dengan Nabi dengan suara
sederhana, lembut, sekedar sampai dan dapat didengar, serta tidak
berlebih-lebihan.
2. Tidak berkata kasar atau keras
Suara kasar atau keras sebagaimana yang sudah mentradisi antar
sesama kita juga tidak layak diungkapkan dihadapan Nabi saw, akan
tetapi hendaknya bicara dengan kata yang sopan dan sikap yang sopan
serta tenang. Demikian juga panggilan terhadap Nabi, memanggil
namanya tanpa dibarengi dengan gelar penghormatan, seperti :”Ya
Ahmad”, “Ya Muhammad” Panggillah dengan nama gelar yang baik,
misalnya. Allah berfirman :
Pada akhir ayat tersebut dijelaskan alasan larangan bersuara lebih
tinggi dan berkata keras dikhawatirkan terhapus amal baiknya karena
mereka tidak memelihara adab dengan Rasul, sedangkan mereka tidak
merasa kalau batal amalnya.
Al-Maraghi, mengklasifikasikan adab dengan Rasul adakalanya
dengan perbuatan seperti halnya dalam ayat pertama, dan adakalanya
perkataan sebagaimana keterangan dalam ayat kedua.(Al-Maraghi, tt)
Al-Shawi membedakan antara tinggi bersuara dan keras kata., yang
pertama hendaknya suaramu tidak sampai batas suara Nabi, akan tetapi
di bawah suara Nabi, sedang yang kedua, jika engkau mengajak berbicara
dengan Nabi, sedang Nabi diam, maka jangan mengangkat suaramu
separti dengan sesamamu(Al-Shawi, tt)
Ayat 3 menjelaskan bahwa orang yang merendahkan suaranya
dihadapan Rasul berarti hatinya telah teruji untuk taqwa(Al-Syaukani,
tt) dan mendapat pengampunan :
Begitulah keadaan para sahabat, setelah datang larangan sesuatu, mereka
patuh untuk meninggalkannya.49
Volume 4, Nomor 1, Juni 2008
3. Sabar Menunggu
Sabar, salah satu akhlak yang baik dan salah satu senjata untuk
meraih kesuksesan, akan tetapi ia berat dan pahit bagaikan jadam yang
getir bagi setiap lidah yang menjilatnya. Di samping karakteristik manusia
yang diciptakan tergesa-tergesa. Orang muslim yang baik, bersikap sabar
terhadap segala sesuatu, terutama menyangkut haknya orang lain yang
harus dihormati, seperti bertemu kepada orang yang dihormati seperti
Nabi saw. Sabarlah menunggu sampai beliau keluar untuk salat(al-Jawi,
tt) tidak memanggil-manggil dari luar rumah sebagaimana yang dilakukan
oleh utusan Bani Tamim, menurut pariwayatan Ibnu jarir al-Thabari, yaitu
Uyainah bin Hushain dan al-Aqra bin Habis yang mewakili 70 orang
dari kabilah tersebut, mereka memanggil-manggil Nabi dari belakang
kamar-kamar beliau: Hai Muhammad keluarlah ! sedang beliau sedang
tidur siang. Kemudian turunlah ayat 4 :
Maksud bodoh agama Allah dan hak serta kewajiban terhadap
Nabi, atau karena umumnya mereka bodoh dan karakter mereka yang
kasar. Seandainya mereka sabar dan mau menunggu beliau sampai keluar,
tentunya lebih maslahat, karena mereka menjaga adab dengan Nabi saw.,
sebagaimana termaktub dalam ayat 5 :
Said Quthub memberi komentar, bahwa karakteristik masyarakat
Islam yang baik ini dipelihara mereka, baik terhadap Nabi maupun or-
ang yang berhak dihormati, terutama orang alim….(Quthb, tt)
C. Waspada Terhadap Issu
Masyarakat muslim akan selalu waspada dan berhati-hati dalam
menerima issu yang dimunculkan oleh provokator yang fasik, sebelum
diadakan research dan pemeriksaan yang lebih lanjut dan terpercaya.
Karena menerima issu yang tidak jelas kebenarannya itu akan
menjerumuskan kepada kebodohan dan kesengsaraan. Provokator fasik
memang tidak peduli dengan dusta dan dosa, oleh karena itu sebagian
ulama menolak hadits yang dibawa oleh orang fasik, bahkan orang yang
tidak jelas identitasnya selakipun karena ada kemungkinan fasiknya(Ibn
Katsir, tt) atau menerima berita dari seseorang (kabar wahid) yang adil.(al-
Shamadi, tt)Komunitas, Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
50
Pada ayat 6, Allah berfirman :
Masyarakat Islam telah kaya dengan sunnah dan sejarah Rasul,
baik dalam strategi dan petunjuknya yang lengkap dan sempurna, mereka
tidak mudah tergoyah oleh issu-issu bohong yang menyesatkan itu. Bahkan
dengan iman mereka yang mendalam dan membara dalam hati mereka
benci kekufuran, kefasikan, dan maksiat.(Ibn Katsir, tt)
Pada ayat 7 dipaparkan tentang karekteristik masyarakat Islam dengan
keimanan yang sempurna. Iman yang sempurna adalah pengakuan dilisan,
pembenaran dihati, dan pelaksanaan dianggota tubuh. Kebencian kufur
antonim dari kecintanaan iman, hiasan iman di hati adalah
pembenarannya, fasik adalah dusta perbandingan ikrar di lisan, dan
maksiat adalah perbandingan amal di anggota tubuh.(al-Maraghi, tt)
Selama mereka beriman yang paripurna dan istiqomah, tidak ikut
arus, dan tidak mudah ditaklukan issu yang mengadu domba dan
memecah belah, masyarakat Islam akan tetap tegar dan eksis.
Sebagaimana diterangkan dalam ayat 8 berikut ini :
D. Ishlah dengan adil
Langkah ishlah adalah solusi terbaik bagi dua kelompok
masyarakat Islam yang bertikai atau konflik senjata, agar kembali kepada
hukum Allah, hukum yang seadil-adilnya, dan agar rela keputusannya
baik menang atau kalah. Jikalau salah satunya tidak mau diajak tahkim
atau ishlah bahkan tetap memberontak dan membangkang, maka
perangilah pemberontak tersebut, sehingga mereka kembali kepada hukum
Allah. Kalau mereka mau kembali, maka ajaklah ishlah dengan adil
sehingga tidak terjadi konflik baru dikesempatan yang lain.51
Volume 4, Nomor 1, Juni 2008
Dalam ayat tersebut, meskipun terjadi konflik senjata antara kedua
belah pihak yang bertikai, tetapi mereka tetap disebut sebagai mukminin.
Berdasarkan ini al-Bukhari beristidlal bahwa maksiat tidak mengeluarkan
iman seseorang, meskipun dosa besar. Berbeda dengan pendapat aliran
al-Khawarij dan Mu’tazilah. Demikian juga ayat ini menunjukan bahwa
pembangkang tidak mengeluarkan mereka dari iman, karena jika mereka
menahan perang dan mau kembali kepada hukum Allah dibiarkan dan
wajib membantu mereka setelah bernegoisasi demi kemas-lahatan.
Sungguh tepat menggandengkan antara perintah ishlah dan
perintah adil. Karena walaupun keadilan dituntut setiap saat, bahkan
sejak awal proses perdamaian, tetapi sikap itu dibutuhkan bagi para juru
damai setelah mereka terlibat menindak tegas kelompok pembangkang.
Hal ini, kemungkinan besar mereka mengalami kerugian harta, jiwa, atau
paling tidak harga diri akibat ulah pembangkang. Kerugian tersebut dapat
mendorongnya untuk berlaku tidak adil, oleh karena itu ayat ini
menegaskan agar mereka bersikap adil.
Masyarakat Islam harus mau damai demi tegaknya persatuan dan
kesatuan, karena mereka bersaudara karena agama yang memiliki ikatan
lebih kuat dari saudara-saudara dalam nasab. Oleh karena itu tidak
diperhitungkan saudara dalam nasab yang tidak diikat dengan saudara
dalam agama.
Menyadari pentingnya arti persaudaraan tersebut semua umat
Islam seantero dunia ini adalah bersaudara, apalagi di antara belahan
jiwa Negara Indonesia, masyarakat Islam di Ambon Maluku dan Sambas
Kalimantan adalah bagian dari tubuh kita. Kita merasa tersayat ketika
daging mereka tersayat, dan merasa terbakar ketika jiwa raga dan harta
mereka dibakar.
Penutup
Dari berbagai penjelasan di atas kiranya dapat disimpulkan bahwa
masyarakat madani yang menjadi idola umat Islam selama ini akan
tercapai manakala prinsip-prinsip dasar dan karakteristik masyarakat
Islam yang terkandung dalam surah al-Hujurat dapat disosialisasikan di
tengah-tengah masyarakat bangsa Indonesia yang sedang bingung
mencari Ratu Adil. Karakteristrik masyarakat Islam yang terpenting antara
lain berakhlak al-karimah secara vertikal dengan Allah, dan secara hori-
zontal terhadap sesama umat Islam baik dengan manusia utama Nabi
Muhammad saw, dan dengan sesama umat Islam.Komunitas, Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
52
DAFTAR RUJUKAN
Firuzabadi, Abi Thahir Muhammad bin Ya’qub al-,tt., Tanwir al-Miqyas
Min Tafsir Ibin Abbas, Beirut : Dar al-Fikr.
Jawi, M. Nawawi al-,tt., Murah Labid Tafsir al-Nawawi, Indonesia : Dar
Ihya al-Kutub al-Arabiyah,.
Madjid, Nurcholish, 1999, Asas-asas Pluralisme dan Toleransi dalam
Masyarakat Madani, Jakarta : Makalah Seminar Nasional IAIN
Jakarta.
Maraghi, Mushthafa al-, tt., Tafsir al-Maraghi, Berut: Dar Ihya al-Turats
al-Arabi, tth.,
Quthub, Sayyid,1937, Fi Zhilal al-Qur’an, Jeddah : Dar al-Ilmi, 1937
Quthub, Sayid,tt., Ma’âlîm fîal-Tharîq, Kairo.
Shabuni, M. Ali al-, tt., Shafwat al-Tafsir, Baerut : Dar a-Fikri.
Shamadi Abu al-Saud Muhammad bin Muhammad al-, Tafsir Abi al-
Saud, Baeirut : Dar Ihya al-Turats al-Arabi.
Shawi, Ahmad al-, Hasyiyah al-Allamah al-Shawi, Indonesia : Dar Ihya
al-Kutub al-Arabiyah,tth., Juz-4.
Shihab, M. Quraish, 1996, Wawasan Al-Quran, Bandung : Mizan
Syarifain, Khadim al-Haramain, al-, 1411, al-Qur’an wa Tarjamatu Ma’anihi
ila al-Lughah al-Indunisiyah, Madinah : Majma’ Khadim al-
Haramain al-Malik Fahd
Syaukani, Muhammad bin Ali bin Muhammad al-, Fath al-Qadir al-Jami’
baina Fanai al-Riwayah wa al-Dirayah, Beirut : Mahfudah al-Ali,
tth, Juz-5.
Tsaqafi, Ahmad bin Ibrahim bin Zubair al-, 1988, al-Burhan fi Tanasub
Suwar al-Qur’an, diteliti oleh Said al-Falah Tunisia, Riyadh : Jami’ah
Imam Muhammad bin Saud.
Tujini, Abi Yahya Muhammad bin Sumadih al-, 1991, Mukhtasar Tafsir
Imam al-Thabari, Beirut : Dar al-Fajr al-Islami.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More